Wednesday, August 7, 2013
Kecamatan Wonotunggal
Wednesday, August 7, 2013 by GOJEK #GolekRejeki
Kecamatan Wonotunggal
Kabupaten Batang
Kecamatan Wonotunggal termasuk ke dalam wilayah administratif Kabupaten Batang yang terdiri dari 15 desa yaitu: Silurah, Sodong, Gringgingsari, Kedungmalang, Sendang, Wonotunggal, Brokoh, Wates, Brayo, Kemligi, Sigayam, Kreyo, Siwatu, Dringo dan Penangkan. Daerah ini membentang dari Utara ke Selatan dengan luas sekitar 52,35 km2 atau 6,63 % dari luas wilayah Kabupaten Batang. Batas administratif Kecamatan Wonotunggal antara lain: Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Batang, sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Pekalongan, sebelah Timur dengan Kecamatan Tulis dan Kecamatan Bandar serta sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Warungasem. Secara geografis, Kecamatan Wonotunggal terletak pada 109˚45’30˚ BT dan 07˚oo’25˚ LS.
Kecamatan yang berada di jalur utama Kota Batang - Bandar - Banjarnegara ini berada diketingian 238,5 m diatas permukaan laut dengan kemiringan lahan berkisar antara 0-8%, 8-25%, 25-40% dan >40%. Kelerengan dengan 0-8% terletak di bagian utara Kecamatan Wonotunggal yaitu Desa Kedungmalang, Desa Sendang, Desa Wonotunggak, Desa Brokoh, Desa Wates, Desa Broyo, Desa Kemligi, Desa Sigayam, Desa Kreyo, Desa Siwatu, Desa Penangkan, dan Desa Dringo. Sedangkan untuk kelerengan berkisar antara 8-25% terletak di sebagian kecil Desa Brokoh bagian selatan. Kelerengan 25-40% terletak di bagian selatan Kecamatan Wonotunggal yaitu Desa Gringgingsari, Desa Sodong dan Desa Silurah. Sedangkan untuk kelerengan >40% terletak di sebagian besar Desa Silurah bagian selatan
Sepanjang tahun 2011 curah hujan tertinggi yang terjadi di Kecamatan Wonotunggal 745 mm yang terjadi pada bulan Januari dengan banyaknya hari hujan adalah 24 hari. Curah hujan yang terjadi berkisar antara 2000 2500 mm/tahun, 2500-3000 mm/tahun, 3000 – 3500mm/tahun, 3500-4000 mm/tahun, 4000-4500 mm/tahun, 4500 – 5000 mm/tahun
Kondisi sosial budaya masyarakat Wonotunggal pada dasarnya mengikuti kondisi sosial budaya Kabupaten Batang sangat dipengaruhi oleh budaya jawa dan Islam sebagai induk dari kebudayaan masyarakat Pulau Jawa. Sebagaimana karakteristik masyarakat yang hidup di pantura jawa terutama Jawa Tengah, pondok pesantren menjadi pusat kegiatan sosial budaya masyarakat. Pengasuh pondok Pesantren, tarutama kyai-kyai karismatik menjadi tokoh masyarakat yang dijadikan panutuan dalam kehidupan sehari-hari. Berlaku juga bagi santri maupun alumni pondok-pondok pesantren terutama yang dijadikan sebagai ”Kyai Kampung”, rata-rata status sosial mereka lebih tinggi daripada orang kebanyakan.
Tags:
Kawasan
Kecamatan yang berada di jalur utama Kota Batang - Bandar - Banjarnegara ini berada diketingian 238,5 m diatas permukaan laut dengan kemiringan lahan berkisar antara 0-8%, 8-25%, 25-40% dan >40%. Kelerengan dengan 0-8% terletak di bagian utara Kecamatan Wonotunggal yaitu Desa Kedungmalang, Desa Sendang, Desa Wonotunggak, Desa Brokoh, Desa Wates, Desa Broyo, Desa Kemligi, Desa Sigayam, Desa Kreyo, Desa Siwatu, Desa Penangkan, dan Desa Dringo. Sedangkan untuk kelerengan berkisar antara 8-25% terletak di sebagian kecil Desa Brokoh bagian selatan. Kelerengan 25-40% terletak di bagian selatan Kecamatan Wonotunggal yaitu Desa Gringgingsari, Desa Sodong dan Desa Silurah. Sedangkan untuk kelerengan >40% terletak di sebagian besar Desa Silurah bagian selatan
Sepanjang tahun 2011 curah hujan tertinggi yang terjadi di Kecamatan Wonotunggal 745 mm yang terjadi pada bulan Januari dengan banyaknya hari hujan adalah 24 hari. Curah hujan yang terjadi berkisar antara 2000 2500 mm/tahun, 2500-3000 mm/tahun, 3000 – 3500mm/tahun, 3500-4000 mm/tahun, 4000-4500 mm/tahun, 4500 – 5000 mm/tahun
Kondisi sosial budaya masyarakat Wonotunggal pada dasarnya mengikuti kondisi sosial budaya Kabupaten Batang sangat dipengaruhi oleh budaya jawa dan Islam sebagai induk dari kebudayaan masyarakat Pulau Jawa. Sebagaimana karakteristik masyarakat yang hidup di pantura jawa terutama Jawa Tengah, pondok pesantren menjadi pusat kegiatan sosial budaya masyarakat. Pengasuh pondok Pesantren, tarutama kyai-kyai karismatik menjadi tokoh masyarakat yang dijadikan panutuan dalam kehidupan sehari-hari. Berlaku juga bagi santri maupun alumni pondok-pondok pesantren terutama yang dijadikan sebagai ”Kyai Kampung”, rata-rata status sosial mereka lebih tinggi daripada orang kebanyakan.

This post was written by: Author Name
Author description goes here. Author description goes here. Follow him on Twitter
Get Updates
Subscribe to our e-mail newsletter to receive updates.
Related Articles
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 Responses to “Kecamatan Wonotunggal”
Post a Comment