Recent Articles
Home » Archives for April 2020
Wednesday, April 29, 2020
Telaga Warna dan Telaga Pengilon
Pesona Telaga Gembar dari Dieng
Pesona dari negeri di atas awan, begitulah banyak orang menggambarkan kawasan Dieng Plateu sebagai salah satu destinasi wisata andalan di Jawa Tengah. Banyak obyek wisata tersebar di kawasan yang berada di 2 kabupaten yaitu Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara. Tinggal kita memilih, mau obyek wisata alam berupa air dan pegunungan atau obyek wisata budaya berupa candi-candi dan petilasan bersejarah yang tersebar di banyak lokasi. Jika ingin berkunjung ke destinasi wisata air, kita bisa datang ke Beberapa telaga yang populer di antaranya, wisata Telaga Menjer, wisata Telaga Warna, wisata Telaga Pengilon maupun tempat lainnya. Telaga Pengilon dan Telaga Warna merupakan telaga yang banyak dikunjungi karena memiliki pemandangan yang jukup bagus. Meskipun berdampingan, terdapat perbedaan yang cukup mencolok diantara dua telaga ini. Air yang terdapat di Telaga pengilon cukup jernih sehingga bisa digunakan untuk bercermin. Adapun air yang terdapat di Telaga Warna berwarna hijau yang memantulkan warna cukup indah dan eksotis ketika terkena sinar matahari. Telaga yang terbentuk dari kaldera kawah purba ribuan tahun lalu ini dikelilingi bukit-bukit
membentuk bentang alam yang indah dan unik. Kedua telaga tersebut berada di ketinggian 2000 meter di atas permukaan lautSalah satu daya tarik yang dimiliki telaga tersebut adalah adanya taman alami yang kaya dengan beraneka jenis tumbuhan. Di tempat tersebut juga disediakan beberapa gazebo maupun tempat duduk yang bisa digunakan oleh para wisatawan. Dari Telaga ini, selain bisa melihat pemandangan berupa bukit-bukit dengan hutan yang tinggi menjulang, kita juga bisa melihat pemandangan berupa lahan-lahan pertanian penduduk dengan emandangan yang tak kalah eloknya. Waktu yang paling tepat untuk mengunjungi telaga warna adalah saat pagi atau siang hari, karena pada sore hari, kabut tebal akan menutupi daerah sekitar telaga warna, sehingga pengunjung tidak dapat menikmati keindahan alamnya
Jika ingin masuk ke lokasi obyek wisata ini, kita diharuskan membeli tiket sebesar Rp 10.000 untuk 2 obyek wisata yaitu Telaga Pengilon dan Telaga Warna. Telaga Pengilon dan telaga Warna berlokasi di Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Wonosobo, Jawa Tengah. Untuk mencapai lokasi telaga ini, kita dapat melewati dua jalur yaitu jalur desa Jojogan yang cukup menanjak atau melewati jalur Dieng /pintu masuk telaga warna. Di sekitar telaga kembar ini tedapat beberapa situs bersejarah berupa gua dan situs lainnya seperti Gua Semar Pertapaan Mandalasari Begawan Sampurna Jati, Gua Sumur Eyang Kumalasari, Gua Jaran Resi Kendaliseto, Batu Tulis Eyang Purbo Waseso dan tempat-tempat lain yang sering dijadikan sebagai tempat meditasi
Wednesday, April 15, 2020
Mini Mania : Taman Miniatur Dunia Cimory
Dunia anak-anak bagaikan dunia mini yang berisi tentang pengetahuan yang perlu di eksplore untuk memberi pengalaman pada mereka. Keingintahuan mereka, kadangkala tidak bisa hanya diwakili dengan cerita, gambar atau bahkan video. Akan tetapi mereka butuh melihat langsung meskipun itu hanya gambaran kecil atau sekedar contoh saja.Demi menjawab hal itu, Cimory on The Valley resto yang menyediakan wadah edukasi bagi pengunjungnya membuka wahana baru yang bernama Mini Mania. Adalah sebuah wahana wisata yang berisi aneka miniatur tempat-tempat terkenal di berbagai penjuru dunia. Wahana ini sebenarnya untuk melengkapi wahana-wahana lain yang sudah ada di Cimory seperti Cimory Farm, Rumah Hobbit, Kebun Binatang Mini.
Berbeda dengan tempat wisata lain yang juga menyediakan replika atau miniatur tempat terkenal dari berbagai penjuru dunia. Di wahana Mini Mania yang baru di buka pada tanggal 1 Mei 2019, replika-repika tersebut di letakkan dalam satu lokasi dengan jarak antar replika agak berjauhan. Dengan kondisi tersebut selain bisa menampung banyak orang, juga lebih memanjakan pengunjung yang ingin berfoto ria di sana. Kalau di tempat lain kadangkala kita ingin berfoto dengan latar belakang Menara Eifel, ternyata ada obyek dari negara lain yang ikut tertangkap kamera.Di wahana ini, kita juga akan di temani oleh guide-guide yang bisa dimintai tolong untuk memberi penjelasan tentang tempat-tempat terkenal di dunia yang ada di sana. Selain itu mereka juga bisa berfungsi sebagai fotografer yang mengambil foto dari kamera kita. Dan yang lebih unik, guide-guide tersebut merupakan “manusia mini” sehingga bisa sesuai dengan tema wahana.
Berbagai replika tempat-tempat terkenal di dunia yang ada di sini antara lain: Replika Monas, Menara Eifel, Patung Liberty, Menara Kembar Petronas, Menara Miring Pitza, Stonehenge, Hollywood Sign, Candi Borobudur, Sidney Opera House, Big Ben, Kastil Neuschwanstein, Masjidil Aqso, Spinx, Piramid dan lain sebagainya. Tiket masuk wahana ini cukup terjangkau. Hanya dengan merogoh kocek Rp 20.000, kita bisa masuk dan menikmati semua sudut Mini Mania. Dan yang lebih menarik lagi, tiket tersebut juga dapat ditukarkan dengan Welcome Drink Monimory Yoghurt di Toko Chocomory. Jika berkunjung ke sana, silahkan datang antara jam 08.00-17.00 sesuai jam buka wahana tersebut. Dan jangan lupa bawa topi jika berkunjungnya siang hari, karena lokasinya yang lapang dengan sedikit tanaman membuat udaranya cukup panas.
Wednesday, April 8, 2020
Masjid Jami’ Attaawun Ngawen Klaten
Masjid Jami’ Attaawun terletak di koordinat 7 derajat 40'13"S dan 110 derajat 35'52"E atau tepatnya di Ngupit Ngawen Klaten. Masjid yang berada di jalur jalan utama Kota Semarang-Jogja lewat Jatinom (Klaten) ini memiliki luas bangunan 800 meter persegi dengan luas lahan 1500 meter persegi. Masjid yang dibangun sekitar tahun 1990 ini memiliki fasilitas yang cukup lengkap, antara lain: Parkir, Taman, Gudang, Tempat Penitipan Sepatu/Sandal, Aula Serba Guna, Perpustakaan, Kantor Sekretariat, Sound System dan Multimedia, Kamar Mandi/WC, Tempat Wudhu, Sarana Ibadah.
Masjid Jami’ Attaawun menjadi salah satu pusat syiar Agama Islam bagi masyarakat sekitar melalui berbagai kegiatan keagamaan. Kegiatan-kegiiatan yang dilaksanakan di masjid tersebut, selain sholat wajib 5 waktu yaitu: kegiatan Pemberdayaan Zakat, Infaq, Shodaqoh dan Wakaf, kegiatan pendidikan (TPA, Madrasah, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat), kegiatan sosial ekonomi (koperasi masjid), kegiatan Pengajian Rutin, kegiatan Dakwah Islam/Tabliq Akbar, Kegiatan Hari Besar Islam, kegiatan Sholat Jumat dan kegiatan-kegiatan lainnya.
Wednesday, April 1, 2020
Dipo Lokomotif Ambarawa
Bangunan Depo/ Dipo Lokomotif Uap Ambarawa termasuk bangunan cagar budaya yang berada dalam kompleks Stasiun Ambarawa yang saat ini berubah fungsi menjadi Museum Kereta Api Ambarawa. Dipo Lokomotif Ambarawa dibangun bersamaan dengan renovasi Stasiun Willem I pada tahun 1907-1910 oleh oleh Netherlands Indische Spoorweg Maatschappij (NISM).
Karena di stasiun yang menghubungkan jalur Ambarawa-Kedungjati ini mengoperasikan 2 jenis kereta api dengan lebar sepur yang berbeda yaitu 1.435 mm dan 1.067 mm, maka bangunan ini juga memiliki 2 tipe pintu yang berbeda pula. Pada awalnya, NISM yang bertanggung jawab terkait operasional kereta api di Hindia Belanda membangun Dipo Lokomotif Ambarawa yang dengan lima pintu hanggar. Sebanyak 2 pintu hanggar digunakan untuk menyimpan lokomotif uap dan dan kereta kayu dengan lebar sepur 1.435 mm dan tiga pintu hanggar digunakan untuk menyimpan lokomotif uap dan dan kereta kayu dengan lebar sepur 1.067 mm.
Bangunan Depo Lokomotif Ambarawa yang berfungsi untuk menyimpan sarana kereta api dan tempat memperbaiki (bengkel) jika mengalami kerusakan kecil dibuat dengan konstruksi besi baja sehingga masih tampak kuat hingga saat ini. Di bangunan tersebut, juga terdapat ruangan yang digunakan untuk Kepala Dipo Traksi (KDT), ruangan administrasi, ruangan bubut mesin dan ruangan gudang untuk menyimpan peralatan dipo. Selain ruangan-ruangan tersebut, di sana juga terdapat ruangan untuk menyimpan bahan bakar, baik itu bahan bakar minyak untuk lokomotif diesel juga kayu bakar yang biasanya berupa kayu jati.
Subscribe to:
Posts (Atom)

