Recent Articles

Thursday, April 16, 2015

Kecamatan Benua Lima

Thursday, April 16, 2015 - by Blogger · - 0 Comments

Kecamatan Benua Lima terletak di bagian selatan Kabupaten Barito Timur dan berbatasan langsung dengan Provinsi Kalimantan Selatan. Secara geografis batas-batas wilayah kecamatan ini adalah sebagai berikut:

Sebelah Utara        : Kec. Patangkep Tutui & Kec. Dusun Timur
Sebelah Selatan     : Kec. Tabalong (Kalimantan Selatan)
Sebelah Timur       : Kec. Tabalong (Kalimantan Selatan)
Sebelah Barat        : Kec. Dusun Timur

Benua LimaLuas Kecamatan Benua Lima yaitu 258 km2 atau 6,73 persen dari luas kabupaten yang terbagi menjadi enam desa dan satu kelurahan, yaitu:  Taniran, Kandris, Banyu Landas, Bagok, Bamban, Tewah Pupuh dan Gudang Seng.  Desa dengan luas wilayah terluas adalah Desa Bagok yaitu sebesar 63 km. Sedangkan desa dengan luas wilayah terkecil adalah Desa Kandris yaitu sebesar enam km2 (2,33 persen). Topografi wilayah Kecamatan ini berada pada ketinggian 18 meter dari permukaan laut di Kelurahan Taniran sampai dengan 55 meter dari permukaan laut di Desa Bamban, dengan kemiringan lahan yang landai(kurang dari 15 derajat). Wilayah Kecamatan yang berada di ujung timur Kabupaten Barito Timur ini dialiri oleh tujuh sungai kecil yang mengalir sepanjang tahun. Sungai-sungai tersebut masih dimanfaatkan oleh sebagian besar penduduk sebagai sumber untuk bercocok tanam dan mandi.

Kecamatan Benua Lima merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk tertinggi ke-7 di Kabupaten Barito Timur. Jumlah penduduk pada tahun 2013 adalah 6.546 jiwa yang menyumbang 6,10 persen terhadap total penduduk Barito Timur. Wilayah dengan jumlah penduduk tertinggi adalah Kelurahan Taniran yaitu sebanyak 1.701 jiwa atau 25,99 persen dari total penduduk Benua Lima, sedangkan desa dengan jumlah penduduk terendah adalah Desa Gudang Seng sebanyak 105 jiwa atau hanya1,60 persen dari total penduduk Kecamatan Benua Lima. Jumlah penduduk Benua Lima pada tahun 2013 naik 2,38 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Friday, April 3, 2015

Kabupaten Tabalong

Friday, April 3, 2015 - by Blogger · - 0 Comments

Kabupaten Tabalong


Kabupaten Tabalong
Kabupaten Tabalong dengan ibukotanya Tanjung merupakan kabupaten yang terletak paling utara dari propinsi Kalimantan Selatan dengan posisi geografis berada pada 1150 9’ – 1150 47’ Bujur Timur dan 10 18’ – 20 25’ Lintang Selatan sedangkanGrid Provinsi Kalimantan Selatan dari proyeksi UTM terletah pada Grid CE-25 sampai BD-39 dengan koordinast x=295.000M dan y=9.735.000M pada zona 5°LS. Kabupaten ini memiliki batas-batas administrasi sebagai berikut :

  • Sebelah utara dan timur dengan propinsi Kalimantan Timur,
  • Sebelah selatan dengan kabupaten Hulu Sungai Utara dan Kabupaten Balangan, serta
  • Sebelah barat dengan propinsi Kalimantan Tengah.

Kabupaten yang terkenal dengan hasil tambang berupa batubara ini terdiri dari 12 kecamatan yang terbagi atas tiga wilayah pengembangan pembangunan (WPP), bagian utara meliputi kecamatan Haruai, Kecamatan Bintang Ara, Kecamatan Upau, Kecamatan Muara Uya dan Kecamatan Jaro. Bagian tengah meliputi kecamatan Tanta, Kecamatan Tanjung dan Kecamatan Murung Pudak serta bagian selatan meliputi kecamatan Banua Lawas, Kecamatan Pugaan, Kecamatan Kelua dan Kecamatan Muara Harus.

Jarak terjauh menuju ibukota pemerintahan kabupaten dari kecamatan adalah kecamatan Jaro 60 km. Dan yang terdekat adalah kecamatan Tanjung yaitu 2 km. Jumlah  desa/kelurahan di kabupaten Tabalong ini sebanyak 122 desa dan 9 kelurahan, dimana kecamatan Tanjung dan Banua Lawas mempunyai desa terbanyak yaitu 15 desa dan yang paling sedikit adalah kecamatan Upau dengan 6 desa. Seluruh desa/kelurahan ini sudah sampai pada tingkat swasembada.
Letak kabupaten Tabalong sangat strategis, berada pada jalur segitiga emas atau segitiga pertumbuhan diantara lintas Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.Posisinya memberikan letak yang menjanjikan sebagai muara mengalirnya pengembangan aspek ekonomi dan sosial budaya ketiga Provinsi tersebut.

Kondisi Hidrologi dan Klimatologi Kabupaten Tabalong
Wilayah kabupaten ini banyak dialiri oleh sungai antara lain sungai Tabalong, sungai Anyar, sungai Jaing, sungai Kinarum, sungai Ayo, sungai Mangkupum, sungai Tamunti, sungai Walangkir, sungai Gendawang, sungai Awang, sungai Masingai, sungai Lumbang, sungai Juran, sungai Hunangin, sungai Umbu, sungai Karawili dan lain-lain.

Rencana pengembangan sistem jaringan sumber daya air yang tertuang dalam RTRW Kabupaten Tabalong antara lain wilayah sungai (WS) dan cekungan air tanah (CAT). Wilayah Sungai (WS) yang ada yaitu BWS Barito yang merupakan WS lintas provinsi yaitu BWS Barito – Kapuas dengan Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito sub DAS Tabalong yang merupakan kewenangan nasional terdiri atas sub-sub DAS Tabalong Kiwa, sub-sub DAS Tabalong Kanan, sub-sub DAS Kumap; dan sub-sub DAS Hayup.

Temperatur udara di suatu tempat antara lain ditentukan oleh tinggi rendahnya tempat tersebut terhadap permukaan laut dan jaraknya dari pantai. Sedangkan curah hujan di suatu tempat antara lain dipengaruhi oleh keadaan iklim, keadaan topografi dan perputaran/pertemuan arus udara. Oleh karena itu curah hujan beragam menurut bulan dan letak stasiun pengamat. Kabupaten Tabalong merupakan wilayah yang beriklim tropis sehingga kelembaban udara maksimum di Kabupaten Tabalong pada tahun 2013 berkisar antara 96-99 persen dan kelembaban udara minimum antara 65-84 persen, sementara kelembaban udara rata-rata setiap bulan adalah 88-92 persen.

Kondisi Geomorfologi Kabupaten Tabalong

Berdasarkan peta Geomorfologi, bentuk morfologi wilayah Kabupaten Tabalong dapat dibagi menjadi empat bentuk yaitu daratan alluvial, dataran, bukit dan pegunungan. Jika dilihat dari persentasenya ternyata wilayah ini didominasi oleh dataran sebesar 41,34 persen dan pegunungan sebesar 29,79 persen


Wednesday, April 1, 2015

Kecamatan Mojosongo

Wednesday, April 1, 2015 - by Blogger · - 0 Comments

Kecamatan Mojosongo
Mojosongo merupakan salah satu kecamatan di wilayah Kabupaten Boyolali yang terbagi dalam 13 desa yaitu Dlingo, Metuk, Brajan, Kragilan, Butuh, Kemiri, Mojosongo, Tambak, Jurug, Manggis, Singosari, Madu, dan Karangnongko.  

Kecamatan Mojosongo yang terletak di sebelah ujung barat daya Kabupaten Boyolali memiliki fungsi utama sebagai pusat pelayanan sekaligus sebagai pusat kegiatan komersial. Adapun batas administrasi Kecamatan tersebut adalah sebagai berikut :


Sebelah Utara         : Kabupaten Semarang
Sebelah Selatan    : Kabupaten Klaten
Sebelah Timur        : Kecamatan Teras
Sebelah Barat        : Kecamatan Boyolali dan Kecamatan Musuk.

Kecamatan Mojosongo memiliki fungsi sebagai pusat pelayanan PKLp yang diarahkan sebagai pusat pemerintahan kecamatan, pengembangan permukiman, industri, tanaman pangan, tanaman perkebunan skala kecamatan/beberapa desa dengan luas wilayah 4341,164 Ha. Kecamatan yang berada pada ketinggian antara 400-700 m dan berada kelerengan 2-15% ini berdasarkan bentang lahannya memiliki morfologi yang bervariasi berupa dataran dan sebagian perbukitan. Satuan morfologi dataran adalah bentuk bentang alam yang didominasi oleh daerah yang relatif datar atau sedikit bergelombang.

Kecamatan ini juga dilalui oleh beberapa sungai yang tersebar di beberapa desa. Sungai terlebar  adalah Sungai Gandul dengan lebar 30 m. Pemanfaatan bendungan, mata air, dan sungai tidak hanya digunakan sebagai fungsi irigasi pertanian saja, namun juga digunakan oleh penduduk untuk pemanfaatan kebutuhan air bersih. Wilayah Kecamatan tersebut termasuk dalam wilayah dengan iklim tropis dan bertemperatur sedang dengan intensitas curah hujan 2.500-3.000 mm/tahun, kelembaban relatif rata-rata 80,8 % sehingga digolongkan sebagai kawasan dengan kelembaban yang cukup tinggi.
Jenis tanah yang terdapat di Kecamatan Mojosongo berupa tanah mediteran coklat tua, regosol kelabu, dan regosol coklat kelabu. Jenis tanah ini dapat digunakan untuk lahan terbangun (permukiman, industri, pertambangan, dan kawasan budidaya lainnya) dan lahan non-terbangun (lahan pertanian basah maupun perkebunan).

Keadaan masyarakat Mojosongo sebagian besar masih memegang kebudayaan dan adat istiadat Jawa, seperti contohnya di Desa Jurug  tepatnya di Dukuh Lawang yang masih memegang kepercayaan agar tidak membangun rumah yang pintunya menghadap ke arah selatan dan di Dukuh Slembi yang memegang kepercayaan untuk tidak menanam tanaman kacang panjang. Hal ini diyakini karena jika ada yang menanam kacang panjang bisa mengakibatkan keributan atau kerusuhan di desa tersebut. Selain itu sebagian besar penduduk yang mempunyai ternak seperti sapi lebih suka meletakkan kandang ternaknya di samping atau belakang rumah bahkan letaknya sangat berdekatan dengan rumah pemiliknya.

Beberapa komoditas yang mampu menunjang sektor perekonomian di wilayah tersebut antara lain pepaya, tembakau, padi, palwija dan lain sebagainya. Tanaman pepaya merupakan tanaman yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pertanian di wilayah perencanaan Mojosongo, dimana Desa Karangnongko, Desa Madu, dan Desa Tambak merupakan desa yang paling unggul dalam hasil pertanian pepaya. Untuk Desa Karangnongko merupakan sentra perkebunan pepaya yang hasilnya mampu diekspor ke ke luar daerah seperti Jakarta, Tangerang, Jogjakarta, dan Bandung.Selain pepaya, tanaman tembakau juga merupakan salah satu tanaman yang menunjang perekonomian di wilayah Mojosongo terutama pengmbangan tembakau dari PT Indonesia Dwi Sembilan (IDS) di Desa Jurug dan Manggis.

Selain pertanian, potensi ekonomi lokal di wilayah ini  antara lain home industry pembuatan marning, mete, kerupuk, dan industri pembuatan jamu “Tilung”.  Industri Jamu Tilung terletak di Dukuh Sapiyan Desa Metuk yang merupakan industri kecil obat tradisional dalam kemasan kapsul yang berbahan baku dari cacing untuk mengobati berbagai penyakit khususnya tifus, maag, batuk dan lain-lain, yang dipasarkan mulai Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat dan DKI.

Selain komoditas yang telah dijelaskan di atas, potensi lokal yang mampu menopang perekonomian Mojosongo antara lain kerajinan ijuk dan peralatan kebersihan rumah tangga yang pemasarannya bisa diekspor sampai keluar Jawa seperti Bali dan Madura, kegiatan ini terletak di Desa Manggis. Sentra kerajinan yang lain adalah kerajinan motor antik yang terbuat dari kayu terletak di Desa Kemiri, selain miniatur motor juga terdapat produk yang lain seperti jam, pohon pisang, pohon pepaya, mobil-mobilan, sepeda motor dalam ukuran kecil.

Subscribe

Mau berlanganan ? Silahkan masukkan emailmu di sini

© 2013 Fotopedia. All rights reserved.
Designed by SpicyTricks