Recent Articles
Home » All posts
Monday, August 3, 2015
Kantor Kecamatan Plantungan
Kantor Kecamatan Plantungan atau Kantor Camat Plantungan terletak di JL. Suratman, No. 10, Plantungan, Kendal, Jawa Tengah, Indonesia kode pos 51362. Kantor tersebut berada di jalur jalan utama di kabupaten Kendal yang menghubungkan Batang - Sukorejo (Kendal)- Temanggung. No telepon Kantor Kecamatan Plantungan yang bisa dihubungi adalah 0294 451 006.Secara Administrasi Kecamatan Plantungan terbagi dalam 12 desa yang masuk dalam
klasifikasi desa swasembada. Kecamatan ini terdiri dari
jumlah dusun 55, jumlah RW 61 dengan 250 RT. Jumlah PNS di kantor
Kecamatan 22 orang yang terdiri dari 17 PNS laki-laki dan 5 PNS
perempuan. Pusat pemerintahan Kecamatan plantungan ini berada di pusat keramaian dengan fasilitas yang ada di dekatnya antara lain pasar, Bank BRI, Kantor Polsek, Masjid, sekolah dan fasilitas umum/ fasilitas sosial yang lainnya. Kantor Camat tersebut berada di Desa Tirtomulyo yang berada di tengah-tengah Kecamatan Plantungan sehingga bisa menjangkau dan melayani semua desa yang ada di kecamatan ini.
Sunday, August 2, 2015
Terminal Entrop adalah terminal angkutan umum yang berada di Kelurahan Entrop, Distrik Jayapura Utara. Sebagaimana aktivitas yang ada di terminal pada umumnya, di terminal Entrop menjadi pusat persinggahan utama angkutan umum yang beroperasi di Kota Jayapura yaitu Mobil penumpang Umum (angkot) yang melayani 15 trayek dan Minibus Umum (12 Seat) yang terdiri dari 11 trayek.
Terminal Entrop yang saat ini beroperasi sebenarnya terminal lama, dan masih proses pembangunan terminal baru. Di terminal lama ini selain terdapat jalur pemberhentian angkutan umum juga terdapat ruang tunggu, kios-kios pedagang serta kantor pengelola. Yang menjadi permasalahan di termial Entrop ini antara lain belum tertatanya jalur pemberhentian angkutan umum, masih adanya beberapa kios yang kosong, serta minimnya pohon-pohon peneduh yang membuat suasana panas. Thursday, July 30, 2015
![]() |
| HID Di Kec Rowosari Kab Kendal |
![]() |
| HID Di Kec Rowosari Kab Kendal |
Selain itu, desa-desa yang akan mengikuti seleksi pengajuan HID harus memenuhi beberapa kriteria penilaian, antara lain: Kinerja Pembukuan LKM/KKM memenuhi, kualitas SPAM bagus, pengoperasian dan Pemeliharaan kegiatan yang sudah dilaksanakan tidak mengalami kendala, pencapaian SBS (ODF) memenuhi persyaratan, adanya pengembangan cakupan layanan SPAMS dan terlaksananya program Kerja dalam pelaksanaan PJM Proaksi.
Monday, July 13, 2015
Seperti halnya kota-kota besar lainnya di Indonesia salah satu moda transportasi umum yang paling banyak digunakan oleh masyarakat adalah moda transportasi darat berupa mobil dan bus penumpang umum. Adapun jalur angkutan umum beserta tarif yang ada di Kota Jayapura berdasarkan Keputusan Walikota Jayapura No 75 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Surat Keputusan Walikota Jayapura Nomor 17 Tahun 2015 tentang Pemberlakuan Tarif Angkutan Umum dan Angkutan Air di Wilayah Kota Jayapura adalah sebagai berikut:
Jalur Mobil penumpang Umum (angkot) Kota Jayapura beserta tarifnya untuk penumpang umum/pelajar
B1 : T. Entrop – Polimak – Jayapura (Rp 4.000/ Rp 3.000)
B2 : T. Entrop – Hamadi – Jayapura (Rp 4.000/ Rp 3.000)
B3 : T. Entrop – Tasangka – Argapura – Jayapura (Rp 4.000/ Rp 3.000)
B4 : T. Entrop – Hamadi Santarosa – Polimak – Jayapura (Rp 4.000/ Rp 3.000)
E : Jayapura Lokal (Dalam Kota) (Rp 3.000/ Rp 2.000)
F : Hamadi – Polimak (Rp 3.000/ Rp 2.000)
G : T. Mesran – Dok V Bawah – Dok IX – Sase G – Pasir II (Rp 4.500/ Rp 3.000)
H : T. Mesran – Dok V Atas – SMU 2- Base G (Rp 4.500/ Rp 3.000)
I1 : T. Entrop – Macan Tutul (Rp 5.000/ Rp 3.000)
I2 : T. Entrop – Rehobot (Rp 5.000/ Rp 3.000)
J1 : T. Youtefa – Expo – Perumnas 1 (Rp 4.500/ Rp 3.000)
J2 : T. Youtefa – Perumnas II – Perumnas III – Uncen Baru (Rp 4.500/ Rp 3.000)
K : T. Youtefa – STIE OG – Vuria – BTN (Rp 4.000/ Rp 3.000)
L1 : T. Youtefa – Abe Pantai (Rp 4.000/ Rp 3.000)
T : Youtefa - Nafri (Rp 5.000/ Rp 3.000)
Jalur Minibus Umum (12 Seat) di Kota Jayapura beserta tarifnya
IA : T. Entrop – Padang Bulan (Rp 5.000/ Rp 3.500)
IB : T. Entrop – Youtefa (Rp 4.500/ Rp 3.000)
II : T. Youtefa – Holtekamp (Rp 10.000/ Rp 6.000)
III : T. Youtefa – Skouw (Rp 12.000/ Rp 7.500)
IV : T. Youtefa – Koya Timur (Rp 10.000/ Rp 6.000)
IV : T. Youtefa – Koya Barat (Rp 9.000/ Rp 5.500)
V : T. Jayapura – Angkasa/Premium (Rp 5.000/ Rp 3.000)
VI : Youtefa – Yoka (Rp 4.000/ Rp 2.500)
VII : T. Mesran – Abepura – Waena /12 Seat (Rp 5.500/ Rp 3.500)
VIII : T. Mesran – Abepura – Waena / 24 Seat (Rp 5.000/ Rp 3.000)
IX : T. Youtefa – Perbatasan RI PNG (Rp 15.000/ Rp 9.000)
Tuesday, June 30, 2015
Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) merupakan rencana aksi program strategis untuk penanganan permasalahan permukiman dan pembangunan infrastruktur permukiman pada kawasan prioritas di perkotaan. RPKPP disusun pada lingkup wilayah perencanaan kawasan dan dengan kedalaman rencana teknis yang dituangkan dalam peta skala 1:5.000 dan 1:1.000. RPKPP ini merupakan penjabaran dari SPPIP untuk kawasan permukiman prioritas yang ditetapkan.
Seperti halnya dengan SPPIP, RPKPP memiliki karakteristik yang membedakan dengan rencana pembangunan kawasan permukiman lainnya, meliputi:
Seperti halnya dengan SPPIP, RPKPP memiliki karakteristik yang membedakan dengan rencana pembangunan kawasan permukiman lainnya, meliputi:
- RPKPP berorientasi pada penanganan kawasan permukiman yang diprioritaskan pembangunannya;
- rencana pembangunan kawasan yang terdapat dalam RPKPP dilakukan secara logis dan bertahap sesuai kebutuhan;
- rencana pembangunan kawasan yang dihasilkan memiliki tingkat implementasi yang tinggi karena dalam penyusunannya melibatkan seluruh pemangku kepentingan yang terkait termasuk masyarakat yang terkena dampak, serta mempertimbangkan kebijakan-kebijakan makro di atasnya; dan
- produk yang dihasilkan dari RPKPP dapat langsung diimplementasikan pada sebagian kawasan paling cepat pada tahun berikutnya, karena RPKPP ini mencakup juga perencanaan detail untuk kawasan pembangunan tahap 1.
Terkait dengan karakteristik ini, maka dalam kerangka pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan, RPKPP ini memiliki fungsi sebagai berikut:
- sebagai alat operasionalisasi dalam penanganan kawasan permukiman prioritas;
- sebagai masukan dalam penyusunan RPIJM Bidang Permukiman
Penyelenggaraan SPPIP dan RPKPP tidak dapat dipisahkan dari kebijakan pengembangan dan pembangunan kabupaten/kota secara keseluruhan. Berdasarkan Undang-Undang (UU) No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, tiap kabupaten/kota diamanatkan memiliki dokumen perencanaan pembangunan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) yang kemudian diterjemahkan dalam rencana 5 (lima) tahunan di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Selain itu dari sisi ruang, UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang mengamanatkan tiap kabupaten/kotamemiliki dokumen rencana tata ruang yang tertuang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kabupaten/kotaberikut dengan rencana rincinya. Dalam pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan, kebijakan, dan strategi yang terdapat pada kedua kelompok dokumen yang dihasilkan dari 2 (dua) pilar pembangunan di Indonesia ini, akan diterjemahkan dan disinkronkan dalam SPPIP.
Kedua pilar pembangunan tersebut, dalam lingkup pembangunan perkotaan diintegrasikan dan dipadukan di dalam kebijakan dan strategi pembangunan perkotaan.Kebijakan dan strategi tersebutmemiliki fungsi:
- memberikan acuan bagi pembangunan kabupaten/kota dan kawasan perkotaan,
- mengatur fungsi kabupaten/kota dan penataan ruang kabupaten/kota untuk pembangunan berkelanjutan,
- menjadi dasar dalam sinkronisasi regulasi dan kebijakan terkait pembangunan perkotaan,
- menjadi instrumen perencanaan yang menjadi acuan kementerian/lembaga dalam pelaksanaan program dan kegiatan terkait pembangunan perkotaan.
Sunday, June 21, 2015
![]() |
| Puncak Suroloyo |
Puncak Suroloyo adalah puncak tertinggi dari Pegunungan Menoreh dengan ketinggian 1.019 mdpl yang menjadi salah satu daya tarik wisata di Kabupaten Kulon Progo. Puncak Suroloyo merupakan salahh satu tempat yang disakralkan oleh masyarakat jawa karena adanya peninggalan sejarah dari Raja Mataram. Puncak Suroloyo terletak di Dusun Keceme Desa Gerbosari Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulon Progo dengan koordinat 07038’49,3” Lintang Selatan dan 110010’45,9” Bujur Timur.
Untuk mencapai ke kawasan wisata tersebut, kita diharuskan melewati jalan-jalan yang berliku dengan pemandangan sebelah kanan tebing curam dan sebelah kiri jurang yang memiliki lebar rata-rata 4-5 meter. Sedangkan jalan menuju ke puncak berupa jalan menanjak lebih dari 150 meter, melalui 286 anak tangga dengan sudut kemiringan antara 30-60 derajat. Sampai di puncak, kita akan disuguhi pemandangan alam yang cukup eksotis melalui tiga gardu pandang yang dikenal dengan nama “pertapaan”, yaitu Suroloyo, Sariloyo, dan Kaendran. Pertapaan Suroloyo berbentuk sebidang tanah datar dengan ukuran 7 x 15 meter Persegi yang diyakini sebagai tempat pertapaan Sultan Agung pada saat menerima wangsit untuk menjadi penguasa tanah Jawa.
Dari Puncak Suroloyo, kita akan disuguhi pemandangan yang menakjubkan yaitu Kota Magelang dengan Candi Borobudurnya di sebelah utara, Kota Yogyakarta hingga Candi Prambanan dan Boko di sebelah tenggara, kokohnya Gunung Merapi dan Merbabu di timur laut serta Gunung Sindoro Sumbing di sebelah barat laut. Dari sini pula kita bisa menikmati indahnya sunrise dan sunset yang sangat menawan, terutama jika cuaca sedang cerah.Fasilitas wisata yang ada di Suroloyo saat ini antara lain tempat parkir, warung makan, pendopo, panggung terbuka dan toilet. Beberapa hal yang perlu dijadikan referensi bagi pengelola dalam mengembangkan lokasi tersebut antara lain perlunya perluasan lahan parkir agar bisa menampung kendaraan pengunjung lebih banyak, peningkatan pengawasan di pendopo puncak suroloyo, karena banyaknya wisatawan yang mengotori tempat tersebut dengan sampah maupun tulisan-tulisan serta fasilitas penunjang wisata yang lain seperti area outbound, tracking, flying fox, wisata agro dan lain sebagainya.
Wednesday, June 10, 2015
![]() |
| Wedang Ronde |
Bagi pembaca yang tinggal atau setidaknya pernah tinggal di sekitar Jawa Tengah dan Yogyakarta, pasti tidak asing dengan minuman penghangat tubuh yang berbama Wedang Ronde ini. Minuman hangat dengan rasa jahe ini menjadi salah satu sajian favorit saat musim penghujan tiba.
Wedang Ronde sebenarnya merupakan makanan tradisional China yaitu Tangyuan yang kemudian diadaptasikan ke dalam kuliner Jawa. Tangyuan sendiri sebenarnya merupakan metafora dari reuni keluargakarena selalu disajikan dalam perkumpulan keluarga, misalnya saat pesta pernikahan. Makanan ini terbuat dari tepung ketan yang diberi air dan dibentuk menjadi bulatan besar atau kecil, terkadang diberi isi, namun seringkali tangyuan tampil polos. Bola-bola tepung ketan ini lantas direbus hingga matang dan disantap bersama kuahnya yang manis.
Kuah ronde biasanya terbuat dari rebusan ekstrak jahe, dan aneka rempah-rempah lainnya seperti kayu manis, cengkeh dan daun pandan serta pemanis dari gula batu dan gula merah. Di setiap daerah, wedang ronde bisa disajikan dalam beberapa versi, tergantung kebiasaan makanan serta lidah masing masing daerah. Ada yang menyajikan wedang ronde yang berisi jahe lalu di campur dengan tape ketan hitam. Ada lagi yang di tambahkan susu kental manis agar lebih menggoda rasanya. Ada lagi yang menambahkan kolang-kaling dan roti tawar untuk pengganjal perut.
Adapun beberapa manfaat yang kita dapatkan dari mengkonsumsi Wedang Ronde antara lain: menghangatkan badan, menyembuhkan penyakit tenggorokan, mengatasi mabuk kendaraan, meningkatkan stamina tubuh, mencegah masuk angin, meningkatkan sistem imunitas tubuh, mengurangi pusing ataupun sakit kepala dan mengatasi perut kembung.
Katagori:
Minuman Buah Elektrolit Kesehatan Soda Tradisional Teh
Makanan Buah jajanan Kesehatan Kue Mie Tradisional
Kuah ronde biasanya terbuat dari rebusan ekstrak jahe, dan aneka rempah-rempah lainnya seperti kayu manis, cengkeh dan daun pandan serta pemanis dari gula batu dan gula merah. Di setiap daerah, wedang ronde bisa disajikan dalam beberapa versi, tergantung kebiasaan makanan serta lidah masing masing daerah. Ada yang menyajikan wedang ronde yang berisi jahe lalu di campur dengan tape ketan hitam. Ada lagi yang di tambahkan susu kental manis agar lebih menggoda rasanya. Ada lagi yang menambahkan kolang-kaling dan roti tawar untuk pengganjal perut.
Adapun beberapa manfaat yang kita dapatkan dari mengkonsumsi Wedang Ronde antara lain: menghangatkan badan, menyembuhkan penyakit tenggorokan, mengatasi mabuk kendaraan, meningkatkan stamina tubuh, mencegah masuk angin, meningkatkan sistem imunitas tubuh, mengurangi pusing ataupun sakit kepala dan mengatasi perut kembung.
Katagori:
Minuman Buah Elektrolit Kesehatan Soda Tradisional Teh
Makanan Buah jajanan Kesehatan Kue Mie Tradisional
Subscribe to:
Posts (Atom)









