Recent Articles

Saturday, December 26, 2015

Soto Banjar

Saturday, December 26, 2015 - by Blogger · - 3 Comments

Soto Banjar
Soto Banjar
Banjarmasin merupakan salah satu kota di Kalimantan Selatan yang memiliki ragam budaya cukup beraneka ragam, salah satunya terkait dengan makanan tradisionalnya yaitu Soto Banjar. Soto Banjar merupakan salah satu makanan khas dari suku Banjar yang memiliki aroma dan rasa yang sangat khas berkat rempah-rempah seperti cengkeh, kayu manis, dan pala. 
Tambahan berupa daging ayam yang disuwir-suwir, bihun, telur rebus, dan beberapa pengiring lainnya membuat soto yang kuahnya kental ini semakin enak di lidah. Sebagai pelengkap utama, soto ini bisa dinikmati dengan nasi, lontong atau ketupat, tergantung selera kita masing-masing. Untuk lauk-pauk bisa juga ditambahkan perkedel, tempe goreng, tahu goreng, krupuk yang lainnya. Bagi anda yang mau menikmati sajian Soto Banjar ini, silahkan merogoh kocek antara Rp 20.000,00 - Rp 30.000,00



Katagori:
Minuman  Buah Elektrolit  Kesehatan  Soda  Tradisional  Teh 
Makanan Buah  jajanan Kesehatan Kue Mie Tradisional

Saturday, December 12, 2015

Jogja Bay Adventure Pirates Water Park

Saturday, December 12, 2015 - by Blogger · - 0 Comments

Jogja Bay 
Adventure Pirates Water Park



Jogja BayDaerah Istimewa Yogyakarta  merupakan salah satu daerah tujuan wisata yang cukup terkenal di Indonesia. Ratusan bahkan ribuan atraksi wisata tersebar di provinsi yang langsung dengan Jawa tengah ini. Dari atraksi wisata alam, budaya dan buatan selalu banyak mendapatkan kunjungan. Dan kini, kemeriahan pariwisata di Jogja semakin lengkap dengan kehadiran Wahana permainan air terbesar, terlengkap dan tercanggih di Indonesia yaitu Jogja Bay yang akan dibuka tanggal 20 Desember 2015. Jogja Bay Adventure Pirates Waterpark yang berada di Desa Maguwoharjo Depok Sleman, tepatnya di sebelah utara stadion Maguwoharjo yang cukup terkenal karena menjadi home base Klub Sepakbola Nasional, PSS Sleman. 

Jogja BayJogja Bay di rencanakan akan menjadi wahana keluarga yang terbesar, terlengkap dan tercanggih se Indonesia dengan luas lahan 7,7 hektar dan menyediakan 19 jenis wahana permainan. Salah satu wahana yang menjadi pelengkap adalah Harbour Theater, sebuah teater  yang berkapasitas 1.500 orang dan dilengkapi dengan audio berkualitas tinggi. Wahana lainnya adalah labirin yang bernama Jogja Bay Lighthouse, juga terdapat Kruger bar untuk menikmati aneka makanan dan minuman.

Wahana lain yang juga dijadikan unggulan  adalah wahana How to survive in stunam and earthquake. Wahana ini sekaligus edukasi bagi masyarakat bagaimana penyelematan diri saat terjadi ombak tsunami. Ada delapan ombak besar termasuk ombak tsunami. Nanti disertai penyelamatan diri untuk setiap ombak sehingga warga tahu bagaimana cara menghadapinya

Harga Tiket Jogja Bay
Jogja Bay mematok harga tiket anak-anak kurang dari 2 tahun free. Sedangkan untuka anak-anak yang kurang dari 110cm biaya tiketnya Rp. 60.000. Dewasa Rp. 90.000 dan orang tua diatas 65 tahun Rp. 60.000. 

Jam Buka Jogja Bay
Jogja Bay buka setiap hari dari 09.00 hingga 18.00 WIB adapun Harbour Theater buka dari jam 19.00 hingga 22.00 WIB. Sedangkan untuk weekend Waterpark buka lebih cepat yaitu 08.00 WIB

Alamat/Lokasi Jogja Bay

Jl Paingan Kelurahan Maguwoharjo Kecamatan Depok Kabupaten Sleman DIY


Thursday, December 3, 2015

Desa Tlogopayung Kecamatan Plantungan

Thursday, December 3, 2015 - by Blogger · - 0 Comments

Desa Tlogopayung Kecamatan Plantungan 


Balai Desa Tlogopayung
Balai Desa Tlogopayung  Kecamatan Plantungan
Letak Geografis Desa Tlogopayung
Desa yang terletak di daerah pegunungan ini memiliki luas lahan  nomor dua pada Kecamatan Plantungan, yaitu sekitar 6,24 Km2 atau sebesar 12,77%. Desa Tlogopayung terletak pada tengah-tengah Kecamatan Plantungan, dengan batas-batas sebagai berikut:
Batas utara    : Desa Wonodadi
Batas timur    : Desa Wonodadi, Desa Manggungmangu dan Desa Kediten
Batas selatan     : Desa Kediten dan Desa Blumah
Batas barat    : Kabupaten Batang dan Desa Blumah

Kondisi Fisik Alam Desa Tlogopayung

Topografi atau kelerengan pada Desa Tlogopayung terdiri dari berbagai macam, mulai dari landai pada bagian utara hingga curam pada bagian selatan. Berdasarkan kondisi eksisting pada bagian selatan Desa tolgopayung diperuntukan sebagai tegalan dan perkebunan. Hal tersbut didukung dengan jenis tanah yang ada pada bagian selatan Desa tersebut, yaitu asosiasi andosol. Kemudian pada bagian utara memilki kelerengan mulai dari landai (8-15%) hingga agak curam (15-25%). Pada bagian utara sebagian besar lahan digunakan sebagai kebun dan pertanian dan beberapa pusat aktivitas permukiman. Jenis tanah yang ada pada bagian utara Desa Tlogopayung adalah latosol coklat, dimana jenis tanah ini cocok untuk dijadikan sebagai kawasan pertanian.
Berdasarkan data diatas, diketahui bahwa Desa Tlogopayung memiliki kesesuaian lahan sebagai kawasan penyangga pada bagian selatan dan didmonasi kawasan budidaya pada bagian uatara. Desa Tlogopayung yang didominasi oleh kawasan budidaya sehingga cocok dikembangkan untuk pembangunan permukiman dan pembangunan sarana prasarana lainnya.

Sarana-Prasarana Desa Tlogopayung
Sarana pendidikan yang terdapat di desa ini sebanyak 7 unit, yang terdiri dari 1 unit PAUD yang SDN 1 Tlogopayungberlokasi di pikatan RT 001/004, 1 unit TK yang berlokasi di pikatan RT 001/004, 3 unit SDN/MI yaitu SDN 01, SDN 02 pikatan 001/004 dan SDN 03 bawukan RT 01/007, 1 unit SMP/MTS yang berlokasi di pikatan RT 002/ RW 004 dan 1 unit SMA yang berlokasi di pikatan RT 002/ RW 004.
Sarana kesehatan yang ada sebanyak 6 unit yang terdiri 1 PUS-TU yang berlokasi di pikatan RW 004, 3 unit dukun bayi yang berlokasi di tlogo dan pikatan, dan 2 unit bidan yang berlokasi di pikatan RT004 dan tlogo RW 003.
SDN 3 TlogopayungDesa tlogopayung memiliki  sarana peribadatan sebanyak 33 unit yang terdiri dari 8 unit masjid yang berlokasi di Tlogobaru, Tlogo, Kepayak, Pikatan Soban, Kalenggan, Bawukan, dan Watupaynung dan 25 unit musholla. Sarana perdagangan yang terdapat di desa ini hanya   2 unit yaitu 1 unit penggilingan padi dan 1 unit usaha lainnya.
Di Tlogopayung terdapat beberapa unit lapangan diantaranya adalah 1 unit lapangan sepakbola yang terletak pada dusun pikatan rt 01/ rw 04, 4 unit lapangan bola volly yang terletak di dusun tlogo, pikatan, kalenggangan dan dusun bawukan, dan 2 unit lapangan bulu tangkis yang berlokasi di dusun pikatan. Selain itu terdapat pula 2 unit pemakaman yang berlokasi di dusun pikatan.

Wednesday, November 11, 2015

Cireng Salju

Wednesday, November 11, 2015 - by Blogger · - 1 Comment



Cireng SaljuCireng (aci goreng) merupakan makanan yang berasal dari Jawa Barat dengan cita rasa yang mengundang selera. Terbuat dari tepung kanji, tepung terigu, air, merica bubuk, garam, bawang putih, kedelai dan daun bawang, makanan ini memiliki rasa yang gurih. Dan kini, seiring dengan kreativitas dari para pembuatnya terdapat puluhan bahkan ratusan citarasa cireng yang dapat dinikmati.

Cireng SaljuSalah satu cireng yang memiliki cita rasa khas dan banyak dicari adalah Cireng Salju. Menurut pembuatnya, makanan ringan ini dibuat secara higienis, tanpa tanpa menggunakan bahan pengawet, bahan tanpa menggunakan vetsin/MSG. Cireng Salju dengan kemasan ekslusif yang dikemas secara modern ini memiliki cita rasa yang enang dengan tekstur renyah di luar dan lembut di dalam.  Dan kini, dengan adanya izin halal dari MUI dan izin P-IRT dari dinas kesehatan membuat para pelanggan tidak perlu ragu lagi apabila ingin menikmatinya.




Katagori:
Minuman  Buah Elektrolit  Kesehatan  Soda  Tradisional  Teh 
Makanan Buah  jajanan Kesehatan Kue Mie Tradisional
 

Thursday, October 29, 2015

Pelatihan Percepatan Penanganan Kumuh di Lokasi PLPBK Lanjutan 2015

Thursday, October 29, 2015 - by Blogger · - 1 Comment

Pelatihan PLPBK Lanjutan
Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) merupakan salah satu kegiatan penanganan kawasan kumuh yang di inisiasi oleh Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sejak tahun 2009.  Seiring dengan adanya gerakan 100-0-100 yang berarti 100 % permukiman terlayani air minum, 0 % permukiman kumuh dan 100% permukiman terlayani sanitasi, maka pada tahun 2015 ini program PLPBK di apresiasi dengan adanya PLPBK Lanjutan.  
Pelatihan Percepatan Penanganan Kumuh
Untuk membangun pemahaman para pelaku kegiatan di tingkat lapangan terhadap kebijakan nasional Gerakan 100-0-100, konsep dan mekanisme percepatan penanganan kumuh  dan keterampilan membangun kolaborasi di tingkat desa/kelurahan melalui PLPBK Lanjutan maka di adakan Pelatihan Percepatan Penanganan Kumuh di Lokasi Program Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) Lanjutan tahun 2015.  Kegiatan pelatihan Percepatan Penanganan Kumuh ini dilaksanakan di Hotel Harris Bandung  pada 23-26 Oktober 2015 dengan peserta terdiri dari Senior Fasilitator, Askot Urban Planer, Korkot atau Askot CD, dan Tenaga Ahli Urban Planer (UP) OSP/KMW. 

Pelatihan PLPBK LanjutanMateri pelatihan yang di berikan oleh para pemandu dalam Pelatihan Percepatan Penanganan Kumuh di Lokasi PLPBK lanjutan 2015 antara lain:
1.    Kebijakan Nasional gerakan 100-0-100
2.    Permukiman, Urbanisasi dan Implikasinya
3.    Percepatan penanganan kumuh (kegiatan kolaborasi)
4.    Review RPLP/RTPLP berdasarkan dasar hukum dan perundang-undangan, visi dan misi
        kota/kabupaten, visi misi desa/kelurahan, risiko bencana dan 100-0-100
5.    Perencanaan pengelolan kawasan
6.    Tahapan Pencairan dan Pemanfaatan BLM PLPBK lanjutan
7.    Penyusunan RKTL


Tuesday, October 13, 2015

Kecamatan Brangsong

Tuesday, October 13, 2015 - by Blogger · - 0 Comments

 Kecamatan Brangsong Kabupaten Kendal


Kecamatan Brangsong merupakan salah satu kecamatan dari 20 kecamatan yang ada pada Kabupaten Kendal Provinsi Jawa Tengah. Letak geografis Kecamatan yang dilewati Jalan Pantura Jawa ini berada pada 1° 08’ 00”  - 1° 20’ 00” LS dan 109° 2’ 24”  - 110° 09’ 48” BT. Kecamatan Brangsong memiliki batas-batas wilayah antara lain :

Sebelah Utara       :   Laut Jawa
Sebelah Selatan    :   Kecamatan Kaliwungu Selatan dan Kecamatan Ngampel
Sebelah Timur      :   Kecamatan Kaliwungu
Sebelah Barat       :   Kecamatan Kendal dan Kecamatan Ngampel

Kecamatan Brangsong memiliki luas wilayah mencapai 35,54 Km2  atau 3.554 Ha  yang terdiri dari 12 buah desa yaitu Tunggulsari, Sumur, Penjalin Kertomulyo, Blorok, Sidorejo, Tosari, Rejosari, Turunrejo, Purwokerto, Brangsong, dan Kebonadem. Dari seluruh desa yang ada, Desa Turunrejo merupakan desa yang terluas dengan luas wilayah sebesar 885 Ha. Sedangkan desa yang memiliki luasan terkecil adalah Desa Tosari yang hanya memiliki luas wilayah sebesar 93 Ha.

Peta Kecamatan BrangsongKondisi topografi Kecamatan Brangsong memiliki kemiringan yang cenderung datar antara 0% - 20%. Pada Desa Turunrejo dan Purwokerto yang berada pada area bibir pantai memiliki kemiringan lahan 0% - 2%. Sebagian besar wilayah Desa Turunrejo dan Purwokerto memiliki kemiringan 3% - 7%. Desa Rejosari, Brangsong, Kebonadem, Sidorejo, Tosari, Kertomulyo, Penjalin, sebagian Desa Tunggulsari dan sebagian Desa Sumur memiliki kemiringan 8% - 13%. Sebagian lagi pada Desa Tunggulsari dan Sumur memiliki kemiringan 14% - 20%.

Kecamatan ini memiliki empat jenis hidrologi yang tersebar di beberapa desa. Pada Desa Turunrejo  sebagian  kecil wilayahnya yang menjorok ke  arah  laut memiliki jenis akuifer produktif dengan penyebaran luas & daerah penggaraman. Jenis akuifer produktif dengan dengan penyebaran luas terdapat pada sebagian besar wilayah Desa Turunejo, Desa Purwokerto, Desa Rejosari, dan sebagian wilayah Desa Brangsong. Jenis akuifer produkif sedang dengan penyebaran luas terdapat pada sebagian wilayah Desa Brangsong, sebagian besar wilayah Desa Kebonadem, Desa Tosari, Desa Kertomulyo, dan sebagian wilayah Desa Tunggulsari. Jenis akuifer produktif dan setempat terdapat pada Desa Blorok, Desa Penjalin, sebagian besar wilayah Desa Tunggulsari dan Desa Sumur.

Jalur air yang besifat primer pada Kecamatan Brangsong terdapat dua buah sungai. Sungai yang pertama adalah Sungai Blorong yang terdapat pada batas barat wilayah Brangsong. Sungai yang kedua adalah Sungai Waridin yang terdapat pada batas timur.


Friday, October 9, 2015

Kecamatan Paju Epat Kabupaten Barito Timur

Friday, October 9, 2015 - by Blogger · - 0 Comments

Kecamatan Paju Epat
Kecamatan Paju Epat merupakan kecamatan di Kabupaten Barito Timur yang memiliki luas 664,30 km2 atau 17,33 % dari luas Kabupaten Barito Timur. Adapun batas dari kecamatan yang merupakan kecamatan dengan luasan terbesar ke dua di kabupaten barito Timur ini antara lain:
Sebelah Utara     : Kecamatan Pematang Karau dan Kecamatan Karusen Janang
Sebelah Timur    : Kecamatan Dusun Timur
Sebelah Selatan  : Kabupaten Barito Selatan
Sebelah Barat     : Kabupaten Barito Selatan

Kecamatan Paju Epat terbagi dalam sembilan desa, yaitu Telang, Murutuwu, Balawa, Maipe, Telang Baru, Juru Banu, Tampu Langit, Siong dan Kalinapu. Desa Telang merupakan desa terluas dengan luas wilayah 171,55 km2 atau 25,82 % dari luas kecamatan yang juga merupakan ibukota kecamatan.

Kecamatan yang berada di sebelah barat daya Kabupaten Bartim ini rata-rata berada di ketinggian 20 m dari permukaan laut dengan rata-rata kemiringan lahan yang landai (< 15°) sehingga cocok untuk dikembangkan sebagai kawasan budidaya (permukiman, perkantoran, industri, perdagangan dan jasa, pertanian, peternakan dan lain sebagainya. Pada umumnya desa-desa di Kecamatan Paju Epat dilintasi oleh sungai sehingga transportasi di beberapa desa bisa melalui jalur darat dan sungai.

Dilihat dari jumlah dan kepadatan penduduknya, Kecamatan Paju Epat merupakan kecamatan yang memiliki jumlah dan kepadatan penduduk terendah di Kabupaten Barito Timur. Pada tahun 2013, jumlah penduduk di di kecamatan ini berjumlah 4.394 jiwa yang terdiri atas 2.325 jiwa laki-laki dan 2.069 jiwa perempuan. Jumlah penduduk tersebut menyumbang 4,10 persen terhadap total penduduk Barito Timur. Desa dengan jumlah penduduk tertinggi ialah Desa Telang Baru yaitu 933 jiwa atau 21,23 % dari total penduduk Paju Epat, sedangkan desa dengan jumlah penduduk terendah ialah Desa Kalinapu yaitu 160 jiwa atau 3,64 persen penduduk Paju Epat. 

Di kecamatan ini juga terdapat beberapa potensi wisata antara lain: Wisata Kebun Anggrek  dan Lewu Hante di Desa Siong serta Makam Suta Ono ( Tamak Mas) Desa Telang

Wednesday, October 7, 2015

Teh Botol Sosro Less Sugar Low Calorie

Wednesday, October 7, 2015 - by Blogger · - 0 Comments

Teh Botol Sosro Less Sugar Low Calorie
Teh botol Sosro adalah salah satu varian minuman teh berbahan baku asli & alami yang terbuat dari teh wangi, gula pasir industri dan air. Minuman Tehbotol Sosro merupakan teh siap minum yang pertama di Indonesia bahkan di Dunia. Minuman ini diluncurkan oleh PT. Sinar Sosro pada tahun 1974. 

Seiring dengan tuntutan kebutuhan masyarakat terkait dengan kesehatan, PT Sinar Sosro akhirnya melunjurkan jenis teh botol Sosro yang baru, yaitu Tehbotol Sosro Less Sugar Low Calorie. Teh botol Sosro Less Sugar Low Calorie memiliki rasa yg sama dengan Teh botol Sosro original dengan kalori yg rendah  yaitu hanya mengandung kaloro sebesar 80 Kkal. 
Teh Botol Sosro Less Sugar Low Calorie

Adapun Informasi Nilai Gizi dalam Tehbotol Sosro Less Sugar Low Calorie kemasan  450 ml adalah sebagai berikut:

Takaran saji : 225 ml
Jumah sajian per kemasan : 2

JUMLAH PER SAJIAN       
Energi Total : 40 kkal
Energi dari Lemak : 0 kkal
       
Lemak Total : 0 g / 0% AKG
Protein    : 0 g / 0% AKG
Karbohidrat Total : 11 g    / 3% AKG
Gula : 11 g   
Natrium : 30 mg / 1% AKG
Sodium : 30 mg    / 1% AKG



Katagori:
Minuman  Buah Elektrolit  Kesehatan  Soda  Tradisional  Teh 
Makanan Buah  jajanan Kesehatan Kue Mie Tradisional

Tuesday, September 1, 2015

Hotel Grand Saraswati Semarang

Tuesday, September 1, 2015 - by Blogger · - 1 Comment

Grand Saraswati Semarang
 Grand Saraswati Hotel,  merupakan salah satu hotel yang terletak cukup strategis karena berada di pusat Kota Semarang, tepatnya Jl Singosari No Raya No 81 A Semarang sekitar 5 menit apabila dicapai dari Simpang Lima. Di depan hotel, terdapat salah satu wahana hiburan warga Kota Semarang yang cukup terkenal yaitu Wonderia
Grand Saraswati Hotel
Hotel Grand Saraswati
ini  sebenanya merupakan hotel melati, namun memiliki fasilitas yang cukup banyak, antara lain: tempat parkir parking yang nyaman, modern design room, air panas, breakfast/sarapan pagi , room telepon, wifi, meeting room, laundry service, restoran serta room service.

Hotel Grand Saraswati Semarang memiliki suasana yang tenang dan menyenangkan karena menawarkan standar tertinggi dari pelayanan dan fasilitas. Bangunannya ditata efisien namun terawat membuat pengunjung betah berada di sana. Hotel ini  memiliki  44 kamar yang berukuran cukup luas untuk 1 atau dua tamu dengan tarif per malam mulai dari Rp. 200.000,00

Hotel Grand Saraswati Semarang

Jl. Singosari Raya 81A Semarang 50242 Jawa Tengah, Indonesia
Telp. 024 - 841 3454
Fax. 024 - 844 9502
Email : GrandSaraswatiHotel@gmail.com
website : http://grandsaraswatihotel.com/

Sunday, August 23, 2015

Kecamatan Plantungan

Sunday, August 23, 2015 - by Blogger · - 0 Comments

KECAMATAN PLANTUNGAN
KABUPATEN KENDAL



Kecamatan Plantungan
Kecamatan Plantungan merupakan salah satu kecamatan yang berada dibagian barat Kabupaten Kendal dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Batang. Letak koordinat Kecamatan Plantungan adalah 10 08’00” LS – 10 20’ 00” LS dan 1090 52’ 24” BT – 1100 09’ 48” BT dengan luas wilayah 48, 82 Km2 atau 4,87%  dari luas Kabupaten Kendal. Secara geografis Kecamatan Plantungan memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut:
Batas Utara        : Kecamatan Tersono Kabupaten batang;
Batas Timur        : Kecamatan Sukorejo;
Batas Selatan        : Gunung Prau;
Batas Barat        : Kecamatan Bawang Kabupaten Batang.

Berdasarkan letak geografisnya, Kecamatan Plantungan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Batang pada bagian utara dan baratnya menjadikan penduduknya lebih banyak yang melakukan alur aktivitas seperti aktivitas perdagangan jasa lebih ke arah Kabupaten Batang dibanding ke arah Kecamatan Plantungan atau ke Kabupaten Kendal itu sendiri. Hal ini dikarenakan jarak yang lebih dekat ke arah Kabupaten Batang sehingga penduduk daerah tersebut menganggap lebih efisien jika melakukan pergerakan terutama dalam memenuhi kebutuhannya lebih ke arah Kabupaten Batang.

Desa yang ada di Kecamatan Plantungan
Kecamatan ini terdiri dari 12 desa, yaitu: Desa Blumah, Desa Tlogopayung, Desa Kediten, Desa Wonodadi, Desa Manggungmangu, Desa Tirtomulyo, Desa Jurangagung, Desa Karanganyar, Desa Jati, Desa Bendosari, Desa Wadas dan Desa Mojoagung.

Kecamatan Plantungan secara keseluruhan memiliki kelerengan yang beragam mulai dari datar (0-8%) hingga sangat curam (>40%). Berdasarkan data dari Bappeda kelerangan pada Kecamatan didominasi oleh kelerengan curam (25-40%) yaitu sebesar 31%, yang kemudian diikuti oleh kelerengan sangat curam (>40%) sebesar 30%. Sedangkan untuk kawasan yang datar (0-8%) hanya sebagian kecil dari Kecamatan plnatungan yaitu sekitar 6%, akan tetapi terdapat sebanyak 29% dengan kelerengan landai (8-15%).  Suhu udara pagi / siang hari di kecamatan ini yaitu 25°C dan sore / malam hari 15°C dengan rata – rata curah hujan pada tahun 2013 sekitar 116 mm dengan rata – rata hari hujan sebanyak 8 hari

Lahan yang berada pada Kecamatan plantungan sebagian besar diperuntukan untuk kawasan tanaman baik tanaman pangan maupun tahunan. Akan tetapi seiring dengan pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi banyak terjadi perubahan dari pemanfaatan lahan. Alih fungsi lahan terutama terjadi dari lahan non terbangun, berupa sawah, tegalan, dan hutan menjadi lahan terbangun, antara lain kawasan pemukiman, kawasan industri, dan sarana – prasarana perkotaan. Alih fungsi lahan non terbangun menjadi lahan terbangun berdampak besar terhadap sistem drainase. Limpasan dan laju erosi meningkat, khususnya pada tahap pembukaan lahan. Lahan yang baru di buka yang dibiarkan terbuka tanpa pelindung, merupakan sumber bencana banjir dan kekeringan

Pada Kecamatan Plantungan terdapat jaringan jalan provinsi atau jalan dengan kelas jalan IIIA dengan panjang 5 Hm yang melintasi kelurahan Titomulyo dan jurongagung yang memiliki fungsi untuk menghubungkan kabupaten kendal dengan Kabupaten Batang. Kemudian terdapat jalan lokal atau kelas jalan IV dengan panjang 34,6 Km yang berfungsi untuk menghubungi tiap Desa dengan kelurahan Titomulyo, dan terdapat pula jalan lingkungan dengan panjang 50,4 Km yang berfungsi menghubungkan antar rumah dan permukiman pada Kecamatan Plantungan

Tuesday, August 11, 2015

PS PLPBK

Tuesday, August 11, 2015 - by Blogger · - 0 Comments

Pemetaan Swadaya
Pemetaan Swadaya adalah suatu pendekatan parisipatif yang dilakukan masyarakat untuk menilai serta merumuskan sendiri berbagai persoalan yang dihadapi dan potensi yang dimilliki sehingga hasil dari identifikasi masalah dan potensi yang dimiliki, masyarakat dapat menentukan sendiri kebutuhan nyata (riil) untuk menanggulangi berbagai persoalan tersebut utamanya kemiskinan, dengan berbasis pada kekayaan informasi kualitatif yang bersifat lokal.   

Pengertian swadaya dalam hal ini yaitu semua penggalian informasi, analisa dan rumusan masalah dilakukan oleh masyarakat ”orang dalam”. Fasilitator ”orang luar” hanya memfasilitasi proses, bahkan jika memungkinkan fasilitasi juga dilakukan relawan yang merupakan unsurnya masyarakat. Keterlibatan ”orang luar” diharapkan sekecil mungkin. 

Kajian Pemetaan Swadaya (PS) dalam Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) pada dasarnya bertujuan untuk memberikan kesempatan belajar bagi masyarakat (khususnya masyarakat miskin) untuk mengenali persoalannya serta memahami potensi yang dimilikinya, sehingga secara bersama-sama memiliki kesadaran untuk memecahkan persoalan-persoalan tersebut dengan potensi yang ada. 

Transect Lingkungan
Pemetaan Swadaya dalam PLPBK ditempatkan sebagai alat pendorong ”perubahan sosial/ transformasi sosial” agar masyarakat lebih mampu untuk menganalisis keadaannya sendiri, kemudian memikirkan apa yang bisa dilakukan untuk memperbaiki keadaannya serta mengembangkan potensi dan keterampilan mereka untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Tegasnya Pemetaan Swadaya berorientasi  pada perubahan prilaku masyarakat agar lebih kuat dan mandiri serta mengerti hak-hak dan kewajiban mereka. 
Kegiatan Pemetaan Swadaya PLP BK merupakan tindak lanjut dari kegiatan Pemetaan Swadaya pada tahap sebelumnya. Pemetaan Swadaya PLP BK akan difokuskan pada kegiatan pengumpulan data dan peta-peta tematik serta melakukan pengamatan lapangan untuk mencermati dan memahami kondisi fisik/pola ruang, sosial dan ekonomi wilayah Kelurahan/Desa saat ini. 

Monday, August 3, 2015

Kantor Kecamatan Plantungan

Monday, August 3, 2015 - by Blogger · - 0 Comments

Kantor Kecamatan Plantungan


Kantor Camat  PlantunganKantor Kecamatan Plantungan atau Kantor Camat Plantungan terletak di JL. Suratman, No. 10, Plantungan, Kendal, Jawa Tengah, Indonesia kode pos 51362. Kantor tersebut berada di jalur jalan utama di kabupaten Kendal yang menghubungkan Batang - Sukorejo (Kendal)- Temanggung. No telepon Kantor Kecamatan Plantungan yang bisa dihubungi adalah 0294 451 006.
Secara Administrasi Kecamatan Plantungan terbagi dalam 12 desa yang masuk dalam Kantor Kecamatan Plantunganklasifikasi desa swasembada. Kecamatan ini terdiri dari jumlah dusun 55, jumlah RW 61 dengan 250 RT. Jumlah PNS di kantor Kecamatan 22 orang yang terdiri dari 17 PNS laki-laki dan 5 PNS perempuan. 
Pusat pemerintahan Kecamatan plantungan ini berada di pusat keramaian dengan fasilitas yang ada di dekatnya antara lain pasar, Bank BRI, Kantor Polsek, Masjid, sekolah dan fasilitas umum/ fasilitas sosial yang lainnya. Kantor Camat tersebut berada di Desa Tirtomulyo yang berada di tengah-tengah Kecamatan Plantungan sehingga bisa menjangkau dan melayani semua desa yang ada di kecamatan ini.




Sunday, August 2, 2015

Terminal Entrop Jayapura

Sunday, August 2, 2015 - by Blogger · - 0 Comments

Terminal Entrop
  Terminal Entrop adalah terminal angkutan umum yang berada di Kelurahan Entrop, Distrik Jayapura Utara. Sebagaimana aktivitas yang ada di terminal pada umumnya, di terminal Entrop menjadi pusat persinggahan utama angkutan umum yang beroperasi di Kota Jayapura yaitu Mobil penumpang Umum (angkot) yang melayani 15 trayek  dan  Minibus Umum (12 Seat) yang terdiri dari 11 trayek.

Terminal EntropTerminal Entrop yang saat ini beroperasi sebenarnya terminal lama, dan masih proses pembangunan terminal baru. Di terminal lama ini selain terdapat jalur pemberhentian angkutan umum juga terdapat ruang tunggu, kios-kios pedagang serta kantor pengelola. Yang menjadi permasalahan di termial Entrop ini antara lain belum tertatanya jalur pemberhentian angkutan umum, masih adanya beberapa kios yang kosong, serta minimnya pohon-pohon peneduh yang membuat suasana panas. 

Terminal EntropSemoga saja dengan adanya pembangunan terminal baru, kondisi termina akan menjadi lebih baik lagi sehingga akan memberi kenyamanan bagi masyarakat yang beraktivitas di sana, baik penumpang, kru angkutan umum, pedagang dan lain sebagainya.

Thursday, July 30, 2015

HID : Hibah Insetif Desa Program Pamsimas

Thursday, July 30, 2015 - by Blogger · - 0 Comments

HID Kabupaten Kendal
HID Di Kec Rowosari Kab Kendal
HID (Hibah Intensif Desa)  merupakan salah satu komponen dalam Program PAMSIMAS yaitu salah satu program bersama antara pemerintah pusat,  daerah dan masyarakat dengan dukungan Bank Dunia yang bertujuan untuk  meningkatkan penyediaan air minum, sanitasi, dan meningkatkan derajat kesehatan  masyarakat terutama dalam menurunkan angka penyakit diare dan penyakit lain yang ditularkan melalui air dan lingkungan, yang merupakan  pemberian insentif  atau penghargaan/reward  pada sejumlah desa/kelurahan  yang telah melaksanakan program Pamsimas  dengan baik dan melampaui standar kinerja. 

HID Kecamatan Rowosari
HID Di Kec Rowosari Kab Kendal
Persyaratan yang harus dilaksanakan oleh desa yang ingin mengajukan HID antara lain: desa tersebut Belum pernah mendapat HID, terbentuknya BP-SPAMS, realisasi RKM memenuhi syarat yang ditentukan,  memiliki sumber air untuk pengembangan layanan, pencapaian SBS (Stop dari Buang Air Besar di Sembarang Tempat) memenuhi persyaratan dan Tidak ada penyalahgunaan dana masyarakat. 

Selain itu, desa-desa yang akan mengikuti seleksi pengajuan HID harus memenuhi beberapa kriteria penilaian, antara lain: Kinerja Pembukuan LKM/KKM memenuhi, kualitas SPAM bagus, pengoperasian dan Pemeliharaan kegiatan yang sudah dilaksanakan tidak mengalami kendala, pencapaian SBS (ODF) memenuhi persyaratan, adanya pengembangan cakupan layanan SPAMS dan terlaksananya program Kerja dalam pelaksanaan PJM Proaksi.

Monday, July 13, 2015

Jalur Angkutan Umum Kota Jayapura

Monday, July 13, 2015 - by Blogger · - 0 Comments

Angkutan Umum Jayapura
Seperti halnya kota-kota besar lainnya di Indonesia salah satu moda transportasi umum yang paling banyak digunakan oleh masyarakat adalah moda transportasi darat berupa mobil dan bus  penumpang umum. Adapun jalur angkutan umum beserta tarif yang ada di Kota Jayapura berdasarkan  Keputusan Walikota Jayapura No 75 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Surat  Keputusan Walikota Jayapura Nomor 17 Tahun 2015 tentang Pemberlakuan Tarif  Angkutan Umum dan Angkutan Air di Wilayah Kota Jayapura adalah sebagai berikut:

Jalur Mobil penumpang Umum (angkot) Kota Jayapura beserta tarifnya untuk penumpang  umum/pelajar  

B1    :   T. Entrop – Polimak – Jayapura  (Rp 4.000/ Rp 3.000)
B2    :  T.  Entrop – Hamadi – Jayapura   (Rp 4.000/ Rp 3.000)
B3    :  T. Entrop – Tasangka – Argapura – Jayapura   (Rp 4.000/ Rp 3.000)
B4    :  T. Entrop – Hamadi  Santarosa – Polimak – Jayapura   (Rp 4.000/ Rp 3.000)
E    :  Jayapura Lokal (Dalam Kota)  (Rp 3.000/ Rp 2.000)
F    :  Hamadi – Polimak   (Rp 3.000/ Rp 2.000)
G    :  T. Mesran – Dok V Bawah – Dok IX – Sase G – Pasir II   (Rp 4.500/ Rp 3.000)
H    :  T. Mesran – Dok V Atas – SMU 2- Base G  (Rp 4.500/ Rp 3.000)
I1    :  T. Entrop – Macan Tutul   (Rp 5.000/ Rp 3.000)
I2    :  T. Entrop – Rehobot  (Rp 5.000/ Rp 3.000)
J1    :  T. Youtefa – Expo – Perumnas 1  (Rp 4.500/ Rp 3.000)
J2    :  T. Youtefa – Perumnas II – Perumnas III – Uncen Baru  (Rp 4.500/ Rp 3.000)
K    :  T. Youtefa – STIE OG – Vuria – BTN  (Rp 4.000/ Rp 3.000)
L1    :  T. Youtefa – Abe Pantai  (Rp 4.000/ Rp 3.000)
T    :  Youtefa - Nafri  (Rp 5.000/ Rp 3.000)

Jalur Minibus Umum (12 Seat) di Kota Jayapura beserta tarifnya
IA    :   T. Entrop – Padang Bulan   (Rp 5.000/ Rp 3.500)
IB    :  T. Entrop – Youtefa  (Rp 4.500/ Rp 3.000)
II    :  T. Youtefa – Holtekamp  (Rp 10.000/ Rp 6.000)
III    :  T. Youtefa – Skouw  (Rp 12.000/ Rp 7.500)
IV    :  T. Youtefa – Koya Timur  (Rp 10.000/ Rp 6.000)
IV    :  T. Youtefa – Koya Barat  (Rp 9.000/ Rp 5.500)
V    :  T. Jayapura – Angkasa/Premium  (Rp 5.000/ Rp 3.000)
VI    :  Youtefa – Yoka  (Rp 4.000/ Rp 2.500)
VII    :  T. Mesran – Abepura – Waena /12 Seat  (Rp 5.500/ Rp 3.500)
VIII    :  T. Mesran – Abepura – Waena / 24 Seat  (Rp 5.000/ Rp 3.000)
IX    :  T. Youtefa – Perbatasan RI PNG  (Rp 15.000/ Rp 9.000)

Angkot Jayapura

Tuesday, June 30, 2015

Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP)

Tuesday, June 30, 2015 - by Blogger · - 0 Comments

RPKPP
Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) merupakan rencana aksi program strategis untuk penanganan permasalahan permukiman dan pembangunan infrastruktur permukiman pada kawasan prioritas di perkotaan. RPKPP disusun pada lingkup wilayah perencanaan kawasan dan dengan kedalaman rencana teknis yang dituangkan dalam peta skala 1:5.000 dan 1:1.000. RPKPP ini merupakan penjabaran dari SPPIP untuk kawasan permukiman prioritas yang ditetapkan.
Seperti halnya dengan SPPIP, RPKPP memiliki karakteristik yang membedakan dengan rencana pembangunan kawasan permukiman lainnya, meliputi:
  1. RPKPP berorientasi pada penanganan kawasan permukiman yang diprioritaskan pembangunannya;
  2. rencana pembangunan kawasan yang terdapat dalam RPKPP dilakukan secara logis dan bertahap sesuai kebutuhan;
  3. rencana pembangunan kawasan yang dihasilkan memiliki tingkat implementasi yang tinggi karena dalam penyusunannya melibatkan seluruh pemangku kepentingan yang terkait termasuk masyarakat yang terkena dampak, serta mempertimbangkan kebijakan-kebijakan makro di atasnya; dan
  4. produk yang dihasilkan dari RPKPP dapat langsung diimplementasikan pada sebagian kawasan paling cepat pada tahun berikutnya, karena RPKPP ini mencakup juga perencanaan detail untuk kawasan pembangunan tahap 1.

Terkait dengan karakteristik ini, maka dalam kerangka pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan, RPKPP ini memiliki fungsi sebagai berikut:
  • sebagai alat operasionalisasi dalam penanganan kawasan permukiman prioritas;
  • sebagai masukan dalam penyusunan RPIJM Bidang Permukiman

Penyelenggaraan SPPIP dan RPKPP tidak dapat dipisahkan dari kebijakan pengembangan dan pembangunan kabupaten/kota secara keseluruhan. Berdasarkan Undang-Undang (UU) No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, tiap kabupaten/kota diamanatkan memiliki dokumen perencanaan pembangunan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) yang kemudian diterjemahkan dalam rencana 5 (lima) tahunan di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
RPKPP

Selain itu dari sisi ruang, UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang mengamanatkan tiap kabupaten/kotamemiliki dokumen rencana tata ruang yang tertuang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kabupaten/kotaberikut dengan rencana rincinya. Dalam pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan, kebijakan, dan strategi yang terdapat pada kedua kelompok dokumen yang dihasilkan dari 2 (dua) pilar pembangunan di Indonesia ini, akan diterjemahkan dan disinkronkan dalam SPPIP.

Kedua pilar pembangunan tersebut, dalam lingkup pembangunan perkotaan diintegrasikan dan dipadukan di dalam kebijakan dan strategi pembangunan perkotaan.Kebijakan dan strategi tersebutmemiliki fungsi:
  1. memberikan acuan bagi pembangunan kabupaten/kota dan kawasan perkotaan,
  2. mengatur fungsi kabupaten/kota dan penataan ruang kabupaten/kota untuk pembangunan berkelanjutan,
  3.  menjadi dasar dalam sinkronisasi regulasi dan kebijakan terkait pembangunan perkotaan,
  4.  menjadi instrumen perencanaan yang menjadi acuan kementerian/lembaga dalam pelaksanaan program dan kegiatan terkait pembangunan perkotaan.

Sunday, June 21, 2015

Puncak Suroloyo

Sunday, June 21, 2015 - by Blogger · - 1 Comment



Puncak Suroloyo
Puncak Suroloyo
Puncak Suroloyo adalah puncak tertinggi dari Pegunungan Menoreh dengan ketinggian 1.019 mdpl  yang menjadi salah satu daya tarik wisata di Kabupaten Kulon Progo. Puncak Suroloyo merupakan salahh satu tempat yang disakralkan oleh masyarakat jawa karena adanya peninggalan sejarah dari Raja Mataram. Puncak Suroloyo terletak di Dusun Keceme Desa Gerbosari Kecamatan Samigaluh  Kabupaten Kulon Progo dengan  koordinat 07038’49,3” Lintang Selatan dan 110010’45,9” Bujur Timur. 

Puncak SuroloyoUntuk mencapai ke kawasan wisata tersebut, kita diharuskan melewati jalan-jalan yang berliku dengan pemandangan sebelah kanan tebing curam dan sebelah kiri jurang  yang memiliki lebar rata-rata 4-5 meter.  Sedangkan jalan menuju ke puncak  berupa jalan menanjak lebih dari 150 meter,  melalui 286 anak tangga dengan sudut kemiringan antara 30-60 derajat.  Sampai di puncak, kita akan disuguhi pemandangan alam yang cukup eksotis melalui tiga gardu pandang yang dikenal dengan nama “pertapaan”, yaitu Suroloyo, Sariloyo, dan Kaendran.   Pertapaan Suroloyo berbentuk sebidang tanah datar dengan ukuran 7 x 15 meter Persegi  yang diyakini sebagai tempat pertapaan Sultan Agung pada saat menerima wangsit untuk menjadi penguasa tanah Jawa. 

Puncak SuroloyoDari Puncak Suroloyo,  kita akan disuguhi pemandangan yang menakjubkan yaitu Kota Magelang dengan Candi Borobudurnya di sebelah utara, Kota Yogyakarta hingga Candi Prambanan dan Boko di sebelah tenggara, kokohnya Gunung Merapi dan Merbabu di timur laut serta Gunung Sindoro Sumbing di sebelah barat laut.  Dari sini pula kita bisa menikmati indahnya sunrise dan sunset yang sangat menawan, terutama jika cuaca sedang cerah.

Fasilitas wisata yang ada di Suroloyo saat ini antara lain tempat parkir, warung makan, pendopo, panggung terbuka dan toilet.  Beberapa hal yang perlu dijadikan referensi bagi pengelola dalam mengembangkan lokasi tersebut antara lain perlunya perluasan lahan parkir agar bisa menampung kendaraan pengunjung lebih banyak, peningkatan pengawasan di pendopo puncak suroloyo, karena banyaknya wisatawan yang mengotori tempat tersebut dengan sampah maupun tulisan-tulisan serta fasilitas penunjang wisata yang lain seperti area outbound, tracking,  flying fox, wisata agro  dan lain sebagainya.

Wednesday, June 10, 2015

Wedang Ronde

Wednesday, June 10, 2015 - by Blogger · - 0 Comments

wedang ronde
Wedang Ronde
Bagi pembaca yang tinggal atau setidaknya pernah tinggal di sekitar Jawa Tengah dan Yogyakarta, pasti tidak asing dengan minuman penghangat tubuh yang berbama Wedang Ronde ini. Minuman hangat dengan rasa jahe ini  menjadi salah satu sajian favorit saat musim penghujan tiba. 

Wedang Ronde sebenarnya merupakan makanan tradisional China yaitu Tangyuan yang kemudian diadaptasikan ke dalam kuliner Jawa. Tangyuan sendiri sebenarnya merupakan metafora dari reuni keluargakarena selalu disajikan dalam perkumpulan keluarga, misalnya saat pesta pernikahan. Makanan ini terbuat dari tepung ketan yang diberi air dan dibentuk menjadi bulatan besar atau kecil, terkadang diberi isi, namun seringkali tangyuan tampil polos. Bola-bola tepung ketan ini lantas direbus hingga matang dan disantap bersama kuahnya yang manis.

Kuah ronde biasanya terbuat dari rebusan ekstrak jahe, dan aneka rempah-rempah lainnya seperti kayu manis, cengkeh dan daun pandan serta pemanis dari gula batu dan gula merah. Di setiap  daerah, wedang ronde bisa disajikan dalam beberapa versi,  tergantung kebiasaan makanan serta lidah masing masing daerah. Ada yang menyajikan wedang ronde yang berisi jahe lalu di campur dengan tape ketan hitam. Ada lagi yang di tambahkan susu kental manis agar lebih menggoda rasanya. Ada lagi yang menambahkan kolang-kaling dan roti tawar untuk pengganjal perut.

Adapun beberapa manfaat yang kita dapatkan dari mengkonsumsi Wedang Ronde antara lain: menghangatkan badan, menyembuhkan penyakit tenggorokan, mengatasi mabuk kendaraan, meningkatkan stamina tubuh, mencegah masuk angin, meningkatkan sistem imunitas tubuh, mengurangi pusing ataupun sakit kepala dan mengatasi perut kembung.



Katagori:
Minuman  Buah Elektrolit  Kesehatan  Soda  Tradisional  Teh 
Makanan Buah  jajanan Kesehatan Kue Mie Tradisional

Thursday, May 28, 2015

SPPIP : Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan

Thursday, May 28, 2015 - by Blogger · - 0 Comments

Kawasan permukiman
Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) merupakan suatu strategi yang menjadi acuan bagi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang penyusunannya mengacu dan terintegrasi dengan arahan pengembangan kabupaten/kota secara komprehensif. SPPIP ini merupakan alat utama bagi pemerintah daerah untuk mengarahkan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. Selain itu, SPPIP juga merupakan rancangan tindakan atau aksi untuk membangun permukiman dan infrastruktur pendukungnya sebagai komponen inti pembentuk kawasan perkotaan.Sebagai rancangan tindakan atau aksi, SPPIP ini diterjemahkan kedalam suatu strategi berikut program pembangunannya. SPPIP ini disusun berdasarkan arahan kebijakan dan strategi yang terdapat di dalam RTRW dan RPJPD.

Dalam prosesnya, SPPIP memiliki karakteristik yang membedakannya dengan kebijakan dan strategi lainnya, yaitu:
  1. penyusunan SPPIP lebih banyak dilakukan melalui proses sinkronisasi, akomodasi, dan adopsi dari kebijakan dan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang ada;
  2. pada proses penyusunannya, SPPIP tidak hanya berorientasi pada produk, namun juga pada proses penyusunannya. Hal ini dapat dilihat dari pengutamaan legitimasi produk yang diukur dari rasa memiliki dan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan kabupaten/kota yang terlibat dalam proses penyusunan dan penerapannya;
  3. kebijakan dan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang disusun tidak dipandang sebagai kebijakan dan strategi sektoral, melainkan mempertimbangkan keterkaitannya dengan pembangunan kawasan perkotaan secara keseluruhan
  4. kebijakan dan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan disusun dari skala kabupaten/kota sampai dengan skala kawasan. Pada skala kawasan, penyusunannya dilakukan dengan mengacu pada kebijakan dan strategi skala kabupaten/kota.

Terkait dengan karakteristik tersebut, Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur
SPPIP
Perkotaan/ SPPIP ini memiliki fungsi dalam konteks pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan, yaitu:

  1. sebagai acuan bagi implementasi program pembangunan permukiman dan infrastuktur permukiman perkotaan, sehingga dapat terintegrasi dengan programpembangunan lainnya;
  2. sebagai dokumen induk dari semua dokumen perencanaan program sektoral bidangpermukiman di daerah, sehingga fasilitasi APBN dalam penyediaan infrastruktur diprioritaskan pada daerah yang sudah memiliki Dokumen SPPIP/RPKPP;
  3. sebagai salah satu acuan bagi penyusunan RPIJM Bidang Permukiman;
  4. sebagai sarana untuk mengintegrasikan semua kebijakan dan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang tertuang di berbagai dokumen;
  5. sebagai dokumen acuan bagi penyusunan kebijakan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan skala kabupaten/kota.

Strategi dan program yang menjadi keluaran dari SPPIP disajikan dalam peta spasial skala 1:25.000. Dalam kondisi kabupaten/kota yang bersangkutan belum memiliki peta dengan skala tersebut, maka dapat menggunakan skala minimum 1:50.000.

Kawasan Wisata Candi Agung Amuntai

- by Blogger · - 0 Comments

Kawasan Wisata Candi Agung Amuntai

Candi Agung
Amuntai yang nerupakan pusat kota dan pusat pemerintahan Kabupaten Hulu Sungai Utara Provinsi Kalimantan Selatan ternyata memiliki salah satu atraksi wisata sejarah yang cukup terkenal yaitu Kawasan Wisata Candi Agung Amuntai. Jangan membayangkan candi yang ada di di kawasan Sungai Malang, kecamatan Amuntai Tengah ini seperti candi-candi yang ada di Pulau Jawa terutama di Jawa Tengah dan Yogyakarta yang penuh dengan ornamen batu vulkanis. Bangunan utama Candi Agung Amuntai terbuat ini didominasi oleh batu dan kayu yang cukup kuat.

Candi Agung diperkirakan adalah peninggalan dari Kerajaan Hindu , Negara Dipa Khuripan yang berdiri sekitar tahun 1438 Masehi. Meskipun sudah berusia ratusan tahun, namun material utama penyusun candi ini masih kuat.  Berdasarkan catatan sejarah, Candi Agung Amuntai dibangun oleh Empu Jatmika yang berasal dari Kerajaan Kaling yaitu sebuah kerajaan yang diperkirakan ada di Pulau Jawa.  Kerajaan Negara Dipa Khuripan inilah yang di kemudian hari melahirkan Kerajaan Daha di Negara dan Kerajaan Banjarmasin

Dikomplek Kawasan Wisata Candi Agung Amuntai tersebut juga terdapat peninggalan sejarah yang lain, yaitu : Tiang Mahligai, Tiang Sembilan, tempat pertapaan Pangeran Suryanata, juga benda bersejarah temuan para arkeolog di lokasi tersebut seperti fragmen bunga teratai, guci China, dan aneka tembikar bertuliskan huruf China.
Warung Candi Agung

Meskipun obyek wisata ini banyak dikunjungi oleh wisatawan, tetapi berdasarkan penelusuran dan pengamatan lapangan kondisinya belum terawat secara maksimal. Di jalan masuk menuju area wisata ini terdapat lapak-lapak PKL yang belum tertata secara rapi. Selain itu fasilitas pendukung yang ada seperti jaringan jalan masuk (main enterance) dan sarana penunjangnya seperti trotoar, drainase, taman bahu jalan, areal parkir dan lain sebagainya perlu di tata ulang sesuai dengan kondisi riil di lapangan serta kebutuhan masyarakat yang beraktivitas di sana.

Thursday, May 21, 2015

Kecamatan Dusun Tengah

Thursday, May 21, 2015 - by Blogger · - 0 Comments

Kecamatan Dusun Tengah merupakan salah satu kecamatan dalam wilayah Kabupaten Barito Timur yang terletak di bagian timur ibukota kabupaten dan berbatasan dengan provinsi di luar Kalimantan Tengah yaitu Provinsi Kalimantan Selatan. Adapun batas wilayah kecamatan tersebut secara lengkap adalah sebagai berikut:

Sebelah utara    :  Kecamatan Raren Batuah,
Sebelah timur    :  Kalimantan Selatan,
sebelah selatan  :  Kecamatan Awang , Kec. Paku dan Kecamatan Patangkep Tutui,
sebelah barat     :  Kecamatan Pematang Karau.

Dusun TengahKecamatan Dusun Tengah memiliki  luas wilayah lebih kurang 371 km² atau 9,68 persen dari  luas Barito Timur yang terdiri dari satu kelurahan dan tujuh desa definitif, yaitu:  Saing, Rodok, Ampah Dua, Putai, Ampah Kota, Netampin, Sumber Garunggung dan Muara Awang.   Desa Muara Awang dan Netampin merupakan dua desa terluas dengan luasan masing-masing adalah 120 km² atau 32,34 persen dan 105 km² atau 28,30 persen dari luas kecamatan. Luas kedua desa tersebut mencapai 60,64 persen dari luas seluruh wilayah Kecamatan Dusun Tengah.  Secara geografis, Kecamatan ini memiliki ketinggin rata-rata 26 m dari permukaan laut dengan tingkat kemiringan landai (kurang dari 15 derajat) kecuali Desa Muara Awang yang memiliki kemiringan sedang (15-25 derajat). 

Kecamatan Dusun Tengah merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk kepadatan tertinggi di Kabupaten Barito Timur. Jumlah penduduk pada pertengahan tahun 2013 yaitu berjumlah  24.573 jiwa, 6.318 rumah tangga, dengan kepadatan penduduk sekitar 66 jiwa/km2. Jumlah penduduk tersebut  menyumbang 22,86 persen dari total penduduk Kabupaten Barito Timur. Tingginya jumlah penduduk di Kecamatan ini disumbangkan oleh Kelurahan Ampah Kota yang juga merupakan kelurahan dengan jumlah dan kepadatan penduduk tertinggi di Kabupaten Barito Timur. Besarnya nilai sexratio penduduk Kecamatan  Dusun Tengah tahun 2013 ialah 104,28, yang dapat diartikan bahwa secara rata-rata pada setiap 100 penduduk perempuan di kecamatan ini terdapat sekitar 104 penduduk laki-laki. Kondisi ini menunjukkan bahwa secara rata-rata jumlah penduduk laki-laki lebih banyak dibandingkan jumlah penduduk perempuan. Sementara jika dilihat untuk setiap desa, hanya Desa Rodok dan Desa Ampah Dua yang memiliki nilai sex ratio kurang dari 100 (Sumber BPS Kabupaten Barito Timur 2014)

Monday, May 11, 2015

Lomba Mewarnai untuk Anak-anak Ada Siliwangi – PT Mandom Indonesia

Monday, May 11, 2015 - by Blogger · - 0 Comments

Lomba Mewarnai untuk Anak-anak 
Ada Siliwangi – PT Mandom Indonesia



PT MANDOM Indonesia Tbk bekerjasama dengan  Ada Swalayan Siliwangi pada hari minggu 10 Mei 2015 menyelenggarakan acara Meet & Greet yang diramaikan dengan lomba mewarnai bagi anak-anak dan jumpa artis ibukota yaitu Aldi Taher yang terkenal lewat Trio Ubur-Ubur. Lomba mewarnai dengan 2 katagori, yaitu Katagori A (Anak TK) dan katagori B (SD Kelas 1 dan 2) tersebut diikuti oleh puluhan anak yang berasal dari Kota Semarang dan sekitarnya.  Rupanya antusias dari orang tua untuk mengikutkan anaknya dalam lomba-lomba seperti ini cukup besar apalagi dilaksanakan di hari libur sekolah.

Saturday, May 9, 2015

Pentas Seni 17-an, Langkah awal Mengasah Kreativitas Genersi Muda

Saturday, May 9, 2015 - by Blogger · - 0 Comments

Pentas Seni 17 Agustus
Pentas 17-an dalam Rangka HUT RI
Untuk memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada setiap tanggal 17 agustus, banyak sekali rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat. Dari sabang-sampai merauke, dari desa sampai ke kota banyak masyarakat yang melakukan kegiatan untuk mengenang jasa para pahlawan yang merebut kemerdekaan dari tangan penjajah dan mempertahankan hingga saat ini.

Melam hari menjelang tanggal 17 agustus, biasanya dilaksanakan malam tirakatan yang diisi dengan renungan dan berbagai pentas seni. Diakui atau tidak, pentas seni 17-an menjadi ajang pmbelajaran bagi kaum muda maupun anak-anak Indonesia. Tak kurang ribuan bakat terpendam yang dimiliki oleh anak negeri muncul dari kegiatan ini. Berbagai bakat yang dimiliki oleh remaja dan anak-anak yang di tampilkan dalam pentas seni 17-an ini antara lain seni tari, menyanyi, gerak dan lagu, drama, teater, lawak (kalau era saat ini stand up comedy) dan lain sebagainya.

Dan apabila dirunut, dari seluruh seniman yang tersebar di seantero negeri lebih dari 80 persen yang mengawali karir mereka dari pentas seni 17-an ini. Peringatan 17 agustus tersebut biasanya dilaksanakan di tingkat lingkungan atau RT dan selanjutnya calon-calon seniman yang sukses mengikuti pentas 17-an di tingkat tersebut akan menginjak karirnya ke pentas tingkat RW, Desa/Kelurahan, Kecamatan hingga tampil di ajang nasional bahkan internasional.

Semoga saja pentas seni17-an yang sebenarnya dilaksanakan dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia tersebut selalu terselenggara di lingkungan masyarakat kita sampai kapanpun. Sehingga generasi muda kita bisa mengembangkan bakatnya sekaligus mengingat jasa para pendahulu kita yang telah berjuang demi anak cucunya, yaitu kita semua. 

Friday, May 8, 2015

Kurma Coklat (Kurcok)

Friday, May 8, 2015 - by Blogger · - 0 Comments

Kurma Coklat atau biasa disingkat Kurcok bukan hanya sekedar kurma yang berwarna coklat (karena semua kurma memang berwarna coklat), tapi adalah salah satu bentuk makanan olahan yang berbahan dasar kurma dengan dibalut adonan coklat.  Komposisi bahan makanan yang rasanya manis ini menghasilkan suatu makanan yang enak untuk dirasakan sehingga bisa memanjakan lidah orang yang menikmatinya. 

Untuk menikmati kurma coklat, tersedia beberapa varian rasa, antara lain kurma coklat rasa mete, keju, almond, durian dan selai. Jadi bagi anda yang ingin terus menikmati kurma tapi dengan vasriasi rasa-rasa tersebut di atas jangan sampai ketinggalan untuk mencobanya.

Apakah anda tertarik untuk menikmati manisnya kurma coklat? Jika ingin mencoba silahkan hubungi CP n WA berikut: Untuk wilayah semarang dg Bp. Eka 081575118859, Yogya dg Bp. Adhi 085869851735, Jepara, Demak, Pati dg Bp. feri 081914046058, Solo dg Ibu Isti Arunajavanese ByIstiq 08562828317


Katagori:
Minuman  Buah Elektrolit  Kesehatan  Soda  Tradisional  Teh 
Makanan Buah  jajanan Kesehatan Kue Mie Tradisional

Bendungan Kedungdowo Batang

- by Blogger · - 0 Comments

Bendungan Kedungdowo Kramat
Bendungan Kedungdowo Kramat
Bendungan yang terletak di Sungai Kramat Batang ini biasa disebut dengan Bendungan Kedungdowo. Bendungan ini terletak di Desa Kecepak Kecamatan Batang Kabupaten Batang yang dimanfaatkan sebagai saluran irigasi pembagi untuk mengairi ribuan hektar sawah. Pada sore hari banyak anak-anak kecil yang berenang di sana serta banyak muda-mudi yang sekedar bercengkrama sambil menikmati gemericik suara air. 
Bendungan ini terletak tidak jauh dari Taman Hiburan Rakyat (THR) Kramat yang merupakan salah satu obyek wisata terkenal di Kabupaten Batang. Hanya saja yang perlu diperhatikan, bagi pengunjung yang ingin dating dan melakukan aktivitas di sana harus selalu berhati-hati khususnya yang membawa anak kecil. Jangan sampai anda atau anak anda jatuh ke dalam bendungan yang cukup dalam tersebut. 


Thursday, April 16, 2015

Kecamatan Benua Lima

Thursday, April 16, 2015 - by Blogger · - 0 Comments

Kecamatan Benua Lima terletak di bagian selatan Kabupaten Barito Timur dan berbatasan langsung dengan Provinsi Kalimantan Selatan. Secara geografis batas-batas wilayah kecamatan ini adalah sebagai berikut:

Sebelah Utara        : Kec. Patangkep Tutui & Kec. Dusun Timur
Sebelah Selatan     : Kec. Tabalong (Kalimantan Selatan)
Sebelah Timur       : Kec. Tabalong (Kalimantan Selatan)
Sebelah Barat        : Kec. Dusun Timur

Benua LimaLuas Kecamatan Benua Lima yaitu 258 km2 atau 6,73 persen dari luas kabupaten yang terbagi menjadi enam desa dan satu kelurahan, yaitu:  Taniran, Kandris, Banyu Landas, Bagok, Bamban, Tewah Pupuh dan Gudang Seng.  Desa dengan luas wilayah terluas adalah Desa Bagok yaitu sebesar 63 km. Sedangkan desa dengan luas wilayah terkecil adalah Desa Kandris yaitu sebesar enam km2 (2,33 persen). Topografi wilayah Kecamatan ini berada pada ketinggian 18 meter dari permukaan laut di Kelurahan Taniran sampai dengan 55 meter dari permukaan laut di Desa Bamban, dengan kemiringan lahan yang landai(kurang dari 15 derajat). Wilayah Kecamatan yang berada di ujung timur Kabupaten Barito Timur ini dialiri oleh tujuh sungai kecil yang mengalir sepanjang tahun. Sungai-sungai tersebut masih dimanfaatkan oleh sebagian besar penduduk sebagai sumber untuk bercocok tanam dan mandi.

Kecamatan Benua Lima merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk tertinggi ke-7 di Kabupaten Barito Timur. Jumlah penduduk pada tahun 2013 adalah 6.546 jiwa yang menyumbang 6,10 persen terhadap total penduduk Barito Timur. Wilayah dengan jumlah penduduk tertinggi adalah Kelurahan Taniran yaitu sebanyak 1.701 jiwa atau 25,99 persen dari total penduduk Benua Lima, sedangkan desa dengan jumlah penduduk terendah adalah Desa Gudang Seng sebanyak 105 jiwa atau hanya1,60 persen dari total penduduk Kecamatan Benua Lima. Jumlah penduduk Benua Lima pada tahun 2013 naik 2,38 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Friday, April 3, 2015

Kabupaten Tabalong

Friday, April 3, 2015 - by Blogger · - 0 Comments

Kabupaten Tabalong


Kabupaten Tabalong
Kabupaten Tabalong dengan ibukotanya Tanjung merupakan kabupaten yang terletak paling utara dari propinsi Kalimantan Selatan dengan posisi geografis berada pada 1150 9’ – 1150 47’ Bujur Timur dan 10 18’ – 20 25’ Lintang Selatan sedangkanGrid Provinsi Kalimantan Selatan dari proyeksi UTM terletah pada Grid CE-25 sampai BD-39 dengan koordinast x=295.000M dan y=9.735.000M pada zona 5°LS. Kabupaten ini memiliki batas-batas administrasi sebagai berikut :

  • Sebelah utara dan timur dengan propinsi Kalimantan Timur,
  • Sebelah selatan dengan kabupaten Hulu Sungai Utara dan Kabupaten Balangan, serta
  • Sebelah barat dengan propinsi Kalimantan Tengah.

Kabupaten yang terkenal dengan hasil tambang berupa batubara ini terdiri dari 12 kecamatan yang terbagi atas tiga wilayah pengembangan pembangunan (WPP), bagian utara meliputi kecamatan Haruai, Kecamatan Bintang Ara, Kecamatan Upau, Kecamatan Muara Uya dan Kecamatan Jaro. Bagian tengah meliputi kecamatan Tanta, Kecamatan Tanjung dan Kecamatan Murung Pudak serta bagian selatan meliputi kecamatan Banua Lawas, Kecamatan Pugaan, Kecamatan Kelua dan Kecamatan Muara Harus.

Jarak terjauh menuju ibukota pemerintahan kabupaten dari kecamatan adalah kecamatan Jaro 60 km. Dan yang terdekat adalah kecamatan Tanjung yaitu 2 km. Jumlah  desa/kelurahan di kabupaten Tabalong ini sebanyak 122 desa dan 9 kelurahan, dimana kecamatan Tanjung dan Banua Lawas mempunyai desa terbanyak yaitu 15 desa dan yang paling sedikit adalah kecamatan Upau dengan 6 desa. Seluruh desa/kelurahan ini sudah sampai pada tingkat swasembada.
Letak kabupaten Tabalong sangat strategis, berada pada jalur segitiga emas atau segitiga pertumbuhan diantara lintas Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.Posisinya memberikan letak yang menjanjikan sebagai muara mengalirnya pengembangan aspek ekonomi dan sosial budaya ketiga Provinsi tersebut.

Kondisi Hidrologi dan Klimatologi Kabupaten Tabalong
Wilayah kabupaten ini banyak dialiri oleh sungai antara lain sungai Tabalong, sungai Anyar, sungai Jaing, sungai Kinarum, sungai Ayo, sungai Mangkupum, sungai Tamunti, sungai Walangkir, sungai Gendawang, sungai Awang, sungai Masingai, sungai Lumbang, sungai Juran, sungai Hunangin, sungai Umbu, sungai Karawili dan lain-lain.

Rencana pengembangan sistem jaringan sumber daya air yang tertuang dalam RTRW Kabupaten Tabalong antara lain wilayah sungai (WS) dan cekungan air tanah (CAT). Wilayah Sungai (WS) yang ada yaitu BWS Barito yang merupakan WS lintas provinsi yaitu BWS Barito – Kapuas dengan Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito sub DAS Tabalong yang merupakan kewenangan nasional terdiri atas sub-sub DAS Tabalong Kiwa, sub-sub DAS Tabalong Kanan, sub-sub DAS Kumap; dan sub-sub DAS Hayup.

Temperatur udara di suatu tempat antara lain ditentukan oleh tinggi rendahnya tempat tersebut terhadap permukaan laut dan jaraknya dari pantai. Sedangkan curah hujan di suatu tempat antara lain dipengaruhi oleh keadaan iklim, keadaan topografi dan perputaran/pertemuan arus udara. Oleh karena itu curah hujan beragam menurut bulan dan letak stasiun pengamat. Kabupaten Tabalong merupakan wilayah yang beriklim tropis sehingga kelembaban udara maksimum di Kabupaten Tabalong pada tahun 2013 berkisar antara 96-99 persen dan kelembaban udara minimum antara 65-84 persen, sementara kelembaban udara rata-rata setiap bulan adalah 88-92 persen.

Kondisi Geomorfologi Kabupaten Tabalong

Berdasarkan peta Geomorfologi, bentuk morfologi wilayah Kabupaten Tabalong dapat dibagi menjadi empat bentuk yaitu daratan alluvial, dataran, bukit dan pegunungan. Jika dilihat dari persentasenya ternyata wilayah ini didominasi oleh dataran sebesar 41,34 persen dan pegunungan sebesar 29,79 persen


Wednesday, April 1, 2015

Kecamatan Mojosongo

Wednesday, April 1, 2015 - by Blogger · - 0 Comments

Kecamatan Mojosongo
Mojosongo merupakan salah satu kecamatan di wilayah Kabupaten Boyolali yang terbagi dalam 13 desa yaitu Dlingo, Metuk, Brajan, Kragilan, Butuh, Kemiri, Mojosongo, Tambak, Jurug, Manggis, Singosari, Madu, dan Karangnongko.  

Kecamatan Mojosongo yang terletak di sebelah ujung barat daya Kabupaten Boyolali memiliki fungsi utama sebagai pusat pelayanan sekaligus sebagai pusat kegiatan komersial. Adapun batas administrasi Kecamatan tersebut adalah sebagai berikut :


Sebelah Utara         : Kabupaten Semarang
Sebelah Selatan    : Kabupaten Klaten
Sebelah Timur        : Kecamatan Teras
Sebelah Barat        : Kecamatan Boyolali dan Kecamatan Musuk.

Kecamatan Mojosongo memiliki fungsi sebagai pusat pelayanan PKLp yang diarahkan sebagai pusat pemerintahan kecamatan, pengembangan permukiman, industri, tanaman pangan, tanaman perkebunan skala kecamatan/beberapa desa dengan luas wilayah 4341,164 Ha. Kecamatan yang berada pada ketinggian antara 400-700 m dan berada kelerengan 2-15% ini berdasarkan bentang lahannya memiliki morfologi yang bervariasi berupa dataran dan sebagian perbukitan. Satuan morfologi dataran adalah bentuk bentang alam yang didominasi oleh daerah yang relatif datar atau sedikit bergelombang.

Kecamatan ini juga dilalui oleh beberapa sungai yang tersebar di beberapa desa. Sungai terlebar  adalah Sungai Gandul dengan lebar 30 m. Pemanfaatan bendungan, mata air, dan sungai tidak hanya digunakan sebagai fungsi irigasi pertanian saja, namun juga digunakan oleh penduduk untuk pemanfaatan kebutuhan air bersih. Wilayah Kecamatan tersebut termasuk dalam wilayah dengan iklim tropis dan bertemperatur sedang dengan intensitas curah hujan 2.500-3.000 mm/tahun, kelembaban relatif rata-rata 80,8 % sehingga digolongkan sebagai kawasan dengan kelembaban yang cukup tinggi.
Jenis tanah yang terdapat di Kecamatan Mojosongo berupa tanah mediteran coklat tua, regosol kelabu, dan regosol coklat kelabu. Jenis tanah ini dapat digunakan untuk lahan terbangun (permukiman, industri, pertambangan, dan kawasan budidaya lainnya) dan lahan non-terbangun (lahan pertanian basah maupun perkebunan).

Keadaan masyarakat Mojosongo sebagian besar masih memegang kebudayaan dan adat istiadat Jawa, seperti contohnya di Desa Jurug  tepatnya di Dukuh Lawang yang masih memegang kepercayaan agar tidak membangun rumah yang pintunya menghadap ke arah selatan dan di Dukuh Slembi yang memegang kepercayaan untuk tidak menanam tanaman kacang panjang. Hal ini diyakini karena jika ada yang menanam kacang panjang bisa mengakibatkan keributan atau kerusuhan di desa tersebut. Selain itu sebagian besar penduduk yang mempunyai ternak seperti sapi lebih suka meletakkan kandang ternaknya di samping atau belakang rumah bahkan letaknya sangat berdekatan dengan rumah pemiliknya.

Beberapa komoditas yang mampu menunjang sektor perekonomian di wilayah tersebut antara lain pepaya, tembakau, padi, palwija dan lain sebagainya. Tanaman pepaya merupakan tanaman yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pertanian di wilayah perencanaan Mojosongo, dimana Desa Karangnongko, Desa Madu, dan Desa Tambak merupakan desa yang paling unggul dalam hasil pertanian pepaya. Untuk Desa Karangnongko merupakan sentra perkebunan pepaya yang hasilnya mampu diekspor ke ke luar daerah seperti Jakarta, Tangerang, Jogjakarta, dan Bandung.Selain pepaya, tanaman tembakau juga merupakan salah satu tanaman yang menunjang perekonomian di wilayah Mojosongo terutama pengmbangan tembakau dari PT Indonesia Dwi Sembilan (IDS) di Desa Jurug dan Manggis.

Selain pertanian, potensi ekonomi lokal di wilayah ini  antara lain home industry pembuatan marning, mete, kerupuk, dan industri pembuatan jamu “Tilung”.  Industri Jamu Tilung terletak di Dukuh Sapiyan Desa Metuk yang merupakan industri kecil obat tradisional dalam kemasan kapsul yang berbahan baku dari cacing untuk mengobati berbagai penyakit khususnya tifus, maag, batuk dan lain-lain, yang dipasarkan mulai Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat dan DKI.

Selain komoditas yang telah dijelaskan di atas, potensi lokal yang mampu menopang perekonomian Mojosongo antara lain kerajinan ijuk dan peralatan kebersihan rumah tangga yang pemasarannya bisa diekspor sampai keluar Jawa seperti Bali dan Madura, kegiatan ini terletak di Desa Manggis. Sentra kerajinan yang lain adalah kerajinan motor antik yang terbuat dari kayu terletak di Desa Kemiri, selain miniatur motor juga terdapat produk yang lain seperti jam, pohon pisang, pohon pepaya, mobil-mobilan, sepeda motor dalam ukuran kecil.

Wednesday, March 11, 2015

Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur

Wednesday, March 11, 2015 - by Blogger · - 0 Comments

Kecamatan Awang merupakan salah satu kecamatan yang ada dalam wilayah administratif di Kabupaten Barito Timur dan memiliki batas wilayah sebagai berikut: 

Sebelah Utara        :  Kecamatan Paku dan Kecamatan Dusun Tengah
Sebelah Barat        :  Kecamatan Dusun Timur
Sebelah Selatan     :  Kecamatan Dusun Timur
Sebelah Timur       :  Kecamatan Patangkep Tutui

Kecamatan Awang beribukota di Desa Hayaping, dengan luas wilayah sebesar 203 km atau 5,29 persen dari luas Kabupaten Barito Timur.  Kecamatan ini terdiri atas sebelas desa dimana Desa Apar Batu merupakan desa dengan persentase wilayah terluas yakni sebesar 41 km (20,20 persen), sedangkan yang mempunyai luas desa terkecil ada 3 desa yakni Desa Biwan, Danau dan Janah Mansiwui yang masing-masing hanya 10 km2 atau hanya 4,93 persen dari luas kecamatan. Dari segi geografis ketinggian rata-rata Kecamatan Awang  59.18 mdari permukaan laut dengan kemiringan landai (< 15°) pada 5 desa yaitu Desa Janah Jari, Tangkan,  Ampari, Biwan, Danau, sementara 5 desa lainnya memiliki kemiringan sedang (15-25°), hanya Apar Batu yang melebihi 25 derajat. Hampir semua desa di Kecamatan Awang dilintasi oleh sungai seperti sungai Awang, Ampari, dan sungai kecil lainnya.
Peta Kecamatan AwangKecamatan Awang merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk terendah ke tiga di Kabupaten Barito Timur setelah Kecamatan Paju Epat dan Karusen Janang. Jumlah penduduk Awang tahun 2013 adalah sebanyak 5.749 jiwa dari 1.617 rumah tangga, dengan kepadatan penduduk sekitar 28,32jiwa/km2. Berdasarkan jenis kelamin, penduduk Awang terdiri atas 2.985 jiwa laki-laki dan 2.764 jiwa perempuan. Perbandingan penduduk laki-laki dan perempuan menunjukkan nilai sex ratio yang lebih besar dari 100 yaitu 108.00 yang artinya bahwa pada setiap 100 penduduk perempuan di Kecamatan Awang, terdapat setidaknya 108  penduduk laki-laki. 

Dari seluruh desa di Kecamatan Awang, jumlah penduduk terendah terdapat di Desa Pianggu yaitu sebanyak 232 jiwa dan hanya menyumbangkan 4,03 persen dari total penduduk Awang. Desa dengan jumlah penduduk terbanyak terdapat di Desa Hayaping yaitu 1.326 jiwa atau 23.06 persen dari total penduduk Awang. Desa Hayaping ini juga merupakan desa terpadat dengan jumlah rumah tangga terbanyak yakni sebanyak 394 rumah tangga.Sementara jumlah rumah tangga terendah terdapat di Desa Biwan yakni sebanyak 64 rumah tangga.

Monday, January 12, 2015

Rafting / Arung Jeram

Monday, January 12, 2015 - by Blogger · - 0 Comments


Rafting
Petualangan merupakan salah satu kegiatan yang banyak digemari oleh masyarakat akhir-akhir ini. Bermula dari gencarnya acara bertema petualangan di televisi membuat banyak masyarakat ingin melakukannya sebagai pembuktian kemampuan atau hanya sekedar hiburan semata, setelah lelah melakukan rutinitas pekerjaan sehari-hari. Salah satu kegiatan petualangan yang booming akhir-akhir ini adalah kegiatan arung jeram atau rafting.

Jika anda orang desa dan dekat dengan sungai besar, kegiatan rafting tidak jauh berbeda dengan kegiatan yang dilakukan anda waktu kecil yaitu praon atau getekan.  Hanya saja kalau anak-anak jaman dulu menggunakan batang pohon pisang (gedebog), rakit bambu, kayu dan lain sebagainya, sekarang lebih modern lagi karena menggunakan perahu karet.  Adapun secara ilmiah, istilah rafting atau arung jeram diartikan sebagai kegiatan mengarungi sungai menggunakan perahu dengan mengandalkan kemampuan mendayung.

Arung JeramKegiatan rafting yang dikelola secara profesional, memiliki beberapa standar keselamatan yang mengacu pada Internasional Rafting Federation (IRF) seperti jenis perahu yang digunakan, pengaman pribadi seperti pakaian, helm dan lain sebagainya juga adanya instruktur yang harus mengawasi. Di Indonesia sendiri, kegiatan arung jeram atau rafting menjadi salah satu kegiatan yang banyak dilakukan masyarakat. Adanya potensi berupa sungai-sungai yang memiliki jeram dengan karakteristik tertentu membuat banyak bermunculan tempat-tempat wisata arung jeram. Untuk melakukan arung jeram, peserta dituntut memiliki keberanian dan kemampuan fisik yang memadai. Oleh karena itu di beberapa tempat manula dan anak-anak kecil dibatasi untuk ikut dalam kegiatan ini.

Subscribe

Mau berlanganan ? Silahkan masukkan emailmu di sini

© 2013 Fotopedia. All rights reserved.
Designed by SpicyTricks