Recent Articles
Home » All posts
Sunday, January 26, 2020
Sunrise Hill Bandungan
Daya tarik Bandungan sebagai salah satu Kota Wisata di Semarang memang tidak pernah memudar. Sejak dulu, kawasan yang berada di lereng Gunung Ungaran ini menjadi tempat tetirah atau berwisata bagi masyarakat Kota Semarang dan sekitarnya mengingat hawanya yang sejuk. Obyek wisata yang cukup terkenal di sana antara lain Candi Gedong Songo, Taman Bandungan, Umbul Sidomukti, Pancingan Jimbaran, Taman Cellosia dan kini ada Sunrise Hill Gedong Songo. Dan sebenarnya masih banyak obyek wisata lain di Bandungan yang layak dan asyik untuk dikunjungi. Sunrise Hill sendiri merupakan salah satu obyek wisata yang terletak di Dusun Darum RT.01, Tlogosari, Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah 50614 sekitar 200 meter sebelum Candi Gedong Songo. Begitu masuk di area wisata ini,
pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan alam berupa enam gunung yang sangat indah. Enam gunung yang bisa kita lihat pemandangannya dari tempat ini antara lain: Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Temoloyo, Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, dan Gunung Ungaran. Tempat wisata ini dibuka setiap hari pada pukul 08.00 ---18.00 WIB dengan tiket yang cukup murah dan terjangkau. Untuk memanjakan para wisatawan, di tempat ini disediakan berbagai fasilitas dan wahana, antara lain: Taman, kolam renang dan wahana permainan anak atau playground, wahana seperti sky merry, keddy boad, komidi putar, Spot foto yang Instagramable berupa terbalik, replika presiden, replika bangunan luar negeri, kincir angin, rumah papua, replika gorila, dan masih banyak lagi. Selain itu juga disediakan studio foto bagi yang ingin berfoto dengan tema-tema tertentu bersama anggota keluarga seperti berfoto menggunakan pakaian adat khas Jawa, menggunakan kimono layaknya di Jepang lengkap dengan latar bunga sakura juga spot foto ala Tiongkok dan Korea.
Untuk fasilitas penunjang berupa mushola, tempat parkir, toilet dan ada juga resto yang menyediakan makanan khas jawa tempat duduk beserta kursi dan juga ada tempat lesehan yang membuat para pengungjung nyaman.
Rumah Horror Sunrise HillKalau di Bukit Sekipan ada Rumah Hallowen, maka di tempat ini juga terdapat wahana wisata perhantuan yang bernama Rumah Horror. Di tempat ini, kita bisa menyaksikan berbagai jenis patung hantu lokal maupun mancanegara sebagai tema hiburan dan foto. Rumah ini dikemas menarik dengan hadirnya patung yang dihias seperti hantu, sehingga menarik minat para pengunjung untuk mengabadikan momen serunya bersama para hantu.
Jika ingin menikmati wahana yang sedang kekinian tersebut, pengunjung akan diajak melewati pintu gerbang bertuliskan Kampung Horror Sunrise Hill dengan dua ekor naga, dua sosok hantu berjubah, berikut sosok wanita cantik serupa Nyi Blorong maupun Nyi Roro Kidul. Setelah itu, kita akan diperlihatkan hantu-hantu yang lain seperti genderuwo, pocong, wewe gombel, malaikat maut, penyihir, tuyul, dan ada pula sosok kuntilanak yang tengah berkendara motor Kawasaki Ninja.
Glamping atau Glamor Camping Sunrise Hill
Bagi wisatawan yang berasal dari luar kota dan ingin menginap di kawasan Bandungan, tidak perlu repot-repot untuk mencari penginapan. Di sunrise Hill, saat ini juga disediakan homestay yang bernama Glamping (Glamor Camping) @sunrisehill_gedong_songo. Hanya dengan membayar Rp 500.000 kita bisa menginap di homestay dengan kapasitas 6 orang perkamarnya. Dan fasilitasnyapun ternyata cukup fantastis, antara lain: Bed, Air Panas, TV, Meja, Jar Air dan Free Masuk lokasi wisata utk 2 orang . Wednesday, October 23, 2019
Jalan Kyai Muntang Wonosobo
Jl Kyai Muntang merupakan salah satu jalan utama di Kota Wonosobo yang menjadi gerbang masuk kota pegunungan tersebut. Jalan sepanjang 1.300 meter ini merupakan jalan kabupaten yang dilewati berbagai moda transportasi baik itu kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Arus lalu lintasnya cukup padat mengingat jalan ini merupakan jalur utama yang menghubungkan Kota Jogja dan Semarang dengan Kota Purwokerto.
Jalan satu arah dengan perkerasan aspal ini memiliki lebar 6 meter, sebenarnya belum memenuhi persyaratan sebagai jalan kolektor sekunder. Namun karena keterbatasan lahan, maka lebar jalan tersebut tetap dipertahankan s
ampai dengan saat ini. Drainase jalan yang ada masih berupa drainase terbuka dengan lebar 30 cm yang berada diantara badan jalan dengan trotoar.

Aktivitas yang ada di sepanjang Jalan Kyai Muntang didominasi oleh aktivitas perdagangan dan jasa (berupa toko, warung dan ruang usaha lainnya), permukiman, peribadatan, sekolah dan kantor pemerintahan. Simpul-simpul aktivitas utama terletak dibeberapa lokasi yaitu taman 0 km wonosobo yang merupakan titik awal Jl Kyai Muntang, pemberhentian bus yang berada di sebelah makam, perempatan Dieng Creatif, Pertigaan Jl Tosari (HOS Cokroaminoto), perempatan Balai Kelurahan Jaraksari dan perempatan terakhir yang biasa disebut masyarakat stopan atau perempatan klenteng.
Permasalahan yang ada di sepanjang jalan tersebut antara lain kemacetan yang disebabkan oleh banyaknya kendaraan umum khususnya bus yang berhenti/ ngetem di sebelah makam serta terbatasnya ruang parkir di sepanjang koridor jalan tersebut. Selain itu, apabila hujan cukup deras, di beberapa titik muncul genangan yang terpusat di sekitar jembatan merah yang sebenarnya merupakan salah satu sistem drainase utama di Kota Wonosobo.
Thursday, October 10, 2019
Cimory on The Valley Semarang, Sensasi Resto dan Mini Agrowisata
Jika kita menempuh perjalanan dari Jogja/ Solo ke Kota Semarang, setelah sampai pertigaan Bawen kita akan disuguhi berbagai destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Salah satu obyek wisata tersebut adalah Cimory on The Valley yang terletak di Jl Soekarno Hatta Km 30 Begojuh Jatijajar Bergas Kabupaten Semarang. Pada awalnya Cimory Semarang mengusung konsep perpaduan antara restauran, pabrik susu dan mini agrowisata. Seiring denngan berjalannya waktu, muncul wahana-wahana baru seperti Cimory Farm, Rumah Hobbit, Kebun Binatang Mini, Mini Mania dan lain sebagainya. Agar pengunjung bisa masuk ke sana, Cimory on The Valley menyediakan tiket dengan harga yang cukup murah, yaitu Rp 10.000 per orang. Akan tetapi untuk menikmati wahana-wahana yang ada, pengunjung harus membayar lagi sesuai dengan jenis wahana yang ada. Dan untuk menghemat budget, di sediakan juga tiket terusan bagi pengunjung yang ingin menikmati semua wahana yang ada dengan harga yang lebih murah. Tiket masuk tersebut, selanjutnya masih bisa ditukarkan dengan produk-produk yang dihasilkan oleh Cimory, seperti yoghurt, susu, ice cream dan lain sebagainya.
Sesuai dengan namanya, Cimory on The Valley terletak di sebuah lembah yang memiliki pemandangan bagus dan udara cukup segar meskipun berada di pinggir jalan Jogja/ Solo menuju ke arah Semarang. Dengan adanya tempat parkir yang sangat luas, menjadikan tempat ini banyak dikunjungi baik ketika hari biasa maupun hari libur. Fasilitas yang ada di sana juga cukup lengkap, antara lain: Mushola, rest room, toko oleh-oleh, kamar mandi/ toilet hingga play ground. Salah satu daya tarik bagi keluarga yang berkunjung ke sana adalah restauran dan toko oleh-olehnya. Di Cimory Resto, kita bisa menikmati berbagai jenis makanan seperti aneka steak, aneka masakan ikan, aneka varian masakan ayam dan daging, friench fries dan aneka kudapan lainnya. Bagi pengunjung yang ingin memberikan buah tangan untuk keluarga maupun kolega di rumah, silahkan datang ke toko oleh-olehnya. Berbagai makanan olahan dari aktivitas peternakan, pertania dan
perkebunan yang di kelola oleh Cimory sendiri tersaji. Dari aneka olahan susu seperti yogurt, susu, ice cream, dodol, permen hingga produk hasil pertanian lain seperti aneka coklat, kue, manisan, buah-buahan dan lain sebagainya. Jam buka Cimory Semarang adalah antara jam 08.00-21.00 pada hari senin-kamis serta jam 08.00-22.00 pada hari jum’at-minggu. Yang perlu diingat adalah tidak semua wahana buka dari pagi hingga malam, karena itu harus rajin-rajin bertanya ke pihak pengelola.
Monday, September 30, 2019
Taman Indonesia Kaya
Bagi masyarakat Kota Semarang, Taman KB bukanlah tempat yang asing karena terletak di pusat kota dan sering dijadikan sebagai tempat berlangsungnya berbagai event. Akan tetapi, mulai bulan Oktober 2018, taman ikonik di Kota Semarang tersebut sudah bermetamorfose menjadi pusat keramaian yang baru.
Adalah Pemerintah Kota Semarang bekerjasama dengan Djarum Fondation yang membangun dan merubah Taman KB menjadi sebuah taman yang lebih menarik dan modern bernama Taman Indonesia Kaya. Ruang terbuka publik yang berada di Jl. Menteri Soepeno ini diharapkan bisa memperkuat citra kawasan Simpang Lima dan Pahlawan yang selama ini menjadi CBD/ Pusat aktivitas masyarakat Kota Semarang.
Berbagai fasilitas yang menarik dibangun di taman yang memiliki luas 5.000 meter persegi tersebut, antara lain: Panggung Budaya yang dibangun dengan 2 sisi yaitu menghadap SMA N 1 dapat digunakan untuk pementasan dengan kapasitas ± 200 orang dan sisi menghadap kantor gubernur dapat menampung ± 800 orang, Taman Pandawa Lima, Pelataran Penikmat Seni, Amphitheater, Area Hijau, Gerbang Mural dan Air Mancur Menari yang dapat bergerak selaras dengan alunan musik klasik dan lagu-lagu perjuangan setiap jam-jam tertentu.
Keunikan Taman Indonesia Kaya dibandingkan dengan taman-taman lain yang sudah ada antara lain desain dan bentuk bangunannya yang futuristik, memiliki aula yang bisa dipakai untuk para seniman melakukan performa, tata lampu yang keren dan adnyaa spot-spot instagramable yang bisa dipakai untuk berselfie ria.Meskipun dirubah menjadi taman modern, namun landmark Taman KB berupa patung ibu menggendong satu anak dan menggandeng satu anak lain tetap dipertahankan. Keberadaan pohon Asam Jawa (Tamarindus indica) juga tetap dilestarikan yang digunakan sebagai peneduh ketika siang hari.
Bagi masyarakat yang berkunjung di Taman Indonesia Kaya, dimanjakan dengan fasilitas yang cukup lengkap, seperti toilet standart modern, jogging track, taman bermain, meja-kursi tempat nongkrong, kran air minum serta beberapa spot untuk berfoto ria. Selain itu, keberadaan sentra kuliner di sebelah utara taman bisa menjadi pemanja lidah karena banyak menyediakan makanan khas kota semarang seperti tahu gimbal, jagung bakar dan makanan ringan lainnya.
Tuesday, September 17, 2019
Masjid Abdullah Kertek Wonosobo
Masjid Abdullah terletak di Jl. Wonosobo - Temanggung, tepatnya berada di Dusun Kenteng Desa Bojasari Kecamatan Kertek Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah kode pos 56371. Masjid jami’ yang memilikii luas bangunan 528 m2 ini berada di lahan dengan luas 1500 m2, sehingga bisa digunakan untuk fasilitas pendukung masjid seperti tempat parkir, halaman serta tempat kegiatan lainnya.
Masjid Abdullah menjadi salah satu tempat yang menjadi tujuan para musafir untuk mampir melakukan ibadah sholat karena letaknya yang cukup strategis. Masjid ini sudah terdaftar dalam Daftar Profil Masjid se-Indonesia yang dikeluarkan oleh Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementrian Agama Republik Indonesia dengan nomor id masjid 01.4.14.07.08.000092
Wednesday, August 7, 2019
Balai Desa Bulumanis Kidul Margoyoso Pati
Balai Desa Bulumanis Kidul merupakan pusat pemerintahan desa yang masuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati Jawa Tengah. Sebagai pusat pemerintahan, Kantor Kepala Desa Bulumanis Kidul ini menjadi rujukan bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan pemerintahan khususnya tingkat desa. Sebagaimana balai desa yang ada di Indonesia, tempat ini juga menjadi lokasi berkumpulnya masyarakat di 4 pedukuhan, yaitu Dukuh Kidul Kali, Dukuh Lor Kali, Dukuh Nosari Dukuh Ngelom dan Dukuh ketika melakukan kegiatan tingkat desa.
Thursday, July 25, 2019
Uji Kompetensi dan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi Kotaku Temanggung
Kebutuhan tenaga konstruksi bersertifikat di Indonesia cukup tinggi, sehingga kementrian Pekerjaan Umum, dalam hal ini Direktorat Jenderal Bina Konstruksi dan Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melakukan berbagai percepatan untuk menambah jumlah tenaga konstruksi bersertifikat. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan yaitu dengan mengadakan kegiatan Pembekalan dan Uji kompetensi untuk Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi dengan menggandeng Program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) di beberapa lokasi.
Salah satu kegiatan tersebut dilakukan di Kabupaten Temanggung yang dilaksanakan pada hari Kamis (25/7) di Desa Gilingsari. Tenaga kerja konstruksi yang mengikuti sertifikasi tersebut merupakan tukang batu yang mengerjakan program infrastruktur berbasis masyarakat Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) di Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Wonosobo. Dengan jumlah peserta 106 orang, kegiatan yang difasilitasi oleh Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya dengan mengambil asessor dari Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Provinsi Jawa Tengah.
Menurut Setya Panca selaku pendamping Program Kotaku Kabupaten Temanggung, kegiatan yang dilaksanakan untuk mengimplementasikan UU Nomor 2 Tahun 2017 tentang jasa kontruksi ini dilaksanakan melalui tahapan pembekalan, wawancara dan praktik lapangan. Setelah mengikuti kegiatan ini, tenaga konstruksi yang dianggap berkompeten akan mendapatkan sertifikat yang diakui oleh Pemerintah melalui LPJK.
Pada saat pelaksanaan kegiatan, tampak para peserta dengan penuh semangat melakukan seluruh rangkaian kegiatan. Dengan semangat mereka melakukan beberapa kegiatan seperti membuat campuran serta pasangan pondasi batu kali sesuai dengan instruksi para asesor. Ingin menambah keterampilan dan mendapatkan sertifikat, demikian jawaban yang diberikan salah satu peserta ketika ditanya motivasinya dalam mengikuti kegiatan tersebut. Semoga tukang-tukang yang memiliki sertifikat bayarannya lebih tinggi daripada tukang yang belum bersertifikat, imbuhnya sambil mengaduk campuran pasir dan semen.
Subscribe to:
Posts (Atom)







