Tuesday, July 13, 2010

Kecamatan Demak

Kecamatan Demak


Kecamatan Demak
Kecamatan Demak merupakan salah satu kecamatan yang ada dalam wilayah administrasi Kabupaten Demak yang memiliki luas wilayah 61, 56 M2 dan terbagi dalam 13 desa serta 6 kelurahan.  Adapun batas-batas administrasi kecamatan yang menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Demak ini adalah sebagai berikut:
Sebelah Utara : Kecamatan Bonang, kecamatan Wedung dan Kecamatan Mijen
Sebelah timur: Kecamatan Gajah dan Kecamatan Karanganyar
Sebelah Selatan : Kecamatan Wonosalam
Sebelah Barat : Kecamatan Karangtengah

Desa dan kelurahan yang masuk dalam wilayah administrasi kecamatan ini antara lain: Desa Kalikondang, Donorojo, Katonsari, Karangmlati, Bolo, Bango, Cabean, Tempuran, Turirejo, Raji, Kedondong, Sedo, Mulyorejo,  Kelurahan Mangunjiwan, Kalicilik, Singorejo, Betokan, Bintoro dan Kadilangu. Desa Turirejo merupakan desa dengan luas wilayah terbanyak yaitu 6,28 Km2, disusul dengan Kelurahan Bintoro dan Kelurahan Mangunjiwan. Jaringan jalan utama yang ada berperan sebagai penghubung antara Jawa Tengah dan Jawa Timur dan mempunyai hirarki jalan nasional. Selain itu di Kecamatan  Demak juga terdapat jalan propinsi dan jalan local. Jalan - jalan kecil lainnya tersedia untuk memudahkan aksesibilitas menuju kawasan permukiman. Jaringan jalan nasional berperan sebagai penghubung antara Kecamatan Demak menuju Kota Semarang maupun Kabupaten Kudus. Untuk mendukung kelacaran sirkulasi kendaraan maka di sebagian jalan di Kota Demak dilengkapi dengan jalur lambat yang disediakan bagi kendaraan tertentu seperti sepeda, sepeda motor dan becak.
Kecamatan Demak pada masa lalu merupakan pusat peradaban dan penyebaran agama Islam di Indonesia yang ditandai dengan keberadaan Masjid Agung Demak serta Makam Kanjeng Sunan Kalijogo di Kelurahan Kadilangu. Posisi Istana Kerajaan Demak sendiri sampai saat ini masih menjadi perdebatan para ahli sejarah karena minimnya peninggalan yang ada.

Kecamatan yang berada di jalur Pantura Pulau Jawa ini mempunyai ketinggian antara 0-3 m, sehingga masuk ke dalam kategori topografi datar. Dengan kondisi topografi seperti kawasan tersebut berpotensi terkena bencana alam terutama banjir terlebih ketika musim hujan. Dengan kondisi topografi yang datar menyebabkan arus air yang cenderung lambat dan menyebabkan limpasan ke daerah sekitarnya sehingga jika terjadi banjir akan merusak kawasan perumahan maupun kawasan persawahan.

Dilihat dari aspek klimatologinya, Kecamatan Demak mempunyai iklim tropis. Pada umumnya musim kemarau jatuh pada bulan april sampai september, sedangkan musim penghujan jatuh pada bulan oktober sampai dengan maret. Diantara kedua musim ini terdapat musim peralihan sekitar bulan april-mei dan oktober-november. Biasanya pada musim peralihan tersebut sering terjadi angin kencang yang bertiup dari tenggara ke arah barat laut dan bersifat kering. Sedangkan curah hujan yaitu 0 - 13,6 mm/hari. Jenis tanah di Jenis tanah yang ada di kawasan tersebut berupa gromosol kelabu tua.

Berdasarkan data BPS tahun 2016, kawasan kecamatan ini didominasi oleh lahan sawah seluas 39,33 Km2 yang terbagi dalam sawah pengairan teknis, pengairan ½ teknis, penngairan sederhana serta tadah hujan dan lahan kering seluas 22, 23 Km2 yang terbagi untuk tegalan/ kebun, embung, pengakaran/ bangunan dan penggunaan lainnya.

Tags: ,

0 Responses to “Kecamatan Demak”

Post a Comment

Subscribe

Mau berlanganan ? Silahkan masukkan emailmu di sini

© 2013 Fotopedia. All rights reserved.
Designed by SpicyTricks