Recent Articles

Wednesday, March 16, 2016

Malam Purna Program IUWASH Regional Jawa Tengah

Wednesday, March 16, 2016 - by Blogger · - 0 Comments

IUWASH JatengProgram Indonesia Urban Water, Sanitation, and Hygiene (IUWASH) merupakan salah satu program yang dilaksanakan oleh United States Agency International Development (USAID) di Indonesia, termasuk di Jawa Tengah yang mencakup 10 kabupaten/kota yaitu Kota Semarang, Salatiga, Surakarta, Kabupaten Semarang, Sukoharjo, Klaten, Kendal, Batang, Kudus, dan Rembang.  Program IUWASH sendiri sudah dilaksanakan selama 5 tahun yaitu tahun 2011-2016. 

Dan pada hari Rabu 15 Maret 2016 dilaksanakan acara Malam Purna Program IUWASH yang dilaksanakan di Hotel Crowne Plaza Semarang. Dalam acara yang dihadiri oleh Deputy Director USAID Indonesia Heather D’Agnes, GubernurJawa Tengah Ganjar Pranowo, perwakilan dari Pemerintah Pusat, serta pemerintah daerah tersebut Malam Purna Program IUWASH Jatengdisampaikan bahwa Program IUWASH sampai dengan saat ini sudah membantu sedikitnya 476.260 warga dalam mengakses air bersih dan sanitasi yang layak. Beberapa kegiatan yang difasilitasi oleh program ini antara lain: peningkatan kinerjaPerusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) rumah tangga, pembangunan umur resapan, penyediaan sarana air bersih dan lain sebagainya. 

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga menyampaikan bahwa program IUWASH sangat membantu masyarakat khususnya masyarakat Jawa Tengah untuk mendapatkan hidup yang lebih layak. Dan ke depannya, apa yang sudah dikerjakan bisa dilaksanakan sendiri dengan mereplikasi dari hasil pendampingan tersebut ke seluruh daerah di Jateng.

Friday, March 4, 2016

Mengukir Kayu

Friday, March 4, 2016 - by Blogger · - 0 Comments

Mengukir Kayu
 Mengukir adalah salah satu budaya asli bangsa Indonesia khususnya bagi warga masyarakat yang ada di Jepara, Jawa tengah. Kegiatan mengukir kayu bagi masyarakat Jepara adalah salah satu kegiatan turun-temurun yang diwariskan oleh nenek moyang dari jaman dulu kala. Namun demikian, jumlah pengukir yang ada di Kabupaten yang berada di ujung utara Pulau Jawa ini semakin lama semakin menyusut. Banyak anak muda yang saat ini lebih tertarik menggeluti pekerjaan lain sehingga pengukir-pengukir yang benar-benar ahli kebanyakan adalah orang tua.

Kegiatan mengukir kayu sebagaimana kegiatan seni yang lain memerlukan bakat dan latihan yang cukup lama. Butuh kesabaran dan ketlatenan bagi seorang pengukir untuk menghasilkan karya yang sesuai dengan model yang diinginkan. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan untuk mengukir kayu, antara lain:

1.    Pemotongan Kayu

Pemotongan kayu dilakukan dengan menggunakan gergaji manual atau mesin sesuai dengan ukran yang dikehendaki
Pengukir Jepara
2.    Menggambar Pola Ukiran
Pola ukiran digambar dengan alat gambar seperti biasa dan biasanya menggunakan alat tulis yang cukup tebal agar tidak mudah mengikis terserap kayu.  Selain dengan teknik menggambar langsung, kita juga bisa menggunakan dengan teknik menempel yaitu dengan mengeprint atau memfoto copy gambar yang selanjutnya ditempel dengan lem pada bilah kayu yang akan Kita ukir

3.    Mengukir Kayu
Tata cara mengukir kayu terdiri dari 2 macam, yaitu  untuk ukiran dua dimensi (benda seni untuk benda pakai, seperti: kursi, meja, dipan,dll) dan tehnik kedua untuk ukiran 3 dimensi (digunakan untuk ukiran seperti relung, yang diukir sambai bawah dan runcing).
Tehnik 2 dimensi ini terdiri dari pengolahan kayu dari sebuah papan datar dari kayu dan hanya diberi cekungan atau lekukan yang tidak terlalu dalam. Penciptaan objek ini tidak terlalu sulit, karena Kita hanya perlu meluruskan atau mengikuti pola ukiran yang sudah Kita buat sebelumnya. Sedangkan untuk tehnik 3 dimensi adalah teknik yang cukup sulit dan rumit karena pengerjaannya melalui pola yang sembarang dengan motif dari pengrajin ukir itu sendiri. Meskipun sudah digambar dengan pola namun hal itu tidak terlalu berpengaruh karena nantinya akan tetap di berikan sentuhan-sentuhan ukiran sepantasnya. 
Ukiran Jepara

4. Finishing Ukiran
Cara memfinishing ukiran yang sudah jadi memerlukan ketelitian dan keahlian tersendiri. Dalam proses pengerjaan finishing 2 dimensi, amplas dan bahan warna kayu cukup mendominasi. Misal benda pakai seperti meja dan kursi, Kita hanya perlu menghaluskan lalu kemudian mewarnai agar menjadi indah. Sedangkan untuk proses finishing 3 dimensi Kita perlu tehnik yang lebih. Terkadang pengrajin ukiran 3 dimensi tidak perlu bahan warna untuk ukirannya, hal ini dilakukan agar ukiran terlihat tetap alami. Atau kalau memang diperlukan bahan warna, Kita bisa memilih warna-warna natural. Karena warna natural akan tetap menonjolkan sisi keindahan asli kayu. 

Subscribe

Mau berlanganan ? Silahkan masukkan emailmu di sini

© 2013 Fotopedia. All rights reserved.
Designed by SpicyTricks