Recent Articles

Saturday, February 11, 2017

Museum Lewu hante

Saturday, February 11, 2017 - by Blogger · - 0 Comments

Museum Lewu hante


Museum Lewu hanteMuseum Lewu Hante merupakan salah satu museum yang menjadi obyek wisata unggulan di Kabupaten Barito Timur Provinsi Kalimantan Tengah. Museum yang terletak di perbatasan provinsi kalimantan selatan dengan provinsi kalimantan tengah ini berada di wilayah Kelurahan taniran Kecamatan Banua Lima.  Di depan museum terdapat sebuah tugu Perbatasan provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan dengan patung Burung Manengang atau burung Enggang yang merupakan ciri khas Pulau Kalimantan di puncaknya. Apabila kita ingin ke sana melalui Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, kita harus menempuh perjalanan kurang lebih 5 jam dengan melewati beberapa kota seperti Kandangan dan Amuntai.

Menurut penuturan penduduk sekitar, Lewu Hante memiliki arti rumah besar atau rumah betang dalam bahasa Dayak Manyan.  Rumah betang adalah rumah adat khas Kalimantan yang terdapat diberbagai penjuru Kalimantan dan dihuni oleh masyarakat Dayak terutama di daerah hulu sungai yang biasanya menjadi pusat pemukiman suku Dayak.  Objek wisata yang memiliki luas keseluruhan 2 hektar  ini memiliki 2 replika rumah betang di mana salah satu nya di pakai untuk museum. Meskipunrumah betang ini merupakan replika dan tidak di huni, tetapi hampir nyerupai rumah betang asli yang di huni oleh suku dayak di daerah pedalaman Kalimantan. Di halaman museum ini juga terdapat taman yang luas untuk bersantai yang di lengkapi dengan beberapa replika - replika gambaran yang bermotif dayak, beberapa kafe yang ada di pinggir museum, serta adanya patung “upu dengan wawei” yang berarti laki – laki dan perempuan yang ada di depan panggung
Museum Lewu hante
Apabila kita masuk ke dalam  museum  Lewu Hante  yang berada di Kota Tamiyang Layang ini, kita akan menjumpai barang barang bersejarah seperti : bangah (guci kuno), piring malawen, tombak khas dayak, mandau, pistol kuno, samurai, gong dan beberapa alat musik lainnya. Semua barang-barang tersebut merupakan peninggalan sejarah yang sampai dengan saat ini diselamatkan dan disimpan untuk menunjukkan betapa kayanya budaya Suku Dayak pada masa lampau.

Bagaimana ? penasaran untuk berkunjung ke museum yang cukup terkenal ini? Semoga setelah berkunjung ke sana kita makin bangga dengan kekayaan budaya negara kita Indonesia tercinta.



Tuesday, February 7, 2017

Frestea teh melati original, Racikan Masterblend

Tuesday, February 7, 2017 - by Blogger · - 1 Comment

Frestea teh melati original, Racikan Masterblend


Racikan Masterblend

Frestea merupakan minuman aroma teh yang diproduksi di bawah otoritas Pacific Refreshments Pte. Ltd dengan menggunakan standar kualitas tinggi The Coca-Cola Company, menggunakan teknologi tinggi dan didukung oleh proses produksi higienis, demi memastikan bahwa setiap botol Frestea memilki kualitas yang sama. Frestea dikembangkan untuk menangkap pengalaman dalam menikmati teh tubruk, dengan rasa, aroma, dan warna menjadi faktor terpenting dimana konsumen bisa membedakan kualitas sebuah produk. Cita rasa tehnya yang sangat khas dan inovatif tercipta melalui sajian aroma melati yang menyenangkan dan rasa teh yang unggul. Botolnya yang unik menonjolkan kualitas rasa teh asli, dengan tekstur emboss dua elemen daun yang saling bersilang

Frestea gak cuman menyediakan teh melati aja, tapi juga teh rasa buah-buahan dan yang dicampur madu. Produk yang banyak dinikmati masyarakat Indonesia ini diluncurkan tahun 2002 dengan hak merek Pacific Refreshments Pte. Ltd

Dan kini, diawal tahun 2017  telah hadir produk terbaru dari frestea yaitu Frestea teh melati original. Sebagai salah satu farian yang diunggulkan,  Frestea teh melati original lebih dari sekedar  teh pilihan, racikan teh hijau, teh hitam, dan teh melati dari masterblend hasilkan aroma menenangkan serta citarasa yang nikmat dan menyegarkan. Siap menikmati Racikan Masterblend yang bakal melegenda? Langsung saja nikmati produk baru ini

Komposisi Frestea :
Air, gula, ekstrak teh, NA-bikarbonat, NA-askorbat dan perisa.

Informasi Nilai gizi
1 kemasan : 300 ml

Calories     100     Sodium     0 mg
Total Fat     0 g     Potassium     0 mg
Saturated     0 g     Total Carbs     24 g
Polyunsaturated     0 g     Dietary Fiber     0 g
Monounsaturated     0 g     Sugars     22 g
Trans     0 g     Protein     0 g
Cholesterol     0 mg
Vitamin A    0%    Calcium    0%
Vitamin C    0%    Iron    0%
         

Friday, January 13, 2017

Museum RA Kartini Rembang

Friday, January 13, 2017 - by Blogger · - 0 Comments

 Museum RA Kartini Rembang




Museum RA Kartini Rembang
Pesona RA Kartini sebagai salah satu pahlawan nasional Indonesia terus semerbak hingga saat ini. Banyak wanita yang terinspirasi dengan perjuangan beliau dalam menuntut kesetaraan hak antara pria dan wanita yang pada masa itu mustahil diwujudkan. Perjuangan manis beliau saat ini bisa dinikmati oleh seluruh wanita yang ada di Indonesia karena saat ini kedudukan wanita sudah dianggap sederajat dengan kaum pria. 

Untuk mengenang perjuangan RA Kartini belumlah afdol kalau kita belum pernah berkunjung ke museum RA Kartini Rembang. Dengan luas keseluruhan 19.306 m2, museum yang dulunya merupakan Rumah Dinas Bupati Rembang ini menjadi saksi bisu perjuangan wanita perkasa yang jasanya semerbak haru sampai ke seluruh penjuru dunia. Pada tahun 1889-1912 suami RA Kartini yaitu K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat diberi jabatan sebagai Bupati Rembang sehingga aktivitas beliau sehari-hari dilaksanakan di rumah tersebut. Salah satu kamar yang dulu ditempati RA Kartini untuk melakukan segala aktivitas, termasuk menuliskan buah pikiran yang menjadi ide dan cita-cita beliau kini di tetapkan sebagai “Museum Kamar Pengabdian RA Kartini”.  Saat ini apabila kita masuk ke dalam ruangan tersebut, akan kita jumpai koleksi foto, lukisan, tempat tidur, bathup pribadi, tempat jamu, meja makan, mesin jahit, lesung, cermin rias dan juga meja untuk merawat bayi yang dulu digunakan untuk merawat putra tunggal beliau yaitu RM Soesalit. 

Museum RA Kartini Rembang
Di museum yang terletak di Jalan Gatot Subroto No 8 Rembang ini, kita juga bisa menjumpai sebuah bangunan kuno yang dulunya dipergunakan oleh RA Kartini untuk mengajar khususnya tentang pengetahuan dan keterampilan wanita bagi rakyat pribumi. Bangunan gedung ini bentuknya masih asli meskipun langit-langitnya sudah direhab dan diganti dari sesek bambu menjadi eternit/ plafon dari kayu jati pada tahun 1968. Sampai dengan saat ini, berbagai fasilitas penunjang dan pendukung museum RA Kartini yang dibangun oleh pemerintah, antara lain: diorama di ruang sekolah Kartini, seperangkat gamelan pelog dan slendro di pendopo ageng, perpustakaan & pusat data elektronik Museum dan gender, ruang displai kerajinan/ souvenir, cafetaria, tempat ibadah/ mushola dan saran pendukung lainnya.

Dan di tempat inilah sang Pahlawan wanita kita menghembuskan nafas terakhirnya 4 hari setelah melahirkan putranya. Semoga saja dengan berkunjung ke museum RA Kartini ini kita bisa terus mengingat masa-masa perjuangan beliau demi memperjuangkan derajat kaum wanita terutama yang berada di negara kita Indonesia.




Subscribe

Mau berlanganan ? Silahkan masukkan emailmu di sini

© 2013 Fotopedia. All rights reserved.
Designed by SpicyTricks