Recent Articles
Home » All posts
Wednesday, September 20, 2017
Masjid Besar Juwana atau biasa disebut dengan Masjid Besar Al Mukkaromah, merupakan salah satu masjid terbesar yang ada di Kecamatan Juwana Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Masjid ini merupakan salah satu masjid yang cukup tua karena dibangun pada sekitar tahun 1850, dimana saat itu Juwana masih menjadi kabupaten yang diperinth oleh Kanjeng Kyahi Adipati Mangkudipuro II. Masjid Besar Juwana dibangun seperti umumnya masjid masjid di Jawa yaitu Masjid berundak 3 yang ditopang oleh 4 (empat) Soko Guru kayu jati diameter 30 cm dengan panjang sekitar 6 meter.Masjid yang terletak ditepi jalan raya pantura ini di masa perjuangan kemerdekaan, digunakan berkumpul para pejuang. Yang sangat di sayangkan, bangunan asli bangunan masjid ini sudah hilang setelah mengalami beberapa kali renovasi.
Saat ini Masjid Al Mukaromah menjadi salah satu landmark Kota Juwana bersama dengan alun-alun Juwana yang berada di depannya. Masjid yang cukup megah tersebut menjadi pusat penyebaran dan aktivitas dakwah Agama Islam di Kota Juwana dan sekitarnya. Dan karena posisinya yang sangat strategis (berada di jalur transportasi utama Pantura Pulau Jawa), maka banyak pula masyarakat yang singgah untuk beribadah atau beristirahat sejenak di masjid tersebut ketika mereka melewati Kota Juwana. Saturday, September 16, 2017
Kabupaten Wonosobo
Kondisi Geografi Kabupaten Wonosobo
Kabupaten Wonosobo merupakan salah satu dari 35 (tiga puluh lima) kabupaten/ kota di Provinsi Jawa Tengah dengan luas wilayah 98,468 ha. Secara geografis Kabupaten Wonosobo terletak antara 7˚11’ dan 7˚36’ Lintang Selatan, 109˚43’ dan 110˚04’ Bujur Timur. Jarak ibukota Kabupaten Wonosobo ke ibukota Provinsi Jawa Tengah berjarak 120 Km dan 520 Km dari ibu kota negara. Kabupaten wonosobo merupakan daerah pegunungan dengan ketinggian berkisar antara 275 m sampai dengan 2.250 meter di atas permukaan laut.
Kabupaten Wonosobo merupakan salah satu dari 35 (tiga puluh lima) kabupaten/ kota di Provinsi Jawa Tengah dengan luas wilayah 98,468 ha. Secara geografis Kabupaten Wonosobo terletak antara 7˚11’ dan 7˚36’ Lintang Selatan, 109˚43’ dan 110˚04’ Bujur Timur. Jarak ibukota Kabupaten Wonosobo ke ibukota Provinsi Jawa Tengah berjarak 120 Km dan 520 Km dari ibu kota negara. Kabupaten wonosobo merupakan daerah pegunungan dengan ketinggian berkisar antara 275 m sampai dengan 2.250 meter di atas permukaan laut.
Dalam lingkup wilayah provinsi, kabupaten yang terletak di dataran tinggi ini berada di bagian tengah yang berbatasan dengan kabupaten lainnya. Secara administrasi, Kabupaten Wonosobo berbatasan dengan :
Sebelah Utara : Kabupaten Kendal dan Kabupaten Batang
Sebelah Timur : Kabupaten Temanggung dan Kab. Magelang
Sebelah Selatan : Kab. Kebumen dan Kab. Purworejo
Sebelah Barat : Kab. Banjarnegara dan Kab Kebumen
Secara administratif kabupaten ini dibagi menjadi 15 Kecamatan. 236 desa dan 29 kelurahan. Jarak kecamatan ke ibukota kabupaten terjauh adalah Kecamatan Wadaslintang dengan jarak 37 km, dan jarak terdekat adalah Kecamatan Wonosobo karena terletak di ibukota kabupaten, disusul Kecamatan Mojotengah yang berjarak 4 km. Lokasi tertinggi berada di Kecamatan Kejajar yaitu 1.378 m dpl sedangkan yang terendah berada di Kecamatan Wadaslintang 275 m dpl.
Topografi Kabupaten Wonosobo
Apabila dilihat dari segi topografi, wilayah Kabupaten Wonosobo memiliki ciri yang berbukit dan bergunung, terletak pada ketinggian antara 200 sampai 2.250 m di atas permukaan laut. Kelerengan merupakan suatu kemiringan tanah dimana sudut kemiringan dibentuk oleh permukaan tanah dengan bidang horizontal dan dinyatakan dalam persen. Kabupaten Wonosobo dibagi menjadi 6 wilayah kemiringan, yaitu:
- Wilayah dengan kemiringan antara 0,00-2,00 % seluas 1052,263 ha atau 1,04 % dari seluruh luas wilayah, banyak dijumpai di Kecamatan Selomerto dan Kecamatan Kertek;
- Wilayah dengan kemiringan antara 2,00-5,00 % seluas 22.969,5 ha atau 22,89 % dari luas seluruh wilayah, banyak terdapat di 13 Kecamatan selain Kecamatan Watumalang dan Kecamatan Kalibawang;
- Wilayah dengan kemiringan antara 5,00-8,00 % seluas 8.143,769 ha atau 8,11 % dari luas wilayah total, tersebar merata di 14 Kecamatan selain Kecamatan Watumalang;
- Wilayah dengan kemiringan antara 8,00-15,00 % seluas 55.434,85 ha atau 55,2 % dari seluruh luas wilayah tersebar secara merata di semua kecamatan;
- Wilayah dengan kemiringan antara 15,00-25,00 % seluas 11.101,6 ha atau 11,06 % dari seluruh luas wilayah terdapat di semua kecamatan kecuali Kecamatan Wonosobo.
- Wilayah dengan kemiringan antara 25,00-40,00 % seluas 1.479,631 ha atau 1,47 % dari luas wilayah total, terdapat di Kecamatan Kejajar, Garung dan Kalikajar; dan
- Wilayah dengan kemiringan lebih dari 40,00 % seluas 142,362 ha atau 0,14 % dari luas wilayah total, terdapat di Kecamatan Kejajar.
Fisiografi Kabupaten Wonosobo
Secara fisiografi, Wonosobo terletak pada ujung timur Depresi Serayu yang terbentuk oleh proses orogenesa dan epirogenesa, kemudian diikuti oleh kegiatan vulkanisme dan denudasional yang cepat. Di sebelah timur Depresi Serayu dibatasi oleh Gunung Sumbing dan Sindoro yang terbentuk pada jaman Kuarter (±1,8 juta tahun yang lain), rangkaian gunung api tersebut terus berlanjut dan bersambung dengan kompleks gunung api Dieng dan Rogojembangan.
Di Kawasan Dieng banyak dijumpai depresi yang terbentuk oleh pusat erupsi vulkanik pada jaman Pleistocene yang kemudian terisi oleh endapan dan sisa tumbuhan. Di samping itu terdapat hulu sungai serayu dengan anak sungai yang berada di bagian selatan, yakni di ujung timur Pegunungan Serayu Selatan yanair minumg dibatasi oleh Zone Patahan. Banyaknya gunung di Wonosobo juga menjadi sumber mata air yang mengalir ke sungai Serayu, Bogowonto, Kali Galuh, Kali Semagung, Kali Sanggrahan dan Luk Ulo.
Kondisi Geologi Kabupaten Wonosobo
Berdasarkan pembagian zona fisiografi Pulau Jawa oleh Van Bemmelen (1949), Wilayah Kabupaten Wonosobo termasuk dalam jalur fisiografi Pegunungan Serayu Selatan Bagian Utara dan menempati bagian tengah zona fisiografi tersebut. Zona ini didominasi oleh endapan gunungapi kuarter. Endapan gunungapi kuarter masih dapat diamati kenampakan kerucut vulkaniknya seperti Gunung Sundoro dan Gunung Sumbing, sedangkan dibagian lain gunung api Dieng yang berumur lebih tua meninggalkan sisa erupsi yang membentuk plateau (dataran tinggi).
Geomorfologi Kabupaten Wonosobo
Secara geomorfologi, bentang lahan didominasi oleh bentanglahan bentukan dari proses vulkanik. Bentanglahan lainnya berasal dari bentukan denudasional, bentanglahan struktural, bentanglahan fluvial (aliran sungai). Bentukan bentang lahan proses vulkanik yang ada yaitu kubah lava, kerucut gunung api, lereng gunung api, kaki gunung api, perbukitan intrusif batuan gunung api, pegunungan medan lava, perbukitan medan lava, kaldera, danau kaldera, lembah antar gunungapi material piroklastik
Klimatologi Kabupaten Wonosobo
Wonosobo beriklim tropis dengan dua musim dalam setahun yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Rata rata suhu udara di Wonosobo antara 14,3 – 26,5 derajat Celcius dengan curah hujan rata-rata per tahun berkisar antara 1713 - 4255 mm/tahun. Dengan kondisi tersebut Kabupaten Wonosobo sangat baik untuk pertanian sehingga sektor pertanian merupakan sektor dominan dalam perekonomian.
Tuesday, August 1, 2017
Puskesmas Singorojo 1 Kec Singorojo
Kabupaten Kendal
Puskesmas Singorojo 1 merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang ada di Kecamatan Singorojo Kabupaten Kendal Jawa Tengah. Alamat Puskesmas Singorojo 1 adalah Jl. Ngareanak-Singorojo, Kecamatan Singorojo Kabupaten Kendal telp 0294-572328. Puskesmas ini memiliki wilayah kerja meliputi : Desa Ngareanak, Singorojo dan sekitarnya, Banyuringin, dan sekitarnya
Monday, May 22, 2017
Kampus Teknik Industri Undip Semarang
Teknik Industri Universitas Diponegoro Semarang merupakan salah satu Jurusan yang berada di lingkup Fakultas Teknik. Alamat Kampus Teknik Industri Undip berada di Jl. Prof. Soedarto, SH Tembalang – Semarang. Jurusan ini merupakan salah satu jurusan yang diunggulkan dari Universitas terbaik di Jawa Tengah ini dan telah mendapatkan akreditasi A dari BAN PT pada tahun 2012 dengan SK No. 030
Teknik Industri Universitas Diponegoro didirikan sejak tahun 1998 dengan 3 peminatan pd yaitu Human Integrated System, Quality Control, SCM. Beberapa mata kuliah yang dipelajari di Teknik Industri antara lain Pengantar Teknik Industri,Penelitian Operasional,Perencanaan & Pengendalian Produksi, Perancangan Sistem Kerja & Ergonomi,dan Proses Manufaktur.
Gedung Teknik Industri Undip yang menjadi gedung perkuliahan mahasiswa saat ini merupakan bantuan dari Djarum Foundation yang dibangun mulai tahun 2013 dan selesai setahun setelahnya.
Wednesday, April 19, 2017
Kecamatan Ungaran Barat
Kecamatan Ungaran Barat merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Semarang yang terletak diantara 7°11’01” - 7°16’81” Lintang Selatan dan antara 110°36’04” –110°41’25" Bujur Timur. Secara administrasi Kecamatan yang memiliki kode pos 50511 ini terdiri dari 11 desa/ kelurahan, namun hanya 6 kelurahan yang menempati wilayah Kota Ungaran. Pusat pemerintahan kecamatan ini berada di Desa Lerep. Adapun batas wilayah Kecamatan ini antara lain sebagai berikut:
Sebelah Barat : Kota Semarang dan Kabupaten Kendal;
Sebelah Timur : Kecamatan Ungaran Timur;
Sebelah Utara : Kota Semarang;
Sebelah Selatan : Kecamatan Bergas.
Luas wilayah Kecamatan Ungaran Barat yaitu 1.352,76 hektar, dimana Desa Nyatnyono menjadi kelurahan terluas yaitu 425,00 hektar dengan persentase 15,00% luas wilayah kota ungaran secara keseluruhan. Sedangkan desa Genuk menempati wilayah terkecil dengan luas 157,85 hektar dengan persentase sebesar 5,57% luas wilayah kota Ungaran secara keseluruhan
Wilayah kecamatan yang merupakan pecahan dari Kecamatan Ungaran ini merupakan daerah dataran tinggi yang bergelombang sampai bergunung dengan ketinggian antara 321 –573 mdpl dengan prosentase sebagai berikut :
a. Daerah bergelombang berbukit : 45 %
b. Daerah berbukit bergunung : 40 %
c. Datar berombak : 15 %
Sebelah Timur : Kecamatan Ungaran Timur;
Sebelah Utara : Kota Semarang;
Sebelah Selatan : Kecamatan Bergas.
Luas wilayah Kecamatan Ungaran Barat yaitu 1.352,76 hektar, dimana Desa Nyatnyono menjadi kelurahan terluas yaitu 425,00 hektar dengan persentase 15,00% luas wilayah kota ungaran secara keseluruhan. Sedangkan desa Genuk menempati wilayah terkecil dengan luas 157,85 hektar dengan persentase sebesar 5,57% luas wilayah kota Ungaran secara keseluruhan
Wilayah kecamatan yang merupakan pecahan dari Kecamatan Ungaran ini merupakan daerah dataran tinggi yang bergelombang sampai bergunung dengan ketinggian antara 321 –573 mdpl dengan prosentase sebagai berikut :
a. Daerah bergelombang berbukit : 45 %
b. Daerah berbukit bergunung : 40 %
c. Datar berombak : 15 %
Wilayah dengan topografi dataran ditempati oleh seluruh kelurahan, kecuali kelurahan Nyatnyono yang memiliki topografi lereng/puncak. Kondisi topografi lereng/puncak adalah areal curam yang merupakan daerah perbukitan yang membentang. Kemiringan tanah antara : 0 – 45 % dengan pembagian luas daerah sebagai berikut :
- Daerah kemiringan 0 – 3 % dengan luas 225 Ha yaitu berada di Kelurahan Bandarjo
- Daerah kemiringan 3 – 8 % dengan luas 490,7 Ha meliputi : Kelurahan Langensari, Kelurahan dan Kelurahan Ungaran
- Daerah kemiringan 8 – 15 % seluas 1.650,9 Ha yang terdiri dari Kelurahan Candirejo, Desa Nyatnyono, Desa Gogik, Desa Keji dan Desa Lerep
- Daerah kemiringan 25 – 45 % dengan luas 1229,12 Ha meliputi Desa Kalisidi dan Desa Branjang
Jenis Tanah Kecamatan Ungaran Barat
Jenis tanah di kecamatan ini terdiri dari Tanah Latosol Coklat dengan prosentasi 76% dari luas kecamatan, tanah Mediteran coklat tua sebesar 14 %, Tanah Latosol merah kekuningan sebesar 4 % dan tanah Latosol coklat tua sebesar 6 %. Tingkat keasaman tanah masuk dalam katagori asam sampai netral yaitu dengan PH 4,2 s/d 6,
Klimatologi Kecamatan Ungaran Barat
Klimatologi Kecamatan Ungaran Barat
Kecamatan ini memiliki iklim tropis, karena terdapat curah hujan yang signifikan sepanjang tahun, bahkan pada bulan kering masih memiliki banyak curah hujan. Berdasarkan klasifikasi iklim Köppen-Geiger Kecamatan Ungaran Barat berada pada tipe Af dengan suhu rata-rata tahunan sekitar 25,0 °C, dan curah hujan rata-rata 2.697 mm.
Bulan terkering adalah bulan Agustus, dengan curah hujan sebesar 66 mm. Presipitasi hampir terjadi di setiap tahunnya, sedangkan presipitasi terbesar terjadi pada bulan Januari dengan rata-rata 409 mm. Suhu terhangat sepanjang tahun berada pada bulan Oktober dengan suhu rata rata 26,0 °C. Pada bulan Januari, suhu rata rata adalah 24,3 °C ini menjadi suhu rata rata terendah sepanjang tahun. Perbedaan presipitasi antara bulan kering dengan bulan basah adalah 343 mm
Tuesday, March 14, 2017
Tukang Cover Jok Motor
![]() |
| Aneka Jok Motor |
Cover jok motor merupakan salah satu material sepeda motor yang paling banyak mendapat perhatian pengguna/ pengendara kendaraan tersebut. Selain berfungsi sebagai kenyamanan karena menjadi tempat pengendara duduk, cover jok juga berfungsi sebagai estetika, sehingga tidaklah mengherankan jika banyak varian cover jok baik dari segi bahan, warna maupun motif.
![]() |
| Tukang Jok Motor |
Salah satu aktor utama yang berperan dalam kreativitas tersebut yaitu tukang cover jok. Dengan telaten mereka mengganti bahan tersebut setelah sebelumnya merekayasa gabus yang menjadi bantalannya sehingga bisa nyaman untuk diduduki serta bentuknya bisa sesuai dengan karakteristik motor.
Untuk membentuk jok sesuai keinginan, tukang cover jok akan mengiris, menambal, menipiskan bahkan menghaluskan gabus tersebut. Perlu keahlian khusus untuk melakukan pekerjaan tersebut sehingga keberadaannya perlu dilestarikan. Jangan sampai dikemudian hari ketika jok kita rusak kita harus mengganti dengan membeli yang baru karena tidak ada yang mereparasinya.
Untuk membentuk jok sesuai keinginan, tukang cover jok akan mengiris, menambal, menipiskan bahkan menghaluskan gabus tersebut. Perlu keahlian khusus untuk melakukan pekerjaan tersebut sehingga keberadaannya perlu dilestarikan. Jangan sampai dikemudian hari ketika jok kita rusak kita harus mengganti dengan membeli yang baru karena tidak ada yang mereparasinya.
Wednesday, March 1, 2017
Kecamatan Ambarawa
Jika kita ingin bepergian ke Kota Yogyakarta dari arah Kota Semarang, kemungkinan besar akan melewati lokasi yang cukup terkenal dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia yaitu Ambarawa. Sebuah kota kecil yang terletak di jalur transportasi utama Semarang-Jogja ini merupakan salah satu kecamatan yang masuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Semarang. Di Kecamatan Ambarawa terdapat monumen Palagan Ambarawa yang menjadi bukti sejarah peperangan Tentara Indonesia bersama rakyat melawan tentara Sekutu.
Kecamatan Ambarawa memiliki luas wilayah 2.822 Ha yang terdiri dari 10 desa/ kelurahan yaitu Kelurahan Baran, Desa Bejalen, Kelurahan Kranggan, Kelurahan Kupang, Kelurahan Lodoyong, Kelurahan Ngampin, Kelurahan Panjang, Desa Pasekan, Kelurahan Pojoksari dan Kelurahan Tambakboyo. Kode Pos Kecamatan Ambarawa antara lain: 50611, 50612, 50613 dan 50614.
Adapun batas wilayah Kecamatan Ambarawa adalah sebagai berikut:
Sebelah Barat : Kecamatan Bandungan
Sebelah Timur : Kecamatan Bawen
Sebelah Utara : Kecamatan Bandungan
Sebelah Selatan : Kecamatan Banyubiru, Rawa Pening
Kecamatan Ambarawa didominasi oleh rawa dan beberapa bukit-bukit rendah menyebabkan Kecamatan Ambarawa berada dalam kategori daerah dengan ketinggian sedang (Rata-rata ketinggian 536 meter di atas permukaan laut). Kondisi Kecamatan yang berada di dataran tinggi menyebabkan suhu udara dan kelembaban udara di kawasan ini sedikit lebih tinggi apabila dibandingkan dengan kawasan lain yang berada di Kabupaten Semarang
Jenis tanah yang ada di Kecamatan Ambarawa antara lain:
Tanah grumosol, yaitu tanah yang memiliki tekstur lempung berliatliat yang berwarna kelabu sampai hitam, memiliki daya yang cukup baik untuk menahan air sehingga cocok untuk pertanian maupun perkebunan.
Tanah Latosol, dengan ciri umumnya berwarna merah,coklat hingga kuning yang mana pada lapisan tanah atas hingga ke bawah bertekstur liat. Jenis tanah ini memiliki kelebihan dapat menahan air sehingga cukup baik apabila digunakan untuk budidaya pertanian.
Tanah regosol, yaitu tanah yang berasal dari material gunung berapi yang mana tanahnya berbutir kasar. Tanah regosol merupakan tanah aluvial yang baru diendapkan. Sifat dari tanah regosol yaitu subur, peka terhadap erosi, berwarna keabuan, kaya unsur hara seperti P dan K yang masih segar, memiliki kemampuan menyerap air tinggi sehingga cukup baik apabila digunakan untuk budidaya pertanian.
Subscribe to:
Posts (Atom)






