Recent Articles

Thursday, April 22, 2010

Kabupaten Jepara

Thursday, April 22, 2010 - by Blogger · - 0 Comments

Kabupaten Jepara


Kabupaten Jepara
Kabupaten Jepara termasuk dalam wilayah administratif  Provinsi Jawa Tengah. Posisi kabupaten  yang  berada di pesisir Laut Jawa ini  berdekatan dengan Kota Semarang sebagai Ibukota Provinsi Jawa Tengah. Posisi tersebut sedikit banyak memberikan pengaruh bagi perkembangan wilayah. Secara geografis, Kabupaten ini terletak pada posisi 3 23’20” BT - 4 9’35” BT dan diantara 5  43’30” LS - 6  47’44” LS.
 
Adapun batas-batas wilayah administratif  Kabupaten Jepara adalah sebagai berikut:
•    Sebelah Barat       :    Laut Jawa
•    Sebelah Timur      :    Kabupaten Kudus dan Kabupaten Pati
•    Sebelah Utara       :    Laut Jawa
•    Sebelah Selatan    :    Kabupaten Demak
Secara administratif  kabupaten ini terdiri dari 16 kecamatan yang terbagi dalam 194 desa/ kelurahan. Adapun kecamatan-kecamatan yang masuk dalam lingkup administrasi Kabupaten Jepara antara lain: Kecamatan Kedung, Pecangaan, Kalinyamatan, Welahan, Mayong, Nalumsari, Batealit, Tahunan, Jepara, Mlonggo, Bangsri, Kembang, Keling, Karimunjawa, Pakisaji, Donorojo.  
Kondisi Fisik Alam Kabupaten Jepara
Wilayah Kabupaten Jepara memiliki relief yang beraneka ragam, terdiri dari daerah dataran pantai yang tersebar disepanjang pantai utara meliputi Kecamatan Kedung, Jepara, Mlonggo, Bangsri, dan Keling, dataran rendah dan dataran sekitar Gunung Muria dan Gunung Clering. Kondisi topografi wilayah antara 0–1.301 meter diatas permukaan air laut,  bagian terendah berada di pantai/pesisir dan bagian tertinggi terdapat di wilayah Kecamatan Keling atau pada kaki Gunung Muria. Berdasarkan kemiringan tanahnya, secara umum dibedakan dalam 4 (empat) kategori,yaitu :

  1. Daerah dengan kemiringan 0-2% lahan datar meliputi sebagian Kecamatan Mayong, sebagian Kecamatan Nalumsari, sebagian Kecamatan Welahan, sebagian Kecamatan Pecangaan, sebagian Kecamatan Kedung, sebagian Kecamatan Jepara, sebagian Kecamatan Tahunan, sebagian Kecamatan Mlonggo, sebagian Kecamatan Bangsri, sebagian Kecamatan Kembang, sebagian Kecamatan Keling, Kecamatan Karimunjawa dan sebagian wilayah Batealit.
  2. Daerah dengan kemiringan 2-15 % lahan landai meliputi sebagian Kecamatan Mayong, sebagian Kecamatan Nalumsari, sebagian Kecamatan Batealit, sebagian Kecamatan Jepara, sebagian Kecamatan Tahunan, sebagian Kecamatan Mlonggo, sebagian Kecamatan Bangsri, sebagian Kecamatan keling, sebagian kecil wilayah utara Pecangaan dan Kedung. 
  3. Daerah dengan kemiringan 15-40 % lahan agak curam meliputi sebagian Kecamatan Mayong, Kecamatan Nalumsari, Kecamatan Batealit, sebagian kecil Kecamatan Mlonggo, sebagian Kecamatan Bangsri dan sebagian Kecamatan Keling. Merupakan daerah di sekitar gunung Muria, Trawean, Genuk, dan Pucang Pendawa.
  4. Daerah dengan kemiringan > 40 % lahan sangat curam meliputi wilayah puncak gunung Muria, Trawean, Genuk, dan Pucang Pendawa. Terletak di Kecamatan Mayong, Batealit, Mlonggo, Bangsri dan Keling

Kondisi Hidrologi Kabupaten Jepara
Kabupaten ini termasuk dalam wilayah Sub DAS Jratun Seluna (Jragung, Tuntang, Serang, Lusi, dan Juana). Aliran sungai ini titik beratnya diarahkan pada pemanfaatan secara optimal sekaligus rehabilitasi terhadap sumber alam hutan, tanah dan air yang rusak serta untuk meningkatkan pembangunan pertanian yang dapat memberikan pengaruh pada sektor lain. Sungai-sungai besar yang dijumpai di Kabupaten Jepara diantaranya Sungai Bakalan, Kaweden, Pecangaan, Troso, Sirahan, Mlonggo, Kancilan, Balong, Gelis, Pasokan, Tunggul, Mayong, Sengon, Kedung Bule, Tuk Abul, Bapangan, Kembar Rawi, Banjaran, Jeruk, Wangkong, Blitar, Wareng dan Suru. Selain sungai, juga terdapat 30 sumber mata air yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih. 

Potensi air permukaan tanah dan air dalam tanah di daerah Kabupaten Jepara cukup besar. Air Permukaan umumnya berupa sungai. Air dalam tanah dapat dibagi 3 daerah menurut keadaan airnya, yaitu :
  • Daerah air tawar, meliputi daerah kaki Gunung  Muria, mempunyai mutu air yang baik dan digunakan sebagai sumber air minum.
  • Daerah air tanah payau, meliputi daerah dataran rendah yang merupakan batas antara air tanah asin dengan air tanah tawar. Persebaran akuifernya tidak merata pada tiap tempat dengan ketebalan antara 2-7 m. Air ini relatif masih bisa digunakan.
  • Daerah air asin, meliputi daerah dataran di pinggiran pantai atau pantai yang menjorok ke daratan.

Perkiraan potensi air tanah di wilayah pesisir  sebesar 36.855.000.000 m³. Pemanfaatan hingga saat ini dilakukan oleh penduduk setempat sebagai sumber air bersih dan belum ada keluhan kekurangan.
Jenis Tanah Kabupaten Jepara
Jenis tanah yang ada di kabupaten ini dibedakan atas 5 jenis tanah. Secara rinci penyebaran jenis tanah dapat diuraikan sebagai berikut :

1. Tanah Latosol
Jenis tanah ini paling dominan dengan luas tanah  65.659,972 Ha, atau 65,39%. Di Kabupaten ini terdapat dua jenis tanah latosol, yaitu latosol merah dan latosol coklat. Latosol merah terdapat di Kecamatan Pecangaan, Kalinyamatan, Mayong, Nalumsari, Batealit, Jepara, Tahunan, Mlonggo, Bangsri, Kembang, dan Keling.  Sedangkan tanah latosol coklat terdapat di Kecamatan Batealit, Bangsri, Kembang, dan Keling.
2. Tanah Asosiasi Mediteran.
Jenis tanah ini terdapat di Kecamatan Kedung, Pecangaan, Kalinyamatan, Mayong, Nalumsari, Jepara, Tahunan, Mlonggo, dan Bangsri dengan luas tanah 19.400,458 Ha, atau 19,32 %.
3. Tanah Alluvial.
Jenis tanah ini memiliki luas 9.126,433 Ha, atau 9,09%. Terdapat dua jenis tanah ini yaitu alluvial hidromorf dan alluvial kelabu -cokelat- kekelabuan. Alluvial hidromorf terdapat di Kecamatan Mlonggo, Bangsri, dan Kembang. Sedangkan alluvial kelabu keabuan terdapat di Kecamatan Kedung, Pecangaan, Kalinyamatan, Welahan, Mayong, Nalumsari, Jepara, danTahunan.
4. Tanah Andosol Coklat.
Terdapat di Kecamatan Kembang dan Keling dengan luas tanah 525.469 Ha, atau 3,15%.
5. Tanah Regosol Coklat.
Tanah ini terdapat di Kecamatan Keling dengan luas tanah 2.700,857 Ha, atau 2,69 %.

Potensi Pariwisata Kabupaten Jepara
Di Jepara, terdapat beberapa potensi wisata baik itu wisata alam maupun buatan. Adapun potensi wisata tersebut antara lain: Pantai Kartini, Pantai Bandengan, Pantai Pailus, Pantai Mpu Rancak, Pantai Bondo, Pulau Panjang, Museum Kartini, Benteng Portugis, Desa wisata Plajan yang meliputi Museum Gong Perdamaian Dunia, Goa Sakti dan Akar Seribu serta obyek wisata religi seperti Makam Ratu Kalinyamat.

Monday, April 12, 2010

Launching PLPBK Se-Jawa Tengah di Desa Plajan Jepara

Monday, April 12, 2010 - by Blogger · - 0 Comments

Launching PLPBK Se-Jawa Tengah di Desa Plajan Jepara


Program Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) merupakan salah satu tahapan intervensi dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM) Perkotaan yang bertujuan untuk mewujudkan lingkungan hunian yang tertata, rapi, teratur bersih dan indah. Pada Tahun 2010 di seluruh Indonesia terdapat 168 Desa/Kelurahan yang melaksanakan PLPBK, dan dari 255 desa/kelurahan tersebut, 157 diantaranya berada di Propinsi Jawa Tengah yang tersebar di 18 kabupaten/kota. 

Berkaitan dengan pelaksanaan PLPBK tersebut, pada hari ini Minggu (11/4/2010) dilaksanakan launching pelaksanaan PLPBK Se-Jawa Tengah yang dilakukan oleh Gubernur Bibit Waluyo. Dalam kegiatan launching PLPBK yang dipusatkan di Desa Plajan tersebut, selain dihadiri oleh Gubernur Jawa tengah, Bupati Jepara dan Muspida/Forkominda Kabupaten Jepara juga dihadiri oleh pejabat dari Kementrian Pekerjaan Umum, serta 18 Bupati/Walikota yang akan melaksanakan kegiatan PLPBK.  Untuk melaksanakan kegiatan PLPBK tersebut, setiap desa/kelurahan akan mendapatkan Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) sebesar Rp 1 Milyar yang berasal dari APBN. 

Di dalam kegiatan Launching PLPBK tersebut, Gubernur Bibit Waluyo dalam sambutan tanpa teksnya menyampaikan bahwa Program yang dicanangkan oleh Kementrian Pekerjaan Umum  ini sejalan dengan program Bali Ndesa Mbangun Ndesa yang Beliau  canangkan selama ini khususnya untuk pembangunan di Jawa Tengah.  

Dalam kegiatan Launching tersebut ditampilkan juga beragam hasil kegiatan masyarakat yang difasilitasi PNPM Mandiri Perkotaan Kabupaten Jepara berupa foto pelaksanaan kegiatan infrastruktur, hasil kerajinan tangan serta makanan/minuman yang dihasilkan oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). 

Subscribe

Mau berlanganan ? Silahkan masukkan emailmu di sini

© 2013 Fotopedia. All rights reserved.
Designed by SpicyTricks