Recent Articles
Home » Archives for 2017
Sunday, November 5, 2017
Kecamatan Bandungan
Kecamatan Bandungan merupakan salah satu kecamatan yang ada di dalam wilayah administratif Kabupaten Semarang yang terletak di lereng Gunung Ungaran. Kecamatan yang memiliki luas wilayah 4.823,30 ha ini merupakan pemekaran dari sebagian Kecamatan Amarawa dan sebagian Kecamatan Jambu. Untuk menuju ke Kecamatan yang terkenal sebagai “Kawasan Puncaknya Semarang” ini terdapat 2 jalur utama yaitu dari arah ungaran dan Ambarawa. Bandungan terletak di sebelah selatan kota Semarang yang dapat ditempuh dari arah Semarang berkisar 23 km, dari Ungaran 12 km, dan dari Ambarawa berkisar 7 km. Untuk menuju ke sana dapat di tempuh melalui jalur transportasi darat.
Adapun batas-batas wilayah Kecamatan Bandungan antara lain:
Sebelah Barat : Kecamatan Sumowono
Sebelah Timur : Kecamatan Bergas, Kecamatan Bawen
Sebelah Utara : Kabupaten Kendal
Sebelah Selatan : Kecamatan Ambarawa
Kecamatan Bandungan termasuk salah satu kecamatan yang berada di titik paling tinggi di abupaten Semarang dengan ketinggian rata-rata desanya 831m diatas permukaan air laut. Kecamatan ini dibagi menjadi 9 Desa dan 1 Kelurahan antara lain: Desa Milir, Desa Duren, Desa Jetis, Kelurahan Bandungan, Desa Kenteng, Desa Candi, Desa Banyukuning, Desa Jimbaran, Desa Pakopen dan Desa Sidomukti. Wilayah terluas berdasarkan data statistik adalah Desa Candi sedangkan desa dengan luas wilayah tersempit adalah Desa Jimbaran. Kode Pos Kecamatan Bandungan adalah 50614, 50661 dan 50663.
Sampai dengan saat ini, lahan pertanian di kawasan Bandungan masih luas dan pada umumnya ditanami jenis tanaman pangan dan hortikultura seperti sayur-sayuran yang merupakan komoditi utama. Oleh sebab itu, tidaklah mengherankan apabila kecamatan ini menjadi salah satu daerah sentra produk agribisnis, baik produk segar maupun produk olahan. Potensi tersebut difasilitasi oleh adanya terminal agribisnis yang merupakan pusat kegiatan ekonomi bagi pelaku usaha di sektor pertanian.
Topografi Kecamatan bandungan
Kemiringan lereng di kecamatan ini dibedakan menjadi 5, yaitu kemiringan lereng 3%-8% (B), 8%-15% (C), 15%-30% (D), 30%-45% (E) dan 45%-60% (F). Sebagian besar wilayah termasuk kategori lereng C dan D
Klimatologi Kecamatan Bandungan
Berdasarkan hasil perhitungan temperatur yang dilakukan pihak terkait, temperatur tertinggi adalah 22,64 derajat C dan temperatur terendah adalah 13,91 derajat C . Berdasarkan perhitungan tersebut maka diketahui bahwa secara umum kecamatan yang banyak dijadikan sebagai tempat istirahat ini termasuk wilayah yang memiliki curah hujan tipe C.
Geomorfologi Kecamatan Bandungan
satuan morfologi utama yang ada di kecamatan ini adalah morfologi Gunung Ungaran Tua, Gunung Ungaran Muda (daerah puncak, lereng dan kaki), daerah manifestasi panasbumi dan dataran aluvial. Morfologi Gunung Ungaran Tua telah mengalami runtuhan yang terbentuk akibat proses volcano-tectonic depression (Bammelen dalam Syabarudin, 2003). Satuan morfologi ini dapat ditemukan di sebelah baratdaya, yaitu Banyukuning. Satuan morfologi Gunung Ungaran Muda merupakan sebagian besar satuan morfologi di daerah penelitian, dengan sub satuan yaitu daerah puncak, lereng dan kaki. Daerah puncak yang memiliki beda tinggi lebih dari 100m dan slope lebih dari 35o yang dapat dijumpai adanya kenampakan kawah akibat proses letusan Gunung Ungaran dengan produk berupa aliran lava dan endapan piroklastik aliran. Daerah lereng memiliki beda tinggi antara 20-100 m dengan slope berkisar antara 10o-32o. Dan daerah kaki memiliki beda tinggi 1-15 m dengan slope kurang dari 10o.
Kondisi Geologi Kecamatan Bandungan
Kecamatan Bandungan didominasi material proses Vulkan Ungaran dengan formasi batuan penyusun terdiri dari:
- Lava Gunung Sumbing (Qls), merupakan aliran lava dan kubah yang terdiri dari horenblenda augit yang ditemukan di Gunung Sumbing. Aliran puncak di Gunung Ungaran berkomposisi andesit horenblenda augit. Aliran lereng di Gunung Ungaran dikuasai lahar andesit dan aliran gunungapi muda. Endapan lahar ini terdiri dari bongkah-bongkah tak terpisahkan menyudut tanggung dan membundar tanggung serta bergaris tengah 2 meter. Formasi batuan penyusun ini berada di bagian puncak Tenggara sampai Barat Daya.
- Batuan Gunungapi Gajahmungkur (Qhg), berada di lereng atas sampai lereng bawah yang menyebar di seluruh sisi. Formasi batuan ini mendominasi wilayah Kecamatan Bandungan yang terdiri dari andesit horenblenda augit yang umumnya merupakan aliran lava.
- Formasi Kaligetas (Qpkg) berada di sisi selatan dari Kecamatan Bandungan yang merupakan breksi vulkanik, aliran lava, tuf, batupasir tufan dan batulempung. Breksi aliran dan lahar dengan sisipan lava dan tuf halus sampai kasar. Setempat di bagian bawahnya ditemukan batulempung mengandung moluska dan batu pasir tufan. Batan gunungapi yang melapuk berwarna coklat-kemerahan dan sering membentuk bongkah-bongkah besar yang memiliki ketebalan berkisar antara 50 m sampai dengan 200 m.
- Batuan Terobosan Andesit (Tma), merupakan Andesit horenblenda augit tersingkap. Formasi batuan ini ditemukan di beberapa tempat, seperti Gunung Turun, Gunung Kendalosoro, Gunung Siwakul, Gunung Kalong, Gunung Mabang, Gunung Gugon, Gunung Puntang dan Gunung Pertapan
Jenis Tanah Kecamatan Bandungan
Di kecamatan ini, terdapat 4 satuan jenis tanah yaitu Andosol Coklat T, Latosol Coklat T, Litosol Coklat K dan Mediteran Coklat.
Thursday, October 26, 2017
Balai Desa Sambiroto
Kecamatan Tayu Kabupaten Pati
Balai Desa Sambiroto Kecamatan Tayu Kabupaten Pati merupakan pusat pemerintahan di tingkat desa dan menjadi pusat pelayanan bagi masyarakat. Bagi masyarakat desa yang berjarak 27 km dari pusat pemerintahan Kabupaten Pati tersebut, keberadaan balai desa menjadi salah satu tempat untuk berkumpul secara formal dalam membahas potensi dan permasalahan di desa mereka.
Wednesday, October 25, 2017
Rumah Sakit Nasional Diponegoro
RSND Semarang
Rumah Sakit Belakang Kampus atau Rumah Sakit Belakang Undip, demikian biasanya masyarakat sekitar menyebutkan nama rumah sakit yang terbilang baru di kota Semarang ini. Dengan luas lahan kurang lebih 24.000 meter persegi, menjadikan rumah sakit ini representatif untuk melayani pasien yang datang berobat ke sana. Rumah Sakit Nasional Diponegoro atau RSND merupakan rumah sakit yang dikelola oleh Universitas Diponegoro Semarang dan mulai beroperasi pada tahun 2014 untuk masyarakat umum termasuk masyarakat pengguna BPJS.
![]() |
| Rumah Sakit Nasional Diponegoro |
Untuk katagori rumah sakit baru, fasilitas yang dimiliki oleh RSND sudah cukup lengkap, antara lain fasilitas umum berupa tempat tunggu, tempat parkir, kafetaria/ kantin dan sarana ibadah; fasilitas rawat jalan yang terdiri dari beberapa poli, antara lain: Geriatri, Kesehatan Anak, Penyakit dalam, Bedah Poli Mata, Penyakit THT, Neurologi, Andrologi, Penyakit Kulit dan Kelamin, Paru, Gigi, Jantung, Psikiatri, Onkologi, Obstetri dan Ginelogi, Genetika serta kecantikan; fasilitas rawat inap; fasilitas cathlab yang diperuntukkan bagi pasien jantung koroner; fasilitas hemodialisa dan fasilitas penunjang medis lainnya yang terdiri dari CT Scan, USG 4 Dimensi, Ecocardiography, Cath Lab, Fluoroskopi, Mobile X-ray, Digital Radiography, Kamar Bersalin, Kamar Operasi, Laboratorium 24 Jam, Farmasi 24 jam, Radiologi 24 jam, Ambulance, Lab Sentral.
Lokasi Rumah Sakkit Nasional Diponegoro/ RSND berada di Jalan Jl. Prof Soedarto SH Tembalang Semarang Telp 024-76928020 IGD 024-76928022 Fax.024-76928021, rsnd@fk.undip.ac.id . untuk pelayanan kesehatan, RSND menyediakan kontak center yaitu:
Customer Care : 024 76928020
Ambulance : 024 76928022
Poli Rawat jalan : 024 76928023
Wednesday, September 20, 2017
Masjid Besar Juwana atau biasa disebut dengan Masjid Besar Al Mukkaromah, merupakan salah satu masjid terbesar yang ada di Kecamatan Juwana Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Masjid ini merupakan salah satu masjid yang cukup tua karena dibangun pada sekitar tahun 1850, dimana saat itu Juwana masih menjadi kabupaten yang diperinth oleh Kanjeng Kyahi Adipati Mangkudipuro II. Masjid Besar Juwana dibangun seperti umumnya masjid masjid di Jawa yaitu Masjid berundak 3 yang ditopang oleh 4 (empat) Soko Guru kayu jati diameter 30 cm dengan panjang sekitar 6 meter.Masjid yang terletak ditepi jalan raya pantura ini di masa perjuangan kemerdekaan, digunakan berkumpul para pejuang. Yang sangat di sayangkan, bangunan asli bangunan masjid ini sudah hilang setelah mengalami beberapa kali renovasi.
Saat ini Masjid Al Mukaromah menjadi salah satu landmark Kota Juwana bersama dengan alun-alun Juwana yang berada di depannya. Masjid yang cukup megah tersebut menjadi pusat penyebaran dan aktivitas dakwah Agama Islam di Kota Juwana dan sekitarnya. Dan karena posisinya yang sangat strategis (berada di jalur transportasi utama Pantura Pulau Jawa), maka banyak pula masyarakat yang singgah untuk beribadah atau beristirahat sejenak di masjid tersebut ketika mereka melewati Kota Juwana. Saturday, September 16, 2017
Kabupaten Wonosobo
Kondisi Geografi Kabupaten Wonosobo
Kabupaten Wonosobo merupakan salah satu dari 35 (tiga puluh lima) kabupaten/ kota di Provinsi Jawa Tengah dengan luas wilayah 98,468 ha. Secara geografis Kabupaten Wonosobo terletak antara 7˚11’ dan 7˚36’ Lintang Selatan, 109˚43’ dan 110˚04’ Bujur Timur. Jarak ibukota Kabupaten Wonosobo ke ibukota Provinsi Jawa Tengah berjarak 120 Km dan 520 Km dari ibu kota negara. Kabupaten wonosobo merupakan daerah pegunungan dengan ketinggian berkisar antara 275 m sampai dengan 2.250 meter di atas permukaan laut.
Kabupaten Wonosobo merupakan salah satu dari 35 (tiga puluh lima) kabupaten/ kota di Provinsi Jawa Tengah dengan luas wilayah 98,468 ha. Secara geografis Kabupaten Wonosobo terletak antara 7˚11’ dan 7˚36’ Lintang Selatan, 109˚43’ dan 110˚04’ Bujur Timur. Jarak ibukota Kabupaten Wonosobo ke ibukota Provinsi Jawa Tengah berjarak 120 Km dan 520 Km dari ibu kota negara. Kabupaten wonosobo merupakan daerah pegunungan dengan ketinggian berkisar antara 275 m sampai dengan 2.250 meter di atas permukaan laut.
Dalam lingkup wilayah provinsi, kabupaten yang terletak di dataran tinggi ini berada di bagian tengah yang berbatasan dengan kabupaten lainnya. Secara administrasi, Kabupaten Wonosobo berbatasan dengan :
Sebelah Utara : Kabupaten Kendal dan Kabupaten Batang
Sebelah Timur : Kabupaten Temanggung dan Kab. Magelang
Sebelah Selatan : Kab. Kebumen dan Kab. Purworejo
Sebelah Barat : Kab. Banjarnegara dan Kab Kebumen
Secara administratif kabupaten ini dibagi menjadi 15 Kecamatan. 236 desa dan 29 kelurahan. Jarak kecamatan ke ibukota kabupaten terjauh adalah Kecamatan Wadaslintang dengan jarak 37 km, dan jarak terdekat adalah Kecamatan Wonosobo karena terletak di ibukota kabupaten, disusul Kecamatan Mojotengah yang berjarak 4 km. Lokasi tertinggi berada di Kecamatan Kejajar yaitu 1.378 m dpl sedangkan yang terendah berada di Kecamatan Wadaslintang 275 m dpl.
Topografi Kabupaten Wonosobo
Apabila dilihat dari segi topografi, wilayah Kabupaten Wonosobo memiliki ciri yang berbukit dan bergunung, terletak pada ketinggian antara 200 sampai 2.250 m di atas permukaan laut. Kelerengan merupakan suatu kemiringan tanah dimana sudut kemiringan dibentuk oleh permukaan tanah dengan bidang horizontal dan dinyatakan dalam persen. Kabupaten Wonosobo dibagi menjadi 6 wilayah kemiringan, yaitu:
- Wilayah dengan kemiringan antara 0,00-2,00 % seluas 1052,263 ha atau 1,04 % dari seluruh luas wilayah, banyak dijumpai di Kecamatan Selomerto dan Kecamatan Kertek;
- Wilayah dengan kemiringan antara 2,00-5,00 % seluas 22.969,5 ha atau 22,89 % dari luas seluruh wilayah, banyak terdapat di 13 Kecamatan selain Kecamatan Watumalang dan Kecamatan Kalibawang;
- Wilayah dengan kemiringan antara 5,00-8,00 % seluas 8.143,769 ha atau 8,11 % dari luas wilayah total, tersebar merata di 14 Kecamatan selain Kecamatan Watumalang;
- Wilayah dengan kemiringan antara 8,00-15,00 % seluas 55.434,85 ha atau 55,2 % dari seluruh luas wilayah tersebar secara merata di semua kecamatan;
- Wilayah dengan kemiringan antara 15,00-25,00 % seluas 11.101,6 ha atau 11,06 % dari seluruh luas wilayah terdapat di semua kecamatan kecuali Kecamatan Wonosobo.
- Wilayah dengan kemiringan antara 25,00-40,00 % seluas 1.479,631 ha atau 1,47 % dari luas wilayah total, terdapat di Kecamatan Kejajar, Garung dan Kalikajar; dan
- Wilayah dengan kemiringan lebih dari 40,00 % seluas 142,362 ha atau 0,14 % dari luas wilayah total, terdapat di Kecamatan Kejajar.
Fisiografi Kabupaten Wonosobo
Secara fisiografi, Wonosobo terletak pada ujung timur Depresi Serayu yang terbentuk oleh proses orogenesa dan epirogenesa, kemudian diikuti oleh kegiatan vulkanisme dan denudasional yang cepat. Di sebelah timur Depresi Serayu dibatasi oleh Gunung Sumbing dan Sindoro yang terbentuk pada jaman Kuarter (±1,8 juta tahun yang lain), rangkaian gunung api tersebut terus berlanjut dan bersambung dengan kompleks gunung api Dieng dan Rogojembangan.
Di Kawasan Dieng banyak dijumpai depresi yang terbentuk oleh pusat erupsi vulkanik pada jaman Pleistocene yang kemudian terisi oleh endapan dan sisa tumbuhan. Di samping itu terdapat hulu sungai serayu dengan anak sungai yang berada di bagian selatan, yakni di ujung timur Pegunungan Serayu Selatan yanair minumg dibatasi oleh Zone Patahan. Banyaknya gunung di Wonosobo juga menjadi sumber mata air yang mengalir ke sungai Serayu, Bogowonto, Kali Galuh, Kali Semagung, Kali Sanggrahan dan Luk Ulo.
Kondisi Geologi Kabupaten Wonosobo
Berdasarkan pembagian zona fisiografi Pulau Jawa oleh Van Bemmelen (1949), Wilayah Kabupaten Wonosobo termasuk dalam jalur fisiografi Pegunungan Serayu Selatan Bagian Utara dan menempati bagian tengah zona fisiografi tersebut. Zona ini didominasi oleh endapan gunungapi kuarter. Endapan gunungapi kuarter masih dapat diamati kenampakan kerucut vulkaniknya seperti Gunung Sundoro dan Gunung Sumbing, sedangkan dibagian lain gunung api Dieng yang berumur lebih tua meninggalkan sisa erupsi yang membentuk plateau (dataran tinggi).
Geomorfologi Kabupaten Wonosobo
Secara geomorfologi, bentang lahan didominasi oleh bentanglahan bentukan dari proses vulkanik. Bentanglahan lainnya berasal dari bentukan denudasional, bentanglahan struktural, bentanglahan fluvial (aliran sungai). Bentukan bentang lahan proses vulkanik yang ada yaitu kubah lava, kerucut gunung api, lereng gunung api, kaki gunung api, perbukitan intrusif batuan gunung api, pegunungan medan lava, perbukitan medan lava, kaldera, danau kaldera, lembah antar gunungapi material piroklastik
Klimatologi Kabupaten Wonosobo
Wonosobo beriklim tropis dengan dua musim dalam setahun yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Rata rata suhu udara di Wonosobo antara 14,3 – 26,5 derajat Celcius dengan curah hujan rata-rata per tahun berkisar antara 1713 - 4255 mm/tahun. Dengan kondisi tersebut Kabupaten Wonosobo sangat baik untuk pertanian sehingga sektor pertanian merupakan sektor dominan dalam perekonomian.
Tuesday, August 1, 2017
Puskesmas Singorojo 1 Kec Singorojo
Kabupaten Kendal
Puskesmas Singorojo 1 merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang ada di Kecamatan Singorojo Kabupaten Kendal Jawa Tengah. Alamat Puskesmas Singorojo 1 adalah Jl. Ngareanak-Singorojo, Kecamatan Singorojo Kabupaten Kendal telp 0294-572328. Puskesmas ini memiliki wilayah kerja meliputi : Desa Ngareanak, Singorojo dan sekitarnya, Banyuringin, dan sekitarnya
Monday, May 22, 2017
Kampus Teknik Industri Undip Semarang
Teknik Industri Universitas Diponegoro Semarang merupakan salah satu Jurusan yang berada di lingkup Fakultas Teknik. Alamat Kampus Teknik Industri Undip berada di Jl. Prof. Soedarto, SH Tembalang – Semarang. Jurusan ini merupakan salah satu jurusan yang diunggulkan dari Universitas terbaik di Jawa Tengah ini dan telah mendapatkan akreditasi A dari BAN PT pada tahun 2012 dengan SK No. 030
Teknik Industri Universitas Diponegoro didirikan sejak tahun 1998 dengan 3 peminatan pd yaitu Human Integrated System, Quality Control, SCM. Beberapa mata kuliah yang dipelajari di Teknik Industri antara lain Pengantar Teknik Industri,Penelitian Operasional,Perencanaan & Pengendalian Produksi, Perancangan Sistem Kerja & Ergonomi,dan Proses Manufaktur.
Gedung Teknik Industri Undip yang menjadi gedung perkuliahan mahasiswa saat ini merupakan bantuan dari Djarum Foundation yang dibangun mulai tahun 2013 dan selesai setahun setelahnya.
Wednesday, April 19, 2017
Kecamatan Ungaran Barat
Kecamatan Ungaran Barat merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Semarang yang terletak diantara 7°11’01” - 7°16’81” Lintang Selatan dan antara 110°36’04” –110°41’25" Bujur Timur. Secara administrasi Kecamatan yang memiliki kode pos 50511 ini terdiri dari 11 desa/ kelurahan, namun hanya 6 kelurahan yang menempati wilayah Kota Ungaran. Pusat pemerintahan kecamatan ini berada di Desa Lerep. Adapun batas wilayah Kecamatan ini antara lain sebagai berikut:
Sebelah Barat : Kota Semarang dan Kabupaten Kendal;
Sebelah Timur : Kecamatan Ungaran Timur;
Sebelah Utara : Kota Semarang;
Sebelah Selatan : Kecamatan Bergas.
Luas wilayah Kecamatan Ungaran Barat yaitu 1.352,76 hektar, dimana Desa Nyatnyono menjadi kelurahan terluas yaitu 425,00 hektar dengan persentase 15,00% luas wilayah kota ungaran secara keseluruhan. Sedangkan desa Genuk menempati wilayah terkecil dengan luas 157,85 hektar dengan persentase sebesar 5,57% luas wilayah kota Ungaran secara keseluruhan
Wilayah kecamatan yang merupakan pecahan dari Kecamatan Ungaran ini merupakan daerah dataran tinggi yang bergelombang sampai bergunung dengan ketinggian antara 321 –573 mdpl dengan prosentase sebagai berikut :
a. Daerah bergelombang berbukit : 45 %
b. Daerah berbukit bergunung : 40 %
c. Datar berombak : 15 %
Sebelah Timur : Kecamatan Ungaran Timur;
Sebelah Utara : Kota Semarang;
Sebelah Selatan : Kecamatan Bergas.
Luas wilayah Kecamatan Ungaran Barat yaitu 1.352,76 hektar, dimana Desa Nyatnyono menjadi kelurahan terluas yaitu 425,00 hektar dengan persentase 15,00% luas wilayah kota ungaran secara keseluruhan. Sedangkan desa Genuk menempati wilayah terkecil dengan luas 157,85 hektar dengan persentase sebesar 5,57% luas wilayah kota Ungaran secara keseluruhan
Wilayah kecamatan yang merupakan pecahan dari Kecamatan Ungaran ini merupakan daerah dataran tinggi yang bergelombang sampai bergunung dengan ketinggian antara 321 –573 mdpl dengan prosentase sebagai berikut :
a. Daerah bergelombang berbukit : 45 %
b. Daerah berbukit bergunung : 40 %
c. Datar berombak : 15 %
Wilayah dengan topografi dataran ditempati oleh seluruh kelurahan, kecuali kelurahan Nyatnyono yang memiliki topografi lereng/puncak. Kondisi topografi lereng/puncak adalah areal curam yang merupakan daerah perbukitan yang membentang. Kemiringan tanah antara : 0 – 45 % dengan pembagian luas daerah sebagai berikut :
- Daerah kemiringan 0 – 3 % dengan luas 225 Ha yaitu berada di Kelurahan Bandarjo
- Daerah kemiringan 3 – 8 % dengan luas 490,7 Ha meliputi : Kelurahan Langensari, Kelurahan dan Kelurahan Ungaran
- Daerah kemiringan 8 – 15 % seluas 1.650,9 Ha yang terdiri dari Kelurahan Candirejo, Desa Nyatnyono, Desa Gogik, Desa Keji dan Desa Lerep
- Daerah kemiringan 25 – 45 % dengan luas 1229,12 Ha meliputi Desa Kalisidi dan Desa Branjang
Jenis Tanah Kecamatan Ungaran Barat
Jenis tanah di kecamatan ini terdiri dari Tanah Latosol Coklat dengan prosentasi 76% dari luas kecamatan, tanah Mediteran coklat tua sebesar 14 %, Tanah Latosol merah kekuningan sebesar 4 % dan tanah Latosol coklat tua sebesar 6 %. Tingkat keasaman tanah masuk dalam katagori asam sampai netral yaitu dengan PH 4,2 s/d 6,
Klimatologi Kecamatan Ungaran Barat
Klimatologi Kecamatan Ungaran Barat
Kecamatan ini memiliki iklim tropis, karena terdapat curah hujan yang signifikan sepanjang tahun, bahkan pada bulan kering masih memiliki banyak curah hujan. Berdasarkan klasifikasi iklim Köppen-Geiger Kecamatan Ungaran Barat berada pada tipe Af dengan suhu rata-rata tahunan sekitar 25,0 °C, dan curah hujan rata-rata 2.697 mm.
Bulan terkering adalah bulan Agustus, dengan curah hujan sebesar 66 mm. Presipitasi hampir terjadi di setiap tahunnya, sedangkan presipitasi terbesar terjadi pada bulan Januari dengan rata-rata 409 mm. Suhu terhangat sepanjang tahun berada pada bulan Oktober dengan suhu rata rata 26,0 °C. Pada bulan Januari, suhu rata rata adalah 24,3 °C ini menjadi suhu rata rata terendah sepanjang tahun. Perbedaan presipitasi antara bulan kering dengan bulan basah adalah 343 mm
Tuesday, March 14, 2017
Tukang Cover Jok Motor
![]() |
| Aneka Jok Motor |
Cover jok motor merupakan salah satu material sepeda motor yang paling banyak mendapat perhatian pengguna/ pengendara kendaraan tersebut. Selain berfungsi sebagai kenyamanan karena menjadi tempat pengendara duduk, cover jok juga berfungsi sebagai estetika, sehingga tidaklah mengherankan jika banyak varian cover jok baik dari segi bahan, warna maupun motif.
![]() |
| Tukang Jok Motor |
Salah satu aktor utama yang berperan dalam kreativitas tersebut yaitu tukang cover jok. Dengan telaten mereka mengganti bahan tersebut setelah sebelumnya merekayasa gabus yang menjadi bantalannya sehingga bisa nyaman untuk diduduki serta bentuknya bisa sesuai dengan karakteristik motor.
Untuk membentuk jok sesuai keinginan, tukang cover jok akan mengiris, menambal, menipiskan bahkan menghaluskan gabus tersebut. Perlu keahlian khusus untuk melakukan pekerjaan tersebut sehingga keberadaannya perlu dilestarikan. Jangan sampai dikemudian hari ketika jok kita rusak kita harus mengganti dengan membeli yang baru karena tidak ada yang mereparasinya.
Untuk membentuk jok sesuai keinginan, tukang cover jok akan mengiris, menambal, menipiskan bahkan menghaluskan gabus tersebut. Perlu keahlian khusus untuk melakukan pekerjaan tersebut sehingga keberadaannya perlu dilestarikan. Jangan sampai dikemudian hari ketika jok kita rusak kita harus mengganti dengan membeli yang baru karena tidak ada yang mereparasinya.
Wednesday, March 1, 2017
Kecamatan Ambarawa
Jika kita ingin bepergian ke Kota Yogyakarta dari arah Kota Semarang, kemungkinan besar akan melewati lokasi yang cukup terkenal dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia yaitu Ambarawa. Sebuah kota kecil yang terletak di jalur transportasi utama Semarang-Jogja ini merupakan salah satu kecamatan yang masuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Semarang. Di Kecamatan Ambarawa terdapat monumen Palagan Ambarawa yang menjadi bukti sejarah peperangan Tentara Indonesia bersama rakyat melawan tentara Sekutu.
Kecamatan Ambarawa memiliki luas wilayah 2.822 Ha yang terdiri dari 10 desa/ kelurahan yaitu Kelurahan Baran, Desa Bejalen, Kelurahan Kranggan, Kelurahan Kupang, Kelurahan Lodoyong, Kelurahan Ngampin, Kelurahan Panjang, Desa Pasekan, Kelurahan Pojoksari dan Kelurahan Tambakboyo. Kode Pos Kecamatan Ambarawa antara lain: 50611, 50612, 50613 dan 50614.
Adapun batas wilayah Kecamatan Ambarawa adalah sebagai berikut:
Sebelah Barat : Kecamatan Bandungan
Sebelah Timur : Kecamatan Bawen
Sebelah Utara : Kecamatan Bandungan
Sebelah Selatan : Kecamatan Banyubiru, Rawa Pening
Kecamatan Ambarawa didominasi oleh rawa dan beberapa bukit-bukit rendah menyebabkan Kecamatan Ambarawa berada dalam kategori daerah dengan ketinggian sedang (Rata-rata ketinggian 536 meter di atas permukaan laut). Kondisi Kecamatan yang berada di dataran tinggi menyebabkan suhu udara dan kelembaban udara di kawasan ini sedikit lebih tinggi apabila dibandingkan dengan kawasan lain yang berada di Kabupaten Semarang
Jenis tanah yang ada di Kecamatan Ambarawa antara lain:
Tanah grumosol, yaitu tanah yang memiliki tekstur lempung berliatliat yang berwarna kelabu sampai hitam, memiliki daya yang cukup baik untuk menahan air sehingga cocok untuk pertanian maupun perkebunan.
Tanah Latosol, dengan ciri umumnya berwarna merah,coklat hingga kuning yang mana pada lapisan tanah atas hingga ke bawah bertekstur liat. Jenis tanah ini memiliki kelebihan dapat menahan air sehingga cukup baik apabila digunakan untuk budidaya pertanian.
Tanah regosol, yaitu tanah yang berasal dari material gunung berapi yang mana tanahnya berbutir kasar. Tanah regosol merupakan tanah aluvial yang baru diendapkan. Sifat dari tanah regosol yaitu subur, peka terhadap erosi, berwarna keabuan, kaya unsur hara seperti P dan K yang masih segar, memiliki kemampuan menyerap air tinggi sehingga cukup baik apabila digunakan untuk budidaya pertanian.
Monday, February 13, 2017
Kabupaten Banyumas
Kabupaten Banyumas merupakan salah satu kabupaten yang masuk dalam wilayah administratif Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten ini memiliki posisi yang strategis karena berada pada persimpangan lintas daerah yaitu dari Jawa Barat pada lintas selatan menuju Yogyakarta, Cilacap dan daerah Pegunungan Dieng atau sebaliknya serta dari Jawa Barat dari lintas Utara lewat Kabupaten Tegal menuju Cilacap, daerah Pegunungan Dieng dan Yogyakarta. Secara geografis, kabupaten yang pusat pemerintahannya berada di Kota Purwokerto ini terletak diantara 108º39’17” BT -109º27’15” BT dan diantara 7º15’05” LS - 7º37’10” LS.
Adapun batas wilayah Kabupaten Banyumas antara lain:
Sebelah Utara : Kabupaten Tegal dan Kabupaten Pemalang
Sebelah Selatan : Kabupaten Cilacap
Sebelah Barat : Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Brebes
Sebelah Timur : Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Kebumen
Luas wilayah Kabupaten Banyumas 132.759,56 Ha dengan jarak bentang terjauh dari Barat ke Timur 96 Km, dan dari Utara ke Selatan sejauh 46 Km. Secara administratif wilayah Kabupaten Banyumas meliputi 27 Kecamatan dengan 301 desa dan 30 kelurahan. Adapun kecamatan-kecamatan tersebut antara lain Kecamatan Lumbir, Wangon, Jatilawang, Rawalo, Kebasen, Kemranjen, Sumpiuh, Tambak, Somagede, Kalibagor, Banyumas, Patikraja, Purwojati, Ajibarang, Gumelar, Pekuncen, Cilongok, Karang lewas, Kedungbanteng, Baturaden, Sumbang, Kembaran, Sokaraja, Purwokerto selatan, Purwokerto barat, Purwokerto timur dan Purwokerto utara
Topografi Kabupaten Banyumas
Kondisi topografi Kabupaten ini antara lain:
- Dataran rendah dengan ketinggian 0 – 25 meter di atas permukaan laut (dpl) memiliki luas 26.724,4 ha atau 20,13% dari luas wilayah Kabupaten Banyumas. Wilayah yang berada pada ketinggian ini meliputi Kecamatan Jatilawang, Kecamatan Kebasen, Kecamatan Rawalo, Kecamatan Tambak, sebagian Kecamatan Kalibagor, sebagian Kecamatan Karanglewas, sebagian kecamatan Kemranjen, sebagian Kecamatan Sokaraja, dan sebagian Kecamatan Sumpiuh.
- Dataran perbukitan dengan ketinggian >25 - 100 meter dpl memiliki luas 42.310,30 ha atau 31,87% dari luas wilayah Kabupaten Banyumas. Wilayah yang berada pada ketinggian ini meliputi Kecamatan Kembaran, Kecamatan Lumbir, Kecamatan Patikraja, Kecamatan Purwojati, Kota Purwokerto, Kecamatan Wangon, sebagian Kecamatan Kalibagor, sebagian Kecamatan Kedungbanteng, sebagian Kecamatan Karanglewas, sebagian Kecamatan Somagede, sebagian Kecamatan Sumbang, dan sebagian Kecamatan Sokaraja.
- Dataran tinggi dengan ketinggian >100 – 500 meter dpl memiliki luas 40.385,3 ha atau 30,42% dari luas wilayah Kabupaten Banyumas. Wilayah yang berada pada ketinggian ini meliputi Kecamatan Ajibarang, Banyumas, sebagian Kecamatan Baturraden, sebagian Kecamatan Cilongok, sebagian Kecamatan Pekuncen, dan sebagian Kecamatan Somagede.
- Dataran dengan ketinggian >500 – 1000 meter dpl memiliki luas 17.364,9 ha atau 13,08% dari luas wilayah Kabupaten Banyumas. Wilayah yang berada pada ketinggian ini meliputi sebagian Kecamatan Gumelar, sebagian Kecamatan Kedungbanteng, sebagian Kecamatan Pekuncen, sebagian Kecamatan Cilongok, sebagian Kecamatan Baturraden dan sebagian Kecamatan Sumbang.
- Dataran dengan ketinggian >1000 meter dpl memiliki luas 5.974,1 ha atau 4,50% dari luas wilayah Kabupaten Banyumas. Wilayah yang berada pada ketinggian ini meliputi sebagian Kecamatan Baturraden, sebagian Kecamatan Cilongok, sebagian Kecamatan Pekuncen dan sebagian Kecamatan Sumbang.
Kemiringan Lahan Kabupaten Banyumas
Berdasarkan kemiringan tanahnya wilayah Kabupaten ini terbagi dalam beberapa kelas kemiringan lahan, antara lain:
- Kemiringan 0 – 2% meliputi areal seluas 42.629,09 ha atau 32,11 % dari luas wilayah Kabupaten Banyumas. Wilayah dengan kemiringan ini meliputi Kota Purwokerto, Kecamatan Sokaraja, Kecamatan Kembaran, bagian selatan Kabupaten Banyumas antara lain Kecamatan Tambak, Kecamatan Sumpiuh, Kecamatan Kemranjen, Kecamatan Kebasen, Kecamatan Rawalo, Kecamatan Kalibagor bagian timur, sebagian Kecamatan Patikraja, dan disekitar Sungai Serayu.
- Kemiringan >2 – 8% meliputi areal seluas 19.940,49 ha atau 15,02 % dari luas wilayah Kabupaten Banyumas. Wilayah dengan kemiringan ini adalah sebagian Kecamatan Pekuncen, Kecamatan Cilongok, Kecamatan Karanglewas, Kecamatan Sumbang, Kecamatan Wangon sebelah selatan.
- Kemiringan >8 – 15% meliputi areal seluas 13.979,58 ha atau 10,53 % dari luas wilayah Kabupaten Banyumas. Wilayah ini meliputi sebagian Kecamatan Ajibarang, Kecamatan Pekuncen, Kecamatan Cilongok dan Kecamatan Kalibagor.
- Kemiringan >15 – 25% meliputi areal seluas 16.820,64 ha atau 12,67 % dari luas wilayah Kabupaten Banyumas. Wilayah ini meliputi Kecamatan Gumelar, Kecamatan Lumbir, Kecamatan Wangon bagian utara, Kecamatan Pekuncen bagian barat, Kecamatan Sumbang bagian timur.
- Kemiringan >25 - 40% meliputi areal seluas 13.740,61 ha atau 10,35 % dari luas wilayah Kabupaten Banyumas. Wilayah ini meliputi sebagian Kecamatan Rawalo, Kecamatan Kemranjen, Kecamatan Gumelar, Kecamatan Wangon, Kecamatan Kedungbanteng dan Kecamatan Baturraden.
- Kemiringan >40% meliputi areal seluas 25.649,15 ha atau 19,32% dari luas wilayah Kabupaten Banyumas. Wilayah ini meliputi Lereng Gunung Merak, sebagian Kecamatan Sumpiuh, Kecamatan Tambak, Kecamatan Somagede.
Jenis kemiringan di Kabupaten Banyumas yang bervariatif menunjukkan kondisi area yang layak sebagai lahan budidaya maupun area yang harus dijaga sebagai kawasan lindung.
Geologi Kabupaten Banyumas
Secara stratigrafi, Kondisi geologi Kabupaten Banyumas dapat diuraikan sebagai berikut:
Geologi Kabupaten Banyumas
Secara stratigrafi, Kondisi geologi Kabupaten Banyumas dapat diuraikan sebagai berikut:
- Endapan Aluvial/Aluvium merupakan formasi endapan aluvial atau aluvium menempati porsi yang cukup besar di wilayah selatan Kabupaten Banyumas dengan wilayah penyebarannya meliputi di Kecamatan Kemranjen, Kecamatan Sumpiuh, Kecamatan Tambak, Kecamatan Rawalo, Kecamatan Jatilawang dan Kecamatan Wangon dengan luasnya sebesar 31.744 hektar.
- Endapan Gunung Api merupakan formasi endapan gunung api dapat dipisahkan menjadi tiga kelompok satuan batuan yaitu: Endapan Lahar Gunung Api, terdiri dari bahan-bahan tak mengeras mengandung bongkahbongkah batuan gunung api bergaris tengah 10 – 15 cm bersusun andesit sampai basalt meliputi daerah landai dan datar yang tersebar dari Ajibarang ke arah timur Pasirkidul sampai Sumbang 31.376 hektar. Endapan Lava Gunung Slamet, merupakan aliran lava andesit berongga rongga yang berasal dari Gunung Slamet terutama di lereng timur yang tersebar dari Baturraden ke arah utara hingga Gunung Slamet 4.960 hektar . Batuan gunung api tak terurai, terdiri dari breksi, lava, lapili dan tufa dari gunung api dan pusat-pusat erupsi di sebelah barat membentuk dataran dan bukit-bukit tinggi yang tertutup oleh tanah berwarna abu-abu tua sampai coklat dan kuning kemerahan yang tersebar secara luas dari Pekuncen sampai Baturraden ke arah Utara sampai perbatasan dengan Kabupaten Brebes 17.584 hektar.
- Formasi Tapak terdiri dari batupasir berbutir kasar berwarna kehijauan dan konglomerat di beberapa tempat terdapat breksi. Di bagian atas terdiri dari batupasir gampingan dan napal berwarna hijau yang mengandung pecahan moluska dan berumur Pliosen Tengah sampai Pliosen Atas. Formasi ini terletak di pegunungan sebelah selatan Kalibagor dan Gebangsari seluas 17.584 hektar .
- Formasi Kumbang terdiri dari breksi, lava andesit, tufa dan di beberapa tempat terdapat breksi batuapung dan tufa pasiran. Formasi ini berumur Miosen Tengah sampai Pliosen Tengah dan menempati bukit-bukit antikilin di sebelah selatan Kota Banyumas seluas 96 hektar.
- Formasi Halang merupakan penyebaran formasi halang menempati areal yang sangat luas memanjang pegunungan lipatan, mulai dari daerah Lumbir hingga Banyumas. Perselingan batupasir, batulempung, napal dan tufa, dengan sisipan breksi dipengaruhi oleh turbid fan pelengseran bawah laut. Formasi batuan mempunyai kisaran umur Miosen Tengah hingga Pliosen Atas seluas 40.343,56 hektar.
- Anggota Batugamping Formasi Halang merupakan anggota batugamping formasi halang menempati porsi yang relatif kecil dan penyebarannya di wilayah Kecamatan Banyumas dan Kecamatan Kebasen seluas 144 hektar.
- Anggota Breksi Formasi Halang merupakan anggota breksi formasi halang terdiri dari breksi gunung api dengan komponen basal dan sebagian andesit yang bersisipan dengan batupasir seluas 10.080 hektar .
- Formasi Rambatan merupakan formasi yang terdiri dari batupasir gampingan bersisipan napal, batu lempung dan breksi, umumnya berstruktur turbidit. Penyebaran formasi ini di Kabupaten Banyumas tidak begitu luas, yaitu di sebelah selatan Kabupaten Banyumas dan mempunyai kisaran umur Miosen Bawah-Tengah seluas 2.016 hektar.
Hidrologi Kabupaten Banyumas
Air permukaan yang ada di wilayah Kabupaten ini berasal dari sungai dan mata air. Sungai-sungai yang ada mempunyai debit (Q) sebesar 45.456.342 m3 /hari atau 16.591.564.830 m3 /tahun yang berasal dari sungai besar, seperti Sungai Serayu, Tajum, Kranji, Pelus, Banjaran, Logawa serta sungai-sungai kecil lainnya. Sedangkan Mata air yang di wilayah Kabupaten Banyumas adalah sebagai berikut:
1. Mata air Kawungcarang, Gandatapa dan Kepetek di Kecamatan Sumbang
2. Mata air Kedungpete, Kaliraga dan Baturraden di Kecamatan Baturraden
3. Mata air Pugak di Kecamatan Banyumas
4. Mata air Sikampret dan Sirah di Kecamatan Karanglewas
5. Mata air Cideng, Rancah dan Legok di Kecamatan Pekuncen
6. Mata air Pancasan di Kecamatan Ajibarang
7. Mata air Karangtengah di Kecamatan Cilongok
Kabupaten Banyumas termasuk dalam Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu dan DAS Ijo dan DAS Bengawan. Ketiga DAS ini mencakup beberapa sungai dan anak sungai yang ada di wilayah Kabupaten Banyumas. Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu terbagi dalam beberapa sub DAS dan sub-sub DAS, yaitu sub DAS Tajum, sub DAS Logawa dan sub DAS Serayu Ilir. Dari tiap-tiap sub DAS terbagi lagi menjadi sub-sub DAS, yaitu :
- Sub DAS Tajum terbagi dalam sub-sub DAS Tajum Hulu, sub-sub DAS Trenggulun, sub-sub DAS Datar, sub-sub DAS Tajum Hilir, sub-sub DAS Lopasir dan sub-sub DAS Cihaur
- Sub DAS Logawa terbagi dalam sub-sub DAS Banjaran, sub-sub DAS Pelus dan sub-sub DAS Mengaji
- Sub DAS Serayu Hilir terbagi dalam sub-sub DAS Gawe
Jenis Tanah Kabupaten Banyumas
Berdasarkan hasil penelitian Lembaga Penelitian Tanah (LPT) Bogor tahun 1983 dapat diketahui jenis tanah di Kabupaten ini terdapat 7 jenis tanah, yaitu Aluvial, Glei Humus Rendah, Regosol, Litosol, Andosol, Latosol dan Podsolik.
Iklim Kabupaten Banyumas
Kondisi klimatologi wilayah Banyumas mempunyai iklim tropis basah seperti umumnya wilayah-wilayah di Indonesia. Rata-rata suhu udara bulanan 26,3ºC, dengan suhu minimum tercatat 24,4ºC dan suhu maksimum 30,9ºC. Sedangkan curah hujan di wilayah Kabupaten Banyumas pada tahun 2000 rata-rata sebesar 2.750 mm/tahun. Angka ini menunjukkan bahwa di wilayah Kabupaten Banyumas memiliki curah hujan yang cukup tinggi. Tingginya curah hujan ini didukung oleh kondisi geografi wilayah Kabupaten Banyumas yaitu terletak di lereng Gunung Slamet.
Saturday, February 11, 2017
Museum Lewu hante
Museum Lewu Hante merupakan salah satu museum yang menjadi obyek wisata unggulan di Kabupaten Barito Timur Provinsi Kalimantan Tengah. Museum yang terletak di perbatasan provinsi kalimantan selatan dengan provinsi kalimantan tengah ini berada di wilayah Kelurahan taniran Kecamatan Banua Lima. Di depan museum terdapat sebuah tugu Perbatasan provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan dengan patung Burung Manengang atau burung Enggang yang merupakan ciri khas Pulau Kalimantan di puncaknya. Apabila kita ingin ke sana melalui Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, kita harus menempuh perjalanan kurang lebih 5 jam dengan melewati beberapa kota seperti Kandangan dan Amuntai. Menurut penuturan penduduk sekitar, Lewu Hante memiliki arti rumah besar atau rumah betang dalam bahasa Dayak Manyan. Rumah betang adalah rumah adat khas Kalimantan yang terdapat diberbagai penjuru Kalimantan dan dihuni oleh masyarakat Dayak terutama di daerah hulu sungai yang biasanya menjadi pusat pemukiman suku Dayak. Objek wisata yang memiliki luas keseluruhan 2 hektar ini memiliki 2 replika rumah betang di mana salah satu nya di pakai untuk museum. Meskipunrumah betang ini merupakan replika dan tidak di huni, tetapi hampir nyerupai rumah betang asli yang di huni oleh suku dayak di daerah pedalaman Kalimantan. Di halaman museum ini juga terdapat taman yang luas untuk bersantai yang di lengkapi dengan beberapa replika - replika gambaran yang bermotif dayak, beberapa kafe yang ada di pinggir museum, serta adanya patung “upu dengan wawei” yang berarti laki – laki dan perempuan yang ada di depan panggung

Apabila kita masuk ke dalam museum Lewu Hante yang berada di Kota Tamiyang Layang ini, kita akan menjumpai barang barang bersejarah seperti : bangah (guci kuno), piring malawen, tombak khas dayak, mandau, pistol kuno, samurai, gong dan beberapa alat musik lainnya. Semua barang-barang tersebut merupakan peninggalan sejarah yang sampai dengan saat ini diselamatkan dan disimpan untuk menunjukkan betapa kayanya budaya Suku Dayak pada masa lampau.
Bagaimana ? penasaran untuk berkunjung ke museum yang cukup terkenal ini? Semoga setelah berkunjung ke sana kita makin bangga dengan kekayaan budaya negara kita Indonesia tercinta.
Tuesday, February 7, 2017
Frestea teh melati original, Racikan Masterblend
Frestea merupakan minuman aroma teh yang diproduksi di bawah otoritas Pacific Refreshments Pte. Ltd dengan menggunakan standar kualitas tinggi The Coca-Cola Company, menggunakan teknologi tinggi dan didukung oleh proses produksi higienis, demi memastikan bahwa setiap botol Frestea memilki kualitas yang sama. Frestea dikembangkan untuk menangkap pengalaman dalam menikmati teh tubruk, dengan rasa, aroma, dan warna menjadi faktor terpenting dimana konsumen bisa membedakan kualitas sebuah produk. Cita rasa tehnya yang sangat khas dan inovatif tercipta melalui sajian aroma melati yang menyenangkan dan rasa teh yang unggul. Botolnya yang unik menonjolkan kualitas rasa teh asli, dengan tekstur emboss dua elemen daun yang saling bersilang
Frestea gak cuman menyediakan teh melati aja, tapi juga teh rasa buah-buahan dan yang dicampur madu. Produk yang banyak dinikmati masyarakat Indonesia ini diluncurkan tahun 2002 dengan hak merek Pacific Refreshments Pte. Ltd
Dan kini, diawal tahun 2017 telah hadir produk terbaru dari frestea yaitu Frestea teh melati original. Sebagai salah satu farian yang diunggulkan, Frestea teh melati original lebih dari sekedar teh pilihan, racikan teh hijau, teh hitam, dan teh melati dari masterblend hasilkan aroma menenangkan serta citarasa yang nikmat dan menyegarkan. Siap menikmati Racikan Masterblend yang bakal melegenda? Langsung saja nikmati produk baru ini
Komposisi Frestea :
Air, gula, ekstrak teh, NA-bikarbonat, NA-askorbat dan perisa.
Informasi Nilai gizi
1 kemasan : 300 ml
Calories 100 Sodium 0 mg
Total Fat 0 g Potassium 0 mg
Saturated 0 g Total Carbs 24 g
Polyunsaturated 0 g Dietary Fiber 0 g
Monounsaturated 0 g Sugars 22 g
Trans 0 g Protein 0 g
Cholesterol 0 mg
Vitamin A 0% Calcium 0%
Vitamin C 0% Iron 0%
Friday, January 13, 2017
Museum RA Kartini Rembang
Pesona RA Kartini sebagai salah satu pahlawan nasional Indonesia terus semerbak hingga saat ini. Banyak wanita yang terinspirasi dengan perjuangan beliau dalam menuntut kesetaraan hak antara pria dan wanita yang pada masa itu mustahil diwujudkan. Perjuangan manis beliau saat ini bisa dinikmati oleh seluruh wanita yang ada di Indonesia karena saat ini kedudukan wanita sudah dianggap sederajat dengan kaum pria.
Untuk mengenang perjuangan RA Kartini belumlah afdol kalau kita belum pernah berkunjung ke museum RA Kartini Rembang. Dengan luas keseluruhan 19.306 m2, museum yang dulunya merupakan Rumah Dinas Bupati Rembang ini menjadi saksi bisu perjuangan wanita perkasa yang jasanya semerbak haru sampai ke seluruh penjuru dunia. Pada tahun 1889-1912 suami RA Kartini yaitu K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat diberi jabatan sebagai Bupati Rembang sehingga aktivitas beliau sehari-hari dilaksanakan di rumah tersebut. Salah satu kamar yang dulu ditempati RA Kartini untuk melakukan segala aktivitas, termasuk menuliskan buah pikiran yang menjadi ide dan cita-cita beliau kini di tetapkan sebagai “Museum Kamar Pengabdian RA Kartini”. Saat ini apabila kita masuk ke dalam ruangan tersebut, akan kita jumpai koleksi foto, lukisan, tempat tidur, bathup pribadi, tempat jamu, meja makan, mesin jahit, lesung, cermin rias dan juga meja untuk merawat bayi yang dulu digunakan untuk merawat putra tunggal beliau yaitu RM Soesalit.
Di museum yang terletak di Jalan Gatot Subroto No 8 Rembang ini, kita juga bisa menjumpai sebuah bangunan kuno yang dulunya dipergunakan oleh RA Kartini untuk mengajar khususnya tentang pengetahuan dan keterampilan wanita bagi rakyat pribumi. Bangunan gedung ini bentuknya masih asli meskipun langit-langitnya sudah direhab dan diganti dari sesek bambu menjadi eternit/ plafon dari kayu jati pada tahun 1968. Sampai dengan saat ini, berbagai fasilitas penunjang dan pendukung museum RA Kartini yang dibangun oleh pemerintah, antara lain: diorama di ruang sekolah Kartini, seperangkat gamelan pelog dan slendro di pendopo ageng, perpustakaan & pusat data elektronik Museum dan gender, ruang displai kerajinan/ souvenir, cafetaria, tempat ibadah/ mushola dan saran pendukung lainnya.
Dan di tempat inilah sang Pahlawan wanita kita menghembuskan nafas terakhirnya 4 hari setelah melahirkan putranya. Semoga saja dengan berkunjung ke museum RA Kartini ini kita bisa terus mengingat masa-masa perjuangan beliau demi memperjuangkan derajat kaum wanita terutama yang berada di negara kita Indonesia.
Saturday, January 7, 2017
Kecamatan Tawangmangu
Kecamatan Tawangmangu merupakan salah satu kecamatan yang masuk dalam wilayah administratif Kabupaten Karanganyar. Kacamatan yang memiliki luas 70,03 kilometer persegi ini teretakk di daerah pegunungan dengan ketinggian rata-rata 1.200 m di atas permukaan laut. Adapun Batas Wilayah Kecamatan Tawangmangu adalah sebagai berikut:
Sebelah Utara : Kecamatan Ngargoyoso, Kecamatan Jenai
Sebelah Timur : Provinsi Jawa Timur
Sebelah Selatan : Kecamatan Jatiyoso
Sebelah Barat : Kecamatan Matesih dan Kecamatan Karangpandan.
Sebelah Utara : Kecamatan Ngargoyoso, Kecamatan Jenai
Sebelah Timur : Provinsi Jawa Timur
Sebelah Selatan : Kecamatan Jatiyoso
Sebelah Barat : Kecamatan Matesih dan Kecamatan Karangpandan.
Kecamatan yang berada di ujung Timur Kabupaten Karanganyar ini terbagi atas 3 kelurahan dan 7 Desa, yaitu: Kelurahan Tawangmangu, Kelurahan Blumbang, Kelurahan Kalisoro Desa Bandardawung, Desa Gondosuli, Desa Karanglo, Desa Nglebak, Desa Plumbon, Desa Sepanjang dan Desa Tengklik.
Jenis Tanah Kecamatan Tawangmangu beraneka ragam, antara lain, Alluvial Kelabu, Assosiasi Alluvial Kelabu, Alluvial Mediteran Coklat, Assosiasi Grumosol Kelabu tua dan Mediteran. Peruntukan lahan kecamatan ini didominasi oleh hutan, kebun/ tegalan, sawah, bangunan/ pekarangan serta peruntukan lainnya. Sebagian besar penduduk Kecamatan Tawangmangu merupakan petani karena lahan pertaniannya yang cukup luas. Posisi kedua adalah pedagang dilanjut buruh, baik itu buruh bangunan atau buruh industri.
Kecamatan Tawangmangu yang berada di perbatasan dengan Provinsi Jawa Timur terkenal dengan banyaknya obyek wisata yang ada, baik itu wisata alam maupun buatan. Adapun obyek wisata yang ada di kecamatan ini antara lain: Bumi Perkemahan Kalisoro-Sekipan, Camping Lawu Resort, Grojogan Sewu, Grojokan Pringgondani, Grojogan telaga Gondang, Grojogan Telaga Mulya, Jabal Kanil, Komplek Prtapaan Pringgondani, Puncak Lawu yang bisa dicapai dari Pos Pendakian Cemoro Kandang, Sendang Cumpleng, Situs Menggung, Taman Ria Balekambang, Taman Semar, Bukit Sekipan dan obyek wisata lainnya yang terus bertambah.
Monday, January 2, 2017
JL Teuku Umar Jatingaleh 2017
JL Teuku Umar Semarang yang berada di kawasan Jatingaleh merupakan salah satu ruas jalan utama yang menghubungkan Kota Semarang dengan kota-kota lainnya di bagian selatan seperti Jogja, Solo, Purwokerto dan lain sebagainya. Kawasan Jatingaleh sendiri memiliki daya tarik tersendiri karena terdapat gerbang tol, Stadion legendaris yaitu Stadion Jatidiri, Kantor PLN serta kompleks militer yang disebut dengan kawasan Kesatriyan. Dan mulai awal tahun 2017 dibangunlah jalan layang yang berbeda dengan jalan layang lainnya karena dianggap "nanggung" karena tidak sepenuhnya jalan layang.
Subscribe to:
Posts (Atom)
















