Recent Articles
Home » All posts
Wednesday, March 1, 2017
Kecamatan Ambarawa
Jika kita ingin bepergian ke Kota Yogyakarta dari arah Kota Semarang, kemungkinan besar akan melewati lokasi yang cukup terkenal dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia yaitu Ambarawa. Sebuah kota kecil yang terletak di jalur transportasi utama Semarang-Jogja ini merupakan salah satu kecamatan yang masuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Semarang. Di Kecamatan Ambarawa terdapat monumen Palagan Ambarawa yang menjadi bukti sejarah peperangan Tentara Indonesia bersama rakyat melawan tentara Sekutu.
Kecamatan Ambarawa memiliki luas wilayah 2.822 Ha yang terdiri dari 10 desa/ kelurahan yaitu Kelurahan Baran, Desa Bejalen, Kelurahan Kranggan, Kelurahan Kupang, Kelurahan Lodoyong, Kelurahan Ngampin, Kelurahan Panjang, Desa Pasekan, Kelurahan Pojoksari dan Kelurahan Tambakboyo. Kode Pos Kecamatan Ambarawa antara lain: 50611, 50612, 50613 dan 50614.
Adapun batas wilayah Kecamatan Ambarawa adalah sebagai berikut:
Sebelah Barat : Kecamatan Bandungan
Sebelah Timur : Kecamatan Bawen
Sebelah Utara : Kecamatan Bandungan
Sebelah Selatan : Kecamatan Banyubiru, Rawa Pening
Kecamatan Ambarawa didominasi oleh rawa dan beberapa bukit-bukit rendah menyebabkan Kecamatan Ambarawa berada dalam kategori daerah dengan ketinggian sedang (Rata-rata ketinggian 536 meter di atas permukaan laut). Kondisi Kecamatan yang berada di dataran tinggi menyebabkan suhu udara dan kelembaban udara di kawasan ini sedikit lebih tinggi apabila dibandingkan dengan kawasan lain yang berada di Kabupaten Semarang
Jenis tanah yang ada di Kecamatan Ambarawa antara lain:
Tanah grumosol, yaitu tanah yang memiliki tekstur lempung berliatliat yang berwarna kelabu sampai hitam, memiliki daya yang cukup baik untuk menahan air sehingga cocok untuk pertanian maupun perkebunan.
Tanah Latosol, dengan ciri umumnya berwarna merah,coklat hingga kuning yang mana pada lapisan tanah atas hingga ke bawah bertekstur liat. Jenis tanah ini memiliki kelebihan dapat menahan air sehingga cukup baik apabila digunakan untuk budidaya pertanian.
Tanah regosol, yaitu tanah yang berasal dari material gunung berapi yang mana tanahnya berbutir kasar. Tanah regosol merupakan tanah aluvial yang baru diendapkan. Sifat dari tanah regosol yaitu subur, peka terhadap erosi, berwarna keabuan, kaya unsur hara seperti P dan K yang masih segar, memiliki kemampuan menyerap air tinggi sehingga cukup baik apabila digunakan untuk budidaya pertanian.
Monday, February 13, 2017
Kabupaten Banyumas
Kabupaten Banyumas merupakan salah satu kabupaten yang masuk dalam wilayah administratif Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten ini memiliki posisi yang strategis karena berada pada persimpangan lintas daerah yaitu dari Jawa Barat pada lintas selatan menuju Yogyakarta, Cilacap dan daerah Pegunungan Dieng atau sebaliknya serta dari Jawa Barat dari lintas Utara lewat Kabupaten Tegal menuju Cilacap, daerah Pegunungan Dieng dan Yogyakarta. Secara geografis, kabupaten yang pusat pemerintahannya berada di Kota Purwokerto ini terletak diantara 108º39’17” BT -109º27’15” BT dan diantara 7º15’05” LS - 7º37’10” LS.
Adapun batas wilayah Kabupaten Banyumas antara lain:
Sebelah Utara : Kabupaten Tegal dan Kabupaten Pemalang
Sebelah Selatan : Kabupaten Cilacap
Sebelah Barat : Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Brebes
Sebelah Timur : Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Kebumen
Luas wilayah Kabupaten Banyumas 132.759,56 Ha dengan jarak bentang terjauh dari Barat ke Timur 96 Km, dan dari Utara ke Selatan sejauh 46 Km. Secara administratif wilayah Kabupaten Banyumas meliputi 27 Kecamatan dengan 301 desa dan 30 kelurahan. Adapun kecamatan-kecamatan tersebut antara lain Kecamatan Lumbir, Wangon, Jatilawang, Rawalo, Kebasen, Kemranjen, Sumpiuh, Tambak, Somagede, Kalibagor, Banyumas, Patikraja, Purwojati, Ajibarang, Gumelar, Pekuncen, Cilongok, Karang lewas, Kedungbanteng, Baturaden, Sumbang, Kembaran, Sokaraja, Purwokerto selatan, Purwokerto barat, Purwokerto timur dan Purwokerto utara
Topografi Kabupaten Banyumas
Kondisi topografi Kabupaten ini antara lain:
- Dataran rendah dengan ketinggian 0 – 25 meter di atas permukaan laut (dpl) memiliki luas 26.724,4 ha atau 20,13% dari luas wilayah Kabupaten Banyumas. Wilayah yang berada pada ketinggian ini meliputi Kecamatan Jatilawang, Kecamatan Kebasen, Kecamatan Rawalo, Kecamatan Tambak, sebagian Kecamatan Kalibagor, sebagian Kecamatan Karanglewas, sebagian kecamatan Kemranjen, sebagian Kecamatan Sokaraja, dan sebagian Kecamatan Sumpiuh.
- Dataran perbukitan dengan ketinggian >25 - 100 meter dpl memiliki luas 42.310,30 ha atau 31,87% dari luas wilayah Kabupaten Banyumas. Wilayah yang berada pada ketinggian ini meliputi Kecamatan Kembaran, Kecamatan Lumbir, Kecamatan Patikraja, Kecamatan Purwojati, Kota Purwokerto, Kecamatan Wangon, sebagian Kecamatan Kalibagor, sebagian Kecamatan Kedungbanteng, sebagian Kecamatan Karanglewas, sebagian Kecamatan Somagede, sebagian Kecamatan Sumbang, dan sebagian Kecamatan Sokaraja.
- Dataran tinggi dengan ketinggian >100 – 500 meter dpl memiliki luas 40.385,3 ha atau 30,42% dari luas wilayah Kabupaten Banyumas. Wilayah yang berada pada ketinggian ini meliputi Kecamatan Ajibarang, Banyumas, sebagian Kecamatan Baturraden, sebagian Kecamatan Cilongok, sebagian Kecamatan Pekuncen, dan sebagian Kecamatan Somagede.
- Dataran dengan ketinggian >500 – 1000 meter dpl memiliki luas 17.364,9 ha atau 13,08% dari luas wilayah Kabupaten Banyumas. Wilayah yang berada pada ketinggian ini meliputi sebagian Kecamatan Gumelar, sebagian Kecamatan Kedungbanteng, sebagian Kecamatan Pekuncen, sebagian Kecamatan Cilongok, sebagian Kecamatan Baturraden dan sebagian Kecamatan Sumbang.
- Dataran dengan ketinggian >1000 meter dpl memiliki luas 5.974,1 ha atau 4,50% dari luas wilayah Kabupaten Banyumas. Wilayah yang berada pada ketinggian ini meliputi sebagian Kecamatan Baturraden, sebagian Kecamatan Cilongok, sebagian Kecamatan Pekuncen dan sebagian Kecamatan Sumbang.
Kemiringan Lahan Kabupaten Banyumas
Berdasarkan kemiringan tanahnya wilayah Kabupaten ini terbagi dalam beberapa kelas kemiringan lahan, antara lain:
- Kemiringan 0 – 2% meliputi areal seluas 42.629,09 ha atau 32,11 % dari luas wilayah Kabupaten Banyumas. Wilayah dengan kemiringan ini meliputi Kota Purwokerto, Kecamatan Sokaraja, Kecamatan Kembaran, bagian selatan Kabupaten Banyumas antara lain Kecamatan Tambak, Kecamatan Sumpiuh, Kecamatan Kemranjen, Kecamatan Kebasen, Kecamatan Rawalo, Kecamatan Kalibagor bagian timur, sebagian Kecamatan Patikraja, dan disekitar Sungai Serayu.
- Kemiringan >2 – 8% meliputi areal seluas 19.940,49 ha atau 15,02 % dari luas wilayah Kabupaten Banyumas. Wilayah dengan kemiringan ini adalah sebagian Kecamatan Pekuncen, Kecamatan Cilongok, Kecamatan Karanglewas, Kecamatan Sumbang, Kecamatan Wangon sebelah selatan.
- Kemiringan >8 – 15% meliputi areal seluas 13.979,58 ha atau 10,53 % dari luas wilayah Kabupaten Banyumas. Wilayah ini meliputi sebagian Kecamatan Ajibarang, Kecamatan Pekuncen, Kecamatan Cilongok dan Kecamatan Kalibagor.
- Kemiringan >15 – 25% meliputi areal seluas 16.820,64 ha atau 12,67 % dari luas wilayah Kabupaten Banyumas. Wilayah ini meliputi Kecamatan Gumelar, Kecamatan Lumbir, Kecamatan Wangon bagian utara, Kecamatan Pekuncen bagian barat, Kecamatan Sumbang bagian timur.
- Kemiringan >25 - 40% meliputi areal seluas 13.740,61 ha atau 10,35 % dari luas wilayah Kabupaten Banyumas. Wilayah ini meliputi sebagian Kecamatan Rawalo, Kecamatan Kemranjen, Kecamatan Gumelar, Kecamatan Wangon, Kecamatan Kedungbanteng dan Kecamatan Baturraden.
- Kemiringan >40% meliputi areal seluas 25.649,15 ha atau 19,32% dari luas wilayah Kabupaten Banyumas. Wilayah ini meliputi Lereng Gunung Merak, sebagian Kecamatan Sumpiuh, Kecamatan Tambak, Kecamatan Somagede.
Jenis kemiringan di Kabupaten Banyumas yang bervariatif menunjukkan kondisi area yang layak sebagai lahan budidaya maupun area yang harus dijaga sebagai kawasan lindung.
Geologi Kabupaten Banyumas
Secara stratigrafi, Kondisi geologi Kabupaten Banyumas dapat diuraikan sebagai berikut:
Geologi Kabupaten Banyumas
Secara stratigrafi, Kondisi geologi Kabupaten Banyumas dapat diuraikan sebagai berikut:
- Endapan Aluvial/Aluvium merupakan formasi endapan aluvial atau aluvium menempati porsi yang cukup besar di wilayah selatan Kabupaten Banyumas dengan wilayah penyebarannya meliputi di Kecamatan Kemranjen, Kecamatan Sumpiuh, Kecamatan Tambak, Kecamatan Rawalo, Kecamatan Jatilawang dan Kecamatan Wangon dengan luasnya sebesar 31.744 hektar.
- Endapan Gunung Api merupakan formasi endapan gunung api dapat dipisahkan menjadi tiga kelompok satuan batuan yaitu: Endapan Lahar Gunung Api, terdiri dari bahan-bahan tak mengeras mengandung bongkahbongkah batuan gunung api bergaris tengah 10 – 15 cm bersusun andesit sampai basalt meliputi daerah landai dan datar yang tersebar dari Ajibarang ke arah timur Pasirkidul sampai Sumbang 31.376 hektar. Endapan Lava Gunung Slamet, merupakan aliran lava andesit berongga rongga yang berasal dari Gunung Slamet terutama di lereng timur yang tersebar dari Baturraden ke arah utara hingga Gunung Slamet 4.960 hektar . Batuan gunung api tak terurai, terdiri dari breksi, lava, lapili dan tufa dari gunung api dan pusat-pusat erupsi di sebelah barat membentuk dataran dan bukit-bukit tinggi yang tertutup oleh tanah berwarna abu-abu tua sampai coklat dan kuning kemerahan yang tersebar secara luas dari Pekuncen sampai Baturraden ke arah Utara sampai perbatasan dengan Kabupaten Brebes 17.584 hektar.
- Formasi Tapak terdiri dari batupasir berbutir kasar berwarna kehijauan dan konglomerat di beberapa tempat terdapat breksi. Di bagian atas terdiri dari batupasir gampingan dan napal berwarna hijau yang mengandung pecahan moluska dan berumur Pliosen Tengah sampai Pliosen Atas. Formasi ini terletak di pegunungan sebelah selatan Kalibagor dan Gebangsari seluas 17.584 hektar .
- Formasi Kumbang terdiri dari breksi, lava andesit, tufa dan di beberapa tempat terdapat breksi batuapung dan tufa pasiran. Formasi ini berumur Miosen Tengah sampai Pliosen Tengah dan menempati bukit-bukit antikilin di sebelah selatan Kota Banyumas seluas 96 hektar.
- Formasi Halang merupakan penyebaran formasi halang menempati areal yang sangat luas memanjang pegunungan lipatan, mulai dari daerah Lumbir hingga Banyumas. Perselingan batupasir, batulempung, napal dan tufa, dengan sisipan breksi dipengaruhi oleh turbid fan pelengseran bawah laut. Formasi batuan mempunyai kisaran umur Miosen Tengah hingga Pliosen Atas seluas 40.343,56 hektar.
- Anggota Batugamping Formasi Halang merupakan anggota batugamping formasi halang menempati porsi yang relatif kecil dan penyebarannya di wilayah Kecamatan Banyumas dan Kecamatan Kebasen seluas 144 hektar.
- Anggota Breksi Formasi Halang merupakan anggota breksi formasi halang terdiri dari breksi gunung api dengan komponen basal dan sebagian andesit yang bersisipan dengan batupasir seluas 10.080 hektar .
- Formasi Rambatan merupakan formasi yang terdiri dari batupasir gampingan bersisipan napal, batu lempung dan breksi, umumnya berstruktur turbidit. Penyebaran formasi ini di Kabupaten Banyumas tidak begitu luas, yaitu di sebelah selatan Kabupaten Banyumas dan mempunyai kisaran umur Miosen Bawah-Tengah seluas 2.016 hektar.
Hidrologi Kabupaten Banyumas
Air permukaan yang ada di wilayah Kabupaten ini berasal dari sungai dan mata air. Sungai-sungai yang ada mempunyai debit (Q) sebesar 45.456.342 m3 /hari atau 16.591.564.830 m3 /tahun yang berasal dari sungai besar, seperti Sungai Serayu, Tajum, Kranji, Pelus, Banjaran, Logawa serta sungai-sungai kecil lainnya. Sedangkan Mata air yang di wilayah Kabupaten Banyumas adalah sebagai berikut:
1. Mata air Kawungcarang, Gandatapa dan Kepetek di Kecamatan Sumbang
2. Mata air Kedungpete, Kaliraga dan Baturraden di Kecamatan Baturraden
3. Mata air Pugak di Kecamatan Banyumas
4. Mata air Sikampret dan Sirah di Kecamatan Karanglewas
5. Mata air Cideng, Rancah dan Legok di Kecamatan Pekuncen
6. Mata air Pancasan di Kecamatan Ajibarang
7. Mata air Karangtengah di Kecamatan Cilongok
Kabupaten Banyumas termasuk dalam Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu dan DAS Ijo dan DAS Bengawan. Ketiga DAS ini mencakup beberapa sungai dan anak sungai yang ada di wilayah Kabupaten Banyumas. Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu terbagi dalam beberapa sub DAS dan sub-sub DAS, yaitu sub DAS Tajum, sub DAS Logawa dan sub DAS Serayu Ilir. Dari tiap-tiap sub DAS terbagi lagi menjadi sub-sub DAS, yaitu :
- Sub DAS Tajum terbagi dalam sub-sub DAS Tajum Hulu, sub-sub DAS Trenggulun, sub-sub DAS Datar, sub-sub DAS Tajum Hilir, sub-sub DAS Lopasir dan sub-sub DAS Cihaur
- Sub DAS Logawa terbagi dalam sub-sub DAS Banjaran, sub-sub DAS Pelus dan sub-sub DAS Mengaji
- Sub DAS Serayu Hilir terbagi dalam sub-sub DAS Gawe
Jenis Tanah Kabupaten Banyumas
Berdasarkan hasil penelitian Lembaga Penelitian Tanah (LPT) Bogor tahun 1983 dapat diketahui jenis tanah di Kabupaten ini terdapat 7 jenis tanah, yaitu Aluvial, Glei Humus Rendah, Regosol, Litosol, Andosol, Latosol dan Podsolik.
Iklim Kabupaten Banyumas
Kondisi klimatologi wilayah Banyumas mempunyai iklim tropis basah seperti umumnya wilayah-wilayah di Indonesia. Rata-rata suhu udara bulanan 26,3ºC, dengan suhu minimum tercatat 24,4ºC dan suhu maksimum 30,9ºC. Sedangkan curah hujan di wilayah Kabupaten Banyumas pada tahun 2000 rata-rata sebesar 2.750 mm/tahun. Angka ini menunjukkan bahwa di wilayah Kabupaten Banyumas memiliki curah hujan yang cukup tinggi. Tingginya curah hujan ini didukung oleh kondisi geografi wilayah Kabupaten Banyumas yaitu terletak di lereng Gunung Slamet.
Saturday, February 11, 2017
Museum Lewu hante
Museum Lewu Hante merupakan salah satu museum yang menjadi obyek wisata unggulan di Kabupaten Barito Timur Provinsi Kalimantan Tengah. Museum yang terletak di perbatasan provinsi kalimantan selatan dengan provinsi kalimantan tengah ini berada di wilayah Kelurahan taniran Kecamatan Banua Lima. Di depan museum terdapat sebuah tugu Perbatasan provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan dengan patung Burung Manengang atau burung Enggang yang merupakan ciri khas Pulau Kalimantan di puncaknya. Apabila kita ingin ke sana melalui Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, kita harus menempuh perjalanan kurang lebih 5 jam dengan melewati beberapa kota seperti Kandangan dan Amuntai. Menurut penuturan penduduk sekitar, Lewu Hante memiliki arti rumah besar atau rumah betang dalam bahasa Dayak Manyan. Rumah betang adalah rumah adat khas Kalimantan yang terdapat diberbagai penjuru Kalimantan dan dihuni oleh masyarakat Dayak terutama di daerah hulu sungai yang biasanya menjadi pusat pemukiman suku Dayak. Objek wisata yang memiliki luas keseluruhan 2 hektar ini memiliki 2 replika rumah betang di mana salah satu nya di pakai untuk museum. Meskipunrumah betang ini merupakan replika dan tidak di huni, tetapi hampir nyerupai rumah betang asli yang di huni oleh suku dayak di daerah pedalaman Kalimantan. Di halaman museum ini juga terdapat taman yang luas untuk bersantai yang di lengkapi dengan beberapa replika - replika gambaran yang bermotif dayak, beberapa kafe yang ada di pinggir museum, serta adanya patung “upu dengan wawei” yang berarti laki – laki dan perempuan yang ada di depan panggung

Apabila kita masuk ke dalam museum Lewu Hante yang berada di Kota Tamiyang Layang ini, kita akan menjumpai barang barang bersejarah seperti : bangah (guci kuno), piring malawen, tombak khas dayak, mandau, pistol kuno, samurai, gong dan beberapa alat musik lainnya. Semua barang-barang tersebut merupakan peninggalan sejarah yang sampai dengan saat ini diselamatkan dan disimpan untuk menunjukkan betapa kayanya budaya Suku Dayak pada masa lampau.
Bagaimana ? penasaran untuk berkunjung ke museum yang cukup terkenal ini? Semoga setelah berkunjung ke sana kita makin bangga dengan kekayaan budaya negara kita Indonesia tercinta.
Tuesday, February 7, 2017
Frestea teh melati original, Racikan Masterblend
Frestea merupakan minuman aroma teh yang diproduksi di bawah otoritas Pacific Refreshments Pte. Ltd dengan menggunakan standar kualitas tinggi The Coca-Cola Company, menggunakan teknologi tinggi dan didukung oleh proses produksi higienis, demi memastikan bahwa setiap botol Frestea memilki kualitas yang sama. Frestea dikembangkan untuk menangkap pengalaman dalam menikmati teh tubruk, dengan rasa, aroma, dan warna menjadi faktor terpenting dimana konsumen bisa membedakan kualitas sebuah produk. Cita rasa tehnya yang sangat khas dan inovatif tercipta melalui sajian aroma melati yang menyenangkan dan rasa teh yang unggul. Botolnya yang unik menonjolkan kualitas rasa teh asli, dengan tekstur emboss dua elemen daun yang saling bersilang
Frestea gak cuman menyediakan teh melati aja, tapi juga teh rasa buah-buahan dan yang dicampur madu. Produk yang banyak dinikmati masyarakat Indonesia ini diluncurkan tahun 2002 dengan hak merek Pacific Refreshments Pte. Ltd
Dan kini, diawal tahun 2017 telah hadir produk terbaru dari frestea yaitu Frestea teh melati original. Sebagai salah satu farian yang diunggulkan, Frestea teh melati original lebih dari sekedar teh pilihan, racikan teh hijau, teh hitam, dan teh melati dari masterblend hasilkan aroma menenangkan serta citarasa yang nikmat dan menyegarkan. Siap menikmati Racikan Masterblend yang bakal melegenda? Langsung saja nikmati produk baru ini
Komposisi Frestea :
Air, gula, ekstrak teh, NA-bikarbonat, NA-askorbat dan perisa.
Informasi Nilai gizi
1 kemasan : 300 ml
Calories 100 Sodium 0 mg
Total Fat 0 g Potassium 0 mg
Saturated 0 g Total Carbs 24 g
Polyunsaturated 0 g Dietary Fiber 0 g
Monounsaturated 0 g Sugars 22 g
Trans 0 g Protein 0 g
Cholesterol 0 mg
Vitamin A 0% Calcium 0%
Vitamin C 0% Iron 0%
Friday, January 13, 2017
Museum RA Kartini Rembang
Pesona RA Kartini sebagai salah satu pahlawan nasional Indonesia terus semerbak hingga saat ini. Banyak wanita yang terinspirasi dengan perjuangan beliau dalam menuntut kesetaraan hak antara pria dan wanita yang pada masa itu mustahil diwujudkan. Perjuangan manis beliau saat ini bisa dinikmati oleh seluruh wanita yang ada di Indonesia karena saat ini kedudukan wanita sudah dianggap sederajat dengan kaum pria.
Untuk mengenang perjuangan RA Kartini belumlah afdol kalau kita belum pernah berkunjung ke museum RA Kartini Rembang. Dengan luas keseluruhan 19.306 m2, museum yang dulunya merupakan Rumah Dinas Bupati Rembang ini menjadi saksi bisu perjuangan wanita perkasa yang jasanya semerbak haru sampai ke seluruh penjuru dunia. Pada tahun 1889-1912 suami RA Kartini yaitu K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat diberi jabatan sebagai Bupati Rembang sehingga aktivitas beliau sehari-hari dilaksanakan di rumah tersebut. Salah satu kamar yang dulu ditempati RA Kartini untuk melakukan segala aktivitas, termasuk menuliskan buah pikiran yang menjadi ide dan cita-cita beliau kini di tetapkan sebagai “Museum Kamar Pengabdian RA Kartini”. Saat ini apabila kita masuk ke dalam ruangan tersebut, akan kita jumpai koleksi foto, lukisan, tempat tidur, bathup pribadi, tempat jamu, meja makan, mesin jahit, lesung, cermin rias dan juga meja untuk merawat bayi yang dulu digunakan untuk merawat putra tunggal beliau yaitu RM Soesalit.
Di museum yang terletak di Jalan Gatot Subroto No 8 Rembang ini, kita juga bisa menjumpai sebuah bangunan kuno yang dulunya dipergunakan oleh RA Kartini untuk mengajar khususnya tentang pengetahuan dan keterampilan wanita bagi rakyat pribumi. Bangunan gedung ini bentuknya masih asli meskipun langit-langitnya sudah direhab dan diganti dari sesek bambu menjadi eternit/ plafon dari kayu jati pada tahun 1968. Sampai dengan saat ini, berbagai fasilitas penunjang dan pendukung museum RA Kartini yang dibangun oleh pemerintah, antara lain: diorama di ruang sekolah Kartini, seperangkat gamelan pelog dan slendro di pendopo ageng, perpustakaan & pusat data elektronik Museum dan gender, ruang displai kerajinan/ souvenir, cafetaria, tempat ibadah/ mushola dan saran pendukung lainnya.
Dan di tempat inilah sang Pahlawan wanita kita menghembuskan nafas terakhirnya 4 hari setelah melahirkan putranya. Semoga saja dengan berkunjung ke museum RA Kartini ini kita bisa terus mengingat masa-masa perjuangan beliau demi memperjuangkan derajat kaum wanita terutama yang berada di negara kita Indonesia.
Saturday, January 7, 2017
Kecamatan Tawangmangu
Kecamatan Tawangmangu merupakan salah satu kecamatan yang masuk dalam wilayah administratif Kabupaten Karanganyar. Kacamatan yang memiliki luas 70,03 kilometer persegi ini teretakk di daerah pegunungan dengan ketinggian rata-rata 1.200 m di atas permukaan laut. Adapun Batas Wilayah Kecamatan Tawangmangu adalah sebagai berikut:
Sebelah Utara : Kecamatan Ngargoyoso, Kecamatan Jenai
Sebelah Timur : Provinsi Jawa Timur
Sebelah Selatan : Kecamatan Jatiyoso
Sebelah Barat : Kecamatan Matesih dan Kecamatan Karangpandan.
Sebelah Utara : Kecamatan Ngargoyoso, Kecamatan Jenai
Sebelah Timur : Provinsi Jawa Timur
Sebelah Selatan : Kecamatan Jatiyoso
Sebelah Barat : Kecamatan Matesih dan Kecamatan Karangpandan.
Kecamatan yang berada di ujung Timur Kabupaten Karanganyar ini terbagi atas 3 kelurahan dan 7 Desa, yaitu: Kelurahan Tawangmangu, Kelurahan Blumbang, Kelurahan Kalisoro Desa Bandardawung, Desa Gondosuli, Desa Karanglo, Desa Nglebak, Desa Plumbon, Desa Sepanjang dan Desa Tengklik.
Jenis Tanah Kecamatan Tawangmangu beraneka ragam, antara lain, Alluvial Kelabu, Assosiasi Alluvial Kelabu, Alluvial Mediteran Coklat, Assosiasi Grumosol Kelabu tua dan Mediteran. Peruntukan lahan kecamatan ini didominasi oleh hutan, kebun/ tegalan, sawah, bangunan/ pekarangan serta peruntukan lainnya. Sebagian besar penduduk Kecamatan Tawangmangu merupakan petani karena lahan pertaniannya yang cukup luas. Posisi kedua adalah pedagang dilanjut buruh, baik itu buruh bangunan atau buruh industri.
Kecamatan Tawangmangu yang berada di perbatasan dengan Provinsi Jawa Timur terkenal dengan banyaknya obyek wisata yang ada, baik itu wisata alam maupun buatan. Adapun obyek wisata yang ada di kecamatan ini antara lain: Bumi Perkemahan Kalisoro-Sekipan, Camping Lawu Resort, Grojogan Sewu, Grojokan Pringgondani, Grojogan telaga Gondang, Grojogan Telaga Mulya, Jabal Kanil, Komplek Prtapaan Pringgondani, Puncak Lawu yang bisa dicapai dari Pos Pendakian Cemoro Kandang, Sendang Cumpleng, Situs Menggung, Taman Ria Balekambang, Taman Semar, Bukit Sekipan dan obyek wisata lainnya yang terus bertambah.
Monday, January 2, 2017
JL Teuku Umar Jatingaleh 2017
JL Teuku Umar Semarang yang berada di kawasan Jatingaleh merupakan salah satu ruas jalan utama yang menghubungkan Kota Semarang dengan kota-kota lainnya di bagian selatan seperti Jogja, Solo, Purwokerto dan lain sebagainya. Kawasan Jatingaleh sendiri memiliki daya tarik tersendiri karena terdapat gerbang tol, Stadion legendaris yaitu Stadion Jatidiri, Kantor PLN serta kompleks militer yang disebut dengan kawasan Kesatriyan. Dan mulai awal tahun 2017 dibangunlah jalan layang yang berbeda dengan jalan layang lainnya karena dianggap "nanggung" karena tidak sepenuhnya jalan layang.
Subscribe to:
Posts (Atom)






