Thursday, October 7, 2021
Mesin Cetak Tiket Kereta Api Edmonson
Pada tahun 1967, Nederlansdsch Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) perusahaan kereta api milik Pemerintah Hindia Belanda mendatangkan Mesin Cetak Edmonson untuk mencetak tiket kereta api jurusan Semarang – Solo – Yogyakarta. Mengingat keefektifan mesin cetak tiket tersebut, selanjutnya NIS mengimport lagi untuk digunakan mencetak tiket kereta api lintas Batavia – Buitenzorg pada tahun 1973 dan lintas Surabaya – Pasuruan pada tahun 1878.
Setelah era kemerdekaan, pengelolaan kereta api diambil alih oleh Pemerintah Indonesia dan mesin cetak tiket Edmonson masih digunakan. PT Kereta Api Indonesia baru memberhentikan pencetakan tiket edmonson pada bulan Oktober 2009 untuk digantikan dengan mesin cetak baru yang dianggap lebih modern dan efisien. Dan Kini salah satu mesin cetak tiket edmonson berada di Museum Kereta Api Ambarawa.
Tuesday, March 10, 2020
Museum Kereta Api Ambarawa yang dulunya merupakan Stasiun Ambarawa terletak di Jalan Stasiun No. 1, Kelurahan Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Museum ini berdiri di atas lahan sebesar 127.500 m2 yang dibatasi oleh pagar. Museum ini berada di kawasan perkotaan dan berbatasan dengan pemukiman, pertokoan dan Jalan Stasiun di sisi Utara, sisi Timur dibatasi oleh Jalan Raya Banyubiru, Pasar Lanang dan pemukiman. Sisi Selatan dan Barat dari Museum Kereta Api Ambarawa di batasi oleh pemukiman.
Sampai saat ini, Museum Kereta Api Ambarawa merupakan Museum Kereta Api terbesar di Indonesia dengan koleksi mencapai 21 lokomotif uap. Salah satu lokomotif yang dimiliki oleh Museum Kereta Api Ambarawa merupakan lokomotif langka, pasalnya lokomotif uap bergigi tersebut merupakan salah satu dari tiga lokomotif uap bergigi yang tersisa di dunia. Negara Swiss dan India merupakan negara lain yang memiliki lokomotif uap bergigi lainnya. Selain lokomotif museum ini juga menyajikan beberapa benda bersejarah lainnya seperti telepon antik, genta PJL, mesin pembuat tiket kuno, miniatur lokomotif dan lain sebagainya.Seluruh koleksi lokomotif yang ada di Museum Kereta Api Ambarawa disajikan secara outdoor sehingga pengunjung dapat menaiki lokomotif-lokomotif yang ada. Selain itu museum ini juga telah menambah salah satu fungsi bangunan baru yang menunjang kegiatan belajar di museum ini yaitu selasar sejarah yang berisi runtutan cerita perkembangan kereta api di Indonesia. Pengunjung juga dapat melihat proses peremajaan lokomotif uap di ruang perawatan kereta. Fasilitas rekreasi lain yang disajikan untuk penggunjung yaitu lori wisata yang dapat membawa pengunjung mengunjungi Stasiun Bedono dan Stasiun Tuntang yang merupakan dua stasiun yang juga dibangun pada masa King William I.



