Recent Articles

Tuesday, July 23, 2013

Kecamatan Satui

Tuesday, July 23, 2013 - by Blogger · - 0 Comments

 Kecamatan Satui Kabupaten Tanah Bumbu
 

Kecamatan Satui   merupakan salah satu Kecamatan dalam wilayah adminsitratif  Kabupaten Tanah Bumbu berdasarkan Undang – Undang Nomor 2 Tahun 2003, tentang Pembentukan Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Balangan di Provinsi Kalimantan Selatan. Kecamatan Satui terdiri dari 16 desa, yaitu Desa Satui  Timur, Desa Satui  Barat, Desa Sungai Cuka, Desa Jombang, Desa Bukit Baru, Desa Sungai Danau, Desa Setarap, Desa Sekapuk, Desa Tegal Sari, Desa Sumber Makmur, Desa Wonorejo, Desa Sumber Arum, Desa Makmur Mulia, Desa Al Kautsar, Desa Sinar Bulan  dan Desa Pendamaran Jaya.
Kecamatan Satui

Pembangunan di Satui  sangat cepat, penghasilan penduduknya pun dapat dibilang tinggi karena Kota kecamatan tersebut berada di jalur strategis provinsi yang menghubungkan Banjarmasin-Tanah Bumbu-Kota Baru.  Sebagian besar penduduknya merupakan pendatang dari daerah lain, sedangkan penduduk aslinya adalah orang dari Desa Satui  Barat, atau yang biasa disebut Satui  Kampung. Karena banyak terdapat bahan tambang berupa batu bara, maka banyak pula terdapat pertambangan di kawasan Kecamatan Satui. Penggunaan lahan di dominasi oleh hutan, kebun sawit dan pertambangan. Dimana penggunaan lahan pertambangan paling banyak berada di Sungai Danau. Sedangkan untuk penggunaan lahan pemukiman berada di sepanjang jalan utama di Kecamatan Satui.

Adapun batas wilayah Kecamatan Satui   adalah: 
  • Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Kusan Hulu;
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Laut Jawa; 
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Angsana; dan
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Tanah Laut.

Kecamatan Satui
mempunyai ibukota Sungai Danau dengan luas wilayah sebesar 876,55 km2, dengan desa terluas adalah Desa Jombang yaitu 277,74 km2 dan desa yang mempunyai luasan terkecil adalah Desa Tegal Sari sebesar 3,60 km2.

Kondisi topografi  kawasan ini  cenderung datar karena berada pada daerah pantai. Ketinggian kawasan   dibagi menjadi 4 (empat) bagian yaitu ketinggian 0 – 150 meter dpl, ketinggian 150 – 350 meter dpl, ketinggian 350 – 625 meter dpl, dan ketinggian 625 – 1.225 meter dpl.  Dari keempat bagian ketinggian tersebut, didominasi oleh ketinggian 0 – 150 meter dpl yang menyebar hampir seluruh wilayah Kecamatan dengan luas sebesar 82.787,74 hektar atau sekitar 94%. Dan secara hidrologi terdapat 2 (dua) Daerah Aliran Sungai (DAS) besar yaitu DAS Satui  dan DAS Kintap, dengan sungai – sungainya meliputi Sungai Satui , Sungai Danau, dan Sungai Setarap

Kondisi iklim di Kecamatan Satui   pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan Kabupaten Tanah Bumbu, dimana suhu udara berkisar antara 260C – 340C dengan curah hujan yang cukup rendah yaitu berkisar antara 18 mm – 21 mm. Kelembaban udara rata – rata berkisar antara 86 % - 93 % dengan kecepatan angin rata – rata sekitar 2 m/detik. 

Jenis tanah yang ada terdiri dari 4 (empat) jenis yaitu jenis tanah alluvial, podsolik merah kuning lato – lito, podsolik merah kuning laterik, dan latosol. Jenis tanah yang mendominasi di Kecamatan Satui   ini adalah jenis tanah podsolik merah kuning laterik dengan luas 57.356,34 hektar atau sekitar 65,43 %

Wednesday, July 17, 2013

Kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara

Wednesday, July 17, 2013 - by Blogger · - 0 Comments

 Kecamatan Pecangaan 
Kabupaten Jepara



Kecamatan Pecangaan merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Jepara yang memiliki luas wilayah 3.539,896 Ha atau sekitar 35,41 km2 dengan wilayah administrasi terdiri atas 12 desa. Jarak dari Kecamatan Pecangaan ke Ibukota Kabupaten Jepara adalah 15 km. Kecamatan ini terletak di sebelah Tenggara Ibukota Kabupaten Jepara dengan batas-batas administrasi sebagai berikut:

Sebelah Timur    :  Kec. Kalinyamatan dan Kec. Batealit
Sebelah Barat     :  Kecamatan Kedung
Sebelah Utara     :  Kec. Tahunan dan Kec. Batealit
Sebelah Selatan  :  Kecamatan Batealit

Kecamatan ini memiliki posisi yang strategis, dilewati oleh jalan utama penghubung Jepara – Pati. Selain itu, Kecamatan Pecangaan dilalui oleh jalan lingkar yang berperan memecah pergerakan dalam dan luar kota. Posisi ini membuat kecamatan dengan potensi “Tenun Troso” ini berkembang cukup baik dan menjadi salah satu pusat kegiatan masyarakat di Kabupaten Jepara. Adapun pembagian administrasi wilayah Kecamatan Pecangaan adalah sebagai berikut:

Kecamatan Pecangaan memiliki kelerengan antara 2 – 17 %. Topografi seluruh Kecamatan Pecangaan merupakan dataran dengan ketinggian wilayah < 500 mdpl. Kondisi hidrologi di Kecamatan Pecangaan terdiri atas air tanah dan air permukaan. Adanya sungai-sungai besar seperti Sungai Troso dan Sungai Pecangaan menjadi salah satu sumber air/ hidrologi di kecamatan ini. Air bersih untuk masyarakat banyak berasal dari air tanah, dan menggunakan sumber air dari PDAM.

Kondisi iklim di Kecamatan Pecangaan dapat dilihat dari klimatologi Kabupaten Jepara. Kabupaten Jepara termasuk dalam golongan iklim tipe D (sedang) dengan musim hujan dan kemarau silih berganti. Sementara temperatur rata – rata 25,72 oC dengan kelembaban rata – rata 5,87 %. Jenis tanah yang terdapat di Kecamatan Pecangaan didomonasi oleh jenis tanah latosol.

Penggunaan lahan di Kecamatan Pecangaan terdiri atas lahan sawah dan lahan kering (non sawah). Luas penggunaan lahan sawah di Kecamatan Pecangaan pada tahun 2010 adalah 1.536 Ha, sedangkan penggunaan lahan kering adalah 2.052,324 Ha. 

Jumlah penduduk Kecamatan Pecangaan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari jumlah penduduk sebesar 74.707 jiwa pada tahun 2007 menjadi 77.172 jiwa pada tahun 2010. Jika dihitung menurut tingkat pertumbuhan penduduk, maka terjadi peningkatan sebesar 0,03 % dalam kurun waktu 4 tahun tersebut.

Subscribe

Mau berlanganan ? Silahkan masukkan emailmu di sini

© 2013 Fotopedia. All rights reserved.
Designed by SpicyTricks