Recent Articles

Tuesday, June 30, 2015

Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP)

Tuesday, June 30, 2015 - by Blogger · - 0 Comments

RPKPP
Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) merupakan rencana aksi program strategis untuk penanganan permasalahan permukiman dan pembangunan infrastruktur permukiman pada kawasan prioritas di perkotaan. RPKPP disusun pada lingkup wilayah perencanaan kawasan dan dengan kedalaman rencana teknis yang dituangkan dalam peta skala 1:5.000 dan 1:1.000. RPKPP ini merupakan penjabaran dari SPPIP untuk kawasan permukiman prioritas yang ditetapkan.
Seperti halnya dengan SPPIP, RPKPP memiliki karakteristik yang membedakan dengan rencana pembangunan kawasan permukiman lainnya, meliputi:
  1. RPKPP berorientasi pada penanganan kawasan permukiman yang diprioritaskan pembangunannya;
  2. rencana pembangunan kawasan yang terdapat dalam RPKPP dilakukan secara logis dan bertahap sesuai kebutuhan;
  3. rencana pembangunan kawasan yang dihasilkan memiliki tingkat implementasi yang tinggi karena dalam penyusunannya melibatkan seluruh pemangku kepentingan yang terkait termasuk masyarakat yang terkena dampak, serta mempertimbangkan kebijakan-kebijakan makro di atasnya; dan
  4. produk yang dihasilkan dari RPKPP dapat langsung diimplementasikan pada sebagian kawasan paling cepat pada tahun berikutnya, karena RPKPP ini mencakup juga perencanaan detail untuk kawasan pembangunan tahap 1.

Terkait dengan karakteristik ini, maka dalam kerangka pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan, RPKPP ini memiliki fungsi sebagai berikut:
  • sebagai alat operasionalisasi dalam penanganan kawasan permukiman prioritas;
  • sebagai masukan dalam penyusunan RPIJM Bidang Permukiman

Penyelenggaraan SPPIP dan RPKPP tidak dapat dipisahkan dari kebijakan pengembangan dan pembangunan kabupaten/kota secara keseluruhan. Berdasarkan Undang-Undang (UU) No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, tiap kabupaten/kota diamanatkan memiliki dokumen perencanaan pembangunan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) yang kemudian diterjemahkan dalam rencana 5 (lima) tahunan di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
RPKPP

Selain itu dari sisi ruang, UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang mengamanatkan tiap kabupaten/kotamemiliki dokumen rencana tata ruang yang tertuang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kabupaten/kotaberikut dengan rencana rincinya. Dalam pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan, kebijakan, dan strategi yang terdapat pada kedua kelompok dokumen yang dihasilkan dari 2 (dua) pilar pembangunan di Indonesia ini, akan diterjemahkan dan disinkronkan dalam SPPIP.

Kedua pilar pembangunan tersebut, dalam lingkup pembangunan perkotaan diintegrasikan dan dipadukan di dalam kebijakan dan strategi pembangunan perkotaan.Kebijakan dan strategi tersebutmemiliki fungsi:
  1. memberikan acuan bagi pembangunan kabupaten/kota dan kawasan perkotaan,
  2. mengatur fungsi kabupaten/kota dan penataan ruang kabupaten/kota untuk pembangunan berkelanjutan,
  3.  menjadi dasar dalam sinkronisasi regulasi dan kebijakan terkait pembangunan perkotaan,
  4.  menjadi instrumen perencanaan yang menjadi acuan kementerian/lembaga dalam pelaksanaan program dan kegiatan terkait pembangunan perkotaan.

Sunday, June 21, 2015

Puncak Suroloyo

Sunday, June 21, 2015 - by Blogger · - 1 Comment



Puncak Suroloyo
Puncak Suroloyo
Puncak Suroloyo adalah puncak tertinggi dari Pegunungan Menoreh dengan ketinggian 1.019 mdpl  yang menjadi salah satu daya tarik wisata di Kabupaten Kulon Progo. Puncak Suroloyo merupakan salahh satu tempat yang disakralkan oleh masyarakat jawa karena adanya peninggalan sejarah dari Raja Mataram. Puncak Suroloyo terletak di Dusun Keceme Desa Gerbosari Kecamatan Samigaluh  Kabupaten Kulon Progo dengan  koordinat 07038’49,3” Lintang Selatan dan 110010’45,9” Bujur Timur. 

Puncak SuroloyoUntuk mencapai ke kawasan wisata tersebut, kita diharuskan melewati jalan-jalan yang berliku dengan pemandangan sebelah kanan tebing curam dan sebelah kiri jurang  yang memiliki lebar rata-rata 4-5 meter.  Sedangkan jalan menuju ke puncak  berupa jalan menanjak lebih dari 150 meter,  melalui 286 anak tangga dengan sudut kemiringan antara 30-60 derajat.  Sampai di puncak, kita akan disuguhi pemandangan alam yang cukup eksotis melalui tiga gardu pandang yang dikenal dengan nama “pertapaan”, yaitu Suroloyo, Sariloyo, dan Kaendran.   Pertapaan Suroloyo berbentuk sebidang tanah datar dengan ukuran 7 x 15 meter Persegi  yang diyakini sebagai tempat pertapaan Sultan Agung pada saat menerima wangsit untuk menjadi penguasa tanah Jawa. 

Puncak SuroloyoDari Puncak Suroloyo,  kita akan disuguhi pemandangan yang menakjubkan yaitu Kota Magelang dengan Candi Borobudurnya di sebelah utara, Kota Yogyakarta hingga Candi Prambanan dan Boko di sebelah tenggara, kokohnya Gunung Merapi dan Merbabu di timur laut serta Gunung Sindoro Sumbing di sebelah barat laut.  Dari sini pula kita bisa menikmati indahnya sunrise dan sunset yang sangat menawan, terutama jika cuaca sedang cerah.

Fasilitas wisata yang ada di Suroloyo saat ini antara lain tempat parkir, warung makan, pendopo, panggung terbuka dan toilet.  Beberapa hal yang perlu dijadikan referensi bagi pengelola dalam mengembangkan lokasi tersebut antara lain perlunya perluasan lahan parkir agar bisa menampung kendaraan pengunjung lebih banyak, peningkatan pengawasan di pendopo puncak suroloyo, karena banyaknya wisatawan yang mengotori tempat tersebut dengan sampah maupun tulisan-tulisan serta fasilitas penunjang wisata yang lain seperti area outbound, tracking,  flying fox, wisata agro  dan lain sebagainya.

Wednesday, June 10, 2015

Wedang Ronde

Wednesday, June 10, 2015 - by Blogger · - 0 Comments

wedang ronde
Wedang Ronde
Bagi pembaca yang tinggal atau setidaknya pernah tinggal di sekitar Jawa Tengah dan Yogyakarta, pasti tidak asing dengan minuman penghangat tubuh yang berbama Wedang Ronde ini. Minuman hangat dengan rasa jahe ini  menjadi salah satu sajian favorit saat musim penghujan tiba. 

Wedang Ronde sebenarnya merupakan makanan tradisional China yaitu Tangyuan yang kemudian diadaptasikan ke dalam kuliner Jawa. Tangyuan sendiri sebenarnya merupakan metafora dari reuni keluargakarena selalu disajikan dalam perkumpulan keluarga, misalnya saat pesta pernikahan. Makanan ini terbuat dari tepung ketan yang diberi air dan dibentuk menjadi bulatan besar atau kecil, terkadang diberi isi, namun seringkali tangyuan tampil polos. Bola-bola tepung ketan ini lantas direbus hingga matang dan disantap bersama kuahnya yang manis.

Kuah ronde biasanya terbuat dari rebusan ekstrak jahe, dan aneka rempah-rempah lainnya seperti kayu manis, cengkeh dan daun pandan serta pemanis dari gula batu dan gula merah. Di setiap  daerah, wedang ronde bisa disajikan dalam beberapa versi,  tergantung kebiasaan makanan serta lidah masing masing daerah. Ada yang menyajikan wedang ronde yang berisi jahe lalu di campur dengan tape ketan hitam. Ada lagi yang di tambahkan susu kental manis agar lebih menggoda rasanya. Ada lagi yang menambahkan kolang-kaling dan roti tawar untuk pengganjal perut.

Adapun beberapa manfaat yang kita dapatkan dari mengkonsumsi Wedang Ronde antara lain: menghangatkan badan, menyembuhkan penyakit tenggorokan, mengatasi mabuk kendaraan, meningkatkan stamina tubuh, mencegah masuk angin, meningkatkan sistem imunitas tubuh, mengurangi pusing ataupun sakit kepala dan mengatasi perut kembung.



Katagori:
Minuman  Buah Elektrolit  Kesehatan  Soda  Tradisional  Teh 
Makanan Buah  jajanan Kesehatan Kue Mie Tradisional

Subscribe

Mau berlanganan ? Silahkan masukkan emailmu di sini

© 2013 Fotopedia. All rights reserved.
Designed by SpicyTricks