Wednesday, April 8, 2020
Masjid Jami’ Attaawun menjadi salah satu pusat syiar Agama Islam bagi masyarakat sekitar melalui berbagai kegiatan keagamaan. Kegiatan-kegiiatan yang dilaksanakan di masjid tersebut, selain sholat wajib 5 waktu yaitu: kegiatan Pemberdayaan Zakat, Infaq, Shodaqoh dan Wakaf, kegiatan pendidikan (TPA, Madrasah, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat), kegiatan sosial ekonomi (koperasi masjid), kegiatan Pengajian Rutin, kegiatan Dakwah Islam/Tabliq Akbar, Kegiatan Hari Besar Islam, kegiatan Sholat Jumat dan kegiatan-kegiatan lainnya.
Tuesday, March 24, 2020
Bentuk Genta PJL berupa tabung besar dengan caping di atasnya dan disamping kiri maupun kanan terdapat palu untuk memukul bel besi sehingga mengeluarkan bunyi yang cukup nyaring. Di bagian dalam genta PJL terdapat bandul pemberat yang berfungsi ketika aliran yang diberikann Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) atau Pengawas Peron (PAP) secara otomatis akan menggerakkan bandul ke bawah dan menarik bel sehingga berbunyi.
Ketika ada keadaan darurat, lonceng juga berfungsi sebagai pemberi tanda peringatan akan bahaya. Untuk menunjukkan tanda bahaya, Pemimpin Perjalanan Kereta Api dan atau Pengawas Peron yang berada di stasiun akan membunyikan lonceng sebanyak 8 atau 5 kali rangkaian
Tuesday, February 25, 2020
Stasiun Ambarawa yang semula bernama Stasiun Willem I diresmikan pada tanggal 21 Mei 1873 oleh penguasa Belanda pada saat itu. Nama Willem I diambil untuk memperingati jasa raja pertama Kerajaan Belanda yaitu Willem Frederik Prins van Oranje-Nasau (1772-1843). Pada awal dibangunnya, Stasiun Ambarawa dibuat dari kayu dan berdinding bambu. Pada tahun 1907 Stasiun tersebut dibangun ulang menjadi bangunan yang dilestarikan hingga saat ini.Stasiun Ambarawa dibangun oleh Netherlands Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) untuk menghubungkan jalur Kedungjati-Beringin-Tuntang-Ambarawa. NISM membangun stasiun ini selain digunakan untuk kepentingan militer juga difungsikan sebagai sarana transportasi barang komoditas dari sekitar Ambarawa dan daerah pedalaman di sebelah timur hingga kawasan Kedungjati yang saat ini berada di wilayah Kabupaten Grobogan untuk diangkut ke Pelabuhan Semarang.
Pada tahun 1976, jalur kereta api Ambarawa-Kedungjati ditutup oleh Pemerintah Republik Indonesia karena dianggap tidak ekonomis lagi. Akan tetapi untuk melestarikan keberadaan stasiun tersebut, akhirnya pemerintah menetapkan Stasiun Ambarawa menjadi Museum Kereta Api Ambarawa dan diresmikan oleh Menteri Perhubungan saat itu, Roesmin Noerjadin. Agar bangunan tersebut bisa dijaga dan dilestarikan dengan maksimal, akhirnya ditetapkan menjadi Kawasan Cagar Budaya melalui Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.57/PW.007/MKP/2010 tahun 2020.Monday, September 30, 2019
Bagi masyarakat Kota Semarang, Taman KB bukanlah tempat yang asing karena terletak di pusat kota dan sering dijadikan sebagai tempat berlangsungnya berbagai event. Akan tetapi, mulai bulan Oktober 2018, taman ikonik di Kota Semarang tersebut sudah bermetamorfose menjadi pusat keramaian yang baru.
Adalah Pemerintah Kota Semarang bekerjasama dengan Djarum Fondation yang membangun dan merubah Taman KB menjadi sebuah taman yang lebih menarik dan modern bernama Taman Indonesia Kaya. Ruang terbuka publik yang berada di Jl. Menteri Soepeno ini diharapkan bisa memperkuat citra kawasan Simpang Lima dan Pahlawan yang selama ini menjadi CBD/ Pusat aktivitas masyarakat Kota Semarang.
Berbagai fasilitas yang menarik dibangun di taman yang memiliki luas 5.000 meter persegi tersebut, antara lain: Panggung Budaya yang dibangun dengan 2 sisi yaitu menghadap SMA N 1 dapat digunakan untuk pementasan dengan kapasitas ± 200 orang dan sisi menghadap kantor gubernur dapat menampung ± 800 orang, Taman Pandawa Lima, Pelataran Penikmat Seni, Amphitheater, Area Hijau, Gerbang Mural dan Air Mancur Menari yang dapat bergerak selaras dengan alunan musik klasik dan lagu-lagu perjuangan setiap jam-jam tertentu.
Keunikan Taman Indonesia Kaya dibandingkan dengan taman-taman lain yang sudah ada antara lain desain dan bentuk bangunannya yang futuristik, memiliki aula yang bisa dipakai untuk para seniman melakukan performa, tata lampu yang keren dan adnyaa spot-spot instagramable yang bisa dipakai untuk berselfie ria.Meskipun dirubah menjadi taman modern, namun landmark Taman KB berupa patung ibu menggendong satu anak dan menggandeng satu anak lain tetap dipertahankan. Keberadaan pohon Asam Jawa (Tamarindus indica) juga tetap dilestarikan yang digunakan sebagai peneduh ketika siang hari.
Bagi masyarakat yang berkunjung di Taman Indonesia Kaya, dimanjakan dengan fasilitas yang cukup lengkap, seperti toilet standart modern, jogging track, taman bermain, meja-kursi tempat nongkrong, kran air minum serta beberapa spot untuk berfoto ria. Selain itu, keberadaan sentra kuliner di sebelah utara taman bisa menjadi pemanja lidah karena banyak menyediakan makanan khas kota semarang seperti tahu gimbal, jagung bakar dan makanan ringan lainnya.
Tuesday, September 17, 2019
Wednesday, February 28, 2018
Masjid Ageng Boyolali merupakan salah satu dari 5 tempat ibadah di lingkungan Kantor Pemerintahan Kabupaten Boyolali ini diresmikan oleh Bupati Boyolali, Bapak Drs. Seno Samodro pada tanggal 3 Agustus 2015. Arsitekturnya terlihat sederhana meskipun tidak meninggalkan kesan bangunan yang modern dengan ciri utama satu buah kubah dibagian tengah masjid. Dengan fasilitas yang cukup lengkap membuat masjid ini menjadi salah satu masjid yang cukup ramai di Boyolali.
Thursday, February 1, 2018
Monday, January 29, 2018
Saturday, January 27, 2018
Potensi yang dimiliki Desa Protomulyo antara lain: lokasi yang strategis karena berada di pusat pemerintahan kecamatan kecamatan dan jalur transportasi utama Kabupaten Kendal, adanya home industry mebel, kayu dan stempel, adanya tempat wisata religius yaitu makam-makam kerabat keraton & ulama besar serta adanya Perumnas. Desa ini juga dilalui oleh jalan Tol Pantura Jawa yang membentang dari Kabupaten Batang - Kota SemarangWednesday, October 25, 2017
Rumah Sakit Belakang Kampus atau Rumah Sakit Belakang Undip, demikian biasanya masyarakat sekitar menyebutkan nama rumah sakit yang terbilang baru di kota Semarang ini. Dengan luas lahan kurang lebih 24.000 meter persegi, menjadikan rumah sakit ini representatif untuk melayani pasien yang datang berobat ke sana. Rumah Sakit Nasional Diponegoro atau RSND merupakan rumah sakit yang dikelola oleh Universitas Diponegoro Semarang dan mulai beroperasi pada tahun 2014 untuk masyarakat umum termasuk masyarakat pengguna BPJS.
![]() |
| Rumah Sakit Nasional Diponegoro |
Untuk katagori rumah sakit baru, fasilitas yang dimiliki oleh RSND sudah cukup lengkap, antara lain fasilitas umum berupa tempat tunggu, tempat parkir, kafetaria/ kantin dan sarana ibadah; fasilitas rawat jalan yang terdiri dari beberapa poli, antara lain: Geriatri, Kesehatan Anak, Penyakit dalam, Bedah Poli Mata, Penyakit THT, Neurologi, Andrologi, Penyakit Kulit dan Kelamin, Paru, Gigi, Jantung, Psikiatri, Onkologi, Obstetri dan Ginelogi, Genetika serta kecantikan; fasilitas rawat inap; fasilitas cathlab yang diperuntukkan bagi pasien jantung koroner; fasilitas hemodialisa dan fasilitas penunjang medis lainnya yang terdiri dari CT Scan, USG 4 Dimensi, Ecocardiography, Cath Lab, Fluoroskopi, Mobile X-ray, Digital Radiography, Kamar Bersalin, Kamar Operasi, Laboratorium 24 Jam, Farmasi 24 jam, Radiologi 24 jam, Ambulance, Lab Sentral.
Lokasi Rumah Sakkit Nasional Diponegoro/ RSND berada di Jalan Jl. Prof Soedarto SH Tembalang Semarang Telp 024-76928020 IGD 024-76928022 Fax.024-76928021, rsnd@fk.undip.ac.id . untuk pelayanan kesehatan, RSND menyediakan kontak center yaitu:
Customer Care : 024 76928020
Ambulance : 024 76928022
Poli Rawat jalan : 024 76928023
Tuesday, August 1, 2017
Wednesday, March 23, 2016
BKM Kondangsari, salah satu Agen Pembangunan di Kabupaten Demak
Jumlah Penduduk Desa Kalikondang pada tahun 2016 sebesar 6.649 orang yang terdiri dari 2.788 pria dan 2.861 wanita. Pekerjaan dan Mata pencaharian utama penduduk adalah wiraswasta, buruh, PNS, pedagang, petani, dan guru Jumlah penduduk miskin sebesar 1.647 KK. KK miskin 386 KK ( Lk= 286, Pr= 100) , dan KK Non Miskin 1.141 KK.
Di desa Kalikondang, terdapat Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) yang memiliki tugas membantu pemerintah desa dalam melaksanakan pembangunan lingkungan, sosial dan ekonomi di desanya. BKM Kondangsari dibentuk melalui Musyawarah Tingkat Desa pada tanggal 13 November tahun 2007, yang sebelumnya masing-masing RT mengajukan calon yang diusulkan.
Hasil pembentukan tersebut adalah menetapkan 13 orang anggota BKM Kondangsari Desa Kalikondang, yang terdiri dari 13 orang pria dengan profesii antara lain Pensiunan,PNS dan Swasta.
Kordinator BKM dipilih secara langsung setelah penetapan 13 orang anggota, yang saat ini koordinator dipegang oleh Bapak Drs. Gunawan Subiyantoro dan di Akte Notariskan pada tanggal 5 Desember 2007 dengan Akta Notaris No.06/LGL/XII/07.
Secara geografis daerah Kalikondang merupakan daerah pertanian dimana sebagian besar penduduk masih berprofesi sebagai petani, pedagang, pekerja pabrik. Sarana dan prasarana lingkungan yang ada baik berupa jalan desa maupun perkampungan cukup memadai akan tetapi masih banyak pula yang masih memerlukan uluran bantuan bagi peningkatan kualitas jalan terutama perbaikan jalan dengan menggunakan betonisasi. Diperlukan betonisasi karena kondisi tanah masih labil sehingga dengan betonisasi merupakan solusi yang tepat untuk perbaikan kualitas jalan.
Salah satu kegiatan yang dilaksanakan BKM Kondangsari yaitu sebagai pengelola kegiatan Program nasional Pemberdayaan Masyarakat Dengan adanya program PNPM Mandiri Perkotaan sejak tahun 2007 sampai sekarang merupakan harapan yang selama ini dinantikan menjadi kenyataan. Karena itulah BKM Kondangsari melalui Unit Pengelola Lingkungan bersusaha memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kegiatan bagi masyarakat desa khususnya warga Kalikondang. Berikut salah satu foto kegiatan yaitu KSM Fadlol dengan BLM Rp. 12.500.000,- dengan swadaya Rp. 5.343.000,- bisa dilihat dari nilai swadaya tersebut terlihat bahwa keterlibatan masyarakat sangatlah besar.
Monday, July 13, 2015
Jalur Mobil penumpang Umum (angkot) Kota Jayapura beserta tarifnya untuk penumpang umum/pelajar
B1 : T. Entrop – Polimak – Jayapura (Rp 4.000/ Rp 3.000)
B2 : T. Entrop – Hamadi – Jayapura (Rp 4.000/ Rp 3.000)
B3 : T. Entrop – Tasangka – Argapura – Jayapura (Rp 4.000/ Rp 3.000)
B4 : T. Entrop – Hamadi Santarosa – Polimak – Jayapura (Rp 4.000/ Rp 3.000)
E : Jayapura Lokal (Dalam Kota) (Rp 3.000/ Rp 2.000)
F : Hamadi – Polimak (Rp 3.000/ Rp 2.000)
G : T. Mesran – Dok V Bawah – Dok IX – Sase G – Pasir II (Rp 4.500/ Rp 3.000)
H : T. Mesran – Dok V Atas – SMU 2- Base G (Rp 4.500/ Rp 3.000)
I1 : T. Entrop – Macan Tutul (Rp 5.000/ Rp 3.000)
I2 : T. Entrop – Rehobot (Rp 5.000/ Rp 3.000)
J1 : T. Youtefa – Expo – Perumnas 1 (Rp 4.500/ Rp 3.000)
J2 : T. Youtefa – Perumnas II – Perumnas III – Uncen Baru (Rp 4.500/ Rp 3.000)
K : T. Youtefa – STIE OG – Vuria – BTN (Rp 4.000/ Rp 3.000)
L1 : T. Youtefa – Abe Pantai (Rp 4.000/ Rp 3.000)
T : Youtefa - Nafri (Rp 5.000/ Rp 3.000)
Jalur Minibus Umum (12 Seat) di Kota Jayapura beserta tarifnya
IA : T. Entrop – Padang Bulan (Rp 5.000/ Rp 3.500)
IB : T. Entrop – Youtefa (Rp 4.500/ Rp 3.000)
II : T. Youtefa – Holtekamp (Rp 10.000/ Rp 6.000)
III : T. Youtefa – Skouw (Rp 12.000/ Rp 7.500)
IV : T. Youtefa – Koya Timur (Rp 10.000/ Rp 6.000)
IV : T. Youtefa – Koya Barat (Rp 9.000/ Rp 5.500)
V : T. Jayapura – Angkasa/Premium (Rp 5.000/ Rp 3.000)
VI : Youtefa – Yoka (Rp 4.000/ Rp 2.500)
VII : T. Mesran – Abepura – Waena /12 Seat (Rp 5.500/ Rp 3.500)
VIII : T. Mesran – Abepura – Waena / 24 Seat (Rp 5.000/ Rp 3.000)
IX : T. Youtefa – Perbatasan RI PNG (Rp 15.000/ Rp 9.000)













