Friday, January 15, 2010

Kota Semarang

    Kota Semarang


Kota Semarang
Kota Semarang merupakan salah satu wilayah yang secara administratif termasuk dalam bagian dari Wilayah Propinsi Jawa Tengah. Secara sepintas tampak bahwa, wilayah Kota Semarang terletak di bagian utara Propinsi Jawa Tengah, dan Secara fisik administrasi Kota Semarang mempunyai luas wilayah 37.370,39 Ha, dengan batas-batas sebagai berikut:
•    Sebelah Utara    : Laut Jawa (letak lintang 6o 50’ LS)
•    Sebelah Selatan    : Kabupaten Semarang (letak lintang 7o 10’ LS)
•    Sebelah Barat    : Kabupaten Kendal (letak lintang 109o 50’ BT)
•    Sebelah Timur    : Kabupaten Demak (letak lintang 110o 35’ LS)
 
Kota Semarang terdiri dari 16 kecamatan dan 177 kelurahan. Ke-16 kecamatan tersebut antara lain: Kecamatan banyumanik, Kecamatan Candisari, Kecamatan Gajahmungkur, Kecamatan Gayamsari, Kecamatan genuk, Kecamatan Gunungpati, Kecamatan Mijen, Kecamatan Ngaliyan, Kecamatan Pedurungan, Kecamatan Semarang Barat, Kecamatan Semarang Selatan, Kecamatan Semarang Tengah, Kecamatan Semarang Timur, Kecamatan Semarang Utara, Kecamatan Tembalang dan Kecamatan Tugu

Di dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) kota yang menjadi ibukota provinsi Jawa Tengah ini ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN) sementara Kab. Semarang (Ungaran) sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) dan Kab. Kendal serta Demak sebagai Pusat Kegiatan Lokal. Penetapan ini karena KotaSemarang berpotensi sebagai:
  • Pusat yang mempunyai potensi sebagai pintu gerbang ke kawasan-kawasan internasional dan mempunyai potensi untuk mendorong daerah di sekitarnya.
  • Pusat jasa pemerintahan untuk nasional atau meliputi beberapa propinsi.
  • Pusat jasa-jasa kemasyarakatan yang lain untuk nasional atau meliputi beberapa propinsi.
  • Pusat jasa-jasa pelayanan keuangan/ bank, yang melayani secara nasional atau melayani beberapa propinsi.
  • Pusat pengolahan/pengumpul barang secara nasional atau meliputi beberapa propinsi.
  • Simpul transportasi secara nasional atau untuk beberapa propinsi.
Dalam lingkup regional (Kedungsepur), Kota ini sangat potensial sebagai pusat kolektor dari berbagai produk sumber daya lokal pertanian dari wilayah hinterland (Ungaran, Kendal dan Demak).  Kota Semarang memiliki infrastruktur yang cukup baik yang telah mendukung fungsi Metropolitan Semarang sebagai kota industri dan jasa dan perdagangan, serta fungsi-fungsi perkotaan lainnya baik dalam skala pelayanan lokal, regional maupun nasional. Infrastruktur yang telah terbangun ini akan mendukung peran kota dalam konstelasi regional, khususnya dalam mendorong peranan dari penggerak-penggerak utama ekonomi kota yaitu sektor perdagangan, hotel, restoran, sektor jasa-jasa dan sektor industri pengolahan.

Kondisi Topografi Kota Semarang
Kota Semarang mempunyai ketinggian sekitar 0.75-348 meter diatas permukan laut. Ketinggian 0.75-90.5 termasuk dalam kawasan Pusat Kota  (Dataran Rendah Semarang Bagian Utara) yang di wakili oleh titik tinggi di Daerah Pantai Pelabuhan Tanjung Mas, Simpang Lima, Candibaru. Sedangkan ketinggian 90.5-348 terletak pada daerah pinggir kota, yang terbesar disepanjang arah mata angin yang diwakili oleh titik tinggi yang berlokasi di Jatingaleh dan Gombel, Semarang Selatan, Tugu, Mijen dan Gunungpati. Kondisi Topografi Kota yang berada di pinggir Laut Jawa ini beraneka ragam yang terdirii dari
a.    Dataran pesisir pantai    :   1% dari luas wilayah total
b.    Dataran rendah        : 33% dari luas wilayah total
c.    Dataran tinggi        : 66% dari luas wilayah total

Apabila dilihat dari kelerengannya, kota Semarang dibagi menjadi 4 jenis kelerengan yaitu :
  1. Lereng I (0-2 %) meliputikecamatan Genuk Pedurungan, Gayamsari, Semarang Timur, Semarang Utara dan Tugu serta sebagian wilayah Kecamatan tembalang Banyumanik dan Mijen.
  2. Lereng II (2-15 %) meliputi kecamatan Semarang Barat, Semarang Selatan, candisari, Gajahmungkur, Gunungpati dan ngaliyan.
  3. Lereng III (15-40 %) meliputi wilayah disekitar Kaligarang dan Kali Kreo (kecamatan Gunungpati), sebagian wilayah kecamatan Mijen (daerah Wonoplumbon), sebagian wilayah kecamatan Banyumanik dan kecamatan Candisari.
  4. Lereng IV (> 40 %) meliputi sebagian wilayah Banyumanik (sebelah tenggara), dan sebagian wilayah kecamatan Gunungpati, terutama disekitar kali Garang dan kali Kripik.
.Kondisi Geologoi Kota Semarang
Kondisi geologi diidentifikasi berdasarkan satuan-satuan litologi sebagai berikut :
  • Bagian utara sebagian besar ditutupi oleh endapan permukaan yang merupakan alluvium hasil pembentukan delta Kaligarang. Terdiri dari lapisan pasir, lempung, kerikil.
  • Bagian selatan memiliki lapisan litologi breksi dan lava andesit, termasuk ke dalam endapan vulkanik.
  • Daerah perbukitan (Srondol Wetan, Banyumanik, dan sekitarnya terdiri dari lapisan batuan breksi vulkanik dengan sisipan lava batu pasir tufa dan tanah berwarna merah dengan ketebalan 50-200meter.
Peta Kota Semarang
Pembagian tingkat permeabilitas tanah berdasar jenis litologi ialah sebagai berikut :
  1. Sebagian wilayah kecamatan Semarang Selatan, Semarang Barat, Gunungpati, dan Mijen dan kondisi tidak permabel (Kedap) dengan nilai antara 0,04-87,5 liter/hari.
  2. Sebagian wilayah Tugu, Mijen, Semarang Timur dan Genuk mempunyai tingkat permeabilitas rendah dengan nilai antara 4-2.037 liter/m2/hari.
  3. Sebagian wilayah Genuk, Semarang Tangah, Semarang Utara, Semarang Barat dan Tugu mempunyai tingkat permeabilitas dengan nilai antara 4.037-122.000 liter/m2/hari.
  4. Wilayah Kecamatan Mijen, Gunungpati dan Semarang Selatan mempunyai permeabilitas tinggi dengan nilai antara 8.149-203.735 liter/m2/hari.

Kondisi Hidrologi Kota Semaranng

Sistem akuifer air tanah dangkal diwilayah Kota Semarang merupakan akuifer bebasa karena muka air tanahnya berhubungan langsung dengan air permukaan. Di dataran aluvial muka air tanah berkisar 0.2-4 meter dari muka laut, semakin kearah timur dan utara semakin dalam melebihi 90 meter. Akuifer delta garang, akuifer endapan alluivial serta perbukitan merupakan akuifer utama pemasok air tanah di Wilayah Semarang. Akuifer produktif tinggi dengan aliran melalui ruang dengan sebaran yang luas justru terdapat pada daerah rendah, yaitu Kecamatan Semarang Utara, Kecamatan Semarang Timur, Kecamatan Semarang Tengah, Kecamatan Gayamsari dan Genuk.

Di daerah ini air tanah di eksploitasikan secara lebih untuk keperluan industri maupun rumah tangga Air tanah langka terdapat di daerah Kecamatan Tembalang, Banyumanik dan Gunungpati. Kondisi kedalaman air tanah di kota Semarang ialah sebagai berikut :
  1. Kedalaman Muka air tanah (4 meter meliputi kecamatan Gunungpati (100%) mijen dan Semarang Timur.
  2. Kedalaman muka air tanah (4 meter melipiti kecamatan Semarang Tengah (100%), Semarang Utara dan Semarang Barat.
Di kota Semarang mengalir sungai besar dan beberapa sungai kecil, antara lain sungai banjirkanal, kali bringin dan kali plumbon sungai tersebut merupakan sungai primer.


Tags: ,

0 Responses to “Kota Semarang”

Post a Comment

Subscribe

Mau berlanganan ? Silahkan masukkan emailmu di sini

© 2013 Fotopedia. All rights reserved.
Designed by SpicyTricks