Recent Articles

Wednesday, August 24, 2016

Rapat Koordinasi Tim Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Demak

Wednesday, August 24, 2016 - by Blogger · - 0 Comments

Rapat Koordinasi Tim Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Demak

 
Wakil Bupati Demak, Drs Joko Sutanto memberikan arahan dalam Rakor TKPKD
Wakil Bupati Demak, Drs Joko Sutanto
Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Demak yang diketuai oleh Wakil Bupati Demak Drs Joko Sutanto pada hari Rabu 24 Agustus 2016 melaksanakan rapat koordinasi yang bertempat di Ruang Rapat Bappeda Kabupaten Demak. Dalam rapat koordinasi yang dihadiri oleh Wakil Bupati Demak, Kepala Bappeda Kabupaten Demak, SKPD dan unsur-unsur lain yang terkait tersebut mengambil tema tentang Skema Percepatan Penurunan kemiskinan Melalui Sinergitas Program dan Pendayagunaan PBDT 2015 di Kabupaten Demak.

Wakil Bupati Demak, Drs Joko Sutanto dalam kesempatan tersebut memberikan arahan kepada semua peserta rapat koordinasi terkait dengan optimalisasi upaya penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Demak.  Bahwa penanggulangan kemiskinan harus dilakukan dengan terpadu dan terarah sehingga bisa dilaksanakan secara optimal. Untuk tahap awalnya yaitu dengan menyamakan data terkait dengan kemiskinan baru nantinya adalah melakukan sinergitas antar semua unsur yang ada di Kabupaten Demak mengingat kemiskinan adalah permasalahan bersama.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bappeda Kabupaten Demak, drh. Tri Pudji Lestari yang juga merupakan Sekretaris TKKPKD Kabupaten Demak memaparkan tentang karakteristik  kemiskinan di Kabupaten Demak, evaluasi pelaksanaan program perlindungan sosial, kelembagaan penanggulangan kemiskinan dan kebijakan penanggulangan kemiskinan yang dilakukan di Kabupaten Demak.
 
Sebagaimana diketahui bahwa di Kabupaten Demak, terdapat 3 kecamatan yang berada dalam zona merah terkait dengan status kemiskinan wilayahnya, yaitu Kecamatan Mranggen, Karangawen dan Bonang. Ketiga kecamatan tersebut menjadi kawasan prioritas dalam upaya penanggulangan kemiskinan yang menjadi tanggung jawab semua stakeholders terkait di Kabupaten Demak.

Untuk efektivitas kegiatan penanggulangan kemiskinan, Kabupaten Demak akan memiliki data tunggal tentang kemiskinan yang terintegrasi dan selalu di review sebagai basis data dalam penanggulangan kemiskinan yang dilakukan oleh semua stakeholders. Semua data tentang kemiskinan di Kabupaten Demak akan terangkum dalam Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT), yaitu sistem yang membantu masyarakat dan pemerintah daerah untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat miskin dan rentan berdasarkan profil dalam Basis Data Terpadu (BDT) dan menghubungkan mereka dengan program-program pusat dan daerah yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka. 
 SLRT juga membantu mengindentifikasi keluhan masyarakat miskin dan rentan, melakukan rujukan, dan memantau penangangan keluhan untuk memastikan bahwa keluhan keluhan tersebut ditangani dengan baik. 

Tuesday, August 23, 2016

Pamsimas 3

Tuesday, August 23, 2016 - by Blogger · - 1 Comment

Program Pamsimas




Pamsimas
Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional [RPJMN] 2015-2019, Pemerintah Indonesia telah mengambil inisiatif untuk melanjutkan komitmennya dengan meluncurkan program nasional Akses Universal Air Minum dan Sani tasi Tahun 2019 dengan capaian target 100% akses air minum dan sanitasi bagi seluruh penduduk Indonesia. Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) telah menjadi salah satu program andalan nasional (Pemerintah dan Pemerintah Daerah) untuk meningkatkan akses penduduk perdesaan terhadap fasilitas air minum dan sanitasi yang layak dengan pendekatan berbasis masyarakat.

Untuk terus meningkatkan akses penduduk perdesaan dan pinggiran kota terhadap fasilitas air minum dan sanitasi dalam rangka pencapaian target Akses Universal Air Minum dan Sanitasi Tahun 2019, Program Pamsimas dilanjutkan pada Tahun 2016 sampai dengan Tahun 2019 khusus untuk desa-desa di Kabupaten. Program Pamsimas III dilaksanakan untuk mendukung dua agenda nasional untuk meningkatkan cakupan penduduk terhadap pelayanan air minum dan sanitasi yang layak dan berkelanjutan, yaitu
1.    100-100, yaitu 100% akses air minum dan 100% akses sanitasi,
2.    Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.

Program Pamsimas dilaksanakan dengan pendekatan berbasis masyarakat melalui keterlibatan masyarakat (perempuan dan laki-laki, kaya dan miskin, dan lain-lain) dan pendekatan yang tanggap terhadap kebutuhan masyarakat (demand responsive approach)1. Kedua pendekatan tersebut dilakukan melalui proses pemberdayaan masyarakat untuk menumbuhkan prakarsa, inisiatif, dan partisipasi aktif masyarakat dalam memutuskan, merencanakan, menyiapkan, melaksanakan, mengoperasikan dan memelihara sarana yang telah dibangun, serta melanjutkan kegiatan peningkatan derajat kesehatan di masyarakat termasuk di lingkungan sekolah.

Ruang lingkup Program Pamsimas 3 mencakup lima komponen program:
1)    Pemberdayaan masyarakat dan pengembangan kelembagaan daerah dan desa;
2)    Peningkatan perilaku higienis dan pelayanan sanitasi;
3)    Penyediaan sarana air minum dan sanitasi umum;
4)    Hibah Insentif; dan,
5)    Dukungan teknis dan manajemen pelaksanaan program.

 
Tujuan dan Sasaran Program Pamsimas III
Program Pamsimas bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan air minum dan sanitasi yang berkelanjutan di wilayah perdesaan dan periurban

Tujuan Program Pamsimas dapat terwujud apabila sasaran program di bawah ini tercapai, adapun indikator kinerja kunci (key performance indicator/KPI) Program Pamsimas, yaitu:
  1. Terdapat tambahan 22.1 juta penduduk yang dapat mengakses sarana air minum aman2 dan berkelanjutan;
  2. Terdapat tambahan 14.9 juta penduduk yang dapat mengakses sarana sanitasi yang layak dan berkelanjutan;
  3. Minimal pada 60% masyarakat dusun lokasi program seluruh penduduknnya menerapkan Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS);
  4. Minimal 70% masyarakat mengadopsi perilaku program Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS);
  5. Minimal 70% Pemerintah kabupaten memiliki dokumen perencanaan daerah bidang air minum dan sanitasi untuk mendukung adopsi dan pengarusutamaan Pendekatan Pamsimas dan pencapaian target pembangunan air minum dan sanitasi daerah;
  6. Minimal 60% Pemerintah kabupaten mempunyai peningkatan belanja di bidang air minum dan sanitasi dalam rangka pemeliharaan sistem pelayanan air minum dan sanitasi saat ini serta pencapaian akses universal air minum dan sanitasi.

Sasaran Lokasi Pamsimas
Sasaran Program Pamsimas adalah kabupaten yang memiliki cakupan pelayanan air minum aman perdesaan yang belum mencapai 100%. Penetapan kabupaten sasaran dilakukan oleh Pemerintah Pusat berdasarkan minat Pemerintah Kabupaten, sedangkan pemilihan desa sasaran dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten yang bersangkutan. Target desa sasaran Program Pamsimas adalah kurang lebih 27.000 desa (2008-2020). Mulai tahun 2016, Pamsimas akan melaksanakan pendampingan di 15.000 desa baru (yang belum pernah mendapatkan program Pamsimas sebelumnya), serta pendampingan keberlanjutan pada kurang lebih 27.000 desa peserta Pamsimas.
Secara umum, kriteria desa sasaran baru Pamsimas meliputi:
  1. Belum pernah mendapatkan Program Pamsimas;
  2. Cakupan akses air minum aman belum mencapai 100%; yaitu di bawah 68.87%;
  3. Cakupan akses sanitasi layak belum mencapai 100%; yaitu di bawah 62.41%;
  4. Prevalensi penyakit diare (atau penyakit yang ditularkan melalui air dan lingkungan) tergolong tinggi berdasarkan data Puskesmas;
  5. Memenuhi biaya per penerima manfaat yang efisien3;
  6. Adanya pernyataan kesanggupan pemerintah desa untuk menyediakan minimal 10% pembiayaan untuk rencana kerja masyarakat (RKM) yang bersumber dari APBDesa;
  7. Adanya pernyataan kesanggupan masyarakat untuk:
  • Menyediakan Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM) yang akan fokus menangani bidang AMPL (selanjutnya disebut dengan Kader AMPL);
  • Menyediakan kontribusi sebesar minimal 20% dari kebutuhan biaya RKM, yang terdiri dari 4 % dalam bentuk uang tunai (in-cash) dan 16 % dalam bentuk natura (in-kind);
  • Menghilangkan kebiasaan buang air besar sembarangan (BABS).


Tuesday, August 2, 2016

Kecamatan Dusun Timur

Tuesday, August 2, 2016 - by Blogger · - 0 Comments

 Kecamatan Dusun Timur
Kabupaten Barito Timur


Kecamatan Dusun Timur terdiri dari 16 desa dan 1 kelurahan yang terdiri dari : Desa Pulai Patai, Sarapat, Magantis, Jaar, Matabu, Jaweten, Haringen, Dorong, Didi, Karang Langit, Harara, Mangkarap, Matarah, Gumpa, Maragut, dan Sumur, serta 1 kelurahan yaitu Kelurahan Tamiang Layang. Kecamatan ini yang berbatasan langsung dengan Provinsi Kalimantan Selatan. Adapun batas-batas wilayah Kecamatan Dusun Timur:

Sebelah Barat    : Kab. Barito Selatan dan Kec. Paju Epat
Sebelah timur    : Kec. Benua Lima dan Kec. Patangkep Tutui
Sebelah utara    : Kec. Awang dan Kec. Karusen Janang
Sebelah selatan     : Kec. Benua Lima dan Kab. Tabalong (Provinsi Kalimantan Selatan)

Kecamatan yang merupakan kecamatan terluas di Kabupaten Barito Timur ini memiliki luas 867,70 km2 atau 22,63 % dari luas Barito Timur. Desa dengan wilayah terluas adalah Desa Pulau Patai dengan luas 182,25 km2atau 21,00% dari luas Kecamatan Dusun Timur, sedangkan desa dengan luas wilayah terkecil adalah Desa Sumur dengan luas sebesar 20 km2 atau 2,30% dari luas kecamatan.
Peta Kecamatan Dusun Timur

Secara geografis, Kecamatan Dusun Timur rata-rata berada pada ketinggian 28 m dari permukaan laut dengan tingkat kemiringan landai (kurang dari 15 derajat). Kondisi kemiringan lereng yang landai tersebut, memiliki tingkat kerawanan bencana yang rendah. Kondisi klimatologi rata-rata di tahun 2015 dapat diketahui dari temperatur, kelembaban, dan tekanan udara. Temperatur rata-rata pada tahun 2015  yaitu 21,95 o_(C )(minimal) dan  34,94 (maksimal), kelembaban 50,00% (minimal dan 98,92 % (maksimal), sedangkan tekanan udara yaitu sebesar 1.007,20 Mb (minimal) dan 1.016,90 Mb (maksimal). Rata – rata curah hujan  tahun 2015 sekitar 201,51 mm dengan rata – rata hari hujan adalah 15 hari (menurut Bps Kabupaten Barito Timur, 2016). Didalam hal ini berarti terdapat bulan Januari ialah bulan dimana puncak-puncak musim hujan dengan intensitas tertingginya, sedangkan dibulan September adalah bulan yang memiliki intensitas curah hujan yang minimum

Penggunaan dan penyedia sumber air bawah tanah yang terdapat Kecamatan Dusun Timur ini dapat dilihat berdasarkan adanya sungai yang mengalir di setiap desa atau kelurahan. Dilihat dari kondisi hidrologinya maka pada daerah tersebut cocok untuk pertanian karena memiliki cadangan air tanah yang cukup baik, yaitu dapat diketahui dari adanya air yang mengalir di sungai yang terdapat hampir merata di setiap desa atau kelurahan,hanya satu desa yang ridak dilintasi oleh aliran sungai yaitu desa Maragut.

Pada Tahun 2015, Kecamatan Dusun Timur menjadi kecamatan dengan jumlah penduduk tertinggi di Kabupaten Barito Timur sebanyak 27.621 jiwa. Jumlah rumah tangga sebanyak 7.350 rumah tangga. Kelurahan Tamiang Layang merupakan wilayah dengan jumlah penduduk dan rumah tangga tertinggi. Sebesar 36,16 persen (9.988 jiwa) penduduk dan 38,04 persen (2.796 ruta) rumah tangga  disumbangkan oleh Kelurahan Tamiang Layang. Kondisi ini juga menjadikan Kelurahan Tamiang Layang sebagai wilayah dengan kepadatan penduduk tertinggi yakni mencapai 219 jiwa/km2. Sementara wilayah dengan jumlah penduduk dan rumah tangga terendah adalah Desa Harara. Sebesar 0,64 persen (176 jiwa) penduduk dan 0,65 persen (48 ruta) rumah tangga  disumbangkan oleh Harara. Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, Kecamatan Dusun Timur terdiri atas 14.003 jiwa laki-laki dan 13.618 jiwa perempuan sehingga didapatkan nilai sex ratio sebesar 102,83. Nilai tersebut dapat diartikan bahwa secara rata-rata terdapat sekitar 103 laki-laki untuk setiap 100 penduduk perempuan

Subscribe

Mau berlanganan ? Silahkan masukkan emailmu di sini

© 2013 Fotopedia. All rights reserved.
Designed by SpicyTricks