Recent Articles

Wednesday, March 23, 2016

BKM Kondangsari, salah satu Agen Pembangunan di Kabupaten Demak

Wednesday, March 23, 2016 - by GOJEK #GolekRejeki · - 0 Comments

 BKM Kondangsari, salah satu Agen Pembangunan di Kabupaten Demak


Balai Desa Kalikondang
Jika kita menuju ke Kota Demak dari arah Semarang, tepat sebelum gapura masuk kota kita akan melewati sebuah jembatan yang cukup panjang. Jembatan tersebut, dikenal dengan jembatan Kalikondang, karena memang berada di wilayah administratif Desa Kalikondang. Desa Kalikondang Kecamatan Demak Kabupaten Demak Propinsi Jawa Tengah, memiliki (4) empat Dukuh yaitu : Dukuh Prigi, Barus, Kondang Kulon, dan Kondang Wetan.  Memiliki 6 RW dan 37 RT, dengan Luas Wilayah 330.05 Ha, dengan batas Wilayah :

Jumlah Penduduk Desa Kalikondang  pada tahun 2016 sebesar 6.649 orang yang terdiri dari 2.788 pria dan 2.861 wanita. Pekerjaan dan Mata pencaharian utama penduduk adalah wiraswasta, buruh, PNS, pedagang, petani, dan guru Jumlah penduduk miskin sebesar 1.647 KK. KK miskin 386 KK ( Lk= 286, Pr= 100) , dan KK Non Miskin 1.141 KK.

Di desa Kalikondang, terdapat Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) yang memiliki tugas membantu pemerintah desa dalam melaksanakan pembangunan lingkungan, sosial dan ekonomi di desanya. BKM Kondangsari dibentuk melalui Musyawarah Tingkat Desa pada tanggal 13 November tahun 2007, yang sebelumnya masing-masing RT mengajukan calon yang diusulkan.

Hasil pembentukan tersebut adalah menetapkan 13 orang anggota BKM Kondangsari Desa Kalikondang, yang terdiri dari 13 orang pria dengan profesii antara lain Pensiunan,PNS dan Swasta.

Kordinator BKM dipilih secara langsung setelah penetapan 13 orang anggota, yang saat ini koordinator dipegang oleh Bapak Drs. Gunawan Subiyantoro dan di Akte Notariskan pada tanggal 5 Desember 2007 dengan Akta Notaris No.06/LGL/XII/07.

Secara geografis daerah Kalikondang merupakan daerah pertanian dimana sebagian besar penduduk masih berprofesi sebagai petani, pedagang, pekerja pabrik. Sarana dan prasarana lingkungan yang ada baik berupa jalan desa maupun perkampungan cukup memadai akan tetapi masih banyak pula yang masih memerlukan uluran bantuan bagi peningkatan kualitas jalan terutama perbaikan jalan dengan menggunakan betonisasi. Diperlukan betonisasi karena kondisi tanah masih labil sehingga dengan betonisasi merupakan solusi yang tepat untuk perbaikan kualitas jalan.

Salah satu kegiatan yang dilaksanakan BKM Kondangsari yaitu sebagai pengelola kegiatan Program nasional Pemberdayaan Masyarakat Dengan adanya program PNPM Mandiri Perkotaan sejak tahun 2007 sampai sekarang merupakan harapan yang selama ini dinantikan menjadi kenyataan. Karena itulah BKM Kondangsari melalui Unit Pengelola Lingkungan bersusaha memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kegiatan bagi masyarakat desa khususnya warga Kalikondang. Berikut salah satu foto kegiatan yaitu KSM Fadlol dengan BLM Rp. 12.500.000,- dengan swadaya Rp. 5.343.000,- bisa dilihat dari nilai swadaya tersebut terlihat  bahwa keterlibatan masyarakat sangatlah besar.       


Wednesday, March 16, 2016

Malam Purna Program IUWASH Regional Jawa Tengah

Wednesday, March 16, 2016 - by GOJEK #GolekRejeki · - 0 Comments

IUWASH JatengProgram Indonesia Urban Water, Sanitation, and Hygiene (IUWASH) merupakan salah satu program yang dilaksanakan oleh United States Agency International Development (USAID) di Indonesia, termasuk di Jawa Tengah yang mencakup 10 kabupaten/kota yaitu Kota Semarang, Salatiga, Surakarta, Kabupaten Semarang, Sukoharjo, Klaten, Kendal, Batang, Kudus, dan Rembang.  Program IUWASH sendiri sudah dilaksanakan selama 5 tahun yaitu tahun 2011-2016. 

Dan pada hari Rabu 15 Maret 2016 dilaksanakan acara Malam Purna Program IUWASH yang dilaksanakan di Hotel Crowne Plaza Semarang. Dalam acara yang dihadiri oleh Deputy Director USAID Indonesia Heather D’Agnes, GubernurJawa Tengah Ganjar Pranowo, perwakilan dari Pemerintah Pusat, serta pemerintah daerah tersebut Malam Purna Program IUWASH Jatengdisampaikan bahwa Program IUWASH sampai dengan saat ini sudah membantu sedikitnya 476.260 warga dalam mengakses air bersih dan sanitasi yang layak. Beberapa kegiatan yang difasilitasi oleh program ini antara lain: peningkatan kinerjaPerusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) rumah tangga, pembangunan umur resapan, penyediaan sarana air bersih dan lain sebagainya. 

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga menyampaikan bahwa program IUWASH sangat membantu masyarakat khususnya masyarakat Jawa Tengah untuk mendapatkan hidup yang lebih layak. Dan ke depannya, apa yang sudah dikerjakan bisa dilaksanakan sendiri dengan mereplikasi dari hasil pendampingan tersebut ke seluruh daerah di Jateng.

Friday, March 4, 2016

Mengukir Kayu

Friday, March 4, 2016 - by GOJEK #GolekRejeki · - 0 Comments

Mengukir Kayu
 Mengukir adalah salah satu budaya asli bangsa Indonesia khususnya bagi warga masyarakat yang ada di Jepara, Jawa tengah. Kegiatan mengukir kayu bagi masyarakat Jepara adalah salah satu kegiatan turun-temurun yang diwariskan oleh nenek moyang dari jaman dulu kala. Namun demikian, jumlah pengukir yang ada di Kabupaten yang berada di ujung utara Pulau Jawa ini semakin lama semakin menyusut. Banyak anak muda yang saat ini lebih tertarik menggeluti pekerjaan lain sehingga pengukir-pengukir yang benar-benar ahli kebanyakan adalah orang tua.

Kegiatan mengukir kayu sebagaimana kegiatan seni yang lain memerlukan bakat dan latihan yang cukup lama. Butuh kesabaran dan ketlatenan bagi seorang pengukir untuk menghasilkan karya yang sesuai dengan model yang diinginkan. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan untuk mengukir kayu, antara lain:

1.    Pemotongan Kayu

Pemotongan kayu dilakukan dengan menggunakan gergaji manual atau mesin sesuai dengan ukran yang dikehendaki
Pengukir Jepara
2.    Menggambar Pola Ukiran
Pola ukiran digambar dengan alat gambar seperti biasa dan biasanya menggunakan alat tulis yang cukup tebal agar tidak mudah mengikis terserap kayu.  Selain dengan teknik menggambar langsung, kita juga bisa menggunakan dengan teknik menempel yaitu dengan mengeprint atau memfoto copy gambar yang selanjutnya ditempel dengan lem pada bilah kayu yang akan Kita ukir

3.    Mengukir Kayu
Tata cara mengukir kayu terdiri dari 2 macam, yaitu  untuk ukiran dua dimensi (benda seni untuk benda pakai, seperti: kursi, meja, dipan,dll) dan tehnik kedua untuk ukiran 3 dimensi (digunakan untuk ukiran seperti relung, yang diukir sambai bawah dan runcing).
Tehnik 2 dimensi ini terdiri dari pengolahan kayu dari sebuah papan datar dari kayu dan hanya diberi cekungan atau lekukan yang tidak terlalu dalam. Penciptaan objek ini tidak terlalu sulit, karena Kita hanya perlu meluruskan atau mengikuti pola ukiran yang sudah Kita buat sebelumnya. Sedangkan untuk tehnik 3 dimensi adalah teknik yang cukup sulit dan rumit karena pengerjaannya melalui pola yang sembarang dengan motif dari pengrajin ukir itu sendiri. Meskipun sudah digambar dengan pola namun hal itu tidak terlalu berpengaruh karena nantinya akan tetap di berikan sentuhan-sentuhan ukiran sepantasnya. 
Ukiran Jepara

4. Finishing Ukiran
Cara memfinishing ukiran yang sudah jadi memerlukan ketelitian dan keahlian tersendiri. Dalam proses pengerjaan finishing 2 dimensi, amplas dan bahan warna kayu cukup mendominasi. Misal benda pakai seperti meja dan kursi, Kita hanya perlu menghaluskan lalu kemudian mewarnai agar menjadi indah. Sedangkan untuk proses finishing 3 dimensi Kita perlu tehnik yang lebih. Terkadang pengrajin ukiran 3 dimensi tidak perlu bahan warna untuk ukirannya, hal ini dilakukan agar ukiran terlihat tetap alami. Atau kalau memang diperlukan bahan warna, Kita bisa memilih warna-warna natural. Karena warna natural akan tetap menonjolkan sisi keindahan asli kayu. 

Subscribe

Mau berlanganan ? Silahkan masukkan emailmu di sini

© 2013 Fotopedia. All rights reserved.
Designed by SpicyTricks