Recent Articles

Wednesday, March 11, 2015

Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur

Wednesday, March 11, 2015 - by GOJEK #GolekRejeki · - 0 Comments

Kecamatan Awang merupakan salah satu kecamatan yang ada dalam wilayah administratif di Kabupaten Barito Timur dan memiliki batas wilayah sebagai berikut: 

Sebelah Utara        :  Kecamatan Paku dan Kecamatan Dusun Tengah
Sebelah Barat        :  Kecamatan Dusun Timur
Sebelah Selatan     :  Kecamatan Dusun Timur
Sebelah Timur       :  Kecamatan Patangkep Tutui

Kecamatan Awang beribukota di Desa Hayaping, dengan luas wilayah sebesar 203 km atau 5,29 persen dari luas Kabupaten Barito Timur.  Kecamatan ini terdiri atas sebelas desa dimana Desa Apar Batu merupakan desa dengan persentase wilayah terluas yakni sebesar 41 km (20,20 persen), sedangkan yang mempunyai luas desa terkecil ada 3 desa yakni Desa Biwan, Danau dan Janah Mansiwui yang masing-masing hanya 10 km2 atau hanya 4,93 persen dari luas kecamatan. Dari segi geografis ketinggian rata-rata Kecamatan Awang  59.18 mdari permukaan laut dengan kemiringan landai (< 15°) pada 5 desa yaitu Desa Janah Jari, Tangkan,  Ampari, Biwan, Danau, sementara 5 desa lainnya memiliki kemiringan sedang (15-25°), hanya Apar Batu yang melebihi 25 derajat. Hampir semua desa di Kecamatan Awang dilintasi oleh sungai seperti sungai Awang, Ampari, dan sungai kecil lainnya.
Peta Kecamatan AwangKecamatan Awang merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk terendah ke tiga di Kabupaten Barito Timur setelah Kecamatan Paju Epat dan Karusen Janang. Jumlah penduduk Awang tahun 2013 adalah sebanyak 5.749 jiwa dari 1.617 rumah tangga, dengan kepadatan penduduk sekitar 28,32jiwa/km2. Berdasarkan jenis kelamin, penduduk Awang terdiri atas 2.985 jiwa laki-laki dan 2.764 jiwa perempuan. Perbandingan penduduk laki-laki dan perempuan menunjukkan nilai sex ratio yang lebih besar dari 100 yaitu 108.00 yang artinya bahwa pada setiap 100 penduduk perempuan di Kecamatan Awang, terdapat setidaknya 108  penduduk laki-laki. 

Dari seluruh desa di Kecamatan Awang, jumlah penduduk terendah terdapat di Desa Pianggu yaitu sebanyak 232 jiwa dan hanya menyumbangkan 4,03 persen dari total penduduk Awang. Desa dengan jumlah penduduk terbanyak terdapat di Desa Hayaping yaitu 1.326 jiwa atau 23.06 persen dari total penduduk Awang. Desa Hayaping ini juga merupakan desa terpadat dengan jumlah rumah tangga terbanyak yakni sebanyak 394 rumah tangga.Sementara jumlah rumah tangga terendah terdapat di Desa Biwan yakni sebanyak 64 rumah tangga.

Monday, January 12, 2015

Rafting / Arung Jeram

Monday, January 12, 2015 - by GOJEK #GolekRejeki · - 0 Comments


Rafting
Petualangan merupakan salah satu kegiatan yang banyak digemari oleh masyarakat akhir-akhir ini. Bermula dari gencarnya acara bertema petualangan di televisi membuat banyak masyarakat ingin melakukannya sebagai pembuktian kemampuan atau hanya sekedar hiburan semata, setelah lelah melakukan rutinitas pekerjaan sehari-hari. Salah satu kegiatan petualangan yang booming akhir-akhir ini adalah kegiatan arung jeram atau rafting.

Jika anda orang desa dan dekat dengan sungai besar, kegiatan rafting tidak jauh berbeda dengan kegiatan yang dilakukan anda waktu kecil yaitu praon atau getekan.  Hanya saja kalau anak-anak jaman dulu menggunakan batang pohon pisang (gedebog), rakit bambu, kayu dan lain sebagainya, sekarang lebih modern lagi karena menggunakan perahu karet.  Adapun secara ilmiah, istilah rafting atau arung jeram diartikan sebagai kegiatan mengarungi sungai menggunakan perahu dengan mengandalkan kemampuan mendayung.

Arung JeramKegiatan rafting yang dikelola secara profesional, memiliki beberapa standar keselamatan yang mengacu pada Internasional Rafting Federation (IRF) seperti jenis perahu yang digunakan, pengaman pribadi seperti pakaian, helm dan lain sebagainya juga adanya instruktur yang harus mengawasi. Di Indonesia sendiri, kegiatan arung jeram atau rafting menjadi salah satu kegiatan yang banyak dilakukan masyarakat. Adanya potensi berupa sungai-sungai yang memiliki jeram dengan karakteristik tertentu membuat banyak bermunculan tempat-tempat wisata arung jeram. Untuk melakukan arung jeram, peserta dituntut memiliki keberanian dan kemampuan fisik yang memadai. Oleh karena itu di beberapa tempat manula dan anak-anak kecil dibatasi untuk ikut dalam kegiatan ini.

Monday, January 5, 2015

Kecamatan Banyuputih

Monday, January 5, 2015 - by GOJEK #GolekRejeki · - 0 Comments

Kecamatan Banyuputih
Kabupaten Batang

 

Kecamatan banyuputih
Jika kita menyusuri jalan Pantura Pulau Jawa, diantara Kota Batang dan Kendal terdapat sebuah kota kecil yang cukup ramai yaitu Banyuputih. Kecamatan Banyuputih merupakan salah satu kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Batang yang memiliki fungsi sebagai PPK (Pusat Pelayanan Kawasan) yaitu salah satu pusat pelayanan pemerintahan tingkat kecamatan dan beberapa desa, perekonomian, perdagangan dan jasa, transportasi, industri dan permukiman skala kecamatan/beberapa desa. 

Kecamatan Banyuputih terdiri dari 11 desa dengan 47 RW, 175 RT dan memiliki luas wilayah sebesar 4.432,50 Ha dengan penggunaannya terdiri atas sawah sebesar 622,365 Ha dan tanah kering sebesar 3820,131 Ha. Penggunaan lahan sawah dibedakan berdasarkan jenis pengairan diantaranya sawah irigasi teknik, irigasi sederhana dan sawah tadah hujan. Sedangkan penggunaan lahan untuk tanah kering diantaranya tegal/ kebun, pekarangan/bangunan, hutan rakyat, dan lainnya. 

Desa-desa yang terdapat di Kecamatan ini antara lain: Dlimas, Luwung, Banyuputih, Kalibalik, Kalangsong, Bulu, Banaran, Timbang, Penundan, Sembung dan Kedawung. Kecamatan ini memiliki batas administrasi sebagai berikut:

Sebelah Utara        : Laut Jawa
Sebelah Timur        : Kecamatan Tersono dan Gringsing
Sebelah Selatan    : Kecamatan Limpung
Sebelah Barat        : Kecamatan Subah

Kecamatan yang menjadi salah satu tempat peristirahatan sopir kendaraan besar di Pantura ini memiliki kelerengan lahan yang bermacam-macam, diantaranya:
  • Kelas lereng I (kemiringan 0-2%) penyebaran di Desa Kedawung, Dlimas, Luwung, Kalasong, Kalibalik, Sembung, Banaran, Bulu, Timbang, dan Desa Penundan.
  • Kelas lereng II (kemiringan 2-15%) terdapat di sebagian kecil Desa Kedawung, Banyuputih, Kalibalik, Sembung, Penundan dan Desa Timbang.
  •  Kelas lereng III (kemiringan 15-40%) hanya terdapat di sebagin kecil Desa Kedawung dan Sembung.

Jenis tanah di Kecamatan Banyuputih adalah asosiasi latosol merah, komplek podsolik merah kekuningan, dan latosol coklat tua kemerahan, persebarannya sebagai berikut
  1. Asosiasi latosol merah tersebar di Desa Banyuputih, Kalibalik, Sembung, Banaran, Kedawung, Penundan, Timbang dan Kalangsong dan Bulu; serta sebagian kecil dari Desa Dlimas dan Luwung. Jenis tanah ini kurang peka terhadap erosi.
  2. Komplek podsolik merah kekuningan tersebar di sebagian Desa Kedawung, Kalibalik, Sembung, Penundan serta Timbang. Pada jenis tanah ini peka terhadap erosi.
  3. Latosol coklat tua kemerahan tersebar di sebagian Desa Dlimas, Luwung dan Desa Kalangsong. 

Berdasarkan data yang dirilis oleh BPS Kabupaten Batang, jumlah penduduk Kecamatan Banyuputih pada tahun 2008 mencapai 32.625 jiwa dengan kepadatan penduduk sebesar 73 jiwa/km2.  Mengalami peningkatan baik jumlah maupun kepadatan penduduk dari tahun ke tahun, kemudian pada tahun 2012 jumlah penduduk bertambah sebanyak 759 jiwa sehingga mencapai 33.384 jiwa dengan kepadatan penduduk sebesar 75 jiwa/km2. Berdasarkan mata pencaharian penduduk pada tahun 2011, mata pencaharian yang mendominasi di Kecamatan Banyuputih adalah penduduk yang bekerja di bidang industri 24%, pertanian pangan dan perdagangan masing-masing mencapai 23%, bidang jasa mencapai 15%, angkutan 6%, dan sisanya 9% berupa perkebunan, perikanan, peternakan serta lainnya

Sunday, December 14, 2014

Kecamatan Gunem

Sunday, December 14, 2014 - by GOJEK #GolekRejeki · - 0 Comments

Kecamatan Gunem



Kecamatan Gunem merupakan salah satu kecamatan yang masuk dalam lingkup wilayah administrasi Kabupaten Rembang yang terletak di ujung selatan dan berada di lereng pegunungan Kapur Utara dengan batas-batas wilayah sebagai berikut:
•    Sebelah utara     : kecamatan Pamotan
•    Sebelah timur     : kecamatan Sale
•    Sebelah selatan     : kabupaten Blora
•    Sebelah barat      : kecamatan Sulang dan kecamatan Bulu.

Peta Kecamatan Gunem
Luas wilayah kecamatan ini adalah 80,2 km². diantaranya merupakan hutan yang dikelola oleh Perhutani. Secara adminstratif, Kecamatan Gunem mencakup 16 (enam belas) Desa, yaitu : Kajar, Timbrangan, Tegaldowo, Pasucen, Suntri, Dowan, Trembes, Gunem, Kulutan, Sidomulyo, Telgawah, Sendangmulyo, Panchan, Demaan, Banyuurip, dan Sambongpayak. Desa yang memiliki luas wilayah terbesar di Kecamatan Gunem yaitu Desa Tegaldowo dengan luas wilayah sebesar 1679,09 ha , sedangkan luas desa yang paling kecil di Kecamatan Gunem yaitu Desa Sambongpayak dengan total luas sebesar 90,29 ha

Apabila dilihat dari sisi topografinya, Kecamatan ini merupakan dataran sedang dan pegunungan dengan ketinggian +50m dpl dan memiliki kemiringan lereng yaitu 2 – 15 %.  Sungai yang mengalir di sekitar Kecamatan ini  adalah Sungai Babagan yang termasuk dalam PPST. Sebagaimana Kabupaten Rembang pada umumnya, kecamatan ini beriklim tropis dengan temperatur udara rata – rata 280 C dengan temperatur tertinggi sebesar 330 C dan terendah 220C. Jumlah hari hujan mencapai 153 hari pertahun dengan curah hujan rata – rata 1500 mm pertahun.
 
Ada beberapa sumber mata air, sungai dan waduk yang difungsikan sebagai sumber penyediaan air bersih, antara lain :
  1. Mata Air Dowan yang terletak di Desa Dowan dengan debit 12 liter / detik, penggunaannya untuk irigasi dan saat ini kering.
  2. Mata Air Nglondro  di Desa Suntri dengan debit 11 liter / detik, penggunaannya untuk irigasi dan saat ini kering.
  3. Mata Air Kajar yang berada di Desa Kajar,  memiliki debit 6 liter /detik, penggunaannya untuk air minum dan irigasi. Saat ini masih berfungsi.
  4. Mata Air Suruhan. Mata air ini terletak di Desa Trembes yang memiliki debit 8 liter / detik, penggunaannya untuk irigasi dan saat ini kering.
  5. Mata Air Taban, yang berada di Desa Sidomulyo dengan  debit 6 liter / detik, penggunaannya untuk air minum dan irigasi. Saat ini kering.
  6. Mata Air Pasucen yang terletak di Desa Pasucen yang memiliki debit 7 liter / detik, penggunaannya untuk air minum dan irigasi dan saat ini kering.
  7. Mata Air Soco, berada  di Desa Sendang Mulyo  dengan debit 7 liter / detik, penggunaannya untuk air minum dan  irigasi. Saat ini kering.
  8. Kali Grubugan, merupakan anak sungai dari Sungai Babagan. Debit andalan 80% pada bulan Agustus 25 lt/detik (terkecil) dan bulan Februari 774 liter/detik.
  9. Embung Trembes/Precet, yang memiliki volume 60000 m3 , berfungsi sebagai irigasi.
  10. Embung Suruhan
  11. Embung Pasucen, dengan volume 30000 m3, berfungsi sebagai irigasi. Embung Pasucen memiliki volume 15000m3, berfungsi sebagai irigasi.
  12. Embung Panohan, yang memiliki daerah tangkapan 16 km2, luas genangan 40 Ha, total tampungan 3 juta m3, berfungsi sebagai irigasi dan air baku. Embung Panohan direncanakan untuk air baku dengan debit 30 liter/detik.
Kandungan mineral yang ada di Kecamatan Gunem yaitu bahan galian golongan C yang ada berupa: pasir, kapur , phospat , ball clay , batu bara serta gibsum. Karena banyaknya kandungan bahan tambang, maka kecamatan ini banyak dilirik investor yang tujuannya untuk mengeksploitasi sumber daya alam tersebut

Thursday, December 11, 2014

Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal

Thursday, December 11, 2014 - by GOJEK #GolekRejeki · - 0 Comments

Peta Kecamatan Rowosari
Kecamatan Rowosari merupakan salah satu kecamatan yang ada di bagian ujung barat Kabupaten Kendal dimana secara geografis terletak pada 10 08’ 00” LS - 10 20’ 00” LS dan 1090 52’ 24” BT- 1100 09’ 48” BT dengan jarak 21 km dari pusat pemerintahan Kota Kendal. Wilayah Kecamatan yang berada dipinggir Laut Jawa ini terbagi dalami 16 desa, dengan 72 dusun, 84 RW, serta 347 RT dan memiliki luas wilayah 32,61 km2. Desa-desa yang terdapat di Kecamatan Rowosari antara lain: Tambaksari, Tanjungsari, Parakan, Tanjunganom, Gebanganom, Rowosari, Gempolsewu, Sendangsikucing, Wonotenggang, Randusari, Karangsari, Sendangdawuhan, Pojoksari, Kebonsari, Bulak, Jatipurwo
Adapun batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:
Sebelah Utara         :  Laut Jawa
Sebelah Timur        :  Kecamatan Kangkung
Sebelah Selatan      :  Kecamatan Weleri
Sebelah Barat         :  Kabupaten Batang

Kecamatan Rowosari merupakan daerah dataran rendah di Pantai Utara Pulau Jawa dengan ketinggian tanah antara 0-2 meter di atas permukaan laut pada wilayah bagian utara dan 2-10 meter di atas permukaan laut untuk wilayah selatan. Tingkat curah hujan yang paling dominan di Kecamatan ini adalah curah hujan 21,7 mm/tahun. Untuk tingkat curah hujan 21,8-22 mm/tahun hanya terdapat di Desa Sendang Sikucing bagian utara. 

Jenis Tanah yang ada  terdiri dari jenis Aluvial yang meliputi Tanah Aluvial Hidromorf, Aluvial Kelabu Tua dan Asosiasi Aluvial Kelabu. Tanah aluvial adalah tanah yang dibentuk dari lumpur sungai yang mengendap di dataran rendah yang memiliki sifat tanah yang subur dan cocok untuk lahan pertanian. Aluvial ialah tanah muda yang berasal dari hasil pengendapan. Sifatnya tergantung dari asalnya yang dibawa oleh sungai. Tanah aluvial yang berasal dari gunung api umumnya subur karena banyak mengandung mineral. Tanah ini sangat cocok untuk persawahan. Penyebarannya di lembah-lembah sungai dan dataran pantai

Peruntukan lahan di Kecamatan Rowosari di tahun 2012 lebih dominan dipergunakan untuk lahan sawah sebesar 1.084 Ha, kemudian lahan bukan pertanian sebesar 581,23 Ha, dan selanjutnya lahan bukan sawah sebesar 143,94 Ha. Lahan sawah yang ada digunakan untuk menanam berbagai macam tanaman pertanian yaitu seperti padi, jagung, tembakau dan lain sebagainya.

Penduduk Kecamatan tersebut  pada tahun 2012 didominasi oleh laki-laki, namun perbedaan antara jumlah penduduk pria dan wanita tidak signifikan. Jumlah Penduduk laki-laki   sebesar  27.539  jiwa sedangkan jumlah penduduk wanita sebesar 27.216 jiwa. Tahun 2012 menunjukkan jumlah penduduk sebesar 54.755 jiwa. (Kecamatan Rowosari Dalam Angka Tahun 2012-2013).

Kecamatan Pegandon

- by GOJEK #GolekRejeki · - 0 Comments

Kecamatan Pegandon 
Kabupaten Kendal

Kecamatan Pegandon merupakan bagian dari Kabupaten Kendal yang memiliki luas wilayah 31,12 Km2 atau 3.112 Ha dan terdiri dari 12 desa, 47 dukuh, 58 RW, 210 RT. Luas wilayah yang paling terbesar berada di Desa Wonosari dengan luas daerah sebesar 14,50 Km2 sedangkan yang terkecil berada di Desa Penanggulan dengan luas daerah 0,67 Km2.  Secara administrasi kecamatan ini memiliki batas wilayah sebagai berikut:
•    Sebelah Utara     :    Kecamatan  Patebon
•    Sebelah Timur    :    Kecamatan Singorojo
•    Sebelah Selatan  :    Kecamatan Gemuh
•    Sebelah Barat     :    Kecamatan Ngampel

Bentuk dasar permukaan tanah atau struktur topografi suatu kawasan merupakan sumber daya yang sangat mempengaruhi lokasi. Kecamatan Pegandon merupakan kecamatan yang terletak pada ketinggian 6 m diatas permukaan laut, dengan sebagian besar wilayah cenderung datar dan sedikit bergelombang dengan kemiringan 2 – 15 %. Kondisi tersebut mempunyai daya dukung yang potensial dalam pengembangan kegiatan perkotaan.  

Secara geologi yang berada di bagian tengah Kabupaten  kendal ini termasuk ke dalam wilayah yang dicirikan oleh adanya kompleks metamorfisme skeis dan gneis sebagai alas, yang kemudian tertindih oleh satuan batuan yang terdiri atas batuan sedimen dan batuan gunung api disamping terjadinya terobosan oleh granit dan granodiroit. Secara rinci susunan kelompok batuan yang terdapat pada wilayah ini antara lain kelompok batuan Aluvium, Formasi Damar, Lapisan Marin dan Kifas aluvium. Adapun kondisi tanahnya terdiri dari tanah berjenis aluvial yang dapat digunakan untuk kegiatan pertambakan, pertanian padi dan palawija dan juga cocok untuk permukiman, Latosol, dan juga Mediteran Coklat Kemerahan. 

Sumber daya air di Kecamatan Pegandon berupa air permukaan (sungai) dan air tanah (sumur). Secara umum kondisi sumber daya air cukup memadai karena didukung oleh adanya beberapa sungai kecil dan kedalaman air tanah yang memadai untuk mendukung kebutuhan air bersih masyarakat. Selain itu juga untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kecamatan Pegandon sebagian besar penduduk memperoleh supply dari PDAM, sebagian kecil sumur gali dan pompa.

Wednesday, November 12, 2014

Pil, Kapsul dan Tablet

Wednesday, November 12, 2014 - by GOJEK #GolekRejeki · - 0 Comments

pil, kapsul, tablet
Obat merupakan sarana yang dibutuhkan oleh orang yang sedang sakit untuk menyembuhkan penyakit dengan cara memkan atau meminumnya. Berdasarkan jenis dan bentuknya obat ada yang berbentuk cair maupun padat, dimana obat berwujud padat ada yang berupa Pil, Kapsul ataupun Tablet. 

Pil yang berasal dari bahasa latin Pila yang mengandung arti bola adalah suatu sedian berupa massa bulat mengandung satu atau lebih bahan obat dengan berat antara 100-500 mg. Kapsul (capsulae) merupakan sediaan obat yang terbungkus dalam cangkang kenyal atau keras yang berbentuk bulat telur atau silinder berujung bulat dengan bahan terbuat dari metil selulosa, gelatin atau bahan lain yang cocok. Sedangkan yang dimaksud dengan tablet adalah bentuk sediaan padat yang terdiri dari satu atau lebih bahan obat yang dibuat dengan pemadatan, kedua permukaannya rata atau cembung. 

Diantara ketiga jenis obat tersebut diatas, yang menjadi primadona untuk di makan adalah kapsul karena terbungkus dalam bahan yang bisa melindungi lidah dari rasa pahit yang ada dalam obat tersebut

Subscribe

Mau berlanganan ? Silahkan masukkan emailmu di sini

© 2013 Fotopedia. All rights reserved.
Designed by SpicyTricks