Recent Articles
Home » Archives for October 2013
Sunday, October 27, 2013
Tugu Pertigaan Wonotunggal
Kabupaten Batang
Tugu Pertigaan Wonotunggal merupakan salah satu penanda/landmark yang ada di Kecamatan Wonotunggal Kabupaten Batang. Tugu yang desainnya terkesan kuno tersebut terletak dipertigaan yang menjadi persimpangan jalan Kolektor Batang-Bandar dan Warungasem- Bandar.
Tugu tersebut juga menjadi salah satu penanda bahwa orang yang melihat sudah berada di pusat Ibu Kota Kecamatan Wonotunggal. Di pagi hari, khususnya hari minggu dan hari libur lainnya, kawasan pertigaan utama Wonotunggal tersebut ramai dengan aktivitas jual-beli serta jasa lainnya.
Kondisi saat ini, Tugu Pertigaan Wonotunggal belum tertata dengan rapi, terdapat papan reklame serta baliho, spanduk, bendera ataupun umbul-umbul yang dipasang tanpa memperhatikan faktor ekstetika.
Untuk ke depannya diharapkan kawasan pertigaan utama Wonotunggal tersebut ditata dengan tetap mempertahankan keberadaan tugu itu dengan ditambah ornament-ornamen yang lain seperti taman sehingga lebih kelihatan cantik dan asri
Monday, October 14, 2013
Kabupaten Rembang
Kabupaten Rembang merupakan salah satu kabuupaten di Jawa Tengah yang dilalui jalur tranportasii utama Pulau Jawa, yaitu Jalur Pantai Utara Jawa (Jalur Pantura). Apabila dilihat dari letak astronomisnya, kabupaten ini berada pada 1110,00’- 1110,30’ BT dan 60,30’ – 70,00’ LS dan memiliki luas wilayah sebesar 1014,08 km2. Secara administratif yang terlatak di bagian utara Pulau Jawa ini terdiri dari 14 kecamatan, yang dibagi lagi atas 287 desa dan 7 kelurahan, dimana pusat pemerintahannya terletak di Kecamatan Rembang. Kecamatan-kecamatan tersebut antara lain: Kecamatan Sumber, Kecamatan Bulu, Kecamatan Gunem, Kecamatan Sale, Kecamatan Sarang, Kecamatan Sedan, Kecamatan Pamotan, Kecamatan Sulang, Kecamatan Kaliori, Kecamatan Rembang, Kecamatan Pancur, Kecamatan Kragan, Kecamatan Sluke dan Kecamatan Lasem.
Adapun batas administratif Kabupaten Rembang, yaitu :
- Sebelah Utara : Laut Jawa
- Sebelah Timur : Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur
- Sebelah Barat : Kabupaten Pati
- Sebelah Selatan : Kabupaten Blora
Kondisi Topografi dan Morfologi Kabupaten Rembang
Topografi merupakan suatu ilmu tentang bentuk permukaan bumi yang menunjukkan dataran, sungai, danau, gunung, bukit, dan hasil kebudayaan manusia. Kondisi topografi suatu wilayah dapat digambarkan melalui bentang alam dan kelerengannya. Sebagian besar wilayah kabupaten yang berada di jalur transportasi utama Pantura Pulau jawa ini 46,39% berada pada ketinggian 25- 100 meter dipermukaan air laut, sebesar 300,42% berada pada ketinggain 100- 500 meter dan sisanya berada pada ketinggian 0- 25 m dan 500- 100 meter. Kondisi topografi di wilayah ini terdiri dari topografi datar, pegunungan dan berbukit. Daerah sebelah utara merupakan pantai dengan bentang sepanjang 60 km, bagian tengah merupakan pegunungan atau dataran tinggi. Hal ini menyebabkan kemiringan lahan bervariasi dari 0- 40%. Disebelah selatan berbukit, bergunung dengan lereng yang cukup curam dan semakin ke utara relatif landai antara 0%- 15%. Kelerengan yang ada terdiri dari beberapa tingkat kelerengan, yaitu 0- 2% seluas 45.205 Ha, 2- 15% seluas 33.233 Ha, 15- 40% seluas 13.980 Ha, dan sisanya 4,86% merupakan kelerengan > 40%.
Jenis Tanah Kabupaten Rembang
Sebagian besar wilayah kabupaten yang terkenal dengan hasil lautnya tersebut merupakan daerah pertanian yang cukup berpotensi karena memiliki jenis tanah aluvial yaitu jenis tanah yang cocok untuk dijadikan sebagai lahan pertanian karena tanahnya yang subur banyak mengandung unsur hara. Terdapat berbagai macam jenis tanah dimana sekitar 10% merupakan jenis tanah aluvial, mediteran 45%, grumosol 32%, regosol 5% dan andosol 8%. Jenis tanah medeteran dan grumosol merupakan jenis tanah yang paling banyak yaitu 45% dan 32%.
Kondisi Hidrologi Kabupaten Rembang
Curah hujan yang ada termasuk katagori rendah dimana curah hujan rata- rata yaitu 18,24mm per hari dan memiliki sumber air berupa air permukaan dan air tanah. Sumber air permukaan berupa sungai, bendungan, dan air laut. Terdapat sungai yang melewati Kabupaten ini antara lain Sungai Randugunting, Babagan, Karanggeneng, Kening, Telas, Kalipang, Sudo dan Sungai Patiyan. Untuk memanfaatkan air yang ada, di sepanjang aliran sungai-sungai tersebut dibangun 121 bendungan dan dibagi dalam 25 daerah irigasi, namun tidak selalu dialiri air sepanjang tahunnya.
Kondisi Geologi Kabupaten Rembang
Kabupaten ini memiliki berbagai macam kondisi geologi karena letaknya yang berbatasan dengan Laut Jawa dibagian utara dan pegunungan dibagian timur . dari berbagai macam kondisi geologi tersebut, wilayah ini memiliki berbagai macam kandungan mineral dan kaya akan unsur- unsur yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman. Kandungan terbesar yaitu jenis alluvium yang meliputi luas 45.470.783 ha atau sekitar 44,84% dari luas wilayah kabupaten, kemudian potensi lainnya yaitu miosen fasies sedimen yaitu seluas 32.125.000 ha atau 31,68%, sedangkan bahan galian C berupa andesit, pasir kuarsa, kapur, trass, pospat, ball clay, dan gibsum tersebar diberbagai kecamatan.
Klimatologi Kabupaten Rembang
Klimatologi merupakan salah satu ilmu yang didefinisikan sebagai kondisi rata- rata selama periode waktu tertentu dalam suatu wilayah. Wilayah Kabupaten ini memiliki jenis iklim tropis dengan suhu maksimum tahunan sebesar 33°C dan suhu rata-rata 23°C. dengan bulan basah selama 4 sampai 5 bulan. sedangkan selebihnya termasuk kategori bulan sedang sampai kering. Curah hujan yang ada termasuk sedang, yaitu rata-rata 502.36 mm/tahun.
Pola Penggunaan Lahan Kabupaten Rembang
Pola penggunaan lahan terdiri dari lahan sawah dan bukan sawah. Lahan kering terdiri dari tegalan, perkebunan, hutan negara, hutan rakyat, padang rumput, tambak, kolam, rawa, dan bangunan. Luas lahan sawah di Kabupaten inicukup luas, sehingga sektor pertanian khususnya tanaman bahan makanan menjadikan andalan utama dalam memenuhi kebutuhan hidup bagi masyarakat Rembang.
Kondisi Kependudukan Kabupaten Rembang
Jumlah penduduk yang ada, berdasarkan proyeksi penduduk tahun 2015 sebanyak 621.134 jiwa yang terdiri atas 309.564 jiwa penduduk laki-laki dan 311.570 jiwa penduduk perempuan. Dibandingkan dengan proyeksi penduduk tahun sebelumnya, penduduk Rembang mengalami pertumbuhan sebesar 0,69 %. Pertumbuhan penduduk terbesar ada di Kecamatan Rembang diikuti Kecamatan Kragan masing- masing sebesar 0,96 % dan 0,90%. Pada tahun 2015 kepadatan penduduk tertinggi berada di kecamatan Rembang dengan angka 1.519 per km2. Sedangkan kepadatan terendah berada di Kecamatan Bulu dengan angka 259 per km2, sehingga rata-rata kepadatan penduduk, yaitu 613 per km2.
Kondisi Perekonomian Kabupaten Rembang
Produksi barang dan jasa pada tahun 2015 sebesar 13,8 Trilyun (PDRB atas adsar harga berlaku). Postur perekonomian Rembang pada tahun 2015 masih mirip dengan tahun sebelumnya. Sumbangan utama berasal dari tiga lapangan usaha yang memberikan sumbangan terbesar terhadap produksi barang dan jasa, yaitu lapangan usaha pertanian, industri pengolahan dan perdagangan.
Perekonomian Kabupaten Rembang selama selang tahun 2011-2015 menunjukkan trend terus meningkat, dan pertumbuhan pada tahun 2015 merupakan pertumbahan tertinggi selama periode tersebut. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Rembang pada tahun 2015 mencapai 5,49%.
Bencana Alam di Kabupaten Rembang
Jenis bencana alam yang sering terjadi di Kabupaten ini adalah banjir, karena hampir disetiap kecamatan di wilayah ini mengalami banjir. Kecamatan Lasem merupakan wilayah yang paling sering mengalami bencana alam banjir dan juga merupakan kecamatan yang paling sering terjadi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Kecamatan Pancur merupakan satu- satunya kecamatan yang aman karena tidak pernah terjadi bencana alam di kecamatan tersebut
Saturday, October 12, 2013
Kecamatan Kendal Kabupaten Kendal
![]() |
| Kecamatan kendal |
Kecamatan yang secara administratif masuk dalam lingkup wilayah Kabupaten kendal ini secara geografis Kecamatan kendal terletak pada 1090 54’ s/d 1090 59’ BT dan 60 32’ s/d 70 41’ LS dengan luas wilayah 27.50 Km2. Secara geografis Kecamatan kendal berbatasan langsung dengan :
- Batas Utara : Laut Jawa,
- Batas Selatan : Kecamatan Ngampel,
- Batas Barat : Kecamatan Patebon.
Jarak dari Kecamatan kendal ke beberapa kota:
- Kota Propinsi Jawa Tengah : 29 Km
- Kota Kabupaten Kendal : 0 Km
- Kota Kecamatan Pegandon : 10 Km
- Kota Kecamatan Patebon : 5 Km
- Kota Kecamatan Brangsong : 5 Km
Topografi
Secara umum topografi di Kecamatan kendal relatif datar dengan kemiringan lereng 0 – 2%, dan ketinggian tanah antara 0 – 4 m. Wilayah Kota Kecamatan Kendal sendiri yang berada di pesisir utara pulau Jawa dengan pola aliran air sejajar menuju ke pantai utara laut jawa. Kondisi tersebut sangat rawan terhadap bahaya banjir, terutama pada wilayah daerah cekungan disamping dengan daerah tangkapan air (catchment area). Selain itu, apabila banyak dilakukan pembangunan dengan perkerasan yang semakin mengurangi daerah tangkapan serta pendangkalan dan penyempitan aliran sungai akan semakin memperbesar kemungkinan terjadinya banjir di wilayah ini.
Jenis Tanah
Klasifikasi jenis tanah pada umumnya dibagi menjadi dua, yaitu klasifikasi teknis dan klasifikasi alami. Klasifikasi teknis adalah klasifikasi tanah yang didasarkan pada sifat-sifat tanah yang berpengaruh pada kemampuan tanah untuk penggunaan tertentu. Klasifikasi teknis sering disebut klasifikasi kemampuan atau kesesuaian lahan.
Klasifikasi alami adalah klasifikasi tanah yang berdasarkan atas sifat tanah yang dimilikinya tanpa menghubungkan dengan tujuan penggunaan tanah tersebut. Klasifikasi ini memberikan gambaran dasar sifat fisik, kimia dan minerologi tiap-tiap tanah yang dapat digunakan sebagai dasar pengolahan untuk berbagai penggunaan lahan.
Jenis tanah yang terdapat di Kecamatan Kendal antara lain Alluvial yaitu jenis tanah yang bersifat hidromorf dan berwarna kelabu, coklat dan hitam dengan produktifitas rendah sampai tinggi dan digunakan untuk pertambakan, pertanian padi dan palawija, serta permukimandan asosiasi alluvial kelabu
Geologi
Secara garis besar pengolahan tanah yang terdapat di Kabupaten Kendal khususnya di Kecamatan Kendal terdiri dari Alluvium, di dataran pantai endapan sebagian besar terdiri dari lempung dan pasir dengan ketebalan yang berbeda – beda (50 m lebih). Di sepanjang sungai terdiri dari endapan kerikil dengan bongkah – bongkah yang terkumpul didasarnya ditutupi oleh pasir dan lanau dengan ketebalan 1 – 3 m. Sebagian besar tanah terdiri dari breksi gunung api andesit muda
Klimatologi
Letak geografis Kecamatan kendal yang berada pada 1090 54’ s/d 1090 59’ BT dan 60 32’ s/d 70 41’ LS, maka Kecamatan kendal termasuk beriklim tropis, dengan suhu udara pagi / siang hari 31°C dan sore / malam hari 26°C.
Banyaknya curah hujan di Kecamatan kendal pada tahun 2008 tertinggi pada bulan Februari sebesar 133 mm/bln dan terendah di bulan Juli sebesar 0 mm/bln, pada tahun 2009 tertinggi pada bulan Februari sebesar 873 mm/bln dan terendah di bulan Agustus-Oktober sebesar 0 mm/bln, pada tahun 2010 tertinggi pada bulan Januari sebesar 481 mm/bln dan terendah di bulan Juli sebesar 59 mm/bln , pada tahun 2011 tertinggi pada bulan Januari sebesar 437 mm/bln dan terendah di bulan Agustus sebesar 0 mm/bln. Dengan curah hujan rata-rata yaitu 1.587 mm/th dengan jumlah hari hujan rata-rata 165 hari/th.
Bencana Alam dan Kerusakan Lingkungan
Kawasan rawan bencana yang ada di kawasan Kecamatan Kendal antara lain kawasan rawan bencana banjir, kawasan rawan bencana rob/abrasi dan rawan bencana gelombang pasang.
Subscribe to:
Posts (Atom)


