Sunday, September 13, 2020
Kabupaten Bojonegoro
Kabupaten Bojonegoro merupakan salah satu kabupaten yang berada di wilayah administrasi Provinsi Jawa Timur. Apabila dilihat secara geografis kabupaten ini terletak pada koordinat 111º25' BT - 112º09' BT dan 6º59' LS - 7º37' LS. Secara administrasi terdiri dari 28 kecamatan. Kabupaten yang berjarak ± 110 Km dari ibukota Propinsi Jawa Timur ini memiliki luas 230.706 Ha, yang terbagi dalam 27 kecamatan, terpecah menjadi 419 desa dan 11 kelurahan.
Kecamatan yang ada di Kabupaten Bojonegoro antara lain : Kecamatan Margomulyo, Kecamatan Ngarho, Kecamatan Tambakrejo, Kecamatan Ngambon, Kecamatan Sekar, Kecamatan Bubulan, Kecamatan Gondang, Kecamatan Temayang, Kecamatan Sugihwaras, Kecamatan Kedungadem, Kecamatan Kepohbaru, Kecamatan Baureni, Kecamatan Kanor, Kecamatan Sumberejo, Kecamatan Balem, Kecamatan Sukosewu, Kecamatan Kapas, Kecamatan Bojonegoro, Kecamatan Trucuk, Kecamatan Dander, Kecamatan Ngasem, Kecamatan Kulitidu, Kecamatan Malo, Kecamatan Purwosari, Kecamatan Padangan, Kecamatan Kasiman, Kecamatan Kadewan dan Kecamatan Gayam.
Adapun batas-batas administrasi Kabupaten Bojonegoro adalah sebagai berikut:
Sebelah Utara : Kabupaten Tuban
Sebelah Timur : Kabupaten Lamongan
Sebelah Selatan : Kabupaten Madiun, Nganjuk dan Jombang
Sebelah Barat : Kabupaten Ngawi dan Blora (Jawa Tengah)
Topografi Kabupaten Bojonegoro
Topografi Kabupaten Bojonegoro banyak dipengaruhi oleh sungai Bengawan Solo yang membelah wilayahnya. Di sepanjang daerah aliran sungai Bengawan Solo sebelah utara (Pegunungan Kapur Utara) merupakan daerah dataran rendah, sedangkan di bagian Selatan didominasi oleh dataran tinggi disepanjang kawasan Gunung Pandan, Kramat dan Gajah (Pegunungan Kapur Selatan). Untuk kemiringan tanah, wilayah Kabupaten ini didominasi oleh lahan dengan kemiringan kurang dari 2% yaitu sebesar 55,10%, adapun kemiringan di atas 40% sebesar 1,24% dari luas wilayah keseluruhan.
Jenis Tanah Kabupaten Bojonegoro
Grumosol merupakan jenis tanah yang paling banyak terdapat di wilayah kabupaten ini, yaitu seluas 88.937 Ha yang umumnya berada di bagian selatan. Sedangkan di bagian utara yang merupakan daerah pesisir didominasi oleh tanah alluvial dengan luas 46.349 Ha. Di bagian hutan berupa lapisan mediteranian yang terdiri atas batu cadas seluas 44.549 Ha. Sisanya berupa litosol yang memiliki luas 50.871 Ha.
Klimatologi Kabupaten Bojonegoro
Secara umum, curah hujan di Kabupaten Bojonegoro tidak terlalu tinggi, dimana kecamatan yang mempunyai curah hujan rata-rata paling tinggi yaitu Kecamatan Baureno dan Sukosewu Penyinaran tertinggi terjadi pada bulan Agustus atau September, sedangkan penyinaran terendah terjadi pada bulan Desember - Februari. Dari 15 kecamatan, hujan paling sering terjadi di Kecamatan Sukosewu yaitu sebanyak 127 hari, hujan paling sedikit muncul di Kecamatan Ngraho yaitu hanya 48 hari.
Pola Penggunaan Lahan Kabupaten Bojonegoro
Hutan yang terdiri dari hutan lindung, hutan produksi dan hutan rakyat merupakan penggunaan lahan terluas di Kabupaten ini pada tahun 2010. Dilanjutkan dengan lahan pertanian berupa sawah dan tegalan/ ladang, permukiman serta perkebunan.
Sunday, August 2, 2020
Tuesday, July 21, 2020
Monday, June 8, 2020
Thursday, May 7, 2020
Wednesday, April 29, 2020
Pesona dari negeri di atas awan, begitulah banyak orang menggambarkan kawasan Dieng Plateu sebagai salah satu destinasi wisata andalan di Jawa Tengah. Banyak obyek wisata tersebar di kawasan yang berada di 2 kabupaten yaitu Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara. Tinggal kita memilih, mau obyek wisata alam berupa air dan pegunungan atau obyek wisata budaya berupa candi-candi dan petilasan bersejarah yang tersebar di banyak lokasi. Jika ingin berkunjung ke destinasi wisata air, kita bisa datang ke Beberapa telaga yang populer di antaranya, wisata Telaga Menjer, wisata Telaga Warna, wisata Telaga Pengilon maupun tempat lainnya. Telaga Pengilon dan Telaga Warna merupakan telaga yang banyak dikunjungi karena memiliki pemandangan yang jukup bagus. Meskipun berdampingan, terdapat perbedaan yang cukup mencolok diantara dua telaga ini. Air yang terdapat di Telaga pengilon cukup jernih sehingga bisa digunakan untuk bercermin. Adapun air yang terdapat di Telaga Warna berwarna hijau yang memantulkan warna cukup indah dan eksotis ketika terkena sinar matahari. Telaga yang terbentuk dari kaldera kawah purba ribuan tahun lalu ini dikelilingi bukit-bukit
membentuk bentang alam yang indah dan unik. Kedua telaga tersebut berada di ketinggian 2000 meter di atas permukaan lautSalah satu daya tarik yang dimiliki telaga tersebut adalah adanya taman alami yang kaya dengan beraneka jenis tumbuhan. Di tempat tersebut juga disediakan beberapa gazebo maupun tempat duduk yang bisa digunakan oleh para wisatawan. Dari Telaga ini, selain bisa melihat pemandangan berupa bukit-bukit dengan hutan yang tinggi menjulang, kita juga bisa melihat pemandangan berupa lahan-lahan pertanian penduduk dengan emandangan yang tak kalah eloknya. Waktu yang paling tepat untuk mengunjungi telaga warna adalah saat pagi atau siang hari, karena pada sore hari, kabut tebal akan menutupi daerah sekitar telaga warna, sehingga pengunjung tidak dapat menikmati keindahan alamnya
Jika ingin masuk ke lokasi obyek wisata ini, kita diharuskan membeli tiket sebesar Rp 10.000 untuk 2 obyek wisata yaitu Telaga Pengilon dan Telaga Warna. Telaga Pengilon dan telaga Warna berlokasi di Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Wonosobo, Jawa Tengah. Untuk mencapai lokasi telaga ini, kita dapat melewati dua jalur yaitu jalur desa Jojogan yang cukup menanjak atau melewati jalur Dieng /pintu masuk telaga warna. Di sekitar telaga kembar ini tedapat beberapa situs bersejarah berupa gua dan situs lainnya seperti Gua Semar Pertapaan Mandalasari Begawan Sampurna Jati, Gua Sumur Eyang Kumalasari, Gua Jaran Resi Kendaliseto, Batu Tulis Eyang Purbo Waseso dan tempat-tempat lain yang sering dijadikan sebagai tempat meditasi
Wednesday, April 15, 2020
Dunia anak-anak bagaikan dunia mini yang berisi tentang pengetahuan yang perlu di eksplore untuk memberi pengalaman pada mereka. Keingintahuan mereka, kadangkala tidak bisa hanya diwakili dengan cerita, gambar atau bahkan video. Akan tetapi mereka butuh melihat langsung meskipun itu hanya gambaran kecil atau sekedar contoh saja.Demi menjawab hal itu, Cimory on The Valley resto yang menyediakan wadah edukasi bagi pengunjungnya membuka wahana baru yang bernama Mini Mania. Adalah sebuah wahana wisata yang berisi aneka miniatur tempat-tempat terkenal di berbagai penjuru dunia. Wahana ini sebenarnya untuk melengkapi wahana-wahana lain yang sudah ada di Cimory seperti Cimory Farm, Rumah Hobbit, Kebun Binatang Mini.
Berbeda dengan tempat wisata lain yang juga menyediakan replika atau miniatur tempat terkenal dari berbagai penjuru dunia. Di wahana Mini Mania yang baru di buka pada tanggal 1 Mei 2019, replika-repika tersebut di letakkan dalam satu lokasi dengan jarak antar replika agak berjauhan. Dengan kondisi tersebut selain bisa menampung banyak orang, juga lebih memanjakan pengunjung yang ingin berfoto ria di sana. Kalau di tempat lain kadangkala kita ingin berfoto dengan latar belakang Menara Eifel, ternyata ada obyek dari negara lain yang ikut tertangkap kamera.Di wahana ini, kita juga akan di temani oleh guide-guide yang bisa dimintai tolong untuk memberi penjelasan tentang tempat-tempat terkenal di dunia yang ada di sana. Selain itu mereka juga bisa berfungsi sebagai fotografer yang mengambil foto dari kamera kita. Dan yang lebih unik, guide-guide tersebut merupakan “manusia mini” sehingga bisa sesuai dengan tema wahana.
Berbagai replika tempat-tempat terkenal di dunia yang ada di sini antara lain: Replika Monas, Menara Eifel, Patung Liberty, Menara Kembar Petronas, Menara Miring Pitza, Stonehenge, Hollywood Sign, Candi Borobudur, Sidney Opera House, Big Ben, Kastil Neuschwanstein, Masjidil Aqso, Spinx, Piramid dan lain sebagainya. Tiket masuk wahana ini cukup terjangkau. Hanya dengan merogoh kocek Rp 20.000, kita bisa masuk dan menikmati semua sudut Mini Mania. Dan yang lebih menarik lagi, tiket tersebut juga dapat ditukarkan dengan Welcome Drink Monimory Yoghurt di Toko Chocomory. Jika berkunjung ke sana, silahkan datang antara jam 08.00-17.00 sesuai jam buka wahana tersebut. Dan jangan lupa bawa topi jika berkunjungnya siang hari, karena lokasinya yang lapang dengan sedikit tanaman membuat udaranya cukup panas.
Wednesday, April 8, 2020
Masjid Jami’ Attaawun menjadi salah satu pusat syiar Agama Islam bagi masyarakat sekitar melalui berbagai kegiatan keagamaan. Kegiatan-kegiiatan yang dilaksanakan di masjid tersebut, selain sholat wajib 5 waktu yaitu: kegiatan Pemberdayaan Zakat, Infaq, Shodaqoh dan Wakaf, kegiatan pendidikan (TPA, Madrasah, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat), kegiatan sosial ekonomi (koperasi masjid), kegiatan Pengajian Rutin, kegiatan Dakwah Islam/Tabliq Akbar, Kegiatan Hari Besar Islam, kegiatan Sholat Jumat dan kegiatan-kegiatan lainnya.
Wednesday, April 1, 2020
Karena di stasiun yang menghubungkan jalur Ambarawa-Kedungjati ini mengoperasikan 2 jenis kereta api dengan lebar sepur yang berbeda yaitu 1.435 mm dan 1.067 mm, maka bangunan ini juga memiliki 2 tipe pintu yang berbeda pula. Pada awalnya, NISM yang bertanggung jawab terkait operasional kereta api di Hindia Belanda membangun Dipo Lokomotif Ambarawa yang dengan lima pintu hanggar. Sebanyak 2 pintu hanggar digunakan untuk menyimpan lokomotif uap dan dan kereta kayu dengan lebar sepur 1.435 mm dan tiga pintu hanggar digunakan untuk menyimpan lokomotif uap dan dan kereta kayu dengan lebar sepur 1.067 mm.
Bangunan Depo Lokomotif Ambarawa yang berfungsi untuk menyimpan sarana kereta api dan tempat memperbaiki (bengkel) jika mengalami kerusakan kecil dibuat dengan konstruksi besi baja sehingga masih tampak kuat hingga saat ini. Di bangunan tersebut, juga terdapat ruangan yang digunakan untuk Kepala Dipo Traksi (KDT), ruangan administrasi, ruangan bubut mesin dan ruangan gudang untuk menyimpan peralatan dipo. Selain ruangan-ruangan tersebut, di sana juga terdapat ruangan untuk menyimpan bahan bakar, baik itu bahan bakar minyak untuk lokomotif diesel juga kayu bakar yang biasanya berupa kayu jati.
Tuesday, March 24, 2020
Bentuk Genta PJL berupa tabung besar dengan caping di atasnya dan disamping kiri maupun kanan terdapat palu untuk memukul bel besi sehingga mengeluarkan bunyi yang cukup nyaring. Di bagian dalam genta PJL terdapat bandul pemberat yang berfungsi ketika aliran yang diberikann Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) atau Pengawas Peron (PAP) secara otomatis akan menggerakkan bandul ke bawah dan menarik bel sehingga berbunyi.
Ketika ada keadaan darurat, lonceng juga berfungsi sebagai pemberi tanda peringatan akan bahaya. Untuk menunjukkan tanda bahaya, Pemimpin Perjalanan Kereta Api dan atau Pengawas Peron yang berada di stasiun akan membunyikan lonceng sebanyak 8 atau 5 kali rangkaian
Tuesday, March 17, 2020
Bagi pecinta durian, Wonosobo menjadi salah satu daerah tujuan untuk berburu buah yang banyak digemari tersebut. Hampir semua kecamatan di kabupaten yang berada di pegunungan ini memiliki pohon durian dengan varian dan rasa yang berbeda-beda. Kecamatan yang paling banyak menghasilkan buah berduri ini antara lain: Selomerto, Kepil, Leksono, Wadaslintang, Sukoharjo hingga Kaliwiro. Durian unggulan Wonosobo terkenal dengan dagingnya yang tebal, warnanya kuning, dan rasa manis dengan sedikit pahit. Varian yang masuk dalam katagori durian unggulan wonosobo antara lain: Temon, Pudang, lenjeh, montong, Srikandi dan jenis lainnya yang memang terus dikembangkan oleh para petani di sana. Buah unggulan tersebut kebanyakan berasa dari daerah Keseneng, Krasak, Durensawit, Jlamprang, Manggis,Wilayu, Krasak, Wediasin dan daerah lainnya.
Jika ingin menikmati durian wonosobo, bisa datang langsung ke petani yang ada di lokasi-lokasi unggulan ataudatang di even-even bertema durian yang banyak diadakan oleh masyarakat dan pemerintah daerah. Selain itu bisa juga datang ke jl lingkar Timur Wonosobo yang menghubungkan Mendolo-Kalierang (jalan utama dari Semarang/ Jogja menuju Purwokerto tanpa lewat Kota Wonosobo). Di sepanjang jalan tersebut banyak dijumpai pedagang durian lokal wonosobo dengan kualitas yang cukup bagus dan harga terjangkau. Bisa dinikmati langsung di tempat tersebut atau di bawa pulang ke rumah masing-masing. Tuesday, March 10, 2020
Museum Kereta Api Ambarawa yang dulunya merupakan Stasiun Ambarawa terletak di Jalan Stasiun No. 1, Kelurahan Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Museum ini berdiri di atas lahan sebesar 127.500 m2 yang dibatasi oleh pagar. Museum ini berada di kawasan perkotaan dan berbatasan dengan pemukiman, pertokoan dan Jalan Stasiun di sisi Utara, sisi Timur dibatasi oleh Jalan Raya Banyubiru, Pasar Lanang dan pemukiman. Sisi Selatan dan Barat dari Museum Kereta Api Ambarawa di batasi oleh pemukiman.
Sampai saat ini, Museum Kereta Api Ambarawa merupakan Museum Kereta Api terbesar di Indonesia dengan koleksi mencapai 21 lokomotif uap. Salah satu lokomotif yang dimiliki oleh Museum Kereta Api Ambarawa merupakan lokomotif langka, pasalnya lokomotif uap bergigi tersebut merupakan salah satu dari tiga lokomotif uap bergigi yang tersisa di dunia. Negara Swiss dan India merupakan negara lain yang memiliki lokomotif uap bergigi lainnya. Selain lokomotif museum ini juga menyajikan beberapa benda bersejarah lainnya seperti telepon antik, genta PJL, mesin pembuat tiket kuno, miniatur lokomotif dan lain sebagainya.Seluruh koleksi lokomotif yang ada di Museum Kereta Api Ambarawa disajikan secara outdoor sehingga pengunjung dapat menaiki lokomotif-lokomotif yang ada. Selain itu museum ini juga telah menambah salah satu fungsi bangunan baru yang menunjang kegiatan belajar di museum ini yaitu selasar sejarah yang berisi runtutan cerita perkembangan kereta api di Indonesia. Pengunjung juga dapat melihat proses peremajaan lokomotif uap di ruang perawatan kereta. Fasilitas rekreasi lain yang disajikan untuk penggunjung yaitu lori wisata yang dapat membawa pengunjung mengunjungi Stasiun Bedono dan Stasiun Tuntang yang merupakan dua stasiun yang juga dibangun pada masa King William I.
Tuesday, February 25, 2020
Stasiun Ambarawa yang semula bernama Stasiun Willem I diresmikan pada tanggal 21 Mei 1873 oleh penguasa Belanda pada saat itu. Nama Willem I diambil untuk memperingati jasa raja pertama Kerajaan Belanda yaitu Willem Frederik Prins van Oranje-Nasau (1772-1843). Pada awal dibangunnya, Stasiun Ambarawa dibuat dari kayu dan berdinding bambu. Pada tahun 1907 Stasiun tersebut dibangun ulang menjadi bangunan yang dilestarikan hingga saat ini.Stasiun Ambarawa dibangun oleh Netherlands Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) untuk menghubungkan jalur Kedungjati-Beringin-Tuntang-Ambarawa. NISM membangun stasiun ini selain digunakan untuk kepentingan militer juga difungsikan sebagai sarana transportasi barang komoditas dari sekitar Ambarawa dan daerah pedalaman di sebelah timur hingga kawasan Kedungjati yang saat ini berada di wilayah Kabupaten Grobogan untuk diangkut ke Pelabuhan Semarang.
Pada tahun 1976, jalur kereta api Ambarawa-Kedungjati ditutup oleh Pemerintah Republik Indonesia karena dianggap tidak ekonomis lagi. Akan tetapi untuk melestarikan keberadaan stasiun tersebut, akhirnya pemerintah menetapkan Stasiun Ambarawa menjadi Museum Kereta Api Ambarawa dan diresmikan oleh Menteri Perhubungan saat itu, Roesmin Noerjadin. Agar bangunan tersebut bisa dijaga dan dilestarikan dengan maksimal, akhirnya ditetapkan menjadi Kawasan Cagar Budaya melalui Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.57/PW.007/MKP/2010 tahun 2020.Thursday, February 13, 2020
Kabupaten Banyumas atau yang pusat pemerintahannya berada di Kota Purwokerto merupakan salah satu kabupaten yang terkenal memiliki banyak obyek wisata yang asyik untuk dikunjungi. Keberadaanya yang berada di lereng Gunung Slamet menjadikan kawasan ini banyak memiliki obyek wisata bertemakan alam seperti Baturaden, Curug Geedhe, Air Terjun Curug Ceheng, Curug Cipendok, Telaga Pucung dan lain sebagainya. Selain itu ada juga obyek wisata lain seperti Museum Panglima Besar Jenderal Sudirman, Museum Bank Rakyat Indonesia, Bendungan Gerak Serayu, Miniatur Dunia Purwokerto serta obyek wisata yang lagi ngehits yaitu Caping Park yang dibuka untuk umum mulai bulan Juni 2018.Caping Park merupakan obyek wisata buatan yang berada di Jl. Raya Baturraden Barat, Desa Kebumen, Banyumas, Jawa Tengah. Lokasi taman wisata tersebut sebenarnya berada dekat dengan obyek wisata Baturaden yang dapat ditempuh selama 30 menit dari Kota Purwokerto. Dengan syarat pakai kendaraan bermotor dan kondisi jalan tidak macet tentunya.
Layaknya destinasi wisata kekinian yang lain taman wisata yang sebenarnya memiliki konsep agrowisata terpadu ini masih mengandalkan spot-spot instagramable yang bisa digunakan untuk berfoto-foto baik sendiri maupun bersama-sama. Di sana kita bisa berfoto dan memamerkan ke media sosial di beberapa spot yang menarik seperti spot sayap, kupu-kupu, ornamen-ornamen dari bambu,
balon udara, Jembatan kaca atau The Edge dan lain sebagainya. Perlu diketahui, lokasi wisata ini berada di lereng gunung Slamet, sehingga memiliki pemandangan alam yang cukup indah. Apalagi jika sore hari, kita bisa menikmati sunset berlatar belakang landscape Kota Purwokerto yang sensasinya berbeda dengan tempat lain. Untuk agrowisatanya, di sana kita bisa ngadem di green house dengan banyak budidaya tanaman didalamnya, terapi ikan, atau ingin merasakan sensasi memberi makan ternak seperti kelinci, kambing dan sapi langsung di kandangnya. Ditempat asyik tersebut, kita juga bisa mempraktekkan beberapa permainan tradisional seperti egrang di lapangan kecil yang memang disesiakan untuk area out bound.
![]() |
| Caping Park Purwokerto |
![]() |
| Jembatan Kaca Caping Park |
![]() |
| Terapi Ikan Caping Park |
Tuesday, February 11, 2020
Malibu Resto & Cafe Wonosobo merupakan salah satu restauran yang berada di jalur strategis yaitu di Jl. A Yani No. 2 Jaraksari Wonosobo; Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Indonesia 56311. Sebagaimana diketahui jalan Ahmad Yani merupakan salah satu jalan poros utama di Kota Wonosobo yang menjadi penghubung utama Kota Wonosobo menuju Kota Purwokerto.Sebagai salah satu resto dan cafe yang cukup ngehits di Wonosobo, Malibu resto & Cafe menjadi salah satu tempat yang banyak dikunjungi. Menu yang tersedia yang cukup beragam dengan harga yang cukup terjangkau. Jika ingin datang ke resto ini, silahkan datang pada jam buka yaitu antara pukul 10.00-21.30 wib.
Fasilitas yang ada lumayan lengkap, selain tempat makan sekaligus nongkrong yang asyik, resto ini juga menyediakan mushola, toilet serta tempat parkir yang cukup luas. Di tempat ini juga terdapat hiburan live musik yang di tayangkan dalam even-even dan waktu tertentu.
![]() |
| Malibu Live Musik |
![]() |
| Resto Malibu Wonosobo |
![]() |
| Cafe Malibu Wonosobo |
Wednesday, February 5, 2020
Minuman Sari Kacang Hijau ABC merupakan salah satu minuman sehat yang terbuat dari kacang hijau dengan diperkaya vitamin B Kompleks (B1 dan B2) yang berfungsi sebagai koenzim dalam mengubah karbohidrat menjadi energi, vitamin E dan asam folat. Sari Kacang hijau sendiri merupakan produk olahan dari kacang hijau asli yang sudah melalui pemilihan dan pemilahan secara ketat sehingga di dapat biji kacang hijau yang terbaik. Minuman Sari Kacang Hijau ABC tidak mengandung lemak dan kolesterol, sehingga sangat baik untuk dikonsumsi secara teratur.
Komposisi Sari Kacang Hijau ABC:
Sari kacang hijau (80%), air, gula, gula kelapa, daun pandan, jahe, pewarna alami karamel kelas I INS.150a
Informasi nilai gizi Sari Kacang Hijau ABC
Takaran saji : 1 kotak 250 ml
Jumlah persajian
Energi total : 150 kkal
Energi dari lemak : 0 kkal
Lemak total 0 gr / 0%
Protein : 3 gr / 6%
Karbohidrat Total : 33 gr / 11%
Gula : 25 gr
Natrium/ Sodium : 45 mg / 2%
Vitamin B1 : 30%
Vitamin B2 : 25%
Adapun manfaat minuman sari kacang hijau antara lain:
- Sebagai sumber serat yang bagus untuk sistem pencernaan tubuh
- Mengoptimalkan metabolisme dalam tubuh karena mengandung beragam mineral yang sangat diperlukan oleh tubuh kita, seperti zat besi, kalsium, kalium, mangan, magnesium dan lain sebagainya
Sunday, January 26, 2020
Daya tarik Bandungan sebagai salah satu Kota Wisata di Semarang memang tidak pernah memudar. Sejak dulu, kawasan yang berada di lereng Gunung Ungaran ini menjadi tempat tetirah atau berwisata bagi masyarakat Kota Semarang dan sekitarnya mengingat hawanya yang sejuk. Obyek wisata yang cukup terkenal di sana antara lain Candi Gedong Songo, Taman Bandungan, Umbul Sidomukti, Pancingan Jimbaran, Taman Cellosia dan kini ada Sunrise Hill Gedong Songo. Dan sebenarnya masih banyak obyek wisata lain di Bandungan yang layak dan asyik untuk dikunjungi. Sunrise Hill sendiri merupakan salah satu obyek wisata yang terletak di Dusun Darum RT.01, Tlogosari, Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah 50614 sekitar 200 meter sebelum Candi Gedong Songo. Begitu masuk di area wisata ini,
pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan alam berupa enam gunung yang sangat indah. Enam gunung yang bisa kita lihat pemandangannya dari tempat ini antara lain: Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Temoloyo, Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, dan Gunung Ungaran. Tempat wisata ini dibuka setiap hari pada pukul 08.00 ---18.00 WIB dengan tiket yang cukup murah dan terjangkau. Untuk memanjakan para wisatawan, di tempat ini disediakan berbagai fasilitas dan wahana, antara lain: Taman, kolam renang dan wahana permainan anak atau playground, wahana seperti sky merry, keddy boad, komidi putar, Spot foto yang Instagramable berupa terbalik, replika presiden, replika bangunan luar negeri, kincir angin, rumah papua, replika gorila, dan masih banyak lagi. Selain itu juga disediakan studio foto bagi yang ingin berfoto dengan tema-tema tertentu bersama anggota keluarga seperti berfoto menggunakan pakaian adat khas Jawa, menggunakan kimono layaknya di Jepang lengkap dengan latar bunga sakura juga spot foto ala Tiongkok dan Korea.
Untuk fasilitas penunjang berupa mushola, tempat parkir, toilet dan ada juga resto yang menyediakan makanan khas jawa tempat duduk beserta kursi dan juga ada tempat lesehan yang membuat para pengungjung nyaman.
Rumah Horror Sunrise HillKalau di Bukit Sekipan ada Rumah Hallowen, maka di tempat ini juga terdapat wahana wisata perhantuan yang bernama Rumah Horror. Di tempat ini, kita bisa menyaksikan berbagai jenis patung hantu lokal maupun mancanegara sebagai tema hiburan dan foto. Rumah ini dikemas menarik dengan hadirnya patung yang dihias seperti hantu, sehingga menarik minat para pengunjung untuk mengabadikan momen serunya bersama para hantu.
Jika ingin menikmati wahana yang sedang kekinian tersebut, pengunjung akan diajak melewati pintu gerbang bertuliskan Kampung Horror Sunrise Hill dengan dua ekor naga, dua sosok hantu berjubah, berikut sosok wanita cantik serupa Nyi Blorong maupun Nyi Roro Kidul. Setelah itu, kita akan diperlihatkan hantu-hantu yang lain seperti genderuwo, pocong, wewe gombel, malaikat maut, penyihir, tuyul, dan ada pula sosok kuntilanak yang tengah berkendara motor Kawasaki Ninja.
Glamping atau Glamor Camping Sunrise Hill
Bagi wisatawan yang berasal dari luar kota dan ingin menginap di kawasan Bandungan, tidak perlu repot-repot untuk mencari penginapan. Di sunrise Hill, saat ini juga disediakan homestay yang bernama Glamping (Glamor Camping) @sunrisehill_gedong_songo. Hanya dengan membayar Rp 500.000 kita bisa menginap di homestay dengan kapasitas 6 orang perkamarnya. Dan fasilitasnyapun ternyata cukup fantastis, antara lain: Bed, Air Panas, TV, Meja, Jar Air dan Free Masuk lokasi wisata utk 2 orang .


















