Recent Articles

Sunday, December 14, 2014

Kecamatan Gunem

Sunday, December 14, 2014 - by Blogger · - 0 Comments

Kecamatan Gunem



Kecamatan Gunem merupakan salah satu kecamatan yang masuk dalam lingkup wilayah administrasi Kabupaten Rembang yang terletak di ujung selatan dan berada di lereng pegunungan Kapur Utara dengan batas-batas wilayah sebagai berikut:
•    Sebelah utara     : kecamatan Pamotan
•    Sebelah timur     : kecamatan Sale
•    Sebelah selatan     : kabupaten Blora
•    Sebelah barat      : kecamatan Sulang dan kecamatan Bulu.

Peta Kecamatan Gunem
Luas wilayah kecamatan ini adalah 80,2 km². diantaranya merupakan hutan yang dikelola oleh Perhutani. Secara adminstratif, Kecamatan Gunem mencakup 16 (enam belas) Desa, yaitu : Kajar, Timbrangan, Tegaldowo, Pasucen, Suntri, Dowan, Trembes, Gunem, Kulutan, Sidomulyo, Telgawah, Sendangmulyo, Panchan, Demaan, Banyuurip, dan Sambongpayak. Desa yang memiliki luas wilayah terbesar di Kecamatan Gunem yaitu Desa Tegaldowo dengan luas wilayah sebesar 1679,09 ha , sedangkan luas desa yang paling kecil di Kecamatan Gunem yaitu Desa Sambongpayak dengan total luas sebesar 90,29 ha

Apabila dilihat dari sisi topografinya, Kecamatan ini merupakan dataran sedang dan pegunungan dengan ketinggian +50m dpl dan memiliki kemiringan lereng yaitu 2 – 15 %.  Sungai yang mengalir di sekitar Kecamatan ini  adalah Sungai Babagan yang termasuk dalam PPST. Sebagaimana Kabupaten Rembang pada umumnya, kecamatan ini beriklim tropis dengan temperatur udara rata – rata 280 C dengan temperatur tertinggi sebesar 330 C dan terendah 220C. Jumlah hari hujan mencapai 153 hari pertahun dengan curah hujan rata – rata 1500 mm pertahun.
 
Ada beberapa sumber mata air, sungai dan waduk yang difungsikan sebagai sumber penyediaan air bersih, antara lain :
  1. Mata Air Dowan yang terletak di Desa Dowan dengan debit 12 liter / detik, penggunaannya untuk irigasi dan saat ini kering.
  2. Mata Air Nglondro  di Desa Suntri dengan debit 11 liter / detik, penggunaannya untuk irigasi dan saat ini kering.
  3. Mata Air Kajar yang berada di Desa Kajar,  memiliki debit 6 liter /detik, penggunaannya untuk air minum dan irigasi. Saat ini masih berfungsi.
  4. Mata Air Suruhan. Mata air ini terletak di Desa Trembes yang memiliki debit 8 liter / detik, penggunaannya untuk irigasi dan saat ini kering.
  5. Mata Air Taban, yang berada di Desa Sidomulyo dengan  debit 6 liter / detik, penggunaannya untuk air minum dan irigasi. Saat ini kering.
  6. Mata Air Pasucen yang terletak di Desa Pasucen yang memiliki debit 7 liter / detik, penggunaannya untuk air minum dan irigasi dan saat ini kering.
  7. Mata Air Soco, berada  di Desa Sendang Mulyo  dengan debit 7 liter / detik, penggunaannya untuk air minum dan  irigasi. Saat ini kering.
  8. Kali Grubugan, merupakan anak sungai dari Sungai Babagan. Debit andalan 80% pada bulan Agustus 25 lt/detik (terkecil) dan bulan Februari 774 liter/detik.
  9. Embung Trembes/Precet, yang memiliki volume 60000 m3 , berfungsi sebagai irigasi.
  10. Embung Suruhan
  11. Embung Pasucen, dengan volume 30000 m3, berfungsi sebagai irigasi. Embung Pasucen memiliki volume 15000m3, berfungsi sebagai irigasi.
  12. Embung Panohan, yang memiliki daerah tangkapan 16 km2, luas genangan 40 Ha, total tampungan 3 juta m3, berfungsi sebagai irigasi dan air baku. Embung Panohan direncanakan untuk air baku dengan debit 30 liter/detik.
Kandungan mineral yang ada di Kecamatan Gunem yaitu bahan galian golongan C yang ada berupa: pasir, kapur , phospat , ball clay , batu bara serta gibsum. Karena banyaknya kandungan bahan tambang, maka kecamatan ini banyak dilirik investor yang tujuannya untuk mengeksploitasi sumber daya alam tersebut

Thursday, December 11, 2014

Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal

Thursday, December 11, 2014 - by Blogger · - 0 Comments

Peta Kecamatan Rowosari
Kecamatan Rowosari merupakan salah satu kecamatan yang ada di bagian ujung barat Kabupaten Kendal dimana secara geografis terletak pada 10 08’ 00” LS - 10 20’ 00” LS dan 1090 52’ 24” BT- 1100 09’ 48” BT dengan jarak 21 km dari pusat pemerintahan Kota Kendal. Wilayah Kecamatan yang berada dipinggir Laut Jawa ini terbagi dalami 16 desa, dengan 72 dusun, 84 RW, serta 347 RT dan memiliki luas wilayah 32,61 km2. Desa-desa yang terdapat di Kecamatan Rowosari antara lain: Tambaksari, Tanjungsari, Parakan, Tanjunganom, Gebanganom, Rowosari, Gempolsewu, Sendangsikucing, Wonotenggang, Randusari, Karangsari, Sendangdawuhan, Pojoksari, Kebonsari, Bulak, Jatipurwo
Adapun batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:
Sebelah Utara         :  Laut Jawa
Sebelah Timur        :  Kecamatan Kangkung
Sebelah Selatan      :  Kecamatan Weleri
Sebelah Barat         :  Kabupaten Batang

Kecamatan Rowosari merupakan daerah dataran rendah di Pantai Utara Pulau Jawa dengan ketinggian tanah antara 0-2 meter di atas permukaan laut pada wilayah bagian utara dan 2-10 meter di atas permukaan laut untuk wilayah selatan. Tingkat curah hujan yang paling dominan di Kecamatan ini adalah curah hujan 21,7 mm/tahun. Untuk tingkat curah hujan 21,8-22 mm/tahun hanya terdapat di Desa Sendang Sikucing bagian utara. 

Jenis Tanah yang ada  terdiri dari jenis Aluvial yang meliputi Tanah Aluvial Hidromorf, Aluvial Kelabu Tua dan Asosiasi Aluvial Kelabu. Tanah aluvial adalah tanah yang dibentuk dari lumpur sungai yang mengendap di dataran rendah yang memiliki sifat tanah yang subur dan cocok untuk lahan pertanian. Aluvial ialah tanah muda yang berasal dari hasil pengendapan. Sifatnya tergantung dari asalnya yang dibawa oleh sungai. Tanah aluvial yang berasal dari gunung api umumnya subur karena banyak mengandung mineral. Tanah ini sangat cocok untuk persawahan. Penyebarannya di lembah-lembah sungai dan dataran pantai

Peruntukan lahan di Kecamatan Rowosari di tahun 2012 lebih dominan dipergunakan untuk lahan sawah sebesar 1.084 Ha, kemudian lahan bukan pertanian sebesar 581,23 Ha, dan selanjutnya lahan bukan sawah sebesar 143,94 Ha. Lahan sawah yang ada digunakan untuk menanam berbagai macam tanaman pertanian yaitu seperti padi, jagung, tembakau dan lain sebagainya.

Penduduk Kecamatan tersebut  pada tahun 2012 didominasi oleh laki-laki, namun perbedaan antara jumlah penduduk pria dan wanita tidak signifikan. Jumlah Penduduk laki-laki   sebesar  27.539  jiwa sedangkan jumlah penduduk wanita sebesar 27.216 jiwa. Tahun 2012 menunjukkan jumlah penduduk sebesar 54.755 jiwa. (Kecamatan Rowosari Dalam Angka Tahun 2012-2013).

Kecamatan Pegandon

- by Blogger · - 0 Comments

Kecamatan Pegandon 
Kabupaten Kendal

Kecamatan Pegandon merupakan bagian dari Kabupaten Kendal yang memiliki luas wilayah 31,12 Km2 atau 3.112 Ha dan terdiri dari 12 desa, 47 dukuh, 58 RW, 210 RT. Luas wilayah yang paling terbesar berada di Desa Wonosari dengan luas daerah sebesar 14,50 Km2 sedangkan yang terkecil berada di Desa Penanggulan dengan luas daerah 0,67 Km2.  Secara administrasi kecamatan ini memiliki batas wilayah sebagai berikut:
•    Sebelah Utara     :    Kecamatan  Patebon
•    Sebelah Timur    :    Kecamatan Singorojo
•    Sebelah Selatan  :    Kecamatan Gemuh
•    Sebelah Barat     :    Kecamatan Ngampel

Bentuk dasar permukaan tanah atau struktur topografi suatu kawasan merupakan sumber daya yang sangat mempengaruhi lokasi. Kecamatan Pegandon merupakan kecamatan yang terletak pada ketinggian 6 m diatas permukaan laut, dengan sebagian besar wilayah cenderung datar dan sedikit bergelombang dengan kemiringan 2 – 15 %. Kondisi tersebut mempunyai daya dukung yang potensial dalam pengembangan kegiatan perkotaan.  

Secara geologi yang berada di bagian tengah Kabupaten  kendal ini termasuk ke dalam wilayah yang dicirikan oleh adanya kompleks metamorfisme skeis dan gneis sebagai alas, yang kemudian tertindih oleh satuan batuan yang terdiri atas batuan sedimen dan batuan gunung api disamping terjadinya terobosan oleh granit dan granodiroit. Secara rinci susunan kelompok batuan yang terdapat pada wilayah ini antara lain kelompok batuan Aluvium, Formasi Damar, Lapisan Marin dan Kifas aluvium. Adapun kondisi tanahnya terdiri dari tanah berjenis aluvial yang dapat digunakan untuk kegiatan pertambakan, pertanian padi dan palawija dan juga cocok untuk permukiman, Latosol, dan juga Mediteran Coklat Kemerahan. 

Sumber daya air di Kecamatan Pegandon berupa air permukaan (sungai) dan air tanah (sumur). Secara umum kondisi sumber daya air cukup memadai karena didukung oleh adanya beberapa sungai kecil dan kedalaman air tanah yang memadai untuk mendukung kebutuhan air bersih masyarakat. Selain itu juga untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kecamatan Pegandon sebagian besar penduduk memperoleh supply dari PDAM, sebagian kecil sumur gali dan pompa.

Wednesday, November 12, 2014

Pil, Kapsul dan Tablet

Wednesday, November 12, 2014 - by Blogger · - 0 Comments

pil, kapsul, tablet
Obat merupakan sarana yang dibutuhkan oleh orang yang sedang sakit untuk menyembuhkan penyakit dengan cara memkan atau meminumnya. Berdasarkan jenis dan bentuknya obat ada yang berbentuk cair maupun padat, dimana obat berwujud padat ada yang berupa Pil, Kapsul ataupun Tablet

Pil yang berasal dari bahasa latin Pila yang mengandung arti bola adalah suatu sedian berupa massa bulat mengandung satu atau lebih bahan obat dengan berat antara 100-500 mg. Kapsul (capsulae) merupakan sediaan obat yang terbungkus dalam cangkang kenyal atau keras yang berbentuk bulat telur atau silinder berujung bulat dengan bahan terbuat dari metil selulosa, gelatin atau bahan lain yang cocok. Sedangkan yang dimaksud dengan tablet adalah bentuk sediaan padat yang terdiri dari satu atau lebih bahan obat yang dibuat dengan pemadatan, kedua permukaannya rata atau cembung. 

Diantara ketiga jenis obat tersebut diatas, yang menjadi primadona untuk di makan adalah kapsul karena terbungkus dalam bahan yang bisa melindungi lidah dari rasa pahit yang ada dalam obat tersebut

Monday, September 15, 2014

Larutan Cap Kaki Tiga

Monday, September 15, 2014 - by Blogger · - 0 Comments

 Larutan Cap Kaki Tiga




Jika badan kita rasanya tidak nyaman, Tenggorokan terasa panas dan juga sariawan biasanya itu adalah gejala panas dalam. Suatu hal yang sering kita alami dalam kehidupan sehari-hari. Panas dalam dianggap sebagai efek dari makanan yang bersifat yang (panas) yang berlebih. Keluhan yang timbul, menurut konsep ini, adalah sariawan, begah, tenggorokan gatal dan panas. Inilah penyebab panas dalam menurut konsep yin dan yang dari Cin. 

Untuk mengatasi panas dalam, bisa dilakukan dengan mengkonsumsi larutan penyegar dimana salah satunya adalah Larutan Cap Kaki Tiga.  Larutan Cap Kaki Tiga secara efektif mengurangi gejala panas dalam seperti radang tenggorokan, bibir pecah-pecah dan gangguan pencernaan. Produk ini merupakan produk dari wen ken drug, perusahan yg bertempat di singapura sejak tahun 1937. Larutan pereda panas dalam yang mengandung mineral alami (gypsum fibrosum dan calcitum) yang dapat mencegah dan mengobati panas dalam. Larutan Cap Kaki Tiga dengan resep turun temurun tepercaya dan  telah dikonsumsi banyak keluarga selama berpuluh-puluh tahun. Saat ini sudah terdapat produk larutan cap Kaki Tiga dengan berbagai varian rasa antara lain:  rasa Jeruk Nipis, Melon, Stroberi, Jambu, Jeruk & Leci dan masih ada juga rasa orisinil atau tawar. 

Khasiyat dan kegunaan Larutan Cap Kaki Tiga :
Larutan Cap kaki Tiga membantu meredakan panas dalam, sariawan, tenggorokan kering dan membantu menyegarkan badan.

Komposisi Larutan Cap Kaki Tiga :
Gypsum Fibrosum...........................450 mg
Calcitum..........................................225 mg
Air sampai dengan .........................500 ml

Cara Pemakaian Larutan Cap Kaki Tiga 

1.    Orang dewasa minum 3 kali sehari 100 ml sampai 200 ml (1/2 gelas sampai 1 gelas)
2.    Anak-anak minum 3 kali sehari 50 ml sampai 100 ml (1/4 gelas sampai 1/2 gelas)
Untuk Selanjutnya:
1.    Orang dewasa minum 1 kali sehari 200 ml (1 gelas)
2.    - Anak-anak minum 1 kali sehari 100 ml (1/2 gelas)


 
Katagori:
Minuman  Buah Elektrolit  Kesehatan  Soda  Tradisional  Teh 
Makanan Buah  jajanan Kesehatan Kue Mie Tradisional

Wednesday, August 20, 2014

Balai Desa Gebanganom Rowosari kendal

Wednesday, August 20, 2014 - by Blogger · - 0 Comments

Kantor Kepala Desa Gebanganom 
Kecamatan Rowosari 
Kabupaten Kendal


Balai desa atau Kantor Kepala Desa Gebanganom Rowosari Kabupaten Kendal adalah salah satu fasilitas utama yang dimiliki oleh masyarakat Desa Gebanganom. Di tempat tersebut setiap hari kerja banyak masyarakat yang dating untuk mendapatkan pelayanan dari perangkat desa.

Sebagaimana diketahui, Gebanganom merupakan salah satu desa di Kecamatan Rowosari kabupaten Kendal memiliki luas sekitar 150 Hektar dengan batas bagian utara : Desa Sendangsikucing, bagian Selatan berbatasan dengan Desa Tanjuanganom, bagian  Barat berbatasan dengan Desa Rowosari dan Desa Gempolsewu dan bagian Timur berbatasan  dengan Desa Bulak.   

Aktifitas Pelelangan Ikan di TPI Tawang

- by Blogger · - 1 Comment

Aktifitas Pelelangan Ikan di TPI Tawang


TPI Tawang
Keberadaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tawang yang berada di kompleks Pelabuhan Perikanan Pantai Tawang Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal sangat membantu kehidupan nelayan yang ada di Rowosari dan sekitarnya. Setiap hari, nelayan yang selesai bekerja menangkap ikan di laut lepas menjual ikan di TPI tersebut.

Bermacam-macam jenis ikan serta ukuran diperjualbelikan di tempat tersebut. Dan tidaklah mengherankan apabila banyak konsumen baik yang ingin menjual kembali atau langsung mengolahnya dating ke tempat tersebut untuk mencari ikan segar. Dan salah satu daya tarik yang mampu menarik pembeli adalah tingkat kesegaran ikan yang dijual karena benar-benar dibawa langsung oleh nelayan dari laut. 

Dan gambar di atas  adalah salah satu aktivitas dari nelayan, serta pembeli yang ada di TPI Tawang. Terlihat banyak jenis ikan yang di jajakan di sana sambil menunggu giliran pelelangan yang difasilitasi oleh pegawai TPI. 

Thursday, June 12, 2014

Kecamatan Ngawen

Thursday, June 12, 2014 - by Blogger · - 0 Comments

Kecamatan Ngawen
Kabupaten Klaten


Kecamatan Ngawen merupakan salah satu kecamatan yang ada dalam wilayah Administrasi Kabupaten Klaten. Kecamatan tersebut memiliki 13 desa/kelurahan yaitu:  Duwet, Gatak, Manjung, Senden, Kahuman, Pepe, Manjungan, Ngawen, Kwaren, Candirejo, Mayungan, Tempursari dan Drono dengan luas wilayah keseluruhan sebesar 1,696.90 hektar.

Kecamatan yang pada tahun 2013 berpenduduk 45,068 jiwa ini memiliki batas wilayah sebagai berikut :
Sebelah utara      :  Kecamatan Karanganom dan Kecamatan Jatinom
Sebelah timur     :  Kecamatan Ceper
Sebelah selatan   :  Kecamatan Klaten Utara dan Kecamatan Klaten  Selatan
Sebelah barat      :  Kecamatan Karangnongko

Apabila ditinjau berdasarkan kelerengannya, wilayah Kecamatan Ngawen memiliki dua kelas topografi yaitu topografi datar dan topografi landai. Dimana topografi datar tersebut berada pada angka kelerengan 0-2%, dan topografi datar berada pada bagian selatan. Sedangkan topografi landai berkisar pada angka 2-5%, dan wilayah yang bertopografi landai berada pada wilayah utara.  Ketinggian wilayah kecamatan tersebut adalah 100-500 meter di atas permukaan laut, sehingga masuk dalam katagori ketinggian rendah. 

Kecamatan Ngawen
Jenis tanah di Kecamatan ini adalah jenis tanah regosol kelabu yang memiliki tekstur kasar dan berasal dari material gunung api. Tanah regosol ini berupa tanah alluvial yang diendapkan. Tanah regosol ini tidak dapat dimanfaatkan untuk pertanian tetapi dapat digunakan bagi tembakau tanaman palawija dan buah-buahan yang tidak membutuhkan banyak air. Di Kecamatan Ngawen terdapat di beberapa sumber mata air, antara lain di Desa Duwet, Manjung, Ngawen, dan Candirejo. Hampir semua mata air yang ada digunakan untuk irigasi, mandi dan cuci.

Kegiatan budaya yang terdapat di Kecamatan Ngawen berupa acara bersih desa atau merti desa yang dilakukan setiap tanggal 1 Muharram dan 10 Dzulhijah. Di kawasan ini juga terdapat desa wisata, yaitu Dewi Soran Desa Duwet yang menyajikan beberapa kegiatan budaya seperti seni tari, ketoprak, karawitan anak, keroncong dan campursari, gejog lesung, jatilan, reog, wayang wahyu atau wayang suket. Lesung merupakan musik tradisional kuno yang saat ini hampir punah, dan mempunyai nilai seni yang tinggi khususnya bagi para petani yang mengungkapkan rasa kegembiranya setelah musim panen padi tiba. Kesenian ini mengandung unsur penyampaian informasi kepada masyarakat sekitar bahwa pada saat tersebut ada orang punya hajat dan ketika terjadi gerhana bulan. Selain kesenian budaya tersebut juga didukung adaya beberapa sumber mata air yang dapat menjadi daya tarik wisata.

Tuesday, April 1, 2014

Kecamatan Jepara

Tuesday, April 1, 2014 - by Blogger · - 0 Comments

Kecamatan Jepara
Kecamatan Jepara merupakan salah satu kecamatan yang ada dalam wilayah administratif Kabupaten Jepara yang memiliki luas wilayah 24,66 Km2.  Kecamatan yang merupakan pusat perkotaan Kabupaten Jepara ini terdiri dari 16 desa/ kelurahan yaitu: Karangkebagusan, Demaan, Bulu, Kauman, Panggang, Potroyudan, Bapangan, Saripan, Jobokuto, Ujungbatu, Pengkol, Mulyoharjo, Kuwasen, Bandengan, Wonorejo dan Kedungcino. Adapun batas-batas wilayah Kecamatan Jepara adalah sebagai berikut :
Sebelah Utara    :   Kecamatan Mlonggo
Sebelah Selatan :   Tahunan
Sebelah Timur   :   Kecamatan Pecangaan
Sebelah Barat    :   Laut Jawa

Berdasarkan kemiringan tanahnya, Kecamatan Jepara dibedakan dalam dua kategori yaitu daerah dengan kelerengan 0-8 % (dengan kelerengan datar) dan kelerengan 8-15 % (dengan  kelerengan landai). Kelerengan 0-8 % dimiliki oleh bagian barat dan kelerengan 8-15 % dimiliki oleh bagian timur seperti Desa Mulyoharjo, Desa Wonorejo dan Kelurahan Pengkol.

Kecamatan Jepara termasuk dalam wilayah Sub DAS Jratun Seluna (Jragung, Tuntang, Serang, Lusi, dan Juana). Aliran sungai ini titik beratnya diarahkan pada pemanfaatan secara optimal sekaligus rehabilitasi terhadap sumber alam hutan, tanah dan air yang rusak serta untuk meningkatkan pembangunan pertanian yang dapat memberikan pengaruh pada sektor lain. Sungai-sungai besar yang dijumpai di kecamatan tersebut diantaranya Sungai Wiso, Kanal dan Sampok. Potensi air permukaan tanah dan air dalam tanah cukup besar, pada umumnya berupa sungai. Air dalam tanah dapat dibagi 3 daerah menurut keadaan airnya, yaitu :
  • Daerah air tawar, meliputi daerah kaki Gunung Muria, mempunyai mutu air yang baik dan digunakan sebagai sumber air minum.
  • Daerah air tanah payau, meliputi daerah dataran rendah yang merupakan batas antara air tanah asin dengan air tanah tawar. Persebaran akuifernya tidak merata pada tiap tempat dengan ketebalan antara 2-7 m. Air ini relatif masih bisa digunakan.
  • Daerah air asin, meliputi daerah dataran di pinggiran pantai atau pantai yang menjorok ke daratan.

Jenis tanah di Kecamatan Jepara dibedakan dalam dua kategori meliputi asosiasi mediteran, alluvial kelabu dan litosol merah. Jenis tanah asosiasi mediteran berada di bagian barat atau yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa dan jenis tanah litosol merah berada di bagian timur seperti di Desa Mulyoharjo dan Desa Wonorejo

Thursday, March 6, 2014

Kecamatan Paku

Thursday, March 6, 2014 - by Blogger · - 0 Comments

 Kecamatan Paku 
Peta Kecamatan Paku
Kecamatan Paku merupakan kecamatan di Kabupaten Barito Timur yang memiliki luas kawasan sebesar 272 km2atau 7,09 persen dari luas Kabupaten. Kecamatan ini terbagi dalam 12 desa yaitu: Desa Tampa dengan luas wilayah 25 km2, Desa Runggu Raya yang memiliki luas wilayah 28 km2, Desa Patung dengan luas 25 km2, Desa Kalamus dengan luas 40 Km2, Desa Simpang Bangkuang dengan luas 29 Km2, Desa Kupang Baru dengan luas wilayah 9 km2, Desa Luau Jawuk yang memiliki luas 8 km2, Desa Tarinsing dengan luas 8 km2, Desa Bantai Napu dengan luas 7 km2, Desa Pangkan dengan luas 26 km2, Desa Gandrung dengan luas 44 km2 dan Desa Paku Beto dengan luas 23 km2.
Kecamatan Paku memiliki batas-batas sebagai berikut:
1.    Sebelah Utara   :  Kecamatan Dusun Tengah
2.    Sebelah Timur  :  Kecamatan Dusun Tengah
3.    Sebelah Selatan : Kecamatan Awang 
4.    Sebelah Barat    : Kecamatan Pematang Karau dan Karusen Janan

Apabila dilihat dari segi geografis, ketinggian wilayah Kecamatan ini berada dikisaran 14,5 meter dari permukaan laut  di Desa Tampa dan 105,7 meter daripermukaan laut di Desa Gandrung. Jika dilihat dari presfektif kemiringan lahan tiap desa, desa dengan kemiringan landai (<15) adalah Desa Tampa, Simpang Bangkuang, Kupang Baru, dan Luau Jawuk. Desa dengan kemiringan sedang (15–250) antara lain Desa Runggu Raya, Patung, Kalamus,Tarinsing, Bantai Napu, Pangkan, dan Paku Beto. Sementara desa dengan kemiringan Curam (>25) hanya di Desa Gandrung.

Jumlah penduduk Kecamatan  Paku pada tahun 2013 adalah sebanyak 8.138 jiwa yang terdiri atas 4.246 jiwa laki-laki  dan 3.892 jiwa perempuan dari 2.153 rumah tangga. Desa dengan jumlah penduduk tertinggi adalah Desa Kalamus dengan jumlah penduduk sebanyak 1.595 jiwa atau 19,60 persen daritotal penduduk Kecamatan. Sementara desa dengan jumlah penduduk terendah adalah Desa Tarinsing dengan jumlah penduduk sebanyak 148 jiw aatau 1,82 persen dari total penduduk Kecamatan. 

Sarana dan prasarana fasilitas kesehatan di Kecamatan ini hingga tahun 2013 terdiri atas 1 unit puskesmas yang terletak di Desa Tampa, 7 unit puskesmas pembantu yang terletak di Desa Tampa, Runggu Raya, Patung, Kalamus, Tarinsing, Bantai Napu, dan Gandrung, 1 unit praktek dokter, 7 unit praktek bidan, 5 unit poskesdes, dan 15 unit posyandu. Sementara untuk tenaga kesehatan telah tersedia 1 orang dokter, 20 orang perawat, 8 orang bidan, 2 orang tenaga kesehatan lingkungan, dan 20 orang dukun bayi terlatih.

Fasilitas pendidikan yang ada mulai dari jenjang Pendidikan SD sampai SMA telah tersedia. Sarana pendidikan SD berjumlah 14 unit yang tersebar hampir di seluruh desa kecuali di Desa Tarinsing. Jenjang SMP sebanyak 2 unit yang terletak di Desa Tampa dan Patung. Untuk jenjang SMA/sederajat terdapat 2 unit yaitu 1 unit SMA yang terletak di Desa Kupang Baru, dan 1 unit SMK yang terletak di Desa Tampa.

Mayoritas keluarga di kecamatan ini beraktivitas di sektor pertanian, dimana komoditas utamanya antara lain tanaman padi sawah dan padi ladang. Pada tahun 2013 total produksi komoditas padi sawah adalah sebesar 4.836 ton dengan tingkat produktivitas sebesar 36,91 ku/ha, sementara untuk padi ladang sebesar 352 ton dengan tingkat produktivitas sebesar 24,43 ku/ha. Produksi tertinggi tanaman sayuran adalah komoditasterong dengan total produksi mencapai 10 kuintal di tahun 2013. Sementara untuk buah-buahan, produksi tertinggi adalah pada komoditas pisang dengan total produksi mencapai 111 kuintal.
Di sektor perkebunan, komoditas yang palingbanyak diusahakan di Kecamatan Paku adalah komoditas karet. Hal ini dikarenakan mayoritas penduduk adalah petani kebun karet. Banyaknya  produksi komoditas ini di tahun 2013 adalah mencapai 1.262,80 ton denganluas area tanam sebanyak 2.552,70 ha.


Wednesday, February 12, 2014

Balai Desa Wonotunggal

Wednesday, February 12, 2014 - by Blogger · - 0 Comments

Balai Desa Wonotunggal batang
Kantor Kepala Desa Wonotunggal atau masyarakat biasa menyebutnya dengan Balai Desa Wonotunggal terletak di pinggir jalan utama yang menghubungkan Kota Pekalongan – Banjarnegara (lewat Warungasem dan Bandar) atau Jalan utama Batang-Bandar.  Balai Desa Wonotunggal merupakan pusat pelayanan masyaraat di desa tersebut yang berjumlah 4.979 jiwa pada tahun 2011.  Lokasi Balai Desa Wonotunggal terletak di tempat yang cukup strategis, yaitu di pusat kota Kecamatan Wonotunggal dekat dengan Tugu Pertigaan Wonotunggal yang menghubungkan Kota Pekalongan – Batang – Bawang – Banjarnegara.

Sunday, January 26, 2014

Kecamatan Pakis Aji Kabupaten Jepara

Sunday, January 26, 2014 - by Blogger · - 0 Comments

Kecamatan Pakis Aji
Kecamatan Pakis Aji merupakan salah satu kecamatan baru yang ada di Kabupaten Jepara, yang terbentuk berdasarkan Perda Nomor 17 Tahun 2007 sebagai hasil pemekaran Kecamatan Mlonggo yang beribukota kecamatan di Desa Lebak. Adapun batas administratif dari kecamatan Pakis Aji adalah sebagai berikut :

Sebelah Utara        : Kecamatan Bangsri dan Mlonggo
Sebelah Selatan     : Kecamatan Tahunan dan Batealit
Sebelah Barat        : Kecamatan Jepara
Sebelah Timur       : Kecamatan Kembang

Luas Wilayah Kecamatan ini sekitar 6.055,897 ha dan terbagi dalam 8 desa, yaitu mambak, Bulungan, Lebak, Tanjung, Plajan, Suwawal Timur, Kawak dan Slagi. Ditinjau dari ketinggiannya, letak Kecamatan Pakis Aji berada pada ketinggian 100-1500 m dpl dari permukaan air laut. Jenis tanah yang terdapat di kecamatan yang terkenal karena adanya bumi perkemahan tersebut merupakan jenis tanah latosol merah dan coklat, sedangkan secara geologi mempunyai jenis batuan mengandung Leucin. Secara klimatologi Kecamatan Pakis Aji mempunyai hari hujan sebanyak 98 hari hujan/tahun dengan curah hujan 2466 mm/tahun.

Penggunaan lahan pada kecamatan ini bervariasi. Penggunaan lahan terbesar yaitu untuk lahan kering (bangunan halaman sekitar, tegal, Padang Rumput, Tambak, Kolam, Sementara tidak diusahakan, Tadah hujan, Pasang surut, lebak, polder) yaitu sebesar 4573,766 Ha. Sedangkan sisanya untuk lahan sawah (Pengairan teknis, pengairan ½ teknis, pengairan sederhana PU, Pengairan non PU, Tadah hujan). 

Beberapa potensi perekonomian yang dimiliki oleh Kecamatan Pakis Aji yaitu: keberadaan Bumi Perkemahan dan kampung teknologi di desa Suwawal Timur, sentra mebel hampir di semua desa, obyek wisata pegunungan di Desa Plajan dan potensi pertanian maupun perkebunan yang ada di semua desa. Selain itu, kecamatan yang sebelah timurnya berupa kawasan pegunungan ini juga memiliki potensi di bidang peternakan yang sudah cukup terkenal di kabupaten Jepara.

Friday, January 17, 2014

Kecamatan Karusen Janang

Friday, January 17, 2014 - by Blogger · - 0 Comments

 Kecamatan Karusen Janang 


 Peta Karusen Janang
Kecamatan Karusen Janang merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Barito Timur yang memiliki luas wilayah 178 km2 dan menjadi kecamatan yang terkecil dibandingkan dengan sembilan kecamatan lainnya yang ada. Kecamatan ini terdiri dari 7 desa/ kelurahan yaitu: Dayu dengan luas 73 Km2, Wuran dengan luas 20 Km2, Ipu Mea dengan luas 27 Km2, Simpoang Naneng dengan luas 24 Km 2, Lagan dengan luas 14 km2, Putut Tawuluh dengan luas 15 Km2 dan Kandris dengan Luas 15 Km2.
Adapun batas wilayah dari Kecamatan Karusen Janang adalah sebagai berikut:
1.    Sebelah Utara       :  Kecamatan Paku dan Kecamatan Pematang Karau
2.    Sebelah Selatan    :  Kecamatan Paju Epat dan Kecamatan Dusun Timur
3.    Sebelah Timur      :  Kecamatan Paku dan Kecamatan Awang
4.    Sebelah Barat       :   Kecamatan Pematang Karau
5.   
Desa-desa di Kecamatan ini memiliki ketinggian yangberbeda-beda dengan kemiringan landai kurang dari 15 derajat. Desa dengan ketinggian tertinggi adalah Desa Lagan yaitu 43 meter dari permukaan laut,sedangkan desa dengan ketinggian terendah adalah Desa Ipu Mea yaitu 14meter dari permukaan laut. 

Pada pertengahan tahun 2013 jumlah penduduk Kecamatan ini berjumlah  4.730 jiwa. Jumlah ini merupakan terendah kedua di Kabupaten Barito Timur setelah Kecamatan Paju Epat, dimana Karusen Janang hanya menyumbangkan 4,41 persen dari total jumlah penduduk. Demikian pula untuk rumah tangga, Kecamatan ini memiliki jumlah rumah tangga terendah kedua yakni sebanyak 1.255 rumah tangga dengan rata-rata anggota rumah tangga sekitar 3–4  jiwa. 

Masyarakat Kecamatan Karusen Janang sebagian besar masih mengandalkan sektor pertanian sebagai mata pencaharian utama. Adapun komoditi hasil pertanian yang cukup menonjol di kecamatan ini antara lain: padi sawah, padi ladang, ubi kayu, ubi jalar, sayur-sayuran berupa terong, kacang panjang, ketimun, bayam dan lain sebagainya. Sementara pada subsektor perkebunan, karet masih menjadi komoditas dengan produksi tertinggi dibandingkan komoditas perkebunan lainnya.

Industri yang ada di kecamatan ini berupa Industri kecil dan kerajinan rumah tangga yang bergerak dibidang pengolahan kayu (pembuatan kusen, pintu, dan jendela), industri pengolahan logam pembuatan parang, industri makanan, dan industri pengolahan arang.

Keberadaan sarana ekonomi seperti pasar, toko/warung, dan rumah makan berperan penting sebagai tempat perputaran uang, barang, dan jasa yang di butuhkan oleh masyarakat khususnya di Kecamatan Karusen Janang. Pada tahun 2013, di Kecamatan Karusen Janang terdapat 4 desa yang memiliki pasar dengan bangunan permanen yaitu Desa Dayu, Wuran, Ipu Mea, dan Desa Lagan. Sementara jumlah toko/warung kelontong tahun 2013 mengalami penurunan sebanyak 9 unit dari tahun sebelumnya menjadi 53 unit yang tersebar di seluruh desa

Tuesday, January 14, 2014

Jeep Wisata Lava Tour Merapi

Tuesday, January 14, 2014 - by Blogger · - 0 Comments

Jeep Wisata Lava Tour Merapi


Lava Tour Merapi
 Jika kita berkunjung ke Kaliurang Yogyakarta, maka akan disuguhi salah satu atraksi wisata yang cukup memacu adrenalin yaitu Jeep Wisata Lava Tour Merapi. Dengan menyewa jeep seharga 300-500ribu (sekalian sopirnya) kita akan di ajak menelusuri sisa-sisa erupsi Gunung Merapi khususnya yang terjadi tahun 2010. Dimana waktu itu adalah salah satu erupsi Gunung Merapi yang terdahyat karena memakan korban ratusan jiwa, termasuk Juru Kunci Gunung Merapi yang cukup terkenal, Mbah Marijan. 


Jip Lava TourJika kita ingin menggunakan Jeep Wisata Lava Tour Merapi ini, kita harus menyewa mulai dari base camp pertama yang terletak di kompleks Wisata Kaliurang tepatnya Telogo Putri. Dari sana kita akan diajak menelusuri jalan-jalan di pegunungan yang masih alami kendati beberapa ruas jalan sudah beraspal. Sambil mengemudi, sopir akan sedikit menjelaskan peristiwa terjadinya erupsi gunung Merapi  yang membuat beberapa desa rata dengan tanah karena terurug pasir. Kanan-kiri jalan yang tampak hanya lautan pasir yang mulai ditumbuhi oleh pepohonan. Sebelumnya kawasan tersebut adalah kawasan permukiman atau perkampungan yang didiami oleh warga masyarakat yaitu sekitar kawasan Kali Kuning, Kali gendol, desa Petung, kawasan wisata kali Adem, Desa jambu

Setelah itu kita akan diajak untuk singgah di beberapa tempat, seperti: museum ” sisa hartaku” yang berisi sisa sia barang rumah tangga atau ternak yang terkena awan panas gunung merapi, bekas rumah dan makam Mbah Marijan, bekas bunker yang dulu dijadikan sebagai tempat penyelamatan dari awan panas, watu alian dan lain sebagainya. Selain itu, tersedia juga paket-paket lava tour yang lain sesuai dengan keinginan dan waktu yang dimiliki oleh para pengunjung


Subscribe

Mau berlanganan ? Silahkan masukkan emailmu di sini

© 2013 Fotopedia. All rights reserved.
Designed by SpicyTricks