Recent Articles

Sunday, October 27, 2013

Tugu Pertigaan Wonotunggal Kabupaten Batang

Sunday, October 27, 2013 - by Blogger · - 0 Comments

Tugu Pertigaan  Wonotunggal 
Kabupaten Batang 



Tugu Pertigaan Wonotunggal merupakan salah satu penanda/landmark yang ada di Kecamatan Wonotunggal Kabupaten Batang. Tugu yang desainnya terkesan kuno tersebut terletak dipertigaan yang menjadi persimpangan jalan Kolektor Batang-Bandar dan Warungasem- Bandar. 

Tugu tersebut juga menjadi salah satu penanda bahwa orang yang melihat sudah berada di pusat Ibu Kota Kecamatan Wonotunggal. Di pagi hari, khususnya hari minggu dan hari libur lainnya, kawasan pertigaan utama Wonotunggal tersebut ramai dengan aktivitas jual-beli serta jasa lainnya. 

Kondisi saat ini, Tugu Pertigaan Wonotunggal belum tertata dengan rapi, terdapat papan reklame serta baliho, spanduk, bendera ataupun umbul-umbul yang dipasang tanpa memperhatikan faktor ekstetika.

Untuk ke depannya diharapkan kawasan pertigaan utama Wonotunggal tersebut ditata dengan tetap  mempertahankan keberadaan tugu itu dengan ditambah ornament-ornamen yang lain seperti taman sehingga lebih kelihatan cantik dan asri 

Monday, October 14, 2013

Kabupaten Rembang

Monday, October 14, 2013 - by Blogger · - 0 Comments

Kabupaten Rembang



Peta Kabupaten Rembang
Kabupaten Rembang merupakan salah satu kabuupaten di Jawa Tengah yang dilalui jalur tranportasii utama Pulau Jawa, yaitu Jalur Pantai Utara Jawa (Jalur Pantura). Apabila dilihat dari letak astronomisnya, kabupaten ini berada pada 1110,00’- 1110,30’ BT dan 60,30’ – 70,00’ LS dan memiliki luas wilayah sebesar 1014,08 km2. Secara administratif yang terlatak di bagian utara Pulau Jawa ini terdiri dari 14 kecamatan, yang dibagi lagi atas 287 desa dan 7 kelurahan, dimana pusat pemerintahannya terletak di Kecamatan Rembang. Kecamatan-kecamatan tersebut antara lain: Kecamatan Sumber, Kecamatan Bulu, Kecamatan Gunem, Kecamatan Sale, Kecamatan Sarang, Kecamatan Sedan, Kecamatan Pamotan, Kecamatan Sulang, Kecamatan Kaliori, Kecamatan Rembang, Kecamatan Pancur, Kecamatan Kragan, Kecamatan Sluke dan Kecamatan Lasem. 

Adapun batas administratif Kabupaten Rembang, yaitu :
-    Sebelah Utara    : Laut Jawa
-    Sebelah Timur   : Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur
-    Sebelah Barat    : Kabupaten Pati
-    Sebelah Selatan : Kabupaten Blora

Apabila dilihat dari segi Klimatologi, yaitu salah satu ilmu yang didefinisikan sebagai kondisi rata- rata selama periode waktu tertentu dalam suatu wilayah. Kabupaten yang berada di tengah-tengah jalur Surabaya-Semarang ini memiliki iklim tropis dengan dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau dengan suhu minimum 22,60 C dan maksimum 31,70 C dengan suhu rata- rata 270 C. Curah hujan rata- rata kabupaten ini yaitu 18,24mm per hari dan memiliki sumber air berupa air permukaan dan air tanah. Sumber air permukaan berupa sungai, bendungan, dan air laut. Terdapat sungai yang melewati Kabupaten ini yaitu Sungai Randugunting, Babagan, Karanggeneng, Kening, Telas, Kalipang, Sudo dan Sungai Patiyan. Di Kabupaten Rembang terdapat 121 bendungan dan 25 daerah irigasi, namun tidak selalu dialiri air sepanjang tahunnya

Kabupaten yang berada di perbatasan antara Jawa Tengah-Jawa timur ini sebagian besar wilayahnya (46,39%) berada pada ketinggian 25- 100 meter dipermukaan air laut, sebesar 300,42% berada pada ketinggain 100- 500 meter dan sisanya berada pada ketinggian 0- 25 m dan 500- 100 meter dimana kondisi topografi di wilayah ini terdiri dari topografi datar, pegunungan dan berbukit. Daerah sebelah utara merupakan pantai dengan bentang sepanjang 60 km, bagian tengah merupakan pegunungan atau dataran tinggi. Hal ini menyebabkan kemiringan lahan bervariasi dari 0- 40%. Disebelah selatan berbukit, bergunung dengan lereng yang cukup curam dan semakin ke utara relatif landai antara 0%- 15%. Kelerengan yang terdapat di Kabupaten Rembang terdiri dari beberapa tingkat kelerengan, yaitu 0- 2% seluas 45.205 Ha, 2- 15% seluas 33.233 Ha, 15- 40% seluas 13.980 Ha, dan sisanya 4,86% merupakan kelerengan > 40%.

Wilayah Kabupaten Rembang merupakan daerah pertanian yang cukup berpotensi karena memiliki jenis tanah aluvial yang merupakan jenis tanah yang cocok untuk dijadikan sebagai lahan pertanian karena tanahnya yang subur banyak mengandung unsur hara.  Terdapat berbagai macam jenis tanah di kawasanini dimana sekitar 10% merupakan jenis tanah aluvial, mediteran 45%, grumosol 32%, regosol 5% dan andosol 8%. Jenis tanah medeteran dan grumosol merupakan jenis tanah yang paling banyak yaitu 45% dan 32%.  Kabupaten ini juga dikenal memiliki berbagai macam kandungan mineral dan kaya akan unsur- unsur yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman. Kandungan terbesar yaitu jenis alluvium yang meliputi luas 45.470.783 ha atau sekitar 44,84% dari luas wilayah, kemudian potensi lainnya yaitu miosen fasies sedimen yaitu seluas 32.125.000 ha atau 31,68%, sedangkan bahan galian C berupa andesit, pasir kuarsa, kapur, trass, pospat, ball clay, dan gibsum tersebar diberbagai kecamatan.

Kabupaten Rembang memiliki luas tegalan dan sawah yang cukup luas, sehingga sektor pertanian khususnya tanaman bahan makanan seperti padi, palawija, buah- buahan, sayur mayur dan lain sebagainya menjadi salah satu sumber daya alam yang merupakan andalan utama dalam memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Komoditas tanaman pangan yang potensial dikembangkan menjadi sebuah usaha agribisnis unggulan di Kabupaten ini adalah komoditas jagung dan kacang tanah, dimana sentra pengembangan jagung terdapat di Kecamatan Sedan, Kragan, Gunem, Sarang, dan Pamotan. Letak wilayah yang berbatasan dengan laut mengakibatkan wilayah ini memiliki potensi sumber daya perikanan yang baik. Hasil produksi sumber daya laut seperti tongkol, tengiri, cumi, dan lain sebagainya. 

Jenis bencana alam yang sering terjadi di Kabupaten ini adalah banjir, karena hampir disetiap kecamatan di wilayah ini mengalami banjir. Kecamatan Lasem merupakan wilayah yang paling sering mengalami bencana alam banjir dan juga merupakan kecamatan yang paling sering terjadi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Kecamatan Pancur merupakan satu- satunya kecamatan yang aman karena tidak pernah terjadi bencana alam di kecamatan tersebut

Saturday, October 12, 2013

Kecamatan Kendal

Saturday, October 12, 2013 - by Blogger · - 0 Comments

Kecamatan Kendal Kabupaten Kendal


Kecamatan Kendal
Kecamatan kendal
Kecamatan yang secara administratif masuk dalam lingkup wilayah Kabupaten kendal ini secara geografis Kecamatan kendal terletak pada 1090 54’ s/d 1090 59’ BT  dan 60 32’ s/d  70 41’ LS dengan luas wilayah 27.50 Km2. Secara geografis Kecamatan kendal berbatasan langsung dengan :
- Batas Utara : Laut Jawa,
- Batas Timur : Kecamatan Brangsong,
- Batas Selatan : Kecamatan Ngampel,
- Batas Barat : Kecamatan Patebon.
Jarak dari Kecamatan kendal ke beberapa kota:
- Kota Propinsi Jawa Tengah : 29 Km
- Kota Kabupaten Kendal : 0 Km
- Kota Kecamatan Pegandon : 10 Km
- Kota Kecamatan Patebon : 5 Km
- Kota Kecamatan Brangsong : 5 Km




Topografi
Secara umum topografi di Kecamatan kendal relatif datar dengan kemiringan lereng 0 – 2%, dan ketinggian tanah antara 0 – 4 m. Wilayah Kota Kecamatan Kendal sendiri yang berada di pesisir utara pulau Jawa dengan pola aliran air sejajar menuju ke pantai utara laut jawa. Kondisi tersebut sangat rawan terhadap bahaya banjir, terutama pada wilayah daerah cekungan disamping dengan daerah tangkapan air (catchment area). Selain itu, apabila banyak dilakukan pembangunan dengan perkerasan yang semakin mengurangi daerah tangkapan serta pendangkalan dan penyempitan aliran sungai akan semakin memperbesar kemungkinan terjadinya banjir di wilayah ini.
Jenis Tanah
Klasifikasi jenis tanah pada umumnya dibagi menjadi dua, yaitu klasifikasi teknis dan klasifikasi alami. Klasifikasi teknis adalah klasifikasi tanah yang didasarkan pada sifat-sifat tanah yang berpengaruh pada kemampuan tanah untuk penggunaan tertentu. Klasifikasi teknis sering disebut klasifikasi kemampuan atau kesesuaian lahan.
Klasifikasi alami adalah klasifikasi tanah yang berdasarkan atas sifat tanah yang dimilikinya tanpa menghubungkan dengan tujuan penggunaan tanah tersebut. Klasifikasi ini memberikan gambaran dasar sifat fisik, kimia dan minerologi tiap-tiap tanah yang dapat digunakan sebagai dasar pengolahan untuk berbagai penggunaan lahan. 
Jenis tanah yang terdapat di Kecamatan Kendal antara lain Alluvial yaitu jenis tanah yang bersifat hidromorf dan berwarna kelabu, coklat dan hitam dengan produktifitas rendah sampai tinggi dan digunakan untuk pertambakan, pertanian padi dan palawija, serta permukimandan asosiasi alluvial kelabu

Geologi
Secara garis besar pengolahan tanah yang terdapat di Kabupaten Kendal khususnya di Kecamatan Kendal terdiri dari Alluvium, di dataran pantai endapan sebagian besar terdiri dari lempung dan pasir dengan ketebalan yang berbeda – beda (50 m lebih). Di sepanjang sungai terdiri dari endapan kerikil dengan bongkah – bongkah yang terkumpul didasarnya ditutupi oleh pasir dan lanau dengan ketebalan 1 – 3 m. Sebagian besar tanah terdiri dari breksi gunung api andesit muda 

Klimatologi
Letak geografis Kecamatan kendal yang berada pada 1090 54’ s/d 1090 59’ BT  dan 60 32’ s/d  70 41’ LS, maka Kecamatan kendal termasuk beriklim tropis, dengan suhu udara pagi / siang hari 31°C dan sore / malam hari 26°C. 
Banyaknya curah hujan di Kecamatan kendal pada tahun 2008 tertinggi pada bulan Februari sebesar 133 mm/bln dan terendah di bulan Juli sebesar 0 mm/bln, pada tahun 2009 tertinggi pada bulan Februari sebesar 873 mm/bln dan terendah di bulan Agustus-Oktober sebesar 0 mm/bln, pada tahun 2010 tertinggi pada bulan Januari sebesar 481 mm/bln dan terendah di bulan Juli  sebesar 59 mm/bln , pada tahun 2011 tertinggi pada bulan Januari sebesar 437 mm/bln dan terendah di bulan Agustus sebesar 0 mm/bln. Dengan curah hujan rata-rata yaitu 1.587 mm/th dengan jumlah hari hujan rata-rata 165 hari/th.  

Bencana Alam dan Kerusakan Lingkungan
Kawasan rawan bencana yang ada di kawasan Kecamatan Kendal antara lain kawasan rawan bencana banjir, kawasan rawan bencana rob/abrasi dan rawan bencana gelombang pasang. 

Wednesday, September 25, 2013

Balai Desa Wates Kecamatan Wonotunggal

Wednesday, September 25, 2013 - by Blogger · - 0 Comments

Balai Desa Wates Wonotunggal
Balai Desa Wates Kecamatan Wonotunggal terletak di pinggir jalan penghubung Kota Pekalongan / Warungasem – Bandar yang merupakan salah satu jalan kolektor primer di Kabupaten Batang.  Balai Desa Wates terletak di lokasi yang strategis karena selain berada di pinggir jalan utama juga berada di pusat keramaian yang dekat dengan sekolah dan  berada di 3 persimpangan jalan.  Di depan Balai desa terdapat tanah lapang yang saat ini difungsikan sebagai parkir kendaraan dan aktivitas masyarakat yang lain.

Sunday, September 15, 2013

Pepsi Blue

Sunday, September 15, 2013 - by Blogger · - 0 Comments

 Pepsi Blue

Pepsi Blue
 Pepsi Blue merupakan salah satu produk Minuman Ringan rasa kola berkarbonasi yang diproduksi oleh PepsiCo. Salah satu yang membedakan jenis minuman bersoda ini dengan minuman bersoda lainnya adalah warnanya, karena sangat jarang minuman bersoda berwarna biru seperti pepsi blue ini. Selain itu tentu saja adalah rasa. Banya penggemar pepsi blue menganggap bahwa minuman ini memiliki rasa yang unik sehingga layak untuk dijadikan sebagai minuman kegemaran.

Komposisi Pepsi Blue
Air berkarbonasi, CO2, Gula (mengandung pengawet Sulfur Dioksida), Kafein, Pengatur keasaman (Asam Sitrat dan Natrium Sitrat), Sekuestran Asam Fosfat, Perisa Artifisial Kola, Pengawet Natrium Benzoat, Pemantap Gum Arab, Pewarna Biru Berlian CL 42090, Pewarna Merah Alura CL 16095

Pepsi Blue
Informasi Nilai Gizi Pepsi Blue
Dalam 1 takaran saji (200 ml) Pepsi Blue mengandung:
Energi total            :  90 kkal
Lemak Total           :   0 gr  (0% AKG)
Lemak Jenuh         :   0 gr  (0% AKG)
Protein                   :   0 gr  (0% AKG)
Karbohidrat total : 22gr (7% AKG)
        Gula                : 21 gr
Natrium       : 50 mg (1% AKG)

Yang perlu dingat bahwa kandungan kafein yang ada didalam minuman ini sebesar 24mg/saji (gelas) dan batas maksimal tubuh kita dalam mengkonsumsi kafein adalah 150 mg/hari. Jadi maksimal dalam 1 hari kita hanya bisa mengkonsumsi Pepsi Blue sekitar 6 gelas.


Katagori:
Minuman  Buah  Elektrolit  Kesehatan  Soda  Tradisional  Teh 
Makanan Buah  jajanan Kesehatan Kue Mie Tradisional

Sunday, September 8, 2013

Puskesmas Wonotunggal

Sunday, September 8, 2013 - by Blogger · - 0 Comments

 Puskesmas Wonotunggal


Puskesmas WonotunggalSalah satu pelayanan dasar yang harus di sediakan pemerintah kepada masyarakat di bidang pedesaan adalah Puskesmas atau Pusat Kesehatan Masyarakat yang dibangun minimal di setiap kecamatan.  Di Kecamatan Wonotunggal, Puskesmas terletak di pinggir jalan utama yaitu jalan penghubung Pekalongan/Batang – Bawang / Banjarnegara. Puskesmas Wonotunggal yang membawahi 2 puskesmas pembantu berfungsi melayani masyarakat yang bertempat tinggal di Desa Silurah,  Sodong, Gringgingsari, Kedungmalang, Sendang, Wonotunggal, Brokoh, Wates, Brayo, Kemligi, Sigayam, Kreyo, Siwatu, Dringo, Penangkan serta desa-desa lainnya. Adapun puskesmas pembantu terletak di Desa  Sodong dan Siwatu

Monday, August 26, 2013

Pendopo Pusat Kelola Desa Organik Karanggondang

Monday, August 26, 2013 - by Blogger · - 0 Comments


Pendopo Pusat Kelola  Desa Organik 
Karanggondang Jepara



Pendopo PLPBK Karanggondang
Karanggondang merupakan salah satu Desa Di Kabupaten Jepara yang  masuk dalam lingkup wilayah Kecamatan Mlonggo. Melalui kegiatan PLPBK, masyarakat Desa Karanggondang memiliki visi penataan lingkungan permukiman yaitu Terwujudnya Desa Karanggondang sebagai Desa Organik Terpadu yang Mandiri.  Untuk mencapai visi tersebut di susun misi-misinya yang salah satunya adalah  “Mengoptimalkan sarana dan prasarana pendukung”

Salah satu perwujudan dari misi di atas yaitu dengan membangun Pendopo yang nantinya akan dijadikan sebagai Pusat Kelola Pengembangan Desa Organik.  Pendopo yang dibangun melalui Bantuan Langsung masyarakat (BLM) Penataan Lingkungan Berbasis Komunitas (PLPBK) PNPM Mandiri Perkotaan ini berfungsi untuk tempat pertemuan, pelatihan atau tempat-tempat kebutuhan lain sesuai dengan aktivitas Desa Organik yang ingin dilakukan masyarakat. 

PLPBK JeparaRuangan yang ada di pendopo tersebut antara lain Ruang Administrasi yang berfungsi sebagai pusat administrasi, ruang eksperimen berupa tempat yang digunakan oleh masyarakat untuk melatih kemampuan dalam bidang pertanian dan pengolahan hasil pertanian, Ruang Informasi/show room yang berfugsi sebagai ruang informasi serta memajang produk Organik masyarakat, Pendopo untuk ruang pertemuan, sarana pelengkap berupa lavatory dan tempat parkir serta kolam ikan.

Semoga dengan keberadaan Pendopo Pusat Kelola  Desa Organik Desa karanggondang ini benar-benar dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat di sana. 

Friday, August 16, 2013

Hutan Kota Gelora Bumi Kartini

Friday, August 16, 2013 - by Blogger · - 0 Comments

Hutan Kota Gelora Bumi Kartini
Hutan kota, adalah suatu hamparan lahan yang bertumbuhan pohon-pohon yang kompak dan rapat di dalam wilayah perkotaan baik pada tanah negara maupun tanah hak, yang ditetapkan sebagai hutan kota oleh pejabat yang berwenang. 

Hutan Kota Gelora Bumi Kartini di Jalan Jend. Anton Soedjarwo Jepara (sebelah utara Gelora Bumi Kartini) merupakan salah satu ruang terbuka hijau publik yang dimiliki oleh Kabupaten Jepara. Keberadaan hutan kota yang masih baru ini selain untuk melengkapi keberadaan Taman Hutan Kota di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara juga sebagai upaya mewujudkan Kota Jepara sebagai kota hijau yang nyaman bagi penghuninya. Hutan Kota yang memiliki luas 1,95 hektar dan memiliki memiliki 72 jenis tanaman ini berada dalam pengelolaan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Jepara.

Hutan Kota JeparaHutan Kota Gelora Bumi Kartini ini merupakan bagian kawasan hutan kota di Kawasan perkotaan Jepara sesuai dengan Surat Putusan Bupati Jepara Nomor 673 Tahun 2007 "Tentang Penunjukan Kawasan Hutan Kota Kabupaten Jepara". Sebagaimana diketahui, kawasan Hutan Kota Jepara  terdiri dari  beberapa bagian, yaitu : sebelah selatan dan timur Stadion GBK merupakan Taman Hutan Kota, sebelah utara Stadion GBK merupakan Hutan Kota, dan di Kawasan Taman Makam Pahlawan merupakan Hutan Agro Wisata


Wednesday, August 7, 2013

Kecamatan Wonotunggal

Wednesday, August 7, 2013 - by Blogger · - 0 Comments

 Kecamatan Wonotunggal 
Kabupaten Batang



Peta Wonotunggal Batang
Kecamatan Wonotunggal termasuk ke dalam wilayah administratif Kabupaten Batang yang terdiri dari 15 desa yaitu: Silurah,  Sodong, Gringgingsari, Kedungmalang, Sendang, Wonotunggal, Brokoh, Wates, Brayo, Kemligi, Sigayam, Kreyo, Siwatu, Dringo dan Penangkan. Daerah ini membentang dari Utara ke Selatan dengan luas sekitar 52,35 km2 atau 6,63 % dari luas wilayah Kabupaten Batang. Batas administratif Kecamatan Wonotunggal antara lain: Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Batang, sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Pekalongan, sebelah Timur dengan  Kecamatan Tulis dan Kecamatan Bandar serta sebelah Barat berbatasan dengan  Kecamatan Warungasem. Secara geografis, Kecamatan Wonotunggal terletak pada 109˚45’30˚ BT dan 07˚oo’25˚ LS.

Kecamatan yang berada di jalur utama Kota Batang - Bandar - Banjarnegara ini berada diketingian 238,5 m diatas permukaan laut dengan kemiringan lahan berkisar antara 0-8%, 8-25%, 25-40% dan >40%. Kelerengan dengan 0-8% terletak di bagian utara Kecamatan Wonotunggal yaitu Desa Kedungmalang, Desa Sendang, Desa Wonotunggak, Desa Brokoh, Desa Wates, Desa Broyo, Desa Kemligi, Desa Sigayam, Desa Kreyo, Desa Siwatu, Desa Penangkan, dan Desa Dringo. Sedangkan untuk kelerengan berkisar antara 8-25% terletak di sebagian kecil Desa Brokoh bagian selatan. Kelerengan 25-40% terletak di bagian selatan Kecamatan Wonotunggal yaitu Desa Gringgingsari, Desa Sodong dan Desa Silurah. Sedangkan untuk kelerengan >40% terletak di sebagian besar Desa Silurah bagian selatan

Sepanjang tahun 2011 curah hujan tertinggi yang terjadi di Kecamatan Wonotunggal 745 mm yang terjadi pada bulan Januari dengan banyaknya hari hujan adalah 24 hari. Curah hujan yang terjadi  berkisar antara 2000 2500 mm/tahun, 2500-3000 mm/tahun, 3000 – 3500mm/tahun, 3500-4000 mm/tahun, 4000-4500 mm/tahun, 4500 – 5000 mm/tahun

Kondisi sosial budaya masyarakat Wonotunggal pada dasarnya mengikuti kondisi sosial budaya Kabupaten Batang sangat dipengaruhi oleh budaya jawa dan Islam sebagai induk dari kebudayaan masyarakat Pulau Jawa. Sebagaimana karakteristik masyarakat yang hidup di pantura jawa  terutama Jawa Tengah, pondok pesantren menjadi pusat kegiatan sosial budaya masyarakat. Pengasuh pondok Pesantren, tarutama kyai-kyai karismatik menjadi tokoh masyarakat yang dijadikan panutuan dalam kehidupan sehari-hari. Berlaku juga bagi santri maupun alumni pondok-pondok pesantren terutama yang dijadikan sebagai ”Kyai Kampung”, rata-rata status sosial mereka lebih tinggi daripada orang kebanyakan.

Tuesday, July 23, 2013

Kecamatan Satui

Tuesday, July 23, 2013 - by Blogger · - 0 Comments

 Kecamatan Satui Kabupaten Tanah Bumbu
 

Kecamatan Satui   merupakan salah satu Kecamatan dalam wilayah adminsitratif  Kabupaten Tanah Bumbu berdasarkan Undang – Undang Nomor 2 Tahun 2003, tentang Pembentukan Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Balangan di Provinsi Kalimantan Selatan. Kecamatan Satui terdiri dari 16 desa, yaitu Desa Satui  Timur, Desa Satui  Barat, Desa Sungai Cuka, Desa Jombang, Desa Bukit Baru, Desa Sungai Danau, Desa Setarap, Desa Sekapuk, Desa Tegal Sari, Desa Sumber Makmur, Desa Wonorejo, Desa Sumber Arum, Desa Makmur Mulia, Desa Al Kautsar, Desa Sinar Bulan  dan Desa Pendamaran Jaya.
Kecamatan Satui

Pembangunan di Satui  sangat cepat, penghasilan penduduknya pun dapat dibilang tinggi karena Kota kecamatan tersebut berada di jalur strategis provinsi yang menghubungkan Banjarmasin-Tanah Bumbu-Kota Baru.  Sebagian besar penduduknya merupakan pendatang dari daerah lain, sedangkan penduduk aslinya adalah orang dari Desa Satui  Barat, atau yang biasa disebut Satui  Kampung. Karena banyak terdapat bahan tambang berupa batu bara, maka banyak pula terdapat pertambangan di kawasan Kecamatan Satui. Penggunaan lahan di dominasi oleh hutan, kebun sawit dan pertambangan. Dimana penggunaan lahan pertambangan paling banyak berada di Sungai Danau. Sedangkan untuk penggunaan lahan pemukiman berada di sepanjang jalan utama di Kecamatan Satui.

Adapun batas wilayah Kecamatan Satui   adalah: 
  • Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Kusan Hulu;
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Laut Jawa; 
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Angsana; dan
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Tanah Laut.

Kecamatan Satui
mempunyai ibukota Sungai Danau dengan luas wilayah sebesar 876,55 km2, dengan desa terluas adalah Desa Jombang yaitu 277,74 km2 dan desa yang mempunyai luasan terkecil adalah Desa Tegal Sari sebesar 3,60 km2.

Kondisi topografi  kawasan ini  cenderung datar karena berada pada daerah pantai. Ketinggian kawasan   dibagi menjadi 4 (empat) bagian yaitu ketinggian 0 – 150 meter dpl, ketinggian 150 – 350 meter dpl, ketinggian 350 – 625 meter dpl, dan ketinggian 625 – 1.225 meter dpl.  Dari keempat bagian ketinggian tersebut, didominasi oleh ketinggian 0 – 150 meter dpl yang menyebar hampir seluruh wilayah Kecamatan dengan luas sebesar 82.787,74 hektar atau sekitar 94%. Dan secara hidrologi terdapat 2 (dua) Daerah Aliran Sungai (DAS) besar yaitu DAS Satui  dan DAS Kintap, dengan sungai – sungainya meliputi Sungai Satui , Sungai Danau, dan Sungai Setarap

Kondisi iklim di Kecamatan Satui   pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan Kabupaten Tanah Bumbu, dimana suhu udara berkisar antara 260C – 340C dengan curah hujan yang cukup rendah yaitu berkisar antara 18 mm – 21 mm. Kelembaban udara rata – rata berkisar antara 86 % - 93 % dengan kecepatan angin rata – rata sekitar 2 m/detik. 

Jenis tanah yang ada terdiri dari 4 (empat) jenis yaitu jenis tanah alluvial, podsolik merah kuning lato – lito, podsolik merah kuning laterik, dan latosol. Jenis tanah yang mendominasi di Kecamatan Satui   ini adalah jenis tanah podsolik merah kuning laterik dengan luas 57.356,34 hektar atau sekitar 65,43 %

Wednesday, July 17, 2013

Kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara

Wednesday, July 17, 2013 - by Blogger · - 0 Comments

 Kecamatan Pecangaan 
Kabupaten Jepara



Kecamatan Pecangaan merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Jepara yang memiliki luas wilayah 3.539,896 Ha atau sekitar 35,41 km2 dengan wilayah administrasi terdiri atas 12 desa. Jarak dari Kecamatan Pecangaan ke Ibukota Kabupaten Jepara adalah 15 km. Kecamatan ini terletak di sebelah Tenggara Ibukota Kabupaten Jepara dengan batas-batas administrasi sebagai berikut:

Sebelah Timur    :  Kec. Kalinyamatan dan Kec. Batealit
Sebelah Barat     :  Kecamatan Kedung
Sebelah Utara     :  Kec. Tahunan dan Kec. Batealit
Sebelah Selatan  :  Kecamatan Batealit

Kecamatan ini memiliki posisi yang strategis, dilewati oleh jalan utama penghubung Jepara – Pati. Selain itu, Kecamatan Pecangaan dilalui oleh jalan lingkar yang berperan memecah pergerakan dalam dan luar kota. Posisi ini membuat kecamatan dengan potensi “Tenun Troso” ini berkembang cukup baik dan menjadi salah satu pusat kegiatan masyarakat di Kabupaten Jepara. Adapun pembagian administrasi wilayah Kecamatan Pecangaan adalah sebagai berikut:

Kecamatan Pecangaan memiliki kelerengan antara 2 – 17 %. Topografi seluruh Kecamatan Pecangaan merupakan dataran dengan ketinggian wilayah < 500 mdpl. Kondisi hidrologi di Kecamatan Pecangaan terdiri atas air tanah dan air permukaan. Adanya sungai-sungai besar seperti Sungai Troso dan Sungai Pecangaan menjadi salah satu sumber air/ hidrologi di kecamatan ini. Air bersih untuk masyarakat banyak berasal dari air tanah, dan menggunakan sumber air dari PDAM.

Kondisi iklim di Kecamatan Pecangaan dapat dilihat dari klimatologi Kabupaten Jepara. Kabupaten Jepara termasuk dalam golongan iklim tipe D (sedang) dengan musim hujan dan kemarau silih berganti. Sementara temperatur rata – rata 25,72 oC dengan kelembaban rata – rata 5,87 %. Jenis tanah yang terdapat di Kecamatan Pecangaan didomonasi oleh jenis tanah latosol.

Penggunaan lahan di Kecamatan Pecangaan terdiri atas lahan sawah dan lahan kering (non sawah). Luas penggunaan lahan sawah di Kecamatan Pecangaan pada tahun 2010 adalah 1.536 Ha, sedangkan penggunaan lahan kering adalah 2.052,324 Ha. 

Jumlah penduduk Kecamatan Pecangaan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari jumlah penduduk sebesar 74.707 jiwa pada tahun 2007 menjadi 77.172 jiwa pada tahun 2010. Jika dihitung menurut tingkat pertumbuhan penduduk, maka terjadi peningkatan sebesar 0,03 % dalam kurun waktu 4 tahun tersebut.

Friday, April 12, 2013

Kecamatan Lasem

Friday, April 12, 2013 - by Blogger · - 0 Comments

Kecamatan Lasem 
Kabupaten Rembang



Kecamatan Lasem merupakan salah satu kecamatan yang terletak di Kabupaten Rembang dan merupakan kota terbesar kedua setelah Kecamatan Rembang.  Lokasi Kecamatan ini  berada di sebelah timur Kecamatan Rembang dan dilalui oleh jalur Pantai Utara (Semarang-Surabaya) sehingga memiliki posisi yang strategis dari segi ekonomi dan infrastruktur. Kecamatan yang berada di pesisir pantai Laut Jawa ini memiliki luas 4.503,8 hektar dengan 26,71% merupakan lahan sawah dan 73,29% adalah lahan kering. Kondisi topografi Kecamatan Lasem relatif datar yaitu 0-40%. Adapun batas administrasi Kecamatan Lasem adalah sebagai berikut :
Sebelah Utara       :  Laut Jawa
Sebelah Timur      :  Kecamatan Sluke
Sebelah Selatan    :  Kecamatan Pancur
Sebelah Barat       :  Kecamatan Rembang


Kecamatan Lasem
Secara administratif Kecamatan Lasem terdiri dari 20 desa yaitu Desa Karasgede, Jolotundo, Sumbergirang, Karangturi, Babagan, Dotokandang Gedongmulyo, Dasun, Soditan, Ngemplak, Selopuro, Sendangcoyo, Ngargomulyo, Kajar, Gowak, Sendangasri, Tasiksono, Sriombo, Bonang, dan Binangun. Setiap desa terbagi menjadi beberapa Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT) masing-masing sejumlah 84 RW dan 226 RT.

Penggunaan lahan pada tahun 2012 sebagaimana dirilis dari data yang dikeluaran BPS Kabupaten Rembang  terdiri atas lahan non sawah/kering sebesar 73,29% dan lahan sawah sebesar 26,71%. Penggunaan lahan sawah terdiri dari sawah irigasi teknis, setengah teknis, sederhana, non PU (desa), dan tadah hujan. Sedangkan untuk tanah kering terdiri atas bangunan, tegalan, tambak, rawa, hutan negara, dan lain-lain

Jumlah penduduk yang ada di Kecamatan Lasem  pada tahun 2012 berjumlah 47.757 jiwa. Untuk jumlah penduduk laki-laki terdiri dari 23.815 jiwa dan 23.942 adalah penduduk perempuan. Serta Kecamatan Lasem memiliki sex ratio sebesar 99,47. Jumlah penduduk tersebut telah mengalami peningkatan 450 jiwa dari tahun 2011.

Subscribe

Mau berlanganan ? Silahkan masukkan emailmu di sini

© 2013 Fotopedia. All rights reserved.
Designed by SpicyTricks