Recent Articles
Showing posts with label Kecamatan. Show all posts
Showing posts with label Kecamatan. Show all posts

Sunday, November 5, 2017

Kecamatan Bandungan

Sunday, November 5, 2017 - by GOJEK #GolekRejeki · - 0 Comments

Kecamatan Bandungan

Peta Bandungan
Kecamatan Bandungan merupakan salah satu kecamatan yang ada di dalam wilayah administratif Kabupaten Semarang yang terletak di lereng Gunung Ungaran. Kecamatan yang memiliki luas wilayah 4.823,30 ha ini merupakan pemekaran dari sebagian Kecamatan Amarawa dan sebagian Kecamatan Jambu. Untuk  menuju  ke  Kecamatan  yang terkenal sebagai “Kawasan Puncaknya Semarang” ini terdapat  2  jalur  utama  yaitu  dari  arah ungaran dan Ambarawa. Bandungan   terletak di sebelah selatan   kota   Semarang     yang dapat ditempuh  dari  arah  Semarang  berkisar  23 km,  dari  Ungaran  12  km,  dan  dari Ambarawa  berkisar  7  km.  Untuk  menuju  ke  sana  dapat  di tempuh melalui jalur transportasi darat.

Adapun batas-batas wilayah Kecamatan Bandungan antara lain:
Sebelah Barat    : Kecamatan Sumowono
Sebelah Timur   : Kecamatan Bergas, Kecamatan Bawen
Sebelah Utara    : Kabupaten Kendal
Sebelah Selatan : Kecamatan Ambarawa

Kecamatan Bandungan
termasuk salah satu kecamatan yang berada di titik paling tinggi di abupaten Semarang dengan ketinggian rata-rata desanya 831m diatas permukaan air laut. Kecamatan ini dibagi menjadi 9 Desa dan 1 Kelurahan antara lain: Desa Milir, Desa Duren, Desa Jetis, Kelurahan Bandungan, Desa Kenteng, Desa Candi, Desa Banyukuning, Desa Jimbaran, Desa Pakopen dan Desa Sidomukti. Wilayah terluas  berdasarkan  data  statistik adalah  Desa Candi sedangkan desa dengan luas wilayah tersempit adalah Desa Jimbaran. Kode Pos Kecamatan Bandungan adalah 50614, 50661 dan 50663. 

Sampai dengan saat ini, lahan pertanian di kawasan Bandungan masih luas dan pada umumnya ditanami jenis tanaman pangan dan hortikultura seperti sayur-sayuran yang merupakan komoditi utama. Oleh sebab itu, tidaklah mengherankan apabila kecamatan ini menjadi salah satu daerah sentra produk agribisnis, baik produk segar maupun produk olahan. Potensi tersebut difasilitasi oleh adanya terminal agribisnis yang merupakan pusat kegiatan ekonomi bagi pelaku usaha di sektor pertanian.
Topografi Kecamatan bandungan
Kemiringan lereng di kecamatan ini dibedakan menjadi 5, yaitu kemiringan lereng 3%-8% (B), 8%-15% (C), 15%-30% (D), 30%-45% (E) dan 45%-60% (F). Sebagian besar wilayah termasuk kategori lereng C dan D

Klimatologi Kecamatan Bandungan
Berdasarkan hasil perhitungan temperatur yang dilakukan pihak terkait,  temperatur tertinggi adalah 22,64 derajat C  dan temperatur terendah adalah 13,91 derajat C . Berdasarkan perhitungan tersebut maka diketahui bahwa secara umum kecamatan yang banyak dijadikan sebagai tempat istirahat ini  termasuk wilayah yang memiliki curah hujan tipe C.

Geomorfologi Kecamatan Bandungan
satuan morfologi utama yang ada di kecamatan ini adalah morfologi Gunung Ungaran Tua, Gunung Ungaran Muda (daerah puncak, lereng dan kaki), daerah manifestasi panasbumi dan dataran aluvial. Morfologi Gunung Ungaran Tua telah mengalami runtuhan yang terbentuk akibat proses volcano-tectonic depression (Bammelen dalam Syabarudin, 2003). Satuan morfologi ini dapat ditemukan di sebelah baratdaya, yaitu Banyukuning. Satuan morfologi Gunung Ungaran Muda merupakan sebagian besar satuan morfologi di daerah penelitian, dengan sub satuan yaitu daerah puncak, lereng dan kaki. Daerah puncak yang memiliki beda tinggi lebih dari 100m dan slope lebih dari 35o yang dapat dijumpai adanya kenampakan kawah akibat proses letusan Gunung Ungaran dengan produk berupa aliran lava dan endapan piroklastik aliran. Daerah lereng memiliki beda tinggi antara 20-100 m dengan slope berkisar antara 10o-32o. Dan daerah kaki memiliki beda tinggi 1-15 m dengan slope kurang dari 10o.

Kondisi Geologi Kecamatan Bandungan
Kecamatan Bandungan didominasi material proses Vulkan Ungaran dengan formasi batuan penyusun terdiri dari:
  1. Lava Gunung Sumbing (Qls), merupakan aliran lava dan kubah yang terdiri dari horenblenda augit yang ditemukan di Gunung Sumbing. Aliran puncak di Gunung Ungaran berkomposisi andesit horenblenda augit. Aliran lereng di Gunung Ungaran dikuasai lahar andesit dan aliran gunungapi muda. Endapan lahar ini terdiri dari bongkah-bongkah tak terpisahkan menyudut tanggung dan membundar tanggung serta bergaris tengah 2 meter. Formasi batuan penyusun ini berada di bagian puncak Tenggara sampai Barat Daya.
  2. Batuan Gunungapi Gajahmungkur (Qhg), berada di lereng atas sampai lereng bawah yang menyebar di seluruh sisi. Formasi batuan ini mendominasi wilayah Kecamatan Bandungan yang terdiri dari andesit horenblenda augit yang umumnya merupakan aliran lava.
  3. Formasi Kaligetas (Qpkg) berada di sisi selatan dari Kecamatan Bandungan yang merupakan breksi vulkanik, aliran lava, tuf, batupasir tufan dan batulempung. Breksi aliran dan lahar dengan sisipan lava dan tuf halus sampai kasar. Setempat di bagian bawahnya ditemukan batulempung mengandung moluska dan batu pasir tufan. Batan gunungapi yang melapuk berwarna coklat-kemerahan dan sering membentuk bongkah-bongkah besar yang memiliki ketebalan berkisar antara 50 m sampai dengan 200 m.
  4. Batuan Terobosan Andesit (Tma), merupakan Andesit horenblenda augit tersingkap. Formasi batuan ini ditemukan di beberapa tempat, seperti Gunung Turun, Gunung Kendalosoro, Gunung Siwakul, Gunung Kalong, Gunung Mabang, Gunung Gugon, Gunung Puntang dan Gunung Pertapan

Jenis Tanah  Kecamatan Bandungan
Di kecamatan ini, terdapat 4 satuan jenis tanah yaitu Andosol Coklat T, Latosol Coklat T, Litosol Coklat K dan Mediteran Coklat.

Wednesday, April 19, 2017

Kecamatan Ungaran Barat

Wednesday, April 19, 2017 - by GOJEK #GolekRejeki · - 0 Comments

Kecamatan Ungaran Barat


Peta Ungaran Barat
Kecamatan  Ungaran  Barat merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Semarang yang terletak  diantara 7°11’01” - 7°16’81” Lintang Selatan dan antara 110°36’04” –110°41’25" Bujur Timur.  Secara   administrasi Kecamatan yang memiliki kode pos 50511 ini terdiri dari   11 desa/ kelurahan, namun hanya 6 kelurahan yang menempati wilayah Kota Ungaran. Pusat pemerintahan kecamatan ini berada di Desa Lerep. Adapun batas wilayah Kecamatan ini antara lain sebagai berikut:


Sebelah Barat     :  Kota Semarang dan Kabupaten Kendal;
Sebelah Timur    :  Kecamatan Ungaran Timur;
Sebelah Utara     :  Kota Semarang;
Sebelah Selatan  :  Kecamatan Bergas.

Luas wilayah Kecamatan  Ungaran  Barat  yaitu  1.352,76  hektar, dimana Desa Nyatnyono menjadi kelurahan  terluas  yaitu  425,00  hektar  dengan persentase 15,00%  luas  wilayah  kota ungaran  secara  keseluruhan.  Sedangkan  desa  Genuk menempati wilayah terkecil dengan luas 157,85 hektar dengan persentase sebesar 5,57% luas wilayah kota Ungaran secara keseluruhan

Wilayah   kecamatan   yang merupakan pecahan dari Kecamatan Ungaran ini merupakan daerah  dataran   tinggi   yang bergelombang  sampai  bergunung  dengan  ketinggian  antara  321 –573 mdpl dengan prosentase sebagai berikut :
a. Daerah bergelombang berbukit : 45 %
b. Daerah berbukit bergunung : 40 %
c. Datar berombak : 15 %
Wilayah dengan  topografi  dataran  ditempati  oleh  seluruh  kelurahan,  kecuali  kelurahan Nyatnyono     yang    memiliki    topografi  lereng/puncak. Kondisi  topografi lereng/puncak adalah areal   curam   yang   merupakan   daerah   perbukitan   yang  membentang.  Kemiringan tanah antara : 0 – 45 % dengan pembagian luas daerah sebagai berikut :
  1.  Daerah kemiringan 0 – 3 %  dengan luas  225 Ha yaitu berada di  Kelurahan Bandarjo
  2.  Daerah kemiringan 3 – 8 % dengan luas  490,7 Ha meliputi : Kelurahan Langensari,  Kelurahan dan Kelurahan Ungaran
  3.  Daerah kemiringan 8 – 15 %  seluas 1.650,9 Ha yang terdiri dari Kelurahan Candirejo, Desa Nyatnyono,  Desa Gogik, Desa Keji dan Desa Lerep
  4.  Daerah kemiringan 25 – 45 % dengan luas 1229,12 Ha meliputi Desa Kalisidi dan Desa Branjang 
Jenis Tanah Kecamatan Ungaran Barat
Jenis tanah di kecamatan ini terdiri dari  Tanah Latosol Coklat dengan prosentasi 76% dari luas kecamatan, tanah Mediteran coklat tua sebesar 14 %, Tanah Latosol merah kekuningan sebesar 4 % dan tanah Latosol coklat tua sebesar 6 %. Tingkat keasaman tanah masuk dalam katagori asam sampai netral yaitu dengan PH 4,2 s/d 6,

Klimatologi Kecamatan Ungaran Barat 
Kecamatan ini memiliki iklim tropis, karena terdapat  curah  hujan  yang  signifikan  sepanjang  tahun,  bahkan  pada  bulan  kering masih memiliki banyak curah hujan. Berdasarkan klasifikasi iklim Köppen-Geiger Kecamatan Ungaran Barat berada pada tipe Af dengan suhu rata-rata  tahunan  sekitar  25,0  °C,  dan curah  hujan  rata-rata  2.697  mm.  
Bulan terkering  adalah  bulan  Agustus,  dengan  curah  hujan  sebesar  66  mm.  Presipitasi hampir terjadi di setiap tahunnya, sedangkan presipitasi terbesar terjadi pada bulan Januari    dengan  rata-rata  409  mm.  Suhu  terhangat  sepanjang  tahun  berada  pada bulan  Oktober  dengan  suhu  rata  rata  26,0  °C.  Pada  bulan  Januari,  suhu  rata  rata adalah  24,3  °C  ini  menjadi  suhu  rata  rata  terendah  sepanjang  tahun.  Perbedaan presipitasi antara bulan kering dengan bulan basah adalah 343 mm



Wednesday, March 1, 2017

Kecamatan Ambarawa

Wednesday, March 1, 2017 - by GOJEK #GolekRejeki · - 0 Comments

Kecamatan Ambarawa
 
 
 
Peta Kecamatan Ambarawa
Jika kita ingin bepergian ke Kota Yogyakarta dari arah Kota Semarang, kemungkinan besar akan melewati lokasi yang cukup terkenal dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia yaitu Ambarawa. Sebuah kota kecil yang terletak di jalur transportasi utama Semarang-Jogja ini merupakan salah satu kecamatan yang masuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Semarang. Di Kecamatan Ambarawa terdapat monumen Palagan Ambarawa yang menjadi bukti sejarah peperangan Tentara Indonesia bersama rakyat melawan tentara Sekutu.

Kecamatan Ambarawa memiliki luas wilayah 2.822 Ha yang terdiri dari 10 desa/ kelurahan yaitu Kelurahan Baran, Desa Bejalen, Kelurahan Kranggan, Kelurahan Kupang, Kelurahan Lodoyong, Kelurahan Ngampin, Kelurahan Panjang, Desa Pasekan, Kelurahan Pojoksari dan Kelurahan Tambakboyo. Kode Pos Kecamatan Ambarawa antara lain: 50611, 50612, 50613 dan 50614. 

Adapun batas wilayah Kecamatan Ambarawa adalah sebagai berikut:
Sebelah Barat    : Kecamatan Bandungan
Sebelah Timur   : Kecamatan Bawen
Sebelah Utara    : Kecamatan Bandungan
Sebelah Selatan : Kecamatan Banyubiru, Rawa Pening

Kecamatan Ambarawa didominasi oleh rawa dan beberapa bukit-bukit rendah menyebabkan Kecamatan Ambarawa berada dalam kategori daerah dengan ketinggian sedang (Rata-rata ketinggian 536 meter di atas permukaan laut). Kondisi Kecamatan yang berada di dataran tinggi menyebabkan suhu udara dan kelembaban udara di kawasan ini sedikit lebih tinggi apabila dibandingkan dengan kawasan lain yang berada di Kabupaten Semarang

Jenis tanah yang ada di Kecamatan Ambarawa antara lain:
Tanah grumosol, yaitu  tanah yang memiliki tekstur lempung berliatliat yang berwarna kelabu sampai hitam, memiliki daya yang cukup baik untuk menahan air sehingga cocok untuk pertanian maupun perkebunan.
Tanah Latosol, dengan ciri  umumnya berwarna merah,coklat hingga kuning yang mana pada lapisan tanah atas hingga ke bawah bertekstur liat. Jenis tanah ini memiliki kelebihan dapat menahan air sehingga cukup baik apabila digunakan untuk budidaya pertanian.
Tanah regosol, yaitu tanah yang berasal dari material gunung berapi yang mana tanahnya berbutir kasar. Tanah regosol merupakan tanah aluvial yang baru diendapkan. Sifat dari tanah regosol yaitu subur, peka terhadap erosi, berwarna keabuan, kaya unsur hara seperti P dan K yang masih segar, memiliki kemampuan menyerap air tinggi sehingga cukup baik apabila digunakan untuk budidaya pertanian.

Saturday, January 7, 2017

Kecamatan Tawangmangu

Saturday, January 7, 2017 - by GOJEK #GolekRejeki · - 0 Comments

 Kecamatan Tawangmangu


Peta Tawangmangu
Kecamatan Tawangmangu merupakan salah satu kecamatan yang masuk dalam wilayah administratif Kabupaten Karanganyar. Kacamatan yang memiliki luas 70,03 kilometer persegi ini teretakk di daerah pegunungan dengan ketinggian rata-rata 1.200 m di atas permukaan laut. Adapun Batas Wilayah Kecamatan Tawangmangu adalah sebagai berikut:
Sebelah Utara        :  Kecamatan Ngargoyoso, Kecamatan Jenai
Sebelah Timur       :  Provinsi Jawa Timur
Sebelah Selatan     :  Kecamatan Jatiyoso
Sebelah Barat        :  Kecamatan Matesih dan Kecamatan Karangpandan.

Kecamatan yang berada di ujung Timur Kabupaten Karanganyar ini terbagi atas 3 kelurahan dan 7 Desa, yaitu: Kelurahan Tawangmangu, Kelurahan Blumbang,  Kelurahan Kalisoro Desa Bandardawung, Desa Gondosuli, Desa Karanglo, Desa Nglebak, Desa Plumbon, Desa Sepanjang dan Desa Tengklik. 

Jenis Tanah Kecamatan Tawangmangu beraneka ragam, antara lain, Alluvial Kelabu, Assosiasi Alluvial Kelabu, Alluvial Mediteran Coklat, Assosiasi Grumosol Kelabu tua dan Mediteran. Peruntukan lahan kecamatan ini didominasi oleh hutan, kebun/ tegalan, sawah, bangunan/ pekarangan serta peruntukan lainnya.  Sebagian besar penduduk Kecamatan Tawangmangu merupakan petani karena lahan pertaniannya yang cukup luas. Posisi kedua adalah pedagang dilanjut buruh, baik itu buruh bangunan atau buruh industri. 

Kecamatan Tawangmangu yang berada di perbatasan dengan Provinsi Jawa Timur terkenal dengan banyaknya obyek wisata yang ada, baik itu wisata alam maupun buatan. Adapun obyek wisata yang ada di kecamatan ini antara lain: Bumi Perkemahan Kalisoro-Sekipan, Camping Lawu Resort, Grojogan Sewu, Grojokan Pringgondani, Grojogan telaga Gondang, Grojogan Telaga Mulya, Jabal Kanil, Komplek Prtapaan Pringgondani, Puncak Lawu yang bisa dicapai dari Pos Pendakian Cemoro Kandang, Sendang Cumpleng, Situs Menggung, Taman Ria Balekambang, Taman Semar, Bukit Sekipan dan obyek wisata lainnya yang terus bertambah.


Tuesday, August 2, 2016

Kecamatan Dusun Timur

Tuesday, August 2, 2016 - by GOJEK #GolekRejeki · - 0 Comments

 Kecamatan Dusun Timur
Kabupaten Barito Timur


Kecamatan Dusun Timur terdiri dari 16 desa dan 1 kelurahan yang terdiri dari : Desa Pulai Patai, Sarapat, Magantis, Jaar, Matabu, Jaweten, Haringen, Dorong, Didi, Karang Langit, Harara, Mangkarap, Matarah, Gumpa, Maragut, dan Sumur, serta 1 kelurahan yaitu Kelurahan Tamiang Layang. Kecamatan ini yang berbatasan langsung dengan Provinsi Kalimantan Selatan. Adapun batas-batas wilayah Kecamatan Dusun Timur:

Sebelah Barat    : Kab. Barito Selatan dan Kec. Paju Epat
Sebelah timur    : Kec. Benua Lima dan Kec. Patangkep Tutui
Sebelah utara    : Kec. Awang dan Kec. Karusen Janang
Sebelah selatan     : Kec. Benua Lima dan Kab. Tabalong (Provinsi Kalimantan Selatan)

Kecamatan yang merupakan kecamatan terluas di Kabupaten Barito Timur ini memiliki luas 867,70 km2 atau 22,63 % dari luas Barito Timur. Desa dengan wilayah terluas adalah Desa Pulau Patai dengan luas 182,25 km2atau 21,00% dari luas Kecamatan Dusun Timur, sedangkan desa dengan luas wilayah terkecil adalah Desa Sumur dengan luas sebesar 20 km2 atau 2,30% dari luas kecamatan.
Peta Kecamatan Dusun Timur

Secara geografis, Kecamatan Dusun Timur rata-rata berada pada ketinggian 28 m dari permukaan laut dengan tingkat kemiringan landai (kurang dari 15 derajat). Kondisi kemiringan lereng yang landai tersebut, memiliki tingkat kerawanan bencana yang rendah. Kondisi klimatologi rata-rata di tahun 2015 dapat diketahui dari temperatur, kelembaban, dan tekanan udara. Temperatur rata-rata pada tahun 2015  yaitu 21,95 o_(C )(minimal) dan  34,94 (maksimal), kelembaban 50,00% (minimal dan 98,92 % (maksimal), sedangkan tekanan udara yaitu sebesar 1.007,20 Mb (minimal) dan 1.016,90 Mb (maksimal). Rata – rata curah hujan  tahun 2015 sekitar 201,51 mm dengan rata – rata hari hujan adalah 15 hari (menurut Bps Kabupaten Barito Timur, 2016). Didalam hal ini berarti terdapat bulan Januari ialah bulan dimana puncak-puncak musim hujan dengan intensitas tertingginya, sedangkan dibulan September adalah bulan yang memiliki intensitas curah hujan yang minimum

Penggunaan dan penyedia sumber air bawah tanah yang terdapat Kecamatan Dusun Timur ini dapat dilihat berdasarkan adanya sungai yang mengalir di setiap desa atau kelurahan. Dilihat dari kondisi hidrologinya maka pada daerah tersebut cocok untuk pertanian karena memiliki cadangan air tanah yang cukup baik, yaitu dapat diketahui dari adanya air yang mengalir di sungai yang terdapat hampir merata di setiap desa atau kelurahan,hanya satu desa yang ridak dilintasi oleh aliran sungai yaitu desa Maragut.

Pada Tahun 2015, Kecamatan Dusun Timur menjadi kecamatan dengan jumlah penduduk tertinggi di Kabupaten Barito Timur sebanyak 27.621 jiwa. Jumlah rumah tangga sebanyak 7.350 rumah tangga. Kelurahan Tamiang Layang merupakan wilayah dengan jumlah penduduk dan rumah tangga tertinggi. Sebesar 36,16 persen (9.988 jiwa) penduduk dan 38,04 persen (2.796 ruta) rumah tangga  disumbangkan oleh Kelurahan Tamiang Layang. Kondisi ini juga menjadikan Kelurahan Tamiang Layang sebagai wilayah dengan kepadatan penduduk tertinggi yakni mencapai 219 jiwa/km2. Sementara wilayah dengan jumlah penduduk dan rumah tangga terendah adalah Desa Harara. Sebesar 0,64 persen (176 jiwa) penduduk dan 0,65 persen (48 ruta) rumah tangga  disumbangkan oleh Harara. Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, Kecamatan Dusun Timur terdiri atas 14.003 jiwa laki-laki dan 13.618 jiwa perempuan sehingga didapatkan nilai sex ratio sebesar 102,83. Nilai tersebut dapat diartikan bahwa secara rata-rata terdapat sekitar 103 laki-laki untuk setiap 100 penduduk perempuan

Tuesday, October 13, 2015

Kecamatan Brangsong

Tuesday, October 13, 2015 - by GOJEK #GolekRejeki · - 0 Comments

 Kecamatan Brangsong Kabupaten Kendal


Kecamatan Brangsong merupakan salah satu kecamatan dari 20 kecamatan yang ada pada Kabupaten Kendal Provinsi Jawa Tengah. Letak geografis Kecamatan yang dilewati Jalan Pantura Jawa ini berada pada 1° 08’ 00”  - 1° 20’ 00” LS dan 109° 2’ 24”  - 110° 09’ 48” BT. Kecamatan Brangsong memiliki batas-batas wilayah antara lain :

Sebelah Utara       :   Laut Jawa
Sebelah Selatan    :   Kecamatan Kaliwungu Selatan dan Kecamatan Ngampel
Sebelah Timur      :   Kecamatan Kaliwungu
Sebelah Barat       :   Kecamatan Kendal dan Kecamatan Ngampel

Kecamatan Brangsong memiliki luas wilayah mencapai 35,54 Km2  atau 3.554 Ha  yang terdiri dari 12 buah desa yaitu Tunggulsari, Sumur, Penjalin Kertomulyo, Blorok, Sidorejo, Tosari, Rejosari, Turunrejo, Purwokerto, Brangsong, dan Kebonadem. Dari seluruh desa yang ada, Desa Turunrejo merupakan desa yang terluas dengan luas wilayah sebesar 885 Ha. Sedangkan desa yang memiliki luasan terkecil adalah Desa Tosari yang hanya memiliki luas wilayah sebesar 93 Ha.

Peta Kecamatan BrangsongKondisi topografi Kecamatan Brangsong memiliki kemiringan yang cenderung datar antara 0% - 20%. Pada Desa Turunrejo dan Purwokerto yang berada pada area bibir pantai memiliki kemiringan lahan 0% - 2%. Sebagian besar wilayah Desa Turunrejo dan Purwokerto memiliki kemiringan 3% - 7%. Desa Rejosari, Brangsong, Kebonadem, Sidorejo, Tosari, Kertomulyo, Penjalin, sebagian Desa Tunggulsari dan sebagian Desa Sumur memiliki kemiringan 8% - 13%. Sebagian lagi pada Desa Tunggulsari dan Sumur memiliki kemiringan 14% - 20%.

Kecamatan ini memiliki empat jenis hidrologi yang tersebar di beberapa desa. Pada Desa Turunrejo  sebagian  kecil wilayahnya yang menjorok ke  arah  laut memiliki jenis akuifer produktif dengan penyebaran luas & daerah penggaraman. Jenis akuifer produktif dengan dengan penyebaran luas terdapat pada sebagian besar wilayah Desa Turunejo, Desa Purwokerto, Desa Rejosari, dan sebagian wilayah Desa Brangsong. Jenis akuifer produkif sedang dengan penyebaran luas terdapat pada sebagian wilayah Desa Brangsong, sebagian besar wilayah Desa Kebonadem, Desa Tosari, Desa Kertomulyo, dan sebagian wilayah Desa Tunggulsari. Jenis akuifer produktif dan setempat terdapat pada Desa Blorok, Desa Penjalin, sebagian besar wilayah Desa Tunggulsari dan Desa Sumur.

Jalur air yang besifat primer pada Kecamatan Brangsong terdapat dua buah sungai. Sungai yang pertama adalah Sungai Blorong yang terdapat pada batas barat wilayah Brangsong. Sungai yang kedua adalah Sungai Waridin yang terdapat pada batas timur.


Sunday, August 23, 2015

Kecamatan Plantungan

Sunday, August 23, 2015 - by GOJEK #GolekRejeki · - 0 Comments

KECAMATAN PLANTUNGAN
KABUPATEN KENDAL



Kecamatan Plantungan
Kecamatan Plantungan merupakan salah satu kecamatan yang berada dibagian barat Kabupaten Kendal dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Batang. Letak koordinat Kecamatan Plantungan adalah 10 08’00” LS – 10 20’ 00” LS dan 1090 52’ 24” BT – 1100 09’ 48” BT dengan luas wilayah 48, 82 Km2 atau 4,87%  dari luas Kabupaten Kendal. Secara geografis Kecamatan Plantungan memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut:
Batas Utara        : Kecamatan Tersono Kabupaten batang;
Batas Timur        : Kecamatan Sukorejo;
Batas Selatan        : Gunung Prau;
Batas Barat        : Kecamatan Bawang Kabupaten Batang.

Berdasarkan letak geografisnya, Kecamatan Plantungan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Batang pada bagian utara dan baratnya menjadikan penduduknya lebih banyak yang melakukan alur aktivitas seperti aktivitas perdagangan jasa lebih ke arah Kabupaten Batang dibanding ke arah Kecamatan Plantungan atau ke Kabupaten Kendal itu sendiri. Hal ini dikarenakan jarak yang lebih dekat ke arah Kabupaten Batang sehingga penduduk daerah tersebut menganggap lebih efisien jika melakukan pergerakan terutama dalam memenuhi kebutuhannya lebih ke arah Kabupaten Batang.

Desa yang ada di Kecamatan Plantungan
Kecamatan ini terdiri dari 12 desa, yaitu: Desa Blumah, Desa Tlogopayung, Desa Kediten, Desa Wonodadi, Desa Manggungmangu, Desa Tirtomulyo, Desa Jurangagung, Desa Karanganyar, Desa Jati, Desa Bendosari, Desa Wadas dan Desa Mojoagung.

Kecamatan Plantungan secara keseluruhan memiliki kelerengan yang beragam mulai dari datar (0-8%) hingga sangat curam (>40%). Berdasarkan data dari Bappeda kelerangan pada Kecamatan didominasi oleh kelerengan curam (25-40%) yaitu sebesar 31%, yang kemudian diikuti oleh kelerengan sangat curam (>40%) sebesar 30%. Sedangkan untuk kawasan yang datar (0-8%) hanya sebagian kecil dari Kecamatan plnatungan yaitu sekitar 6%, akan tetapi terdapat sebanyak 29% dengan kelerengan landai (8-15%).  Suhu udara pagi / siang hari di kecamatan ini yaitu 25°C dan sore / malam hari 15°C dengan rata – rata curah hujan pada tahun 2013 sekitar 116 mm dengan rata – rata hari hujan sebanyak 8 hari

Lahan yang berada pada Kecamatan plantungan sebagian besar diperuntukan untuk kawasan tanaman baik tanaman pangan maupun tahunan. Akan tetapi seiring dengan pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi banyak terjadi perubahan dari pemanfaatan lahan. Alih fungsi lahan terutama terjadi dari lahan non terbangun, berupa sawah, tegalan, dan hutan menjadi lahan terbangun, antara lain kawasan pemukiman, kawasan industri, dan sarana – prasarana perkotaan. Alih fungsi lahan non terbangun menjadi lahan terbangun berdampak besar terhadap sistem drainase. Limpasan dan laju erosi meningkat, khususnya pada tahap pembukaan lahan. Lahan yang baru di buka yang dibiarkan terbuka tanpa pelindung, merupakan sumber bencana banjir dan kekeringan

Pada Kecamatan Plantungan terdapat jaringan jalan provinsi atau jalan dengan kelas jalan IIIA dengan panjang 5 Hm yang melintasi kelurahan Titomulyo dan jurongagung yang memiliki fungsi untuk menghubungkan kabupaten kendal dengan Kabupaten Batang. Kemudian terdapat jalan lokal atau kelas jalan IV dengan panjang 34,6 Km yang berfungsi untuk menghubungi tiap Desa dengan kelurahan Titomulyo, dan terdapat pula jalan lingkungan dengan panjang 50,4 Km yang berfungsi menghubungkan antar rumah dan permukiman pada Kecamatan Plantungan

Thursday, December 11, 2014

Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal

Thursday, December 11, 2014 - by GOJEK #GolekRejeki · - 0 Comments

Peta Kecamatan Rowosari
Kecamatan Rowosari merupakan salah satu kecamatan yang ada di bagian ujung barat Kabupaten Kendal dimana secara geografis terletak pada 10 08’ 00” LS - 10 20’ 00” LS dan 1090 52’ 24” BT- 1100 09’ 48” BT dengan jarak 21 km dari pusat pemerintahan Kota Kendal. Wilayah Kecamatan yang berada dipinggir Laut Jawa ini terbagi dalami 16 desa, dengan 72 dusun, 84 RW, serta 347 RT dan memiliki luas wilayah 32,61 km2. Desa-desa yang terdapat di Kecamatan Rowosari antara lain: Tambaksari, Tanjungsari, Parakan, Tanjunganom, Gebanganom, Rowosari, Gempolsewu, Sendangsikucing, Wonotenggang, Randusari, Karangsari, Sendangdawuhan, Pojoksari, Kebonsari, Bulak, Jatipurwo
Adapun batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:
Sebelah Utara         :  Laut Jawa
Sebelah Timur        :  Kecamatan Kangkung
Sebelah Selatan      :  Kecamatan Weleri
Sebelah Barat         :  Kabupaten Batang

Kecamatan Rowosari merupakan daerah dataran rendah di Pantai Utara Pulau Jawa dengan ketinggian tanah antara 0-2 meter di atas permukaan laut pada wilayah bagian utara dan 2-10 meter di atas permukaan laut untuk wilayah selatan. Tingkat curah hujan yang paling dominan di Kecamatan ini adalah curah hujan 21,7 mm/tahun. Untuk tingkat curah hujan 21,8-22 mm/tahun hanya terdapat di Desa Sendang Sikucing bagian utara. 

Jenis Tanah yang ada  terdiri dari jenis Aluvial yang meliputi Tanah Aluvial Hidromorf, Aluvial Kelabu Tua dan Asosiasi Aluvial Kelabu. Tanah aluvial adalah tanah yang dibentuk dari lumpur sungai yang mengendap di dataran rendah yang memiliki sifat tanah yang subur dan cocok untuk lahan pertanian. Aluvial ialah tanah muda yang berasal dari hasil pengendapan. Sifatnya tergantung dari asalnya yang dibawa oleh sungai. Tanah aluvial yang berasal dari gunung api umumnya subur karena banyak mengandung mineral. Tanah ini sangat cocok untuk persawahan. Penyebarannya di lembah-lembah sungai dan dataran pantai

Peruntukan lahan di Kecamatan Rowosari di tahun 2012 lebih dominan dipergunakan untuk lahan sawah sebesar 1.084 Ha, kemudian lahan bukan pertanian sebesar 581,23 Ha, dan selanjutnya lahan bukan sawah sebesar 143,94 Ha. Lahan sawah yang ada digunakan untuk menanam berbagai macam tanaman pertanian yaitu seperti padi, jagung, tembakau dan lain sebagainya.

Penduduk Kecamatan tersebut  pada tahun 2012 didominasi oleh laki-laki, namun perbedaan antara jumlah penduduk pria dan wanita tidak signifikan. Jumlah Penduduk laki-laki   sebesar  27.539  jiwa sedangkan jumlah penduduk wanita sebesar 27.216 jiwa. Tahun 2012 menunjukkan jumlah penduduk sebesar 54.755 jiwa. (Kecamatan Rowosari Dalam Angka Tahun 2012-2013).

Kecamatan Pegandon

- by GOJEK #GolekRejeki · - 0 Comments

Kecamatan Pegandon 
Kabupaten Kendal

Kecamatan Pegandon merupakan bagian dari Kabupaten Kendal yang memiliki luas wilayah 31,12 Km2 atau 3.112 Ha dan terdiri dari 12 desa, 47 dukuh, 58 RW, 210 RT. Luas wilayah yang paling terbesar berada di Desa Wonosari dengan luas daerah sebesar 14,50 Km2 sedangkan yang terkecil berada di Desa Penanggulan dengan luas daerah 0,67 Km2.  Secara administrasi kecamatan ini memiliki batas wilayah sebagai berikut:
•    Sebelah Utara     :    Kecamatan  Patebon
•    Sebelah Timur    :    Kecamatan Singorojo
•    Sebelah Selatan  :    Kecamatan Gemuh
•    Sebelah Barat     :    Kecamatan Ngampel

Bentuk dasar permukaan tanah atau struktur topografi suatu kawasan merupakan sumber daya yang sangat mempengaruhi lokasi. Kecamatan Pegandon merupakan kecamatan yang terletak pada ketinggian 6 m diatas permukaan laut, dengan sebagian besar wilayah cenderung datar dan sedikit bergelombang dengan kemiringan 2 – 15 %. Kondisi tersebut mempunyai daya dukung yang potensial dalam pengembangan kegiatan perkotaan.  

Secara geologi yang berada di bagian tengah Kabupaten  kendal ini termasuk ke dalam wilayah yang dicirikan oleh adanya kompleks metamorfisme skeis dan gneis sebagai alas, yang kemudian tertindih oleh satuan batuan yang terdiri atas batuan sedimen dan batuan gunung api disamping terjadinya terobosan oleh granit dan granodiroit. Secara rinci susunan kelompok batuan yang terdapat pada wilayah ini antara lain kelompok batuan Aluvium, Formasi Damar, Lapisan Marin dan Kifas aluvium. Adapun kondisi tanahnya terdiri dari tanah berjenis aluvial yang dapat digunakan untuk kegiatan pertambakan, pertanian padi dan palawija dan juga cocok untuk permukiman, Latosol, dan juga Mediteran Coklat Kemerahan. 

Sumber daya air di Kecamatan Pegandon berupa air permukaan (sungai) dan air tanah (sumur). Secara umum kondisi sumber daya air cukup memadai karena didukung oleh adanya beberapa sungai kecil dan kedalaman air tanah yang memadai untuk mendukung kebutuhan air bersih masyarakat. Selain itu juga untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kecamatan Pegandon sebagian besar penduduk memperoleh supply dari PDAM, sebagian kecil sumur gali dan pompa.

Monday, July 4, 2011

Kecamatan Kaliwungu Selatan Kabupaten Kendal

Monday, July 4, 2011 - by GOJEK #GolekRejeki · - 0 Comments

Kecamatan Kaliwungu Selatan


Kaliwungu Selatan
Kecamatan Kaliwungu Selatan merupakan salah satu kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Kendal  yang mempunyai tujuh desa yaitu Desa Kedungsuren, Desa Jerukgiling, Desa Darupono, Desa Protomulyo, Desa Magelung, Desa Plantaran, dan Desa Sukomulyo yang luas wilayahnya yaitu 65,19 km2. Secara administrasi,  batas dari Kecamatan Kaliwungu Selatan adalah berikut :
- Sebelah Utara         : Kecamatan Kaliwungu
- Sebelah Selatan : Kecamatan Singorojo
- Sebelah Barat     : Kecamatan Brangsong
- Sebelah Timur    : Kota Semarang

Ketinggian rata-rata Kecamatan Kaliwungu Selatan dari permukaan air laut adalah 12 meter. Klimatologi di Kecamatan Kaliwungu Selatan sebagian besar curah hujannya banyak terjadi pada bulan januari dan februari. Pada tahun 2009 curah hujannya sejumlah 59 mm dengan rata - rata tiap Bulan 5 mm.

Ditinjau dari jenis tanahnya, yang terdapat di wilayah perencanaan adalah 
  • Alluvial, jenis tanah ini bersifat hidromorf dan berwarna kelabu, coklat dan hitam. Produktifitas tanah ini dari rendah sampai tinggi dan digunakan untuk pertambakan, pertanian padi dan palawija, serta permukiman.
  • Latosol, tanah ini berwarna netral sampai asam berwarna coklat, coklat kemerahan sampai merah. Produktifitasnya sedang sampai tinggi dan digunakan untuk lahan pertanian padi, tembakau dan perkebunan.
  • Mediteran Coklat Kemerahan, tanah ini merupakan jenis tanah peralihan antara alluvial dan latosol, bersifat agak netral dengan warna merah sampai coklat. Produktifitasnya sedang sampai  tinggi dan biasa digunakan untuk sawah, tegal, kebun buah – buahan, padang rumput dan permukiman.

Dari ketujuh desa di Kecamatan Kaliwungu Selatan, sebagian besar wilayahnya merupakan rawan akan bencana. Rawan bencana ini dapat berupa tanah longsor dan banjir yang disebabkan adanya kondisi topografi dan adanya pengaruh iklim. 

Di Kecamatan tersebut terdapat kawasan rawan banjir yang berada di Desa Protomulyo, Desa Plantaran, dan di Desa Magelung. Banjir di desa Protomulyo tepatnya berada di sungai berbatasan dengan Krajan Kaliwungu, sedangkan di Desa Plantaran tepatnya di pertigaan jalan Gladagsari ke Boja (Pasar Gladag) sampai ke pertengahan jalan menuju sawah yang diakibatkan pendangkalan sungai Aji Bawah serta pada Desa Magelung tepatnya berada sedikit di Karangsari.

Tuesday, July 13, 2010

Kecamatan Demak

Tuesday, July 13, 2010 - by GOJEK #GolekRejeki · - 0 Comments

Kecamatan Demak


Kecamatan Demak
Kecamatan Demak merupakan salah satu kecamatan yang ada dalam wilayah administrasi Kabupaten Demak yang memiliki luas wilayah 61, 56 M2 dan terbagi dalam 13 desa serta 6 kelurahan.  Adapun batas-batas administrasi kecamatan yang menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Demak ini adalah sebagai berikut:
Sebelah Utara : Kecamatan Bonang, kecamatan Wedung dan Kecamatan Mijen
Sebelah timur: Kecamatan Gajah dan Kecamatan Karanganyar
Sebelah Selatan : Kecamatan Wonosalam
Sebelah Barat : Kecamatan Karangtengah

Desa dan kelurahan yang masuk dalam wilayah administrasi kecamatan ini antara lain: Desa Kalikondang, Donorojo, Katonsari, Karangmlati, Bolo, Bango, Cabean, Tempuran, Turirejo, Raji, Kedondong, Sedo, Mulyorejo,  Kelurahan Mangunjiwan, Kalicilik, Singorejo, Betokan, Bintoro dan Kadilangu. Desa Turirejo merupakan desa dengan luas wilayah terbanyak yaitu 6,28 Km2, disusul dengan Kelurahan Bintoro dan Kelurahan Mangunjiwan. Jaringan jalan utama yang ada berperan sebagai penghubung antara Jawa Tengah dan Jawa Timur dan mempunyai hirarki jalan nasional. Selain itu di Kecamatan  Demak juga terdapat jalan propinsi dan jalan local. Jalan - jalan kecil lainnya tersedia untuk memudahkan aksesibilitas menuju kawasan permukiman. Jaringan jalan nasional berperan sebagai penghubung antara Kecamatan Demak menuju Kota Semarang maupun Kabupaten Kudus. Untuk mendukung kelacaran sirkulasi kendaraan maka di sebagian jalan di Kota Demak dilengkapi dengan jalur lambat yang disediakan bagi kendaraan tertentu seperti sepeda, sepeda motor dan becak.
Kecamatan Demak pada masa lalu merupakan pusat peradaban dan penyebaran agama Islam di Indonesia yang ditandai dengan keberadaan Masjid Agung Demak serta Makam Kanjeng Sunan Kalijogo di Kelurahan Kadilangu. Posisi Istana Kerajaan Demak sendiri sampai saat ini masih menjadi perdebatan para ahli sejarah karena minimnya peninggalan yang ada.

Kecamatan yang berada di jalur Pantura Pulau Jawa ini mempunyai ketinggian antara 0-3 m, sehingga masuk ke dalam kategori topografi datar. Dengan kondisi topografi seperti kawasan tersebut berpotensi terkena bencana alam terutama banjir terlebih ketika musim hujan. Dengan kondisi topografi yang datar menyebabkan arus air yang cenderung lambat dan menyebabkan limpasan ke daerah sekitarnya sehingga jika terjadi banjir akan merusak kawasan perumahan maupun kawasan persawahan.

Dilihat dari aspek klimatologinya, Kecamatan Demak mempunyai iklim tropis. Pada umumnya musim kemarau jatuh pada bulan april sampai september, sedangkan musim penghujan jatuh pada bulan oktober sampai dengan maret. Diantara kedua musim ini terdapat musim peralihan sekitar bulan april-mei dan oktober-november. Biasanya pada musim peralihan tersebut sering terjadi angin kencang yang bertiup dari tenggara ke arah barat laut dan bersifat kering. Sedangkan curah hujan yaitu 0 - 13,6 mm/hari. Jenis tanah di Jenis tanah yang ada di kawasan tersebut berupa gromosol kelabu tua.

Berdasarkan data BPS tahun 2016, kawasan kecamatan ini didominasi oleh lahan sawah seluas 39,33 Km2 yang terbagi dalam sawah pengairan teknis, pengairan ½ teknis, penngairan sederhana serta tadah hujan dan lahan kering seluas 22, 23 Km2 yang terbagi untuk tegalan/ kebun, embung, pengakaran/ bangunan dan penggunaan lainnya.

Subscribe

Mau berlanganan ? Silahkan masukkan emailmu di sini

© 2013 Fotopedia. All rights reserved.
Designed by SpicyTricks