Recent Articles
Home » All posts
Wednesday, July 25, 2018
Kota Surakarta
Kota Surakarta merupakan salah satu kota di Provinsi Jawa tengah yang cukup terkenal karena sangat mewarnai perkembangan sejarah negara Indonesia. Di sana terdapat pusat pemerintahan kerajaan Mataram yang merupakan salah satu kerajaan besar di jamannya. Kota yang cukup strategis karena berada di simpul jalur transportasi Pulau Jawa bagian Selatan ini secara geografis terletak antara 1100 45’15” dan 1100 45’35“ Bujur Timur dan antara 70 36’ dan 70 56’ Lintang Selatan. Posisi kota ini juga unik karena terletak pada cekungan di antara dua gunung berapi yaitu Lawu di sebelah timur dan gunung Merapi di sebelah barat, sehingga topografis relatif rendah dengan ketinggian rata-rata 92 m di atas permukaan laut dan berada pada pertemuan Sungai Pepe, Jenes dan Bengawan Solo. Kota ini mempunyai luas wilayah 44.04 km2 terdiri atas 5 (lima) kecamatan yaitu Kecamatan Laweyan, Kecamatan Serengan, Kecamatan Pasarkliwon, Kecamatan Jebres dan Kecamatan Banjarsari
Adapun batas-batas administratif Kota Surakarta adalah sebagai berikut:
Batas Utara : Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Boyolali
Batas Selatan : Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Karanganyar
Batas Timur : Kabupaten Sukoharjo
Batas Barat : Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Karanganyar
Topografi Kota Surakarta
Berdasarkan kondisi topografi atau ketinggian wilayahnya, Kota Surakarta terletak pada ketinggian antara 80 – 130 meter di atas permukaan laut (mdpl), dengan kemiringan lahan angtara 0 % sampai 15 %. Kota ini juga terletak diantara 2 gunung berapi yaitu Gunung Lawu (Kabupaten Karanganyar)disebelah timur dan Gunung Merapi serta Merbabu sebelah barat. Dengan posisi demikian maka Kota Surakarta termasuk sebagai wilayah cekungan air. Dibagian timur dan selatan Kota Surakarta mengalir Sungai Bengawan Solo, salah satu sungai terpanjang di Pulau Jawa yang menjadi batas fisik administrasi dengan Kabupaten Karanganyar serta Kabupaten Sukoharjo.
Kondisi Geologi Kota Surakarta
Dilihat dari aspek geologi, jenis batuan yang ada di kota ini terdiri dari:
Aluvial (Qa) merupakan tanah mineral yang baru berkembang, berbentuk lempung, lumpur, lanau, pasir, kerikil, kerakal dan berangkal. Tanah ini terbentuk dari bahan endapan yang dibawa oleh aktivitas air sungai. Bahan-bahan tererosi dari puncak bukit diangkut oleh air melalui aliran permukaan dan masuk ke parit-parit menuju sungai. Bahan-bahan yang memiliki masa lebih besar diendapkan terlebih dahulu di suatu tempat yang lebih dekat, sedangkan bahan-bahan yang memiliki masa yang lebih ringan akan terbawa terus oleh aliran sungai hingga mencapai daerah datar. Pada tempat dimana aliran air mulai kehilangan daya angkutnya inilah bahan-bahan yang lebih halus diendapkan dan membentuk dataran Aluvial. Batuan ini terhampar luas sepanjang lembah bengawan solo dan merupakan batuan dominan di kota Surakarta kecuali di bagian utara kota (Kecamatan Jebres dan Kecamatan Banjarsari dengan ketebalan berkisar dari beberapa senti sampai beberapa meter. Kawasan I dalam hal ini termasuk dalam jenis struktur geologi Aluvium ini.
Aluvum tua (Qt) berbetuk konglomerat, batu pasir, lanau dan lempung. Pada batuan ini terdapat di bagian utara kota Surakarta (sebagain Kecamatan Jebres dan Kecamatan Banjarsari). Pada satuan iniditemukan struktur silang-siur, toreh dan isi dan pelapisan bersusun. Secara setempat ditemukan fosil Bibos sp. Dan Cervus sp yang diduga berumur Plistosen. Ketebalan batuan ini maksimum 8 meter kedudukannya menindih tidak selaras batuan yang lebih tua dan tertindih tak selaras oleh aluvium. Umumnya batuan ini berupa endapan sungai.
Batuan Gunung merapi (Qvm) berbentuk breksi gunung api, lava dan tuf. Batuan ini terdapat di bagian barat kota Surakarta. Batuan ini umumnya bersusun andesit. Fosil tidak ditemukan. Kegiatanya diduga sejak Plistosen akhir.
Hidrogeologi Kota Surakarta
Kondisi Hidrogeologi berdasarkan kedalaman akuifer yang ada di Kota Surakarta, maka dapat dibagi benjadi 2 (dua) bagian, yaitu :
Akuifer dangkal, kedalaman akuifer antara 2 sampai 23 m dibawah muka tanah setempat (mbmt) dengan ketebalan antara 5 sampai 23 m. Di bagian tengah Kota Surakarta akuifer dangkal disusun oleh pasir tufan, dan pasir hasil lapukan endapan vulkanik dengan kedalaman antara 2,7 sampai 69,4 mbmt.
Air tanah dangkal, mendapat imbuhan langsung dari curah hujan sekitar1.015 juta m³/tahun. Kedalaman muka air tanah tahun 1999 berkisar antara 2 sampai 23,5 mbmt. Di bagian tengah sampai selatan, kedalaman air tanah kurang dari 10 mbmt, sedangkan kedalaman air tanah di bagian utara mencapai 69 mbmt. Fluktuasi air tanah berkisar antara 1 sampai 5 m.
Klimatologi Kota Surakarta
Kota Surakarta, sebagaimana kota-kota lain di Jawa tengah memiliki iklim tropis dengan suhu rata-rata 24,8°C sampai 18,1°C dan memiliki kelembaban udara berkisar antara 66-84%. Penyinaran matahari tertinggi terjadi pada bulan Agustus atau September dengan radiasi matahari antara 80 – 84%, sementara penyinaran terendah terjadi pada bulan Desember atau Januari dengan radiasi matahari sekitar 48 – 50%. Tekanan udara antara 1.007-1011 atmosfir, rata-rata sebesar 1.010 atmosfir; Curah hujan pada tahun 2011 sebesar 2.548,50 mm/th, yang lebih kecil dibandingkan tahun 2010 sebesar 3.408 mm/thn dan tahun 2009 sebesar 2.332,5 mm/th dengan hari hujan mencapai 163 hari.
Jenis Tanah Kota Surakarta
Secara umum, jenis tanah yang terdapat di kota ini adalah tanah Aluvial yang berasal dari endapan batu, tanah Aluvial berlapis-lapis dan memiliki kandungan pasir sekitar 60 %. Kawasan I dalam hal ini termasuk dalam kategori jenis tanah ini. Sebagai tanah berpasir, maka jenis tanah ini memiliki permeabilitas lambat sampai sedang (0,51 cm/jam – 6,35 cm/jam) serta kapasitas infiltrasi sedang (7,50 mm/jam – 15,00 mm/jam), serta cukup peka terhadap gejala erosi.
Sunday, June 17, 2018
Jalan Rabat Beton
Secara keteknikan, yang disebut dengan rabat beton (lean concrete) adalah lapisan beton yang dibangun di dalam galian tanah yang berfungsi untuk landasan cor beton, cetakan (bekisting) cor beton pada sisi bawah, penahan kelembaban, serta penyetabil kerataan permukaan beton. Kadangkala disebut juga dengan istilah lantai kerja. Dalam hal ini, kualitas rabat beton lebih rendah dari cor beton biasa, dengan kualitas setara K125 atau campuran 1:3:5 (semen: pasir: kerikil).
Rabat beton, kadangkala juga digunakan untuk perkerasan jalan, khususnya jalan lingkungan di pedesaan. Tentu saja dengan kualitas yang lebih baik dari rabat beton pada umumnya. Jalan rabat beton biasanya menggunakan campuran 1:2:3 atau setara K175 atau dengan kualitas yang lebih baik lagi.
Untuk membuat campuran rabat beton, bisa dilakukan secara manual (menggunakan molen kecil) atau langsung memesan di pabrikan berupa ready mix. Secara kualitas, memang ready mic lebih menjanjikan karena pengukurannya dilakukan dengan baik serta bahan-bahannya lebih terjamin kualitasnya. Namun untuk campuran manual, biasanya banyak mengalami penyusutan kualitas, karena banyak terjadi toleransi-toleransi. Toleransi tersebut bisa terjadi karena penggunaan bahan material yang tidak direkomendasikan atau karena penggunaan takaran yang tidak sama. Selain itu penambahan/ pengurangan kadar air saat pencampuran juga bisa mempengaruhi kualitas secara signifikan.Wednesday, March 14, 2018
Kue Ulang Tahun / Birthday Cake
Ulang tahun merupakan salah satu moment yang spesial dan paling banyak dirayakan oleh orang. Untuk merayakan ulang tahun, banyak cara dilakukan. Salah satunya yaitu dengan meniup lilin yang diletakkan di atas kue ulang tahun / roti tart .
Agar ulang tahun menjadi spesial, maka dicarilah roti ulang tahun yang spesial juga. Oleh karena itu tidaklah mengherankan apabila banyak dibuat beraneka ragam kue ulang tahun, baik dari segi bentuk, bahan maupun kelengkapannya.
Bagi sebagian orang, membuat dan menata kue ulang tahun merupakan kegiatan berseni tinggi. Sehingga tak mengherankan apabila banyak profesional-profesional yang terbentuk karena kegiatan ini
![]() |
| Add caption |
Wednesday, February 28, 2018
Masjid Ageng Boyolali
Masjid Ageng Boyolali merupakan salah satu masjid besar yang ada di Kabupaten Boyolali. Masjid ini terletak Kompleks Perkantoran Terpadu, Jalan Boulevard Soekarno, Kemiri, Mojosongo, Kemiri, Kec. Boyolali, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah 57322, Indonesia. Letak masjid ini cukup strategis karena selain berada di pusat pemerintahan, juga terletak di jalur transportasi utama yang menghubungkan Kota boyolali dengan kota Klaten.
Salah satu keunggulan masjid ini diantara masjid-masjid yang lain yaitu adanya tempat parkir yang cukup luas (dapat menampung lebih dari 40 unit kendaraan beroda empat dan ratusan kendaraan roda dua), sehingga banyak pengguna jalan yang singgah untuk beribadah maupun beristirahat.
Masjid Ageng Boyolali merupakan salah satu dari 5 tempat ibadah di lingkungan Kantor Pemerintahan Kabupaten Boyolali ini diresmikan oleh Bupati Boyolali, Bapak Drs. Seno Samodro pada tanggal 3 Agustus 2015. Arsitekturnya terlihat sederhana meskipun tidak meninggalkan kesan bangunan yang modern dengan ciri utama satu buah kubah dibagian tengah masjid. Dengan fasilitas yang cukup lengkap membuat masjid ini menjadi salah satu masjid yang cukup ramai di Boyolali.
Thursday, February 1, 2018
Balai Desa Kertomulyo
Kecamatan Brangsong Kabupaten Kendal
Desa Kertomulyo, salah satu desa di Kecamatan Brangsong Kabupaten Kendal memiliki luas wilayah 261 Ha yang terdiri dari 3 dusun, 7 RW dan 28 RT. Batas wilayah desa ini antara lain sebelah timur berbatasan dengan Desa Penjalin dan Blorok, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Tunggulsari, sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Ampel dan sebelahh utara berbatasan dengan Desa Sidorejo. Jumlah penduduk Desa Kertomulyo pada tahun 2012 adalah 4.383 jiwa yang terdiri dari 2.285 jiwa penduduk pria dan 2.098 penduduk wanita. Penduduk Desa Kertomulyo sebagian besar merupakan lulusan SD (43,6 %) dan mayoritas memiliki mata pencaharian di bidang pertanian (petani sendiri, petani penggarap atau buruh tani). Sarana pendidikan di Desa Kertomulyo berjumlah 5 unit berupa TK, SD dan SLTP.
Monday, January 29, 2018
Balai Desa Sumur
Kecamatan Brangsong Kabupaten Kendal
Balai Desa Sumur yang masuk dalam lingkup Kecamatan Brangsong Kabupaten Kendal digunakan untuk melayani penduduk desa secara keseluruhan yang berjumlah 1.316 KK (4.445 jiwa yang terdiri dari 2.229 jiwa penduduk pria dan 2.216 jiwa penduduk wanita) berdasarkan data BPS tahun 2012. Desa sumur sendiri yang memiliki luas wilayah 248 Ha terdiri dari 8 dukuh dan terbagi dalam 8 RW 32 RT.
Sebagian kawasan desa ini memiliki kemiringan yang cenderung datar antara 0% - 20% dan sebagian memiliki kemiringan 8% - 13%. Adapun Batas wilayah Desa sumur adalah sebagai berikut sebelah utara berbatasan dengan Desa Blorok, sebelah timur dan selatan berbatasan dengan Kecamatan Kaliwungu Selatan dan sebelah Barat berbatasan dengan Desa Penjalin serta Desa Tunggulsari. Desa Sumur merupakan salah satu desa di Kabupaten Kendal yang dilewati jalur jalan tol Batang-Semarang.
Kabupaten Temanggung
Kabupaten Temanggung memiliki luas wilayah 870,65 Km² dan merupakan salah satu bagian dari wilayah Provinsi Jawa Tengah. Secara astronomis, Temanggung terletak antara 110º 23′ - 110º 40′ 30″ Bujur Timur dan 7º 14′ - 7º 32′ 35″ Lintang Selatan dan secara geo-ekonomis berada di tengah-tengah tiga pusat kegiatan ekonomi di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yaitu Semarang (77 Km), Yogyakarta (64 Km), dan Purwokerto (134Km).
Adapun batas wilayah kabupaten ini antara lain:
Sebelah Utara : Kabupaten Kendal dan Kabupaten Semarang,
Sebelah Timur : Kabupaten Semarang dan Kabupaten Magelang,
Sebelah Selatan : Kabupaten Magelang
Sebelah Barat : Kabupaten Wonosobo.
Kabupaten yang dikenal dengan Kota Tembakau ini terdiri dari 20 Kecamatan dan 266 Desa serta 23 Kelurahan. Adapun kecamatan-kecamatan tersebut antara lain: Kecamatan Parakan, Kecamatan Kledung, Kecamatan Bansari, Kecamatan Bulu, Kecamatan Temanggung, Kecamatan Tlogomulyo, Kecamatan Tembarak, Kecamatan Selopampang, Kecamatan Kranggan, Kecamatan Pringsurat, Kecamatan Kaloran, Kecamatan Kandangan, Kecamatan Kedu, Kecamatan Ngadirejo, Kecamatan Jumo, Kecamatan Gemawang, Kecamatan Candiroto, Kecamatan Bejen, Kecamatan Tretep dan Kecamatan Wonoboyo.
Dengan kondisi wilayah yang mempunyai hawa sejuk, sangat cocok untuk usaha pertanian sehingga mayoritas penduduknya (61.3%) memiliki mata pencaharian sebagai petani dan sekotor lain yang masih ada kaitannya dengan dunia tanam menanam. Kabupaten Temanggung terutama terkenal sebagai penghasil tembakau dengan area penanaman tersebar hampir di semua Kecamatan, namun yang menjadi salah satu sentra dari tembakau adalah Kecamatan : Bulu, Kledung, Ngadirejo dan Kedu.
Sebelah Utara : Kabupaten Kendal dan Kabupaten Semarang,
Sebelah Timur : Kabupaten Semarang dan Kabupaten Magelang,
Sebelah Selatan : Kabupaten Magelang
Sebelah Barat : Kabupaten Wonosobo.
Kabupaten yang dikenal dengan Kota Tembakau ini terdiri dari 20 Kecamatan dan 266 Desa serta 23 Kelurahan. Adapun kecamatan-kecamatan tersebut antara lain: Kecamatan Parakan, Kecamatan Kledung, Kecamatan Bansari, Kecamatan Bulu, Kecamatan Temanggung, Kecamatan Tlogomulyo, Kecamatan Tembarak, Kecamatan Selopampang, Kecamatan Kranggan, Kecamatan Pringsurat, Kecamatan Kaloran, Kecamatan Kandangan, Kecamatan Kedu, Kecamatan Ngadirejo, Kecamatan Jumo, Kecamatan Gemawang, Kecamatan Candiroto, Kecamatan Bejen, Kecamatan Tretep dan Kecamatan Wonoboyo. Dengan kondisi wilayah yang mempunyai hawa sejuk, sangat cocok untuk usaha pertanian sehingga mayoritas penduduknya (61.3%) memiliki mata pencaharian sebagai petani dan sekotor lain yang masih ada kaitannya dengan dunia tanam menanam. Kabupaten Temanggung terutama terkenal sebagai penghasil tembakau dengan area penanaman tersebar hampir di semua Kecamatan, namun yang menjadi salah satu sentra dari tembakau adalah Kecamatan : Bulu, Kledung, Ngadirejo dan Kedu.
Topografi Kabupaten Temanggung
Topografi yang berupa dataran tinggi berbukit-bukit dan dataran landai mirip cekungan raksasa yang terbuka di bagian tenggara, terletak di ketinggian 500 – 1450 m diatas permukaan air laut. Apabila dilihat dari bentang alamnya, wilayah kabupaten temanggung terdiri dari daerah dataran yang terletak pada bagian tengah dan daerah perbukitan yang terletak di bagian hampir di setiap penjuru. Kondisi bentang alam relatif membujur dari utara ke sebelah selatan.
Klimatologi Kabupaten Temanggung
Kabupaten yang berada di simpul tranportasi utama Jawa Tengah bagian tengah ini memiliki 2 musim, yaitu: musim kemarau antara bulan April sampai dengan Sepetember dan musim penghujan antara bulan Oktober sampai dengan bulan Maret dengan curah hujan berkisar antara 1000 – 3100 mm per tahun. Curah hujan pada dataran rendah lebih kecil dibandingkan pada dataran tinggi. Kepadatan tanah 50% dataran tinggi dan 50% dataran rendah. Daerah Kabupaten Temanggung pada umumnya berhawa dingin dimana udara pegunungan berkisar antara 20°C-30°C. Daerah berhawa sejuk terutama di daerah Kecamatan Tretep, Kecamatan Bulu (lereng Gunung Sumbing), Kecamatan Tembarak, Kecamatan Ngadirejo, dan Kecamatan Candiroto.
Jenis tanah di Kabupaten Temanggung :
Tanah Latosol Coklat
Jenis tanah latosol coklat meliputi lahan seluas 26.563,47 Ha (32,13%) membentang di tengah-tengah wilayah Kabupaten Temanggung dari arah Barat Laut ke Tenggara.
Tanah Latosol Coklat Kemerahan
Jenis tanah latosol coklat kemerahan meliputi lahan seluas 7.879,93 Ha (9,53%) membentang sebagian besar di bagian Timur – Tenggara.
Tanah Latosol Merah Kekuningan
Jenis tanah latosol merah kekuningan meliputi lahan seluas 29.209,08 Ha (35,33%) membentang di bagian Timur dan Barat.
Jenis tanah latosol coklat meliputi lahan seluas 26.563,47 Ha (32,13%) membentang di tengah-tengah wilayah Kabupaten Temanggung dari arah Barat Laut ke Tenggara.
Tanah Latosol Coklat Kemerahan
Jenis tanah latosol coklat kemerahan meliputi lahan seluas 7.879,93 Ha (9,53%) membentang sebagian besar di bagian Timur – Tenggara.
Tanah Latosol Merah Kekuningan
Jenis tanah latosol merah kekuningan meliputi lahan seluas 29.209,08 Ha (35,33%) membentang di bagian Timur dan Barat.
Tanah Regosol
Jenis tanah regosol meliputi lahan seluas 16.873,97 Ha(20,14%) membentang sebagian di sekitar kali Progo dan lereng-lereng terjal.
Tanah Andosol
Jenis tanah andosol meliputi lahan seluas 2.149,55 Ha (2,60%) membentang di aluvial antar bukit.
Jenis Batuan Kabupaten Temanggung
Jenis batuan yang ada di kabupaten ini antara lain: Batuan Andesit, Batu gamping, Batu kali, Batu tras, Bentonit, Diatomae, Kerikil, dan Pasir
Jenis tanah regosol meliputi lahan seluas 16.873,97 Ha(20,14%) membentang sebagian di sekitar kali Progo dan lereng-lereng terjal.
Tanah Andosol
Jenis tanah andosol meliputi lahan seluas 2.149,55 Ha (2,60%) membentang di aluvial antar bukit.
Jenis Batuan Kabupaten Temanggung
Jenis batuan yang ada di kabupaten ini antara lain: Batuan Andesit, Batu gamping, Batu kali, Batu tras, Bentonit, Diatomae, Kerikil, dan Pasir
Subscribe to:
Posts (Atom)











