Recent Articles
Home » Posts filed under Gedung
Showing posts with label Gedung. Show all posts
Showing posts with label Gedung. Show all posts
Wednesday, April 8, 2020
Masjid Jami’ Attaawun Ngawen Klaten
Masjid Jami’ Attaawun terletak di koordinat 7 derajat 40'13"S dan 110 derajat 35'52"E atau tepatnya di Ngupit Ngawen Klaten. Masjid yang berada di jalur jalan utama Kota Semarang-Jogja lewat Jatinom (Klaten) ini memiliki luas bangunan 800 meter persegi dengan luas lahan 1500 meter persegi. Masjid yang dibangun sekitar tahun 1990 ini memiliki fasilitas yang cukup lengkap, antara lain: Parkir, Taman, Gudang, Tempat Penitipan Sepatu/Sandal, Aula Serba Guna, Perpustakaan, Kantor Sekretariat, Sound System dan Multimedia, Kamar Mandi/WC, Tempat Wudhu, Sarana Ibadah.
Masjid Jami’ Attaawun menjadi salah satu pusat syiar Agama Islam bagi masyarakat sekitar melalui berbagai kegiatan keagamaan. Kegiatan-kegiiatan yang dilaksanakan di masjid tersebut, selain sholat wajib 5 waktu yaitu: kegiatan Pemberdayaan Zakat, Infaq, Shodaqoh dan Wakaf, kegiatan pendidikan (TPA, Madrasah, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat), kegiatan sosial ekonomi (koperasi masjid), kegiatan Pengajian Rutin, kegiatan Dakwah Islam/Tabliq Akbar, Kegiatan Hari Besar Islam, kegiatan Sholat Jumat dan kegiatan-kegiatan lainnya.
Wednesday, April 1, 2020
Dipo Lokomotif Ambarawa
Bangunan Depo/ Dipo Lokomotif Uap Ambarawa termasuk bangunan cagar budaya yang berada dalam kompleks Stasiun Ambarawa yang saat ini berubah fungsi menjadi Museum Kereta Api Ambarawa. Dipo Lokomotif Ambarawa dibangun bersamaan dengan renovasi Stasiun Willem I pada tahun 1907-1910 oleh oleh Netherlands Indische Spoorweg Maatschappij (NISM).
Karena di stasiun yang menghubungkan jalur Ambarawa-Kedungjati ini mengoperasikan 2 jenis kereta api dengan lebar sepur yang berbeda yaitu 1.435 mm dan 1.067 mm, maka bangunan ini juga memiliki 2 tipe pintu yang berbeda pula. Pada awalnya, NISM yang bertanggung jawab terkait operasional kereta api di Hindia Belanda membangun Dipo Lokomotif Ambarawa yang dengan lima pintu hanggar. Sebanyak 2 pintu hanggar digunakan untuk menyimpan lokomotif uap dan dan kereta kayu dengan lebar sepur 1.435 mm dan tiga pintu hanggar digunakan untuk menyimpan lokomotif uap dan dan kereta kayu dengan lebar sepur 1.067 mm.
Bangunan Depo Lokomotif Ambarawa yang berfungsi untuk menyimpan sarana kereta api dan tempat memperbaiki (bengkel) jika mengalami kerusakan kecil dibuat dengan konstruksi besi baja sehingga masih tampak kuat hingga saat ini. Di bangunan tersebut, juga terdapat ruangan yang digunakan untuk Kepala Dipo Traksi (KDT), ruangan administrasi, ruangan bubut mesin dan ruangan gudang untuk menyimpan peralatan dipo. Selain ruangan-ruangan tersebut, di sana juga terdapat ruangan untuk menyimpan bahan bakar, baik itu bahan bakar minyak untuk lokomotif diesel juga kayu bakar yang biasanya berupa kayu jati.
Tuesday, February 25, 2020
Stasiun Ambarawa
Stasiun Ambarawa yang semula bernama Stasiun Willem I diresmikan pada tanggal 21 Mei 1873 oleh penguasa Belanda pada saat itu. Nama Willem I diambil untuk memperingati jasa raja pertama Kerajaan Belanda yaitu Willem Frederik Prins van Oranje-Nasau (1772-1843). Pada awal dibangunnya, Stasiun Ambarawa dibuat dari kayu dan berdinding bambu. Pada tahun 1907 Stasiun tersebut dibangun ulang menjadi bangunan yang dilestarikan hingga saat ini.Stasiun Ambarawa dibangun oleh Netherlands Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) untuk menghubungkan jalur Kedungjati-Beringin-Tuntang-Ambarawa. NISM membangun stasiun ini selain digunakan untuk kepentingan militer juga difungsikan sebagai sarana transportasi barang komoditas dari sekitar Ambarawa dan daerah pedalaman di sebelah timur hingga kawasan Kedungjati yang saat ini berada di wilayah Kabupaten Grobogan untuk diangkut ke Pelabuhan Semarang.
Pada tahun 1976, jalur kereta api Ambarawa-Kedungjati ditutup oleh Pemerintah Republik Indonesia karena dianggap tidak ekonomis lagi. Akan tetapi untuk melestarikan keberadaan stasiun tersebut, akhirnya pemerintah menetapkan Stasiun Ambarawa menjadi Museum Kereta Api Ambarawa dan diresmikan oleh Menteri Perhubungan saat itu, Roesmin Noerjadin. Agar bangunan tersebut bisa dijaga dan dilestarikan dengan maksimal, akhirnya ditetapkan menjadi Kawasan Cagar Budaya melalui Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.57/PW.007/MKP/2010 tahun 2020.Tuesday, September 17, 2019
Masjid Abdullah Kertek Wonosobo
Masjid Abdullah terletak di Jl. Wonosobo - Temanggung, tepatnya berada di Dusun Kenteng Desa Bojasari Kecamatan Kertek Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah kode pos 56371. Masjid jami’ yang memilikii luas bangunan 528 m2 ini berada di lahan dengan luas 1500 m2, sehingga bisa digunakan untuk fasilitas pendukung masjid seperti tempat parkir, halaman serta tempat kegiatan lainnya.
Masjid Abdullah menjadi salah satu tempat yang menjadi tujuan para musafir untuk mampir melakukan ibadah sholat karena letaknya yang cukup strategis. Masjid ini sudah terdaftar dalam Daftar Profil Masjid se-Indonesia yang dikeluarkan oleh Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementrian Agama Republik Indonesia dengan nomor id masjid 01.4.14.07.08.000092
Wednesday, August 7, 2019
Balai Desa Bulumanis Kidul Margoyoso Pati
Balai Desa Bulumanis Kidul merupakan pusat pemerintahan desa yang masuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati Jawa Tengah. Sebagai pusat pemerintahan, Kantor Kepala Desa Bulumanis Kidul ini menjadi rujukan bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan pemerintahan khususnya tingkat desa. Sebagaimana balai desa yang ada di Indonesia, tempat ini juga menjadi lokasi berkumpulnya masyarakat di 4 pedukuhan, yaitu Dukuh Kidul Kali, Dukuh Lor Kali, Dukuh Nosari Dukuh Ngelom dan Dukuh ketika melakukan kegiatan tingkat desa.
Wednesday, June 12, 2019
Gedung Sasana Adipura Kencana Wonosobo
Gedung Sasana Adipura Kencana Wonosobo merupakan gedung pertemuan yang berada di jantung kota Kabupaten Wonosobo tepatnya di sebelah Kantor Bupati Wonosobo tepatnya di Jl. Sindoro, Wonosobo Timur, Wonosobo Tim., Kec. Wonosobo, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah 56311. Gedung yang berkapasitan 800- 1000 orang ini berada di sebelah timur Alun-Alun Wonosobo yang merupakan salah satu pusat aktivitas di kota dingin tersebut.
Berbagai event tingkat daerah hingga internasional pernah dilaksanakan di gedung tersebut, sehingga menjadi salah satu tempat favorit bagi masyarakat untuk mengadakan pertemuan dalam skala besar. Selain untuk kegiatan yang bersifat kedinasan (karena dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Wonosobo), gedung ini juga sering dimanfaatkan untuk kegiatan komersial dan non komersial. Fasilitas yang dimiliki gedung ini antara lain tempat parkir yang luas dan bisa digunakan untuk panggung hiburan, mushola yang cukup representatif serta kamar mandi dan kelengkapan lainnya.
Monday, May 27, 2019
Masjid Al Manshur Wonosobo
Masjid Al Manshur Wonosobo merupakan salah satu masjid bersejarah yang menjadi saksi penyebaran Agama Islam di Wonosobo dan sekitarnya. Memiliki letak yang cukup strategis karena dekat dengan pusat pemerintahan dan alun-alun Kabupaten Wonosobo, menjadikan masjid yang terletak di Jl di Jalan Masjid Nomor 13 Kauman Utara Wonosobo Timur ini selalu ramai dikunjungi oleh jamaah. Selain untuk menjalankan ibadah shalat, masyarakat yang berkunjung ke Masjid Al Manshur juga memiliki tujuan untuk berziarah ke makam Kyai Walik, salah satu Ulama besar yang menjadi cikal bakal berdirinya Kabupaten Wonosobo yang berada di belakang masjid.
Masjid yang didirikan pada tahun 1800an ini memiliki ciri khas arsitektur yang unik, berupa bangunan kuno dengan tiang-tiang kayu tinggi yang dihiasai ukir-ukiran. Bentuk atap masjid ini berbentuk tajug tumpang (tingkat) tiga mirip dengan masjid Agung Demak yang merupakan representasi dari bangunan majapahitan. Bagian tajug paling bawah menaungi ruangan ibadah, tajug kedua lebih kecil, sedangkan tajug tertinggi berbentuk limasan. Masjid Al Manshur ini beberapa kali direnovasi, terakhir pada tahun 2017.
![]() |
| Masjid Al Manshur |
Bagi masyarakat Wonosobo, Masjid Al Manshur juga dijadikan patokan waktu shalat karena terdapat bencet atau jam matahari. Salah satu kegiatan yang sampai saat ini masih diuri-uri oleh Takmir Masjid Al Manshur adalah Pengajian Setonan yang dilaksanakan setiap hari sabtu dengan jamaah yang hadir bisa mencapai ribuan. Di dalam Kegiatan Pengajian Setonan biasanya diisi dengan kajian tafsir, fiqih dan berbagai kajian Islam lainnya.
Thursday, October 26, 2017
Balai Desa Sambiroto
Kecamatan Tayu Kabupaten Pati
Balai Desa Sambiroto Kecamatan Tayu Kabupaten Pati merupakan pusat pemerintahan di tingkat desa dan menjadi pusat pelayanan bagi masyarakat. Bagi masyarakat desa yang berjarak 27 km dari pusat pemerintahan Kabupaten Pati tersebut, keberadaan balai desa menjadi salah satu tempat untuk berkumpul secara formal dalam membahas potensi dan permasalahan di desa mereka.
Wednesday, September 20, 2017
Masjid Besar Juwana atau biasa disebut dengan Masjid Besar Al Mukkaromah, merupakan salah satu masjid terbesar yang ada di Kecamatan Juwana Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Masjid ini merupakan salah satu masjid yang cukup tua karena dibangun pada sekitar tahun 1850, dimana saat itu Juwana masih menjadi kabupaten yang diperinth oleh Kanjeng Kyahi Adipati Mangkudipuro II. Masjid Besar Juwana dibangun seperti umumnya masjid masjid di Jawa yaitu Masjid berundak 3 yang ditopang oleh 4 (empat) Soko Guru kayu jati diameter 30 cm dengan panjang sekitar 6 meter.Masjid yang terletak ditepi jalan raya pantura ini di masa perjuangan kemerdekaan, digunakan berkumpul para pejuang. Yang sangat di sayangkan, bangunan asli bangunan masjid ini sudah hilang setelah mengalami beberapa kali renovasi.
Saat ini Masjid Al Mukaromah menjadi salah satu landmark Kota Juwana bersama dengan alun-alun Juwana yang berada di depannya. Masjid yang cukup megah tersebut menjadi pusat penyebaran dan aktivitas dakwah Agama Islam di Kota Juwana dan sekitarnya. Dan karena posisinya yang sangat strategis (berada di jalur transportasi utama Pantura Pulau Jawa), maka banyak pula masyarakat yang singgah untuk beribadah atau beristirahat sejenak di masjid tersebut ketika mereka melewati Kota Juwana. Tuesday, August 1, 2017
Puskesmas Singorojo 1 Kec Singorojo
Kabupaten Kendal
Puskesmas Singorojo 1 merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang ada di Kecamatan Singorojo Kabupaten Kendal Jawa Tengah. Alamat Puskesmas Singorojo 1 adalah Jl. Ngareanak-Singorojo, Kecamatan Singorojo Kabupaten Kendal telp 0294-572328. Puskesmas ini memiliki wilayah kerja meliputi : Desa Ngareanak, Singorojo dan sekitarnya, Banyuringin, dan sekitarnya
Monday, May 22, 2017
Kampus Teknik Industri Undip Semarang
Teknik Industri Universitas Diponegoro Semarang merupakan salah satu Jurusan yang berada di lingkup Fakultas Teknik. Alamat Kampus Teknik Industri Undip berada di Jl. Prof. Soedarto, SH Tembalang – Semarang. Jurusan ini merupakan salah satu jurusan yang diunggulkan dari Universitas terbaik di Jawa Tengah ini dan telah mendapatkan akreditasi A dari BAN PT pada tahun 2012 dengan SK No. 030
Teknik Industri Universitas Diponegoro didirikan sejak tahun 1998 dengan 3 peminatan pd yaitu Human Integrated System, Quality Control, SCM. Beberapa mata kuliah yang dipelajari di Teknik Industri antara lain Pengantar Teknik Industri,Penelitian Operasional,Perencanaan & Pengendalian Produksi, Perancangan Sistem Kerja & Ergonomi,dan Proses Manufaktur.
Gedung Teknik Industri Undip yang menjadi gedung perkuliahan mahasiswa saat ini merupakan bantuan dari Djarum Foundation yang dibangun mulai tahun 2013 dan selesai setahun setelahnya.
Wednesday, December 7, 2016
Balai Desa Bango Demak
![]() |
| Balai Desa Bango Demak 2016 |
Desa Bango adalah salah satu desa di Kecamatan Demak yang masuk dalam administrasi Kabupaten Demak yang mempunyai luas wilayah +440,05 Ha. Dilihat dari topografi dan kontur tanah, Desa Bango Kecamatan Demak secara umum berupa Persawahan.
Secara administratif Wilayah Desa Bango terdiri dari 4 ( Empat ) Dusun yaitu Jebor, Botoreco, Gesik dan Bango, 6 (Enam ) RW dan 40 ( Empat Puluh ) RT. Batas-batas administratif pemerintahan Desa Bango Kecamatan Demak sebagai berikut :
Sebelah Utara : Desa Raji Kecamatan Demak, dan Desa kedondong Kecamatan Demak.
Sebelah Timur : Desa trengguli Kecamatan Wonosalam
Sebelah Selatan : Desa Bolo Kecamatan Demak, Desa Mrisen Kecamatan Wonosalam.
Sebelah Barat : Desa Cabean Kecamatan Demak dan Desa Mranak Kecamatan Wonosalam
Sebelah Timur : Desa trengguli Kecamatan Wonosalam
Sebelah Selatan : Desa Bolo Kecamatan Demak, Desa Mrisen Kecamatan Wonosalam.
Sebelah Barat : Desa Cabean Kecamatan Demak dan Desa Mranak Kecamatan Wonosalam
Balai Desa Bango terletak di pinggir sungai yang membentang yang membelah desa tersebut menjadi dua dan menjadi pusat aktivitas pemerintahan di desa. Di dalam balai desa tersebut berbagai kegiatan masyarakat juga dilakukan seperti pelayanan pemerintahan, pertemuan/ rapat antar warga desa, penyuluhan dan lain sebagainya
Thursday, April 28, 2016
Wisma Perdamaian merupakan salah satu bangunan bersejarah yang menjadi cagar budaya di Kota Semarang. Gedung yang kini menjadi rumah dinas kedua Gubernur Jawa Tengah (setelah Puri Gedeh) ini terletak di Jalan Imam Bonjol No 209 Semarang, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, tepatnya berada di sebelah barat Tugu Muda yang menjadi landmark Kota Semarang. Wisma Perdamaian memiliki luas lahan kompleks +- 15.000 m2 dengan luas total bangunan + 6.500 m2. Dibangun dengan orientasi ke arah Tugu Muda (Tenggara). Bangunan ini terdiri dari tiga massa bangunan, yaitu bangunan induk yang difungsikan sebagai ruang kerja gubernur serta tempat penerimaan tamu-tamu resmi, bangunan rumah tinggal (rumah dinas), dan bangunan kantor tempat staff Wisma Perdamaian bekerja.
Pada awalnya, gedung ini dirancang oleh Nicolaas Harting seorang Gouverneur van Java’s Noord-Oostkust (Gubernur Jawa Utara Bagian Pesisir Timur) yang berkuasa dan berkedudukan di Kota Semarang antara tahun 1754–1761. Gedung yang pada awalnya merupakan bangunan utama di komplek villa milik Harting tersebut juga disebut sebagai De Vredestein atau Istana Perdamaian dengan lapangan Wilhelmina Plein yang berada di depannya. Setelah dihapusnya jabatan Gubernur Jawa Utara Bagian Pesisir Timur oleh Daendels, bangunan ini sempat hanya menjadi rumah singgah Gubernur Jendral yang selanjutnya digunakan sebagai rumah jabatan Residen Semarang. Gedung ini juga pernah dijadikan transit oleh Pangeran Diponegoro dan pengikutnya selama 1 minggu sebelum beliau dibawa ke Jakarta yang selanjutnya diasingkan ke Ujung Pandang (Makasar).
Dilihat dari segi arsitektur/ desain bangunan, ternyata bentuk bangunan Wisma Perdamaian banyak mengalami perubahan. Sampai dengan pertengahan abad ke 19, bangunan lama masih berupa bangunan tunggal 2 lantai yang berarsitektur klasik yang dicirikan dengan adanya pilar pilar rangkap dengan kapitel berornamen dan bermotif bunga. Pada masa ini, diduga terdapat courtyard/ portico (selasar lebar yang juga berfungsi sebagai teras. Di bagian atas, terdapat Cornice dengan ornamen berupa moudling/list yang terdapat pada seluruh tepi dinding, baik pada pertemuan dengan atap maupun pada garis lantai 2. Menjelang abad ke 20, bangunan yang menjadi pusat kedudukan VOC di Jawa bagian timur ini ditambahkan serambi bangunan di samping kanan dan kiri, serta atap diubah menjadi limasan penuh. Diduga pada saat itu courtyard ditutup. Pada tahun 1940-an, ditambah serambi beratap pada bagian depan bangunan, serambi ini sekaligus sebagai balkon pada lantai duanya. Pada awal abad ke -20, bangunan samping dibongkar, kemudian ditambahkan tritisan/ luifel gantung dengan rangka besi yang berpenutup seng. T ahun 1970-an
ditambahkan lagi bangunan 2 lantai di bagian belakang dari kiri bangunan induk, yang kemudian digunakan untuk APDN. Renovasi terakhir dilakukan pada tahun 1978, dengan mengganti luifel gantung menjadi plat dan konsol beton dengan banyak ornamen ukiran; serta mengganti daun pintu dan jendela dengan bahan baru; termasuk pula membuat tangga layang pada ruang depan.
Pada tahun 1978, bangunan ini digunakan oleh APDN yang kemudian menjadi STPDN hingga pindah ke Jatinangor Jawa Barat. Pada tahun 1980 digunakan untuk Kantor Sosial dan selanjutnya pada tahun 1994 gedung ini digunakan untuk Kantor Kanwil Pariwisata Jawa Tengah. Setelah direvitalisasi pada 1994, gedung itu menjadi Rumah Dinas Gubernur Jawa Tengah pada era Gubernur Suwardi, yang diresmikan dengan penyematan ”Wisma Perdamaian” sebagai nama gedung. Akan tetapi karena ada beberapa kendala, setelah Gubernur Suwardi berkuasa rumah dinas Gubernur Jawa Tengah kembali berpindah ke Puri Gedeh yang dianggap lebih nyaman. Saat ini Wisma Perdamaian selain digunakan untuk menerima tamu-tamu kenegaraan juga dimanfaatkan untuk banyak kegiatan pendidikan, budaya, maupun seni yang diperuntukkan bagi semua masyarakat Jawa Tengah.
Wednesday, December 30, 2015
Pasar Tirtomulyo yang terletak di jalan utama Plantungan merupakan pasar dengan status pasar desa, namun banyak dikunjungi oleh masyarakat di seluruh wilayah Kecamatan Plantungan. Posisi pasar tersebut yang berada di pusat keramaian (karena terletak di pusat pemerintahan kecamatan dan pinggir jalan raya yang menghubungkan Kabupaten Batang-Kabupaten Temanggung). Di sekitar pasar Tirtomulyo terpapat beberapa fasilitas umum seperti Kantor pemerintah Kecamatan plantungan, BRI, sekolah, masjid serta terdapat terminal bayangan yang digunakan untuk persinggahan bis.
Monday, August 3, 2015
Kantor Kecamatan Plantungan
Kantor Kecamatan Plantungan atau Kantor Camat Plantungan terletak di JL. Suratman, No. 10, Plantungan, Kendal, Jawa Tengah, Indonesia kode pos 51362. Kantor tersebut berada di jalur jalan utama di kabupaten Kendal yang menghubungkan Batang - Sukorejo (Kendal)- Temanggung. No telepon Kantor Kecamatan Plantungan yang bisa dihubungi adalah 0294 451 006.Secara Administrasi Kecamatan Plantungan terbagi dalam 12 desa yang masuk dalam
klasifikasi desa swasembada. Kecamatan ini terdiri dari
jumlah dusun 55, jumlah RW 61 dengan 250 RT. Jumlah PNS di kantor
Kecamatan 22 orang yang terdiri dari 17 PNS laki-laki dan 5 PNS
perempuan. Pusat pemerintahan Kecamatan plantungan ini berada di pusat keramaian dengan fasilitas yang ada di dekatnya antara lain pasar, Bank BRI, Kantor Polsek, Masjid, sekolah dan fasilitas umum/ fasilitas sosial yang lainnya. Kantor Camat tersebut berada di Desa Tirtomulyo yang berada di tengah-tengah Kecamatan Plantungan sehingga bisa menjangkau dan melayani semua desa yang ada di kecamatan ini.
Subscribe to:
Posts (Atom)












