Recent Articles
Home » Archives for January 2016
Thursday, January 28, 2016
KECAMATAN
BANJARBARU UTARA
Secara astronomis, Kecamatan Banjarbaru Utara terletak pada posisi 3° 27' LS dan 114° 45' BT, dengan luasan wilayah mencapai ± 2.444 Ha atau 6,58% dari luas wilayah Kota Banjarbaru. Berdasarkan batas administrasi wilayah, Kecamatan tersebut memiliki batas-batas wilayah administrasi sebagai berikut:
Sebelah Utara : Kecamatan Martapura (Kabupaten Banjar);
Sebelah Timur : Kecamatan Karang Intan (Kabupaten Banjar);
Sebelah Selatan : Kec. Banjarbaru Selatan dan Kec. Cempaka;
Sebelah Barat : Kecamatan Landasan Ulin.
Sebelah Utara : Kecamatan Martapura (Kabupaten Banjar);
Sebelah Timur : Kecamatan Karang Intan (Kabupaten Banjar);
Sebelah Selatan : Kec. Banjarbaru Selatan dan Kec. Cempaka;
Sebelah Barat : Kecamatan Landasan Ulin.
Kecamatan Banjarbaru Utara merupakan bagian dari pusat kota (CBD) yang memiliki fungsi sebagai pusat pemerintahan, kawasan hankam, permukiman, serta perdagangan dan jasa. Kecamatan ini terdiri dari 4 kelurahan yaitu: Kelurahan Loktabat Utara yang memiliki luas 1.424 ha dan terdiri dari 47 RT serta 9 RW, Kelurahan Mentaos dengan jumlah RT 28 dan jumlah RW 6 seluas 162 Ha, Kelurahan Komet yang memiliki luas wilayah 244 ha (terbagi dalam 19 RT dan 6 RW) dan Kelurahan Sungai Ulin yang memiliki 28 RT dan 7 RW dengan luas wilayah 614 ha.
Apabila dilihat dari kelerangan lahannya, kecamatan Banjarbaru Utara didominasi oleh kawasan dengan kemiringan 0-2 % seluas 2.352 ha serta kemiringan 2-8 % dengan luas 171 Ha. Kondisi tersebut menjadikan kawasan permukiman ini cocok untuk dikembangkan sebagai kawasan budidaya baik itu berupa kegiatan permukiman, perdagangan dan jasa, perkantoran, pertanian dan lain sebagainya.
Pada tahun 2015, jumlah penduduk di kecamatan ini adalah 50.028 jiwa yang terdiri dari 25.556 jiwa penduduk pria dan 24.552 jiwa penduduk wanita. Kelurahan yang memiliki penduduk terbesar yaitu Kelurahan Loktabat Utara dengan jumlah penduduk 20,579 jiwa dan penduduk terendah berada di Kelurahan Komet yaitu berjumlah 4.705 jiwa.
Panjang jalan dengan lebar > 3 meter yang dimiliki oleh Kecamatan Banjarbaru Utara adalah sekitar 95,26 Km dengan kondisi jalan baik, sedang, rusak dan rusak berat. Apabila dilihat dari pengelolaannya, jalan di kecamatan tersebut terbagi dalam jalan kota, jalan provinsi dan jalan negara (jalan nasional). Fasilitas hotel dan penginapan yang ada di kecamatan ini antara lain: Hotel Rahayu (melati 3), Hotel Griya Duta (melati 2), Hotel Batas Kota (melati 1), hotel Karina, Hotel Eboni, Berlian Home Stay, Hotel Duta Wisma, Riyadh Guest House, Penginapan Viera, Hotel Roditha (Bintang 3) dan Safwah In.
Masyarakat yang tinggal dii Kecamatan Banjarbaru Utara juga memiliki hubungan dengan kesenian yang cukup kental. Sampai dengan tahun 2015, tercatat ada 13 organisasi kesenian yang ada di kecamatan tersebut, antara lain: Teater Banua Idaman (teater), Galuh Diang Merindu (Music Painting), Galuh Marikit (Tari), Balahindang Dance (tari), Kesenian Sunda (musik Calung), Sanggar Sumber Indah (musik keroncong), Sanggar Ganda Perwangi (Tari Mamanda), Olsa music Intertaintment (musik), Pelangi Intertaintment (musik), Sanggar Ruhui Rahayu (music painting), Sanggar Kembang Tigarun (tari), R&R (modelling) dan B-Gren Agency (modelling).
Thursday, January 7, 2016
Kabupaten Boyolali
Kabupaten Boyolali merupakan salah satu dari 35 Kabupaten atau Kota di Provinsi Jawa Tengah, dengan pusat yang ada di Kota Boyolali. Apabila dilihat dari posisi dan letaknya, kabupaten ini cukup strategis karena berada di Jalur transportasi utama Kota Semarang dan Kota Surakarta (Sola). Secara geografis Kabupaten Boyolali terletak pada posisi 110o22’-110o50’ BT dan 7o36’-7o71’ LS. Kabupaten Boyolali mempunyai bentang barat-timur + 48 kilometer dan selatan-utara ±54 kilometer. Batas wilayah Kabupaten Boyolali yang secara detail adalah sebagai berikut:
Sebelah Utara : Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Semarang
Sebelah Selatan : Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Klaten, Kota Surakarta dan
Daerah Istimewa Yogyakarta
Sebelah Timur : Kabupaten Sragen dan Kabupaten Karanganyar
Sebelah Barat : Kabupaten Semarang dan Kabupaten Magelang
Kabupaten Boyolali memiliki luas wilayah administrasi yang cukup besar, yaitu 101.510,20 Ha yang terbagi dalam 19 kecamatan. Adapun kecamatan-kecamatan tersebut antara lain: Kecamatan Selo, Kecamatan Ampel, Kecamatan Cepogo, Kecamatan Musuk, Kecamatan Boyolali, Kecamatan Mojosongo, Kecamatan Teras, Kecamatan Sawit, Kecamatan Banyudono, Kecamatan Sambi, Kecamatan Ngemplak, Kecamatan Nogosari, Kecamatan Simo, Kecamatan Karanggede, Kecamatan Klego, Kecamatan Andong, Kecamatan Kemusu, Kecamatan Wosonegoro, Kecamatan Juwangi
Topografi Kabupaten Boyolali
Sebagian besar wilayah di Kabupaten ini merupakan daerah yang bergelombang sehingga sebagian besar wilayahnya merupakan daerah pertanian lahan kering yang potensial. Berdasarkan topografinya, Kabupaten Boyolali terletak pada ketinggian 75 – 1500 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kondisi ketinggian wilayah Kabupaten Boyolali secara lebih rinci dapat dilihat sebagai berikut:
Kabupaten Boyolali memiliki luas wilayah administrasi yang cukup besar, yaitu 101.510,20 Ha yang terbagi dalam 19 kecamatan. Adapun kecamatan-kecamatan tersebut antara lain: Kecamatan Selo, Kecamatan Ampel, Kecamatan Cepogo, Kecamatan Musuk, Kecamatan Boyolali, Kecamatan Mojosongo, Kecamatan Teras, Kecamatan Sawit, Kecamatan Banyudono, Kecamatan Sambi, Kecamatan Ngemplak, Kecamatan Nogosari, Kecamatan Simo, Kecamatan Karanggede, Kecamatan Klego, Kecamatan Andong, Kecamatan Kemusu, Kecamatan Wosonegoro, Kecamatan Juwangi
Topografi Kabupaten Boyolali
Sebagian besar wilayah di Kabupaten ini merupakan daerah yang bergelombang sehingga sebagian besar wilayahnya merupakan daerah pertanian lahan kering yang potensial. Berdasarkan topografinya, Kabupaten Boyolali terletak pada ketinggian 75 – 1500 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kondisi ketinggian wilayah Kabupaten Boyolali secara lebih rinci dapat dilihat sebagai berikut:
- Ketinggian 74-400 mdpl : Mojosongo, Teras, Sawit, Banyudono, Sambi, Ngemplak, Simo, Nogosari, Karanggede, Andong, Klego, Kemusu, Wonosegoro, Juwangi dan sebagian Boyolali
- Ketinggian 400-700 mdpl : Boyolali, Musuk, Ampel, Cepogo
- Ketinggian 700-1000 mdpl : Musuk, Ampel, Cepogo
- Ketinggian 1000-1300 mdpl : Cepogo, Ampel, Selo
- Ketinggian 1300-1500 mdpl : Selo
Secara umum, Kabupaten Boyolali terbagi menjadi empat relief daratan, yaitu:
- Lereng Gunung Merbabu, membentang ke arah timur meliputi sebagian besar Kecamatan Ampel.
- Lereng Gunung Merapi (dari puncak ke kaki gunung), membentang ke arah timur meliputi sebagian besar Kecamatan Selo, Kecamatan Musuk, dan Kecamatan Cepogo.
- Dataran rendah, merupakan daerah terendah di Kabupaten Boyolali meliputi Kecamatan Boyolali, Mojosongo, Teras, Banyudono, Sawit, Sambi, Nogosari, dan Kecamatan Ngemplak.
- Daerah berbukit, merupakan daerah di sekitar Pegunungan Kendeng meliputi Kecamatan Simo, Wonosegoro, Klego, Andong, Kemusu, Karanggede, dan Juwangi.
Kondisi Geologi Kabupaten Boyolali
Aspek geologi merupakan aspek yang penting untuk dibahas hubungannya dengan potensi sumberdaya tanah. Struktur geologi merupakan variabel pertumbuhan yang sangat penting dalam pengembangan wilayah, misalnya pengembangan daerah dengan kecepatan pembangunannya, permukiman, bendungan, pertanian dan lain-lain yang dalam pembangunan dan pengembangannya selalu menghindari daerah yang berbentuk struktur berlapis yang berulang, sehingga antara lapisan yang miring dengan lapisan yang kedap air dan tidak kedap air, daerah aktif tektonik dan aktif vulkanik dapat dipilah-pilah sesuai dengan kebutuhan pembangunan.
Aspek geologi merupakan aspek yang penting untuk dibahas hubungannya dengan potensi sumberdaya tanah. Struktur geologi merupakan variabel pertumbuhan yang sangat penting dalam pengembangan wilayah, misalnya pengembangan daerah dengan kecepatan pembangunannya, permukiman, bendungan, pertanian dan lain-lain yang dalam pembangunan dan pengembangannya selalu menghindari daerah yang berbentuk struktur berlapis yang berulang, sehingga antara lapisan yang miring dengan lapisan yang kedap air dan tidak kedap air, daerah aktif tektonik dan aktif vulkanik dapat dipilah-pilah sesuai dengan kebutuhan pembangunan.
Batuan (jenis batuan) yang menyusun sebagian besar wilayah Kabupaten Boyolali antara lain :
• Endapan Bentonit, terdapat di Desa Bandung Kecamatan Wonosegoro.
• Endapan Fuller Bart, terdapat di Kecamatan Simo, Karanggede dan Klego.
• Kalsit, terdapat di Desa GunungSari Kecamatan Wonosegoro.
• Phyrit dan Wungkal, terdapat di Kecamatan Wonosegoro dan Kemusu.
• Gamping, terdapat di wilayah Juwangi.
• Pasir Besi, terdapat di wilayah Kecamatan Mojosongo.
• Pasir dan Batu Kali, di sepanjang aliran Sungai Gandul dan Pepe.
Jenis Tanah Kabupaten Boyolali
Jenis tanah yang menyusun wilayah Kabupaten ini antara lain adalah :
Asosiasi Litosol dan Grumosol : Kecamatan Kemusu, Klego, Andong, Karanggede, Wonosegoro, Juwangi.
Litosol dan Cokelat : Kecamatan Cepogo, Ampel, Selo.
Regosol Kelabu : Kecamatan Cepogo, Ampel, Boyolali, Mojosongo, Banyudono, Teras dan Sawit.
Litosol dan Regosol Kelabu : Kecamatan Cepogo, Musuk, Selo
Regosol Cokelat : Kecamatan Cepogo, Musuk, Mojosongo, , Teras dan Sawit, Banyudono
Andosol Cokelat : Kecamatan Cepogo, Ampel, Selo
Kompleks Regosol Kelabu dan Grumosol : Kecamatan Kemusu, Wonosegoro, Juwangi.
Grumosol Kelabu Tua : Kecamatan Andong, Klego, Juwangi.
Andosol Kelabu Tua dan Litosol : Kecamatan Cepogo, Ampel, Selo.
Asosiasi Grumosol Kelabu Tua dan Litosol : Kecamatan Simo, Sambi, Nogosari, dan Ngemplak.
Mediteran Cokelat Tua : Kecamatan Kemusu, Klego, Andong, Karanggede, Wonosegoro, Simo, Nogosari, Ngemplak, Mojosongo, Sambi, Teras, Banyudono.
Kondisi Hidrologi Kabupaten Boyolali
Berdasarkan aspek hidrologinya, terdapat sumber air yang sering digunakan masyarakat Kabupaten Boyolali, mata air yang sering digunakan adalah air tanah dan air permukaan. Sumber mata air yang digunakan berasal dari mata air Tlatar di Kecamatan Boyolali, Nepen di Kecamatan teras, Pengging di Kecamatan Banyudono, Pantaran di Kecamatan Ampel, Wonopedut di Kecamatan Cepogo, Mungup di Kecamatan Sawit.
Asosiasi Litosol dan Grumosol : Kecamatan Kemusu, Klego, Andong, Karanggede, Wonosegoro, Juwangi.
Litosol dan Cokelat : Kecamatan Cepogo, Ampel, Selo.
Regosol Kelabu : Kecamatan Cepogo, Ampel, Boyolali, Mojosongo, Banyudono, Teras dan Sawit.
Litosol dan Regosol Kelabu : Kecamatan Cepogo, Musuk, Selo
Regosol Cokelat : Kecamatan Cepogo, Musuk, Mojosongo, , Teras dan Sawit, Banyudono
Andosol Cokelat : Kecamatan Cepogo, Ampel, Selo
Kompleks Regosol Kelabu dan Grumosol : Kecamatan Kemusu, Wonosegoro, Juwangi.
Grumosol Kelabu Tua : Kecamatan Andong, Klego, Juwangi.
Andosol Kelabu Tua dan Litosol : Kecamatan Cepogo, Ampel, Selo.
Asosiasi Grumosol Kelabu Tua dan Litosol : Kecamatan Simo, Sambi, Nogosari, dan Ngemplak.
Mediteran Cokelat Tua : Kecamatan Kemusu, Klego, Andong, Karanggede, Wonosegoro, Simo, Nogosari, Ngemplak, Mojosongo, Sambi, Teras, Banyudono.
Kondisi Hidrologi Kabupaten Boyolali
Berdasarkan aspek hidrologinya, terdapat sumber air yang sering digunakan masyarakat Kabupaten Boyolali, mata air yang sering digunakan adalah air tanah dan air permukaan. Sumber mata air yang digunakan berasal dari mata air Tlatar di Kecamatan Boyolali, Nepen di Kecamatan teras, Pengging di Kecamatan Banyudono, Pantaran di Kecamatan Ampel, Wonopedut di Kecamatan Cepogo, Mungup di Kecamatan Sawit.
Air waduk yang sering digunakan masyarakat berasal dari Waduk Kedungombo di Kecamatan Kemusu, Kedungdowo di wilayah Kecamatan Andong, Cengklik di wilayah Kecamatan Ngemplak dan Bade di Kecamatan Klego. Sedangkan air sungai yang sering digunakan berasal dari Sungai Serang yang melintasi Kecamatan Kemusu dan Wonosegoro; Sungai Cemoro melintasi Kecamatan Simo, Nogosari; Sungai Pepe melintasi Kecamatan Boyolali, Mojosongo, Teras, Banyudono, Sambi, Ngemplak; Sungai Gandul yang melintasi Kecamatan Selo, Cepogo, Musuk, Mojosongo, Teras dan Sawit.
Kondisi Bencana Kabupaten Boyolali
Di Kabupaten Boyolali terdapat beberapa lokasi wilayah yang sering mengalami bencana alam seperti banjir, banjir lahar, tanah longsor, letusan gunung berapi, kebakaran hutan, angin topan, kekeringan dan gempa bumi. Pada kawasan-kawasan seperti ini perlu dilindungi agar dapat menghindarkan masyarakat dari ancaman bencana yang ada tersebut. Berikut ini lokasi-lokasi yang rawan terdapat bencana di Kabupaten Boyolali :
Kondisi Bencana Kabupaten Boyolali
Di Kabupaten Boyolali terdapat beberapa lokasi wilayah yang sering mengalami bencana alam seperti banjir, banjir lahar, tanah longsor, letusan gunung berapi, kebakaran hutan, angin topan, kekeringan dan gempa bumi. Pada kawasan-kawasan seperti ini perlu dilindungi agar dapat menghindarkan masyarakat dari ancaman bencana yang ada tersebut. Berikut ini lokasi-lokasi yang rawan terdapat bencana di Kabupaten Boyolali :
- Daerah rawan banjir terdapat di Kecamatan Sawit, Ngemplak, Wonosegoro dan Juwangi.
- Daerah rawan banjir lahar dingin terdapat di Kecamatan Selo dan Cepogo, di mana letaknya berdekatan dengan Gunung Merbabu dan Merapi.
- Daerah rawan tanah longsor terdapat di Kecamatan Selo, Ampel, Cepogo dan Musuk.
- Daerah rawan kebakaran hutan terdapat di Kecamatan Selo, Ampel, Cepogo (Kawasan Taman Nasional Merapi-Merbabu), Wonosegoro dan Juwangi.
- Daerah rawan angin topan terdapat di Kecamatan Selo, Ampel, Cepogo, Musuk, Kemusu dan Wonosegoro.
- Daerah rawan kekeringan yaitu di Kecamatan Musuk, Wonosegoro dan Juwangi.
Subscribe to:
Posts (Atom)

