Recent Articles
Showing posts with label Landmark. Show all posts
Showing posts with label Landmark. Show all posts

Wednesday, December 28, 2022

Tugu 0 Km Wonosobo

Wednesday, December 28, 2022 - by GOJEK #GolekRejeki · - 0 Comments

Tugu 0 Km Wonosobo

Tiap kota pasti memiliki titik acuan untuk menghitung jarak yang disebut dengan titik 0 kilometer. Di titik 0 KM, biasanya terdapat penanda berupa tugu, tulisan, monument, patok atau bangunan lain yang bisa memberi tanda kepada semua orang. Bahwa di tempat tersebutlah titik acuan kota tersebut berada. Pada awalnya, penentuan titik 0 Km disepakati melalui penentuan suatu koordinat geografis yang nantinya ditetapkan sebagai titik pusat atau titik mula dari suatu kota atau wilayah. 

Di Kabupaten Wonosobo, keberadaan titik 0 Km mulai diketahui banyak orang setelah adanya pembangunan Tugu 0 Km Wonosobo melalui kegiatan Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Skala Kawasan. Titik 0 Km Wonosobo Sendiri berada di pintu gerbang masuk Kota Wonosobo, Tepatnya di perempatan yang menghubungkan Jl Kyai Muntang, Jl Sabuk Alu, Jl S Parman dan Jl Nasional Temanggung-Wonosobo. 

Tugu 0 Km Wonosobo berupa tugu dengan patung lengger, yaitu kesenian khas daerah wonosobo. Berbeda dengan lengger di daerah yang lain, Lengger khas wonosobo berupa tari topeng yang menjadi bagian dari Tari Lengger sebagaimana umumnya. Pemilihan Lengger sebagai penanda Kota Wonosobo tersebut dimaksudkan untuk lebih mengenalkan salah satu budaya asli wonosobo kepada masyarakat luas. 

Pembangunan Tugu 0 Km Wonosobo sendiri merupakan bagian dari pembangunan pintu gerbang Kota Wonosobo dari arah Temanggung yang terdiri dari Pembangunan Tugu 0 Km, Pembangunan drainase dan pedestrian atau trotoar di sepanjang Jl Kyai Muntang termasuk penyediaan sarana perlengkapan jalan berupa lampu jalan, halte, gapura, pagar pembatas, kursi, taman, dan pohon peneduh. 

Proses Pembangunan Tugu 0 Km Wonosobo
Proses Pembangunan Tugu 0 Km Wonosobo


Friday, April 19, 2019

Tugu Jam Temanggung

Friday, April 19, 2019 - by GOJEK #GolekRejeki · - 0 Comments

Tugu Jam Temanggung



Tugu Jam Temanggung
Kota Temanggung merupakan ibukota Kabupaten Temanggung, salah satu kabupaten ikonik di Jawa Tengah karena menjadi produsen tembakau terbesar. Kota Temanggung terletak di jalur transportasi utama Pulauu Jawa bagian tengah yang menghubungkan Kota Jogjakarta/ Semarang dengan kota Purwokerto. Salah satu landmark Kota Temanggung adalah Tugu Jam

Tugu Jam Temanggung terletak di area Taman Pancasila yang berada di pusat Kota Temanggung yang berjarak sekitar 1,6 Km dari alun-alun. Tugu tersebut sekaligus dijadikan sebagai titik nol kilometer Kota Temanggung. Sebagai salah satu ikon kota tembakau, Tugu Jam banyak dikenal oleh masyarakat, khususnya yang sering berkunjung ke pusat kota ini. 

Meskipun masyarakat banyak mengenal dan menyebutnya sebagai Tugu Jam, namun sebenarnya tugu ini memiliki nama resmi Tugu Pancasila Temanggung. Tugu ini dibuat dengan bentuk mengerucut di bagian atas menyerupai bagian ujung bambu runcing.

Wednesday, September 20, 2017

Masjid Besar Juwana

Wednesday, September 20, 2017 - by GOJEK #GolekRejeki · - 0 Comments



Masjid Besar Juwana

Masjid Besar JuwanaMasjid Besar Juwana atau biasa disebut dengan Masjid Besar Al Mukkaromah, merupakan salah satu masjid terbesar yang ada di Kecamatan Juwana Kabupaten Pati, Jawa Tengah.  Masjid ini merupakan salah satu masjid yang cukup tua karena dibangun pada sekitar tahun 1850, dimana saat itu Juwana masih menjadi kabupaten yang diperinth oleh Kanjeng Kyahi Adipati Mangkudipuro II.  Masjid Besar Juwana dibangun seperti umumnya masjid masjid di Jawa yaitu Masjid berundak 3 yang ditopang oleh 4 (empat) Soko Guru kayu jati diameter 30 cm dengan panjang sekitar 6 meter.

Masjid yang terletak ditepi jalan raya pantura ini  di masa perjuangan kemerdekaan, digunakan berkumpul para pejuang.  Yang sangat di sayangkan, bangunan asli bangunan masjid ini sudah hilang setelah mengalami beberapa kali renovasi.

Masjid Al Mukkaromah JuwanaSaat ini Masjid Al Mukaromah   menjadi salah satu landmark Kota Juwana bersama dengan alun-alun Juwana yang berada di depannya. Masjid yang cukup megah tersebut menjadi pusat penyebaran dan aktivitas dakwah Agama Islam di Kota Juwana dan sekitarnya. Dan karena posisinya yang sangat strategis (berada di jalur transportasi utama Pantura Pulau Jawa), maka banyak pula masyarakat yang singgah untuk beribadah atau beristirahat sejenak di masjid tersebut ketika mereka  melewati Kota Juwana.



Friday, July 1, 2016

Gerbang Kudus Kota Kretek

Friday, July 1, 2016 - by GOJEK #GolekRejeki · - 0 Comments

Gerbang Kudus Kota Kretek
Kota Kudus yang berada di jalur Pantura Jawa merupakan salah satu kota yang cukup berkembang dengan pesat dan merupakan salah satu kota bersejarah di Indonesia, khususnya dalam penyebaran agama Islam.  Salah satu landmark Kota Kudus yang cukup terkenal adalah Menara Kudus yaitu gapura yang berada di kompleks Masjid Al Aqso yang dibangun sejak jaman Sunan Kudus.

Dan kini, Kabupaten Kudus yang juga terkenal sebagai Kota Kretek karena di sana terdapat beberapa pabrik rokok terbesar di Indonesia memiliki landmark yang baru yaitu Gerbang Kudus Kota Kretek. Monumen yang dibangun dengan biaya hampir 16 Milyar rupiah ini terletak di dekat perbatasan antara Kabupaten Demak dan Kabupoaten Kudus tepatnya di Jalan R Agil Kusumadya Desa Jati Wetan Kecamatan Jati.

Gerbang Kudus Kota Kretek ini memiliki ketingian sekitar 10,5 meter dan panjang 65 meter. Bentuk monumen tersebut, menyerupai bentuk daun tembakau dengan ukuran lebar sayap kanan dan kiri sekitar 21 meter. Selain bangunan monumen, juga akan dilengkapi taman sehingga panjang lokasi keseluruhan mencapai sekitar 400 meter.  Replika daun tembakau, dibuat menggunakan bahan stainless khusus yang didatangkan dari Australia dengan 59 tulang di sisi kanan dan kirinya, dimana angka 5 sebagai lambang Rukun Islam dan angka 9 memaknai Wali Sanga. Struktur penyangga replika daun tembakau, didesain menyerupai bunga cengkeh dengan jumlah 4 buah yang melambangkan empat pilar kebangsaan: Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Thursday, April 28, 2016

Wisma Perdamaian

Thursday, April 28, 2016 - by GOJEK #GolekRejeki · - 0 Comments


Wisma PerdamaianWisma Perdamaian merupakan salah satu bangunan bersejarah yang menjadi cagar budaya di Kota Semarang. Gedung yang kini menjadi rumah dinas kedua Gubernur Jawa Tengah (setelah Puri Gedeh) ini terletak di Jalan Imam Bonjol No 209 Semarang, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, tepatnya berada di sebelah barat Tugu Muda yang menjadi landmark Kota Semarang. Wisma Perdamaian memiliki luas lahan kompleks +- 15.000 m2 dengan luas total bangunan + 6.500 m2. Dibangun dengan orientasi ke arah Tugu Muda (Tenggara). Bangunan ini terdiri dari tiga massa bangunan, yaitu bangunan induk yang difungsikan sebagai ruang kerja gubernur serta tempat penerimaan tamu-tamu resmi, bangunan rumah tinggal (rumah dinas), dan bangunan kantor tempat staff Wisma Perdamaian bekerja.
Wisma Perdamaian SemarangPada awalnya, gedung ini dirancang oleh Nicolaas Harting seorang Gouverneur van Java’s Noord-Oostkust (Gubernur Jawa Utara Bagian Pesisir Timur) yang berkuasa dan berkedudukan di Kota Semarang antara tahun 1754–1761.  Gedung yang pada awalnya merupakan bangunan utama di komplek villa milik Harting tersebut juga disebut sebagai De Vredestein atau Istana Perdamaian dengan lapangan Wilhelmina Plein yang berada di depannya. Setelah dihapusnya jabatan Gubernur Jawa Utara Bagian Pesisir Timur oleh Daendels, bangunan ini sempat hanya menjadi rumah singgah Gubernur Jendral yang selanjutnya  digunakan sebagai rumah jabatan Residen Semarang.  Gedung ini juga pernah dijadikan transit oleh Pangeran Diponegoro dan pengikutnya selama 1 minggu sebelum beliau dibawa ke Jakarta yang selanjutnya diasingkan ke Ujung Pandang (Makasar).

Wisper Wisma PerdamaianDilihat dari segi arsitektur/ desain bangunan, ternyata bentuk bangunan Wisma Perdamaian banyak mengalami perubahan. Sampai dengan pertengahan abad ke 19, bangunan lama masih berupa bangunan tunggal 2 lantai yang berarsitektur klasik yang dicirikan dengan adanya pilar pilar rangkap dengan kapitel berornamen dan bermotif bunga. Pada masa ini, diduga terdapat courtyard/ portico (selasar lebar yang juga berfungsi sebagai teras.  Di bagian atas, terdapat Cornice dengan ornamen berupa moudling/list yang terdapat pada seluruh tepi dinding, baik pada pertemuan dengan atap maupun pada garis lantai 2.

Menjelang abad ke 20, bangunan yang menjadi pusat kedudukan VOC di Jawa bagian timur ini ditambahkan serambi bangunan di samping kanan dan kiri, serta atap diubah menjadi limasan penuh. Diduga pada saat itu courtyard ditutup.  Pada tahun 1940-an, ditambah serambi beratap pada bagian depan bangunan, serambi ini sekaligus sebagai balkon pada lantai duanya. Pada awal abad ke -20, bangunan samping dibongkar, kemudian ditambahkan tritisan/ luifel gantung dengan rangka besi yang berpenutup seng. T ahun 1970-an Wisma Perdamaian Tugu Mudaditambahkan lagi bangunan 2 lantai di bagian belakang dari kiri bangunan induk, yang kemudian digunakan untuk APDN. Renovasi terakhir dilakukan pada tahun 1978, dengan mengganti luifel gantung menjadi plat dan konsol beton dengan banyak ornamen ukiran; serta mengganti daun pintu dan jendela dengan bahan baru; termasuk pula membuat tangga layang pada ruang depan.

Interior Wisma Perdamaian
Pada tahun 1978, bangunan ini digunakan oleh APDN yang kemudian menjadi STPDN hingga pindah ke Jatinangor Jawa Barat. Pada tahun 1980 digunakan untuk Kantor Sosial dan selanjutnya pada tahun 1994 gedung ini digunakan untuk Kantor Kanwil Pariwisata Jawa Tengah. Setelah direvitalisasi pada 1994, gedung itu menjadi Rumah Dinas Gubernur Jawa Tengah pada era Gubernur Suwardi, yang diresmikan dengan penyematan ”Wisma Perdamaian” sebagai nama gedung. Akan tetapi karena ada beberapa kendala, setelah Gubernur Suwardi berkuasa rumah dinas Gubernur Jawa Tengah kembali berpindah ke Puri Gedeh yang dianggap lebih nyaman. Saat ini Wisma Perdamaian selain digunakan untuk menerima tamu-tamu kenegaraan juga dimanfaatkan untuk banyak kegiatan pendidikan, budaya, maupun seni yang diperuntukkan bagi semua masyarakat Jawa Tengah.


Wednesday, April 6, 2016

Gapura Desa Donorojo Demak

Wednesday, April 6, 2016 - by GOJEK #GolekRejeki · - 0 Comments



Gapura Desa Donorojo Kecamatan DemakDalam falsafah budaya jawa, gapura merupakan salah satu penanda bahwa lokasi tersebut merupakan pintu masuk ke dalam sebuah kawasan baik itu desa, kabupaten, kerajaan maupun negara. Mengingat fungsi gapura yang berada di depan, maka banyak penguasa dan masyarakat yang membangun gapura masuk ke tempat mereka dengan megah dan mewah.

Desa Donorojo yang merupakan salah satu desa yang masuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Demak Kabupaten Demak memiliki gapura yang cukup mewah Gapura Desa Donorojo Demakdan megah. Gapura yang selesai dibangun pada tahun 2016 ini memiliki tampilan yang gagah dengan patung Burung Garuda yang bertengger di puncaknya. Gapura Desa Donorojo ini dibangun di ujung timur desa yang merupakan pintu masuk utama menuju Desa Donorojo. Keberadaan gapura ini seolah-olah menegaskan bahwa pengunjung sudah mulai masuk ke lingkungan Desa Donorojo yang megah dengan kondisi masyarakat yang terus bekerja keras dalam membangun desanya. 

Sunday, October 27, 2013

Tugu Pertigaan Wonotunggal Kabupaten Batang

Sunday, October 27, 2013 - by GOJEK #GolekRejeki · - 0 Comments

Tugu Pertigaan  Wonotunggal 
Kabupaten Batang 



Tugu Pertigaan Wonotunggal merupakan salah satu penanda/landmark yang ada di Kecamatan Wonotunggal Kabupaten Batang. Tugu yang desainnya terkesan kuno tersebut terletak dipertigaan yang menjadi persimpangan jalan Kolektor Batang-Bandar dan Warungasem- Bandar. 

Tugu tersebut juga menjadi salah satu penanda bahwa orang yang melihat sudah berada di pusat Ibu Kota Kecamatan Wonotunggal. Di pagi hari, khususnya hari minggu dan hari libur lainnya, kawasan pertigaan utama Wonotunggal tersebut ramai dengan aktivitas jual-beli serta jasa lainnya. 

Kondisi saat ini, Tugu Pertigaan Wonotunggal belum tertata dengan rapi, terdapat papan reklame serta baliho, spanduk, bendera ataupun umbul-umbul yang dipasang tanpa memperhatikan faktor ekstetika.

Untuk ke depannya diharapkan kawasan pertigaan utama Wonotunggal tersebut ditata dengan tetap  mempertahankan keberadaan tugu itu dengan ditambah ornament-ornamen yang lain seperti taman sehingga lebih kelihatan cantik dan asri 

Subscribe

Mau berlanganan ? Silahkan masukkan emailmu di sini

© 2013 Fotopedia. All rights reserved.
Designed by SpicyTricks