Recent Articles
Home » All posts
Wednesday, February 28, 2018
Masjid Ageng Boyolali
Masjid Ageng Boyolali merupakan salah satu masjid besar yang ada di Kabupaten Boyolali. Masjid ini terletak Kompleks Perkantoran Terpadu, Jalan Boulevard Soekarno, Kemiri, Mojosongo, Kemiri, Kec. Boyolali, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah 57322, Indonesia. Letak masjid ini cukup strategis karena selain berada di pusat pemerintahan, juga terletak di jalur transportasi utama yang menghubungkan Kota boyolali dengan kota Klaten.
Salah satu keunggulan masjid ini diantara masjid-masjid yang lain yaitu adanya tempat parkir yang cukup luas (dapat menampung lebih dari 40 unit kendaraan beroda empat dan ratusan kendaraan roda dua), sehingga banyak pengguna jalan yang singgah untuk beribadah maupun beristirahat.
Masjid Ageng Boyolali merupakan salah satu dari 5 tempat ibadah di lingkungan Kantor Pemerintahan Kabupaten Boyolali ini diresmikan oleh Bupati Boyolali, Bapak Drs. Seno Samodro pada tanggal 3 Agustus 2015. Arsitekturnya terlihat sederhana meskipun tidak meninggalkan kesan bangunan yang modern dengan ciri utama satu buah kubah dibagian tengah masjid. Dengan fasilitas yang cukup lengkap membuat masjid ini menjadi salah satu masjid yang cukup ramai di Boyolali.
Thursday, February 1, 2018
Balai Desa Kertomulyo
Kecamatan Brangsong Kabupaten Kendal
Desa Kertomulyo, salah satu desa di Kecamatan Brangsong Kabupaten Kendal memiliki luas wilayah 261 Ha yang terdiri dari 3 dusun, 7 RW dan 28 RT. Batas wilayah desa ini antara lain sebelah timur berbatasan dengan Desa Penjalin dan Blorok, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Tunggulsari, sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Ampel dan sebelahh utara berbatasan dengan Desa Sidorejo. Jumlah penduduk Desa Kertomulyo pada tahun 2012 adalah 4.383 jiwa yang terdiri dari 2.285 jiwa penduduk pria dan 2.098 penduduk wanita. Penduduk Desa Kertomulyo sebagian besar merupakan lulusan SD (43,6 %) dan mayoritas memiliki mata pencaharian di bidang pertanian (petani sendiri, petani penggarap atau buruh tani). Sarana pendidikan di Desa Kertomulyo berjumlah 5 unit berupa TK, SD dan SLTP.
Monday, January 29, 2018
Balai Desa Sumur
Kecamatan Brangsong Kabupaten Kendal
Balai Desa Sumur yang masuk dalam lingkup Kecamatan Brangsong Kabupaten Kendal digunakan untuk melayani penduduk desa secara keseluruhan yang berjumlah 1.316 KK (4.445 jiwa yang terdiri dari 2.229 jiwa penduduk pria dan 2.216 jiwa penduduk wanita) berdasarkan data BPS tahun 2012. Desa sumur sendiri yang memiliki luas wilayah 248 Ha terdiri dari 8 dukuh dan terbagi dalam 8 RW 32 RT.
Sebagian kawasan desa ini memiliki kemiringan yang cenderung datar antara 0% - 20% dan sebagian memiliki kemiringan 8% - 13%. Adapun Batas wilayah Desa sumur adalah sebagai berikut sebelah utara berbatasan dengan Desa Blorok, sebelah timur dan selatan berbatasan dengan Kecamatan Kaliwungu Selatan dan sebelah Barat berbatasan dengan Desa Penjalin serta Desa Tunggulsari. Desa Sumur merupakan salah satu desa di Kabupaten Kendal yang dilewati jalur jalan tol Batang-Semarang.
Kabupaten Temanggung
Kabupaten Temanggung memiliki luas wilayah 870,65 Km² dan merupakan salah satu bagian dari wilayah Provinsi Jawa Tengah. Secara astronomis, Temanggung terletak antara 110º 23′ - 110º 40′ 30″ Bujur Timur dan 7º 14′ - 7º 32′ 35″ Lintang Selatan dan secara geo-ekonomis berada di tengah-tengah tiga pusat kegiatan ekonomi di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yaitu Semarang (77 Km), Yogyakarta (64 Km), dan Purwokerto (134Km).
Adapun batas wilayah kabupaten ini antara lain:
Sebelah Utara : Kabupaten Kendal dan Kabupaten Semarang,
Sebelah Timur : Kabupaten Semarang dan Kabupaten Magelang,
Sebelah Selatan : Kabupaten Magelang
Sebelah Barat : Kabupaten Wonosobo.
Kabupaten yang dikenal dengan Kota Tembakau ini terdiri dari 20 Kecamatan dan 266 Desa serta 23 Kelurahan. Adapun kecamatan-kecamatan tersebut antara lain: Kecamatan Parakan, Kecamatan Kledung, Kecamatan Bansari, Kecamatan Bulu, Kecamatan Temanggung, Kecamatan Tlogomulyo, Kecamatan Tembarak, Kecamatan Selopampang, Kecamatan Kranggan, Kecamatan Pringsurat, Kecamatan Kaloran, Kecamatan Kandangan, Kecamatan Kedu, Kecamatan Ngadirejo, Kecamatan Jumo, Kecamatan Gemawang, Kecamatan Candiroto, Kecamatan Bejen, Kecamatan Tretep dan Kecamatan Wonoboyo.
Dengan kondisi wilayah yang mempunyai hawa sejuk, sangat cocok untuk usaha pertanian sehingga mayoritas penduduknya (61.3%) memiliki mata pencaharian sebagai petani dan sekotor lain yang masih ada kaitannya dengan dunia tanam menanam. Kabupaten Temanggung terutama terkenal sebagai penghasil tembakau dengan area penanaman tersebar hampir di semua Kecamatan, namun yang menjadi salah satu sentra dari tembakau adalah Kecamatan : Bulu, Kledung, Ngadirejo dan Kedu.
Sebelah Utara : Kabupaten Kendal dan Kabupaten Semarang,
Sebelah Timur : Kabupaten Semarang dan Kabupaten Magelang,
Sebelah Selatan : Kabupaten Magelang
Sebelah Barat : Kabupaten Wonosobo.
Kabupaten yang dikenal dengan Kota Tembakau ini terdiri dari 20 Kecamatan dan 266 Desa serta 23 Kelurahan. Adapun kecamatan-kecamatan tersebut antara lain: Kecamatan Parakan, Kecamatan Kledung, Kecamatan Bansari, Kecamatan Bulu, Kecamatan Temanggung, Kecamatan Tlogomulyo, Kecamatan Tembarak, Kecamatan Selopampang, Kecamatan Kranggan, Kecamatan Pringsurat, Kecamatan Kaloran, Kecamatan Kandangan, Kecamatan Kedu, Kecamatan Ngadirejo, Kecamatan Jumo, Kecamatan Gemawang, Kecamatan Candiroto, Kecamatan Bejen, Kecamatan Tretep dan Kecamatan Wonoboyo. Dengan kondisi wilayah yang mempunyai hawa sejuk, sangat cocok untuk usaha pertanian sehingga mayoritas penduduknya (61.3%) memiliki mata pencaharian sebagai petani dan sekotor lain yang masih ada kaitannya dengan dunia tanam menanam. Kabupaten Temanggung terutama terkenal sebagai penghasil tembakau dengan area penanaman tersebar hampir di semua Kecamatan, namun yang menjadi salah satu sentra dari tembakau adalah Kecamatan : Bulu, Kledung, Ngadirejo dan Kedu.
Topografi Kabupaten Temanggung
Topografi yang berupa dataran tinggi berbukit-bukit dan dataran landai mirip cekungan raksasa yang terbuka di bagian tenggara, terletak di ketinggian 500 – 1450 m diatas permukaan air laut. Apabila dilihat dari bentang alamnya, wilayah kabupaten temanggung terdiri dari daerah dataran yang terletak pada bagian tengah dan daerah perbukitan yang terletak di bagian hampir di setiap penjuru. Kondisi bentang alam relatif membujur dari utara ke sebelah selatan.
Klimatologi Kabupaten Temanggung
Kabupaten yang berada di simpul tranportasi utama Jawa Tengah bagian tengah ini memiliki 2 musim, yaitu: musim kemarau antara bulan April sampai dengan Sepetember dan musim penghujan antara bulan Oktober sampai dengan bulan Maret dengan curah hujan berkisar antara 1000 – 3100 mm per tahun. Curah hujan pada dataran rendah lebih kecil dibandingkan pada dataran tinggi. Kepadatan tanah 50% dataran tinggi dan 50% dataran rendah. Daerah Kabupaten Temanggung pada umumnya berhawa dingin dimana udara pegunungan berkisar antara 20°C-30°C. Daerah berhawa sejuk terutama di daerah Kecamatan Tretep, Kecamatan Bulu (lereng Gunung Sumbing), Kecamatan Tembarak, Kecamatan Ngadirejo, dan Kecamatan Candiroto.
Jenis tanah di Kabupaten Temanggung :
Tanah Latosol Coklat
Jenis tanah latosol coklat meliputi lahan seluas 26.563,47 Ha (32,13%) membentang di tengah-tengah wilayah Kabupaten Temanggung dari arah Barat Laut ke Tenggara.
Tanah Latosol Coklat Kemerahan
Jenis tanah latosol coklat kemerahan meliputi lahan seluas 7.879,93 Ha (9,53%) membentang sebagian besar di bagian Timur – Tenggara.
Tanah Latosol Merah Kekuningan
Jenis tanah latosol merah kekuningan meliputi lahan seluas 29.209,08 Ha (35,33%) membentang di bagian Timur dan Barat.
Jenis tanah latosol coklat meliputi lahan seluas 26.563,47 Ha (32,13%) membentang di tengah-tengah wilayah Kabupaten Temanggung dari arah Barat Laut ke Tenggara.
Tanah Latosol Coklat Kemerahan
Jenis tanah latosol coklat kemerahan meliputi lahan seluas 7.879,93 Ha (9,53%) membentang sebagian besar di bagian Timur – Tenggara.
Tanah Latosol Merah Kekuningan
Jenis tanah latosol merah kekuningan meliputi lahan seluas 29.209,08 Ha (35,33%) membentang di bagian Timur dan Barat.
Tanah Regosol
Jenis tanah regosol meliputi lahan seluas 16.873,97 Ha(20,14%) membentang sebagian di sekitar kali Progo dan lereng-lereng terjal.
Tanah Andosol
Jenis tanah andosol meliputi lahan seluas 2.149,55 Ha (2,60%) membentang di aluvial antar bukit.
Jenis Batuan Kabupaten Temanggung
Jenis batuan yang ada di kabupaten ini antara lain: Batuan Andesit, Batu gamping, Batu kali, Batu tras, Bentonit, Diatomae, Kerikil, dan Pasir
Jenis tanah regosol meliputi lahan seluas 16.873,97 Ha(20,14%) membentang sebagian di sekitar kali Progo dan lereng-lereng terjal.
Tanah Andosol
Jenis tanah andosol meliputi lahan seluas 2.149,55 Ha (2,60%) membentang di aluvial antar bukit.
Jenis Batuan Kabupaten Temanggung
Jenis batuan yang ada di kabupaten ini antara lain: Batuan Andesit, Batu gamping, Batu kali, Batu tras, Bentonit, Diatomae, Kerikil, dan Pasir
Saturday, January 27, 2018
Balai Desa Protomulyo
Kecamatan Kaliwungu Selatan
Desa Protomulyo merupakan pusat pemerintahan di Kecamatan Kaliwungu Selatan yang berada di jalur transportasi utama yaitu Jalan Raya Kaliwungu-Boja. Desa yang memiliki luas kawasan 2,25 Km2 ini jumlah penduduk sebesar 12.577 jiwa yang terbagi menjadi 5.985 jiwa penduduk laki laki dan 6.592 jiwa penduduk perempuan (berdasarkan data BPS tahun 2009). Adapun batas- batas wilayah Desa Protomulyo yaitu, sebelah utara berbatasan dengan Desa Plantaran dan Kecamatan Kaliwungu, sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Kaliwungu, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Darupono dan Desa Magelung, sedangkan sebelah barat berbatasan dengan Desa Sukomulyo.
Potensi yang dimiliki Desa Protomulyo antara lain: lokasi yang strategis karena berada di pusat pemerintahan kecamatan kecamatan dan jalur transportasi utama Kabupaten Kendal, adanya home industry mebel, kayu dan stempel, adanya tempat wisata religius yaitu makam-makam kerabat keraton & ulama besar serta adanya Perumnas. Desa ini juga dilalui oleh jalan Tol Pantura Jawa yang membentang dari Kabupaten Batang - Kota SemarangSunday, November 5, 2017
Kecamatan Bandungan
Kecamatan Bandungan merupakan salah satu kecamatan yang ada di dalam wilayah administratif Kabupaten Semarang yang terletak di lereng Gunung Ungaran. Kecamatan yang memiliki luas wilayah 4.823,30 ha ini merupakan pemekaran dari sebagian Kecamatan Amarawa dan sebagian Kecamatan Jambu. Untuk menuju ke Kecamatan yang terkenal sebagai “Kawasan Puncaknya Semarang” ini terdapat 2 jalur utama yaitu dari arah ungaran dan Ambarawa. Bandungan terletak di sebelah selatan kota Semarang yang dapat ditempuh dari arah Semarang berkisar 23 km, dari Ungaran 12 km, dan dari Ambarawa berkisar 7 km. Untuk menuju ke sana dapat di tempuh melalui jalur transportasi darat.
Adapun batas-batas wilayah Kecamatan Bandungan antara lain:
Sebelah Barat : Kecamatan Sumowono
Sebelah Timur : Kecamatan Bergas, Kecamatan Bawen
Sebelah Utara : Kabupaten Kendal
Sebelah Selatan : Kecamatan Ambarawa
Kecamatan Bandungan termasuk salah satu kecamatan yang berada di titik paling tinggi di abupaten Semarang dengan ketinggian rata-rata desanya 831m diatas permukaan air laut. Kecamatan ini dibagi menjadi 9 Desa dan 1 Kelurahan antara lain: Desa Milir, Desa Duren, Desa Jetis, Kelurahan Bandungan, Desa Kenteng, Desa Candi, Desa Banyukuning, Desa Jimbaran, Desa Pakopen dan Desa Sidomukti. Wilayah terluas berdasarkan data statistik adalah Desa Candi sedangkan desa dengan luas wilayah tersempit adalah Desa Jimbaran. Kode Pos Kecamatan Bandungan adalah 50614, 50661 dan 50663.
Sampai dengan saat ini, lahan pertanian di kawasan Bandungan masih luas dan pada umumnya ditanami jenis tanaman pangan dan hortikultura seperti sayur-sayuran yang merupakan komoditi utama. Oleh sebab itu, tidaklah mengherankan apabila kecamatan ini menjadi salah satu daerah sentra produk agribisnis, baik produk segar maupun produk olahan. Potensi tersebut difasilitasi oleh adanya terminal agribisnis yang merupakan pusat kegiatan ekonomi bagi pelaku usaha di sektor pertanian.
Topografi Kecamatan bandungan
Kemiringan lereng di kecamatan ini dibedakan menjadi 5, yaitu kemiringan lereng 3%-8% (B), 8%-15% (C), 15%-30% (D), 30%-45% (E) dan 45%-60% (F). Sebagian besar wilayah termasuk kategori lereng C dan D
Klimatologi Kecamatan Bandungan
Berdasarkan hasil perhitungan temperatur yang dilakukan pihak terkait, temperatur tertinggi adalah 22,64 derajat C dan temperatur terendah adalah 13,91 derajat C . Berdasarkan perhitungan tersebut maka diketahui bahwa secara umum kecamatan yang banyak dijadikan sebagai tempat istirahat ini termasuk wilayah yang memiliki curah hujan tipe C.
Geomorfologi Kecamatan Bandungan
satuan morfologi utama yang ada di kecamatan ini adalah morfologi Gunung Ungaran Tua, Gunung Ungaran Muda (daerah puncak, lereng dan kaki), daerah manifestasi panasbumi dan dataran aluvial. Morfologi Gunung Ungaran Tua telah mengalami runtuhan yang terbentuk akibat proses volcano-tectonic depression (Bammelen dalam Syabarudin, 2003). Satuan morfologi ini dapat ditemukan di sebelah baratdaya, yaitu Banyukuning. Satuan morfologi Gunung Ungaran Muda merupakan sebagian besar satuan morfologi di daerah penelitian, dengan sub satuan yaitu daerah puncak, lereng dan kaki. Daerah puncak yang memiliki beda tinggi lebih dari 100m dan slope lebih dari 35o yang dapat dijumpai adanya kenampakan kawah akibat proses letusan Gunung Ungaran dengan produk berupa aliran lava dan endapan piroklastik aliran. Daerah lereng memiliki beda tinggi antara 20-100 m dengan slope berkisar antara 10o-32o. Dan daerah kaki memiliki beda tinggi 1-15 m dengan slope kurang dari 10o.
Kondisi Geologi Kecamatan Bandungan
Kecamatan Bandungan didominasi material proses Vulkan Ungaran dengan formasi batuan penyusun terdiri dari:
- Lava Gunung Sumbing (Qls), merupakan aliran lava dan kubah yang terdiri dari horenblenda augit yang ditemukan di Gunung Sumbing. Aliran puncak di Gunung Ungaran berkomposisi andesit horenblenda augit. Aliran lereng di Gunung Ungaran dikuasai lahar andesit dan aliran gunungapi muda. Endapan lahar ini terdiri dari bongkah-bongkah tak terpisahkan menyudut tanggung dan membundar tanggung serta bergaris tengah 2 meter. Formasi batuan penyusun ini berada di bagian puncak Tenggara sampai Barat Daya.
- Batuan Gunungapi Gajahmungkur (Qhg), berada di lereng atas sampai lereng bawah yang menyebar di seluruh sisi. Formasi batuan ini mendominasi wilayah Kecamatan Bandungan yang terdiri dari andesit horenblenda augit yang umumnya merupakan aliran lava.
- Formasi Kaligetas (Qpkg) berada di sisi selatan dari Kecamatan Bandungan yang merupakan breksi vulkanik, aliran lava, tuf, batupasir tufan dan batulempung. Breksi aliran dan lahar dengan sisipan lava dan tuf halus sampai kasar. Setempat di bagian bawahnya ditemukan batulempung mengandung moluska dan batu pasir tufan. Batan gunungapi yang melapuk berwarna coklat-kemerahan dan sering membentuk bongkah-bongkah besar yang memiliki ketebalan berkisar antara 50 m sampai dengan 200 m.
- Batuan Terobosan Andesit (Tma), merupakan Andesit horenblenda augit tersingkap. Formasi batuan ini ditemukan di beberapa tempat, seperti Gunung Turun, Gunung Kendalosoro, Gunung Siwakul, Gunung Kalong, Gunung Mabang, Gunung Gugon, Gunung Puntang dan Gunung Pertapan
Jenis Tanah Kecamatan Bandungan
Di kecamatan ini, terdapat 4 satuan jenis tanah yaitu Andosol Coklat T, Latosol Coklat T, Litosol Coklat K dan Mediteran Coklat.
Thursday, October 26, 2017
Balai Desa Sambiroto
Kecamatan Tayu Kabupaten Pati
Balai Desa Sambiroto Kecamatan Tayu Kabupaten Pati merupakan pusat pemerintahan di tingkat desa dan menjadi pusat pelayanan bagi masyarakat. Bagi masyarakat desa yang berjarak 27 km dari pusat pemerintahan Kabupaten Pati tersebut, keberadaan balai desa menjadi salah satu tempat untuk berkumpul secara formal dalam membahas potensi dan permasalahan di desa mereka.
Subscribe to:
Posts (Atom)





