Recent Articles
Home » All posts
Monday, September 15, 2014
Larutan Cap Kaki Tiga
Jika badan kita rasanya tidak nyaman, Tenggorokan terasa panas dan juga sariawan biasanya itu adalah gejala panas dalam. Suatu hal yang sering kita alami dalam kehidupan sehari-hari. Panas dalam dianggap sebagai efek dari makanan yang bersifat yang (panas) yang berlebih. Keluhan yang timbul, menurut konsep ini, adalah sariawan, begah, tenggorokan gatal dan panas. Inilah penyebab panas dalam menurut konsep yin dan yang dari Cin.
Untuk mengatasi panas dalam, bisa dilakukan dengan mengkonsumsi larutan penyegar dimana salah satunya adalah Larutan Cap Kaki Tiga. Larutan Cap Kaki Tiga secara efektif mengurangi gejala panas dalam seperti radang tenggorokan, bibir pecah-pecah dan gangguan pencernaan. Produk ini merupakan produk dari wen ken drug, perusahan yg bertempat di singapura sejak tahun 1937. Larutan pereda panas dalam yang mengandung mineral alami (gypsum fibrosum dan calcitum) yang dapat mencegah dan mengobati panas dalam. Larutan Cap Kaki Tiga dengan resep turun temurun tepercaya dan telah dikonsumsi banyak keluarga selama berpuluh-puluh tahun. Saat ini sudah terdapat produk larutan cap Kaki Tiga dengan berbagai varian rasa antara lain: rasa Jeruk Nipis, Melon, Stroberi, Jambu, Jeruk & Leci dan masih ada juga rasa orisinil atau tawar.
Khasiyat dan kegunaan Larutan Cap Kaki Tiga :

Larutan Cap kaki Tiga membantu meredakan panas dalam, sariawan, tenggorokan kering dan membantu menyegarkan badan.
Komposisi Larutan Cap Kaki Tiga :
Gypsum Fibrosum...........................450 mg
Calcitum..........................................225 mg
Air sampai dengan .........................500 ml
Cara Pemakaian Larutan Cap Kaki Tiga
1. Orang dewasa minum 3 kali sehari 100 ml sampai 200 ml (1/2 gelas sampai 1 gelas)
2. Anak-anak minum 3 kali sehari 50 ml sampai 100 ml (1/4 gelas sampai 1/2 gelas)
Untuk Selanjutnya:
1. Orang dewasa minum 1 kali sehari 200 ml (1 gelas)
2. - Anak-anak minum 1 kali sehari 100 ml (1/2 gelas)
Katagori:
Minuman Buah Elektrolit Kesehatan Soda Tradisional Teh
Makanan Buah jajanan Kesehatan Kue Mie Tradisional
Minuman Buah Elektrolit Kesehatan Soda Tradisional Teh
Makanan Buah jajanan Kesehatan Kue Mie Tradisional
Wednesday, August 20, 2014
Kantor Kepala Desa Gebanganom
Kecamatan Rowosari
Kabupaten Kendal
Balai desa atau Kantor Kepala Desa Gebanganom Rowosari Kabupaten Kendal adalah salah satu fasilitas utama yang dimiliki oleh masyarakat Desa Gebanganom. Di tempat tersebut setiap hari kerja banyak masyarakat yang dating untuk mendapatkan pelayanan dari perangkat desa.
Sebagaimana diketahui, Gebanganom merupakan salah satu desa di Kecamatan Rowosari kabupaten Kendal memiliki luas sekitar 150 Hektar dengan batas bagian utara : Desa Sendangsikucing, bagian Selatan berbatasan dengan Desa Tanjuanganom, bagian Barat berbatasan dengan Desa Rowosari dan Desa Gempolsewu dan bagian Timur berbatasan dengan Desa Bulak.
Aktifitas Pelelangan Ikan di TPI Tawang
Keberadaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tawang yang berada di kompleks Pelabuhan Perikanan Pantai Tawang Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal sangat membantu kehidupan nelayan yang ada di Rowosari dan sekitarnya. Setiap hari, nelayan yang selesai bekerja menangkap ikan di laut lepas menjual ikan di TPI tersebut.
Bermacam-macam jenis ikan serta ukuran diperjualbelikan di tempat tersebut. Dan tidaklah mengherankan apabila banyak konsumen baik yang ingin menjual kembali atau langsung mengolahnya dating ke tempat tersebut untuk mencari ikan segar. Dan salah satu daya tarik yang mampu menarik pembeli adalah tingkat kesegaran ikan yang dijual karena benar-benar dibawa langsung oleh nelayan dari laut.
Dan gambar di atas adalah salah satu aktivitas dari nelayan, serta pembeli yang ada di TPI Tawang. Terlihat banyak jenis ikan yang di jajakan di sana sambil menunggu giliran pelelangan yang difasilitasi oleh pegawai TPI.
Thursday, June 12, 2014
Kecamatan Ngawen
Kabupaten Klaten
Kabupaten Klaten
Kecamatan Ngawen merupakan salah satu kecamatan yang ada dalam wilayah Administrasi Kabupaten Klaten. Kecamatan tersebut memiliki 13 desa/kelurahan yaitu: Duwet, Gatak, Manjung, Senden, Kahuman, Pepe, Manjungan, Ngawen, Kwaren, Candirejo, Mayungan, Tempursari dan Drono dengan luas wilayah keseluruhan sebesar 1,696.90 hektar.
Kecamatan yang pada tahun 2013 berpenduduk 45,068 jiwa ini memiliki batas wilayah sebagai berikut :
Sebelah utara : Kecamatan Karanganom dan Kecamatan Jatinom
Sebelah timur : Kecamatan Ceper
Sebelah selatan : Kecamatan Klaten Utara dan Kecamatan Klaten Selatan
Sebelah barat : Kecamatan Karangnongko
Apabila ditinjau berdasarkan kelerengannya, wilayah Kecamatan Ngawen memiliki dua kelas topografi yaitu topografi datar dan topografi landai. Dimana topografi datar tersebut berada pada angka kelerengan 0-2%, dan topografi datar berada pada bagian selatan. Sedangkan topografi landai berkisar pada angka 2-5%, dan wilayah yang bertopografi landai berada pada wilayah utara. Ketinggian wilayah kecamatan tersebut adalah 100-500 meter di atas permukaan laut, sehingga masuk dalam katagori ketinggian rendah.
Jenis tanah di Kecamatan ini adalah jenis tanah regosol kelabu yang memiliki tekstur kasar dan berasal dari material gunung api. Tanah regosol ini berupa tanah alluvial yang diendapkan. Tanah regosol ini tidak dapat dimanfaatkan untuk pertanian tetapi dapat digunakan bagi tembakau tanaman palawija dan buah-buahan yang tidak membutuhkan banyak air. Di Kecamatan Ngawen terdapat di beberapa sumber mata air, antara lain di Desa Duwet, Manjung, Ngawen, dan Candirejo. Hampir semua mata air yang ada digunakan untuk irigasi, mandi dan cuci.
Kegiatan budaya yang terdapat di Kecamatan Ngawen berupa acara bersih desa atau merti desa yang dilakukan setiap tanggal 1 Muharram dan 10 Dzulhijah. Di kawasan ini juga terdapat desa wisata, yaitu Dewi Soran Desa Duwet yang menyajikan beberapa kegiatan budaya seperti seni tari, ketoprak, karawitan anak, keroncong dan campursari, gejog lesung, jatilan, reog, wayang wahyu atau wayang suket. Lesung merupakan musik tradisional kuno yang saat ini hampir punah, dan mempunyai nilai seni yang tinggi khususnya bagi para petani yang mengungkapkan rasa kegembiranya setelah musim panen padi tiba. Kesenian ini mengandung unsur penyampaian informasi kepada masyarakat sekitar bahwa pada saat tersebut ada orang punya hajat dan ketika terjadi gerhana bulan. Selain kesenian budaya tersebut juga didukung adaya beberapa sumber mata air yang dapat menjadi daya tarik wisata.
Tuesday, April 1, 2014
Kecamatan Jepara merupakan salah satu kecamatan yang ada dalam wilayah administratif Kabupaten Jepara yang memiliki luas wilayah 24,66 Km2. Kecamatan yang merupakan pusat perkotaan Kabupaten Jepara ini terdiri dari 16 desa/ kelurahan yaitu: Karangkebagusan, Demaan, Bulu, Kauman, Panggang, Potroyudan, Bapangan, Saripan, Jobokuto, Ujungbatu, Pengkol, Mulyoharjo, Kuwasen, Bandengan, Wonorejo dan Kedungcino. Adapun batas-batas wilayah Kecamatan Jepara adalah sebagai berikut :
Sebelah Utara : Kecamatan Mlonggo
Sebelah Selatan : Tahunan
Sebelah Timur : Kecamatan Pecangaan
Sebelah Barat : Laut Jawa
Berdasarkan kemiringan tanahnya, Kecamatan Jepara dibedakan dalam dua kategori yaitu daerah dengan kelerengan 0-8 % (dengan kelerengan datar) dan kelerengan 8-15 % (dengan kelerengan landai). Kelerengan 0-8 % dimiliki oleh bagian barat dan kelerengan 8-15 % dimiliki oleh bagian timur seperti Desa Mulyoharjo, Desa Wonorejo dan Kelurahan Pengkol.
Kecamatan Jepara termasuk dalam wilayah Sub DAS Jratun Seluna (Jragung, Tuntang, Serang, Lusi, dan Juana). Aliran sungai ini titik beratnya diarahkan pada pemanfaatan secara optimal sekaligus rehabilitasi terhadap sumber alam hutan, tanah dan air yang rusak serta untuk meningkatkan pembangunan pertanian yang dapat memberikan pengaruh pada sektor lain. Sungai-sungai besar yang dijumpai di kecamatan tersebut diantaranya Sungai Wiso, Kanal dan Sampok. Potensi air permukaan tanah dan air dalam tanah cukup besar, pada umumnya berupa sungai. Air dalam tanah dapat dibagi 3 daerah menurut keadaan airnya, yaitu :
Sebelah Utara : Kecamatan Mlonggo
Sebelah Selatan : Tahunan
Sebelah Timur : Kecamatan Pecangaan
Sebelah Barat : Laut Jawa
Berdasarkan kemiringan tanahnya, Kecamatan Jepara dibedakan dalam dua kategori yaitu daerah dengan kelerengan 0-8 % (dengan kelerengan datar) dan kelerengan 8-15 % (dengan kelerengan landai). Kelerengan 0-8 % dimiliki oleh bagian barat dan kelerengan 8-15 % dimiliki oleh bagian timur seperti Desa Mulyoharjo, Desa Wonorejo dan Kelurahan Pengkol.
Kecamatan Jepara termasuk dalam wilayah Sub DAS Jratun Seluna (Jragung, Tuntang, Serang, Lusi, dan Juana). Aliran sungai ini titik beratnya diarahkan pada pemanfaatan secara optimal sekaligus rehabilitasi terhadap sumber alam hutan, tanah dan air yang rusak serta untuk meningkatkan pembangunan pertanian yang dapat memberikan pengaruh pada sektor lain. Sungai-sungai besar yang dijumpai di kecamatan tersebut diantaranya Sungai Wiso, Kanal dan Sampok. Potensi air permukaan tanah dan air dalam tanah cukup besar, pada umumnya berupa sungai. Air dalam tanah dapat dibagi 3 daerah menurut keadaan airnya, yaitu :
- Daerah air tawar, meliputi daerah kaki Gunung Muria, mempunyai mutu air yang baik dan digunakan sebagai sumber air minum.
- Daerah air tanah payau, meliputi daerah dataran rendah yang merupakan batas antara air tanah asin dengan air tanah tawar. Persebaran akuifernya tidak merata pada tiap tempat dengan ketebalan antara 2-7 m. Air ini relatif masih bisa digunakan.
- Daerah air asin, meliputi daerah dataran di pinggiran pantai atau pantai yang menjorok ke daratan.
Jenis tanah di Kecamatan Jepara dibedakan dalam dua kategori meliputi asosiasi mediteran, alluvial kelabu dan litosol merah. Jenis tanah asosiasi mediteran berada di bagian barat atau yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa dan jenis tanah litosol merah berada di bagian timur seperti di Desa Mulyoharjo dan Desa Wonorejo
Thursday, March 6, 2014
Kecamatan Paku
Kecamatan Paku merupakan kecamatan di Kabupaten Barito Timur yang memiliki luas kawasan sebesar 272 km2atau 7,09 persen dari luas Kabupaten. Kecamatan ini terbagi dalam 12 desa yaitu: Desa Tampa dengan luas wilayah 25 km2, Desa Runggu Raya yang memiliki luas wilayah 28 km2, Desa Patung dengan luas 25 km2, Desa Kalamus dengan luas 40 Km2, Desa Simpang Bangkuang dengan luas 29 Km2, Desa Kupang Baru dengan luas wilayah 9 km2, Desa Luau Jawuk yang memiliki luas 8 km2, Desa Tarinsing dengan luas 8 km2, Desa Bantai Napu dengan luas 7 km2, Desa Pangkan dengan luas 26 km2, Desa Gandrung dengan luas 44 km2 dan Desa Paku Beto dengan luas 23 km2.
Kecamatan Paku memiliki batas-batas sebagai berikut:
1. Sebelah Utara : Kecamatan Dusun Tengah
2. Sebelah Timur : Kecamatan Dusun Tengah
3. Sebelah Selatan : Kecamatan Awang
4. Sebelah Barat : Kecamatan Pematang Karau dan Karusen Janan
Apabila dilihat dari segi geografis, ketinggian wilayah Kecamatan ini berada dikisaran 14,5 meter dari permukaan laut di Desa Tampa dan 105,7 meter daripermukaan laut di Desa Gandrung. Jika dilihat dari presfektif kemiringan lahan tiap desa, desa dengan kemiringan landai (<15) adalah Desa Tampa, Simpang Bangkuang, Kupang Baru, dan Luau Jawuk. Desa dengan kemiringan sedang (15–250) antara lain Desa Runggu Raya, Patung, Kalamus,Tarinsing, Bantai Napu, Pangkan, dan Paku Beto. Sementara desa dengan kemiringan Curam (>25) hanya di Desa Gandrung.
1. Sebelah Utara : Kecamatan Dusun Tengah
2. Sebelah Timur : Kecamatan Dusun Tengah
3. Sebelah Selatan : Kecamatan Awang
4. Sebelah Barat : Kecamatan Pematang Karau dan Karusen Janan
Apabila dilihat dari segi geografis, ketinggian wilayah Kecamatan ini berada dikisaran 14,5 meter dari permukaan laut di Desa Tampa dan 105,7 meter daripermukaan laut di Desa Gandrung. Jika dilihat dari presfektif kemiringan lahan tiap desa, desa dengan kemiringan landai (<15) adalah Desa Tampa, Simpang Bangkuang, Kupang Baru, dan Luau Jawuk. Desa dengan kemiringan sedang (15–250) antara lain Desa Runggu Raya, Patung, Kalamus,Tarinsing, Bantai Napu, Pangkan, dan Paku Beto. Sementara desa dengan kemiringan Curam (>25) hanya di Desa Gandrung.
Jumlah penduduk Kecamatan Paku pada tahun 2013 adalah sebanyak 8.138 jiwa yang terdiri atas 4.246 jiwa laki-laki dan 3.892 jiwa perempuan dari 2.153 rumah tangga. Desa dengan jumlah penduduk tertinggi adalah Desa Kalamus dengan jumlah penduduk sebanyak 1.595 jiwa atau 19,60 persen daritotal penduduk Kecamatan. Sementara desa dengan jumlah penduduk terendah adalah Desa Tarinsing dengan jumlah penduduk sebanyak 148 jiw aatau 1,82 persen dari total penduduk Kecamatan.
Sarana dan prasarana fasilitas kesehatan di Kecamatan ini hingga tahun 2013 terdiri atas 1 unit puskesmas yang terletak di Desa Tampa, 7 unit puskesmas pembantu yang terletak di Desa Tampa, Runggu Raya, Patung, Kalamus, Tarinsing, Bantai Napu, dan Gandrung, 1 unit praktek dokter, 7 unit praktek bidan, 5 unit poskesdes, dan 15 unit posyandu. Sementara untuk tenaga kesehatan telah tersedia 1 orang dokter, 20 orang perawat, 8 orang bidan, 2 orang tenaga kesehatan lingkungan, dan 20 orang dukun bayi terlatih.
Fasilitas pendidikan yang ada mulai dari jenjang Pendidikan SD sampai SMA telah tersedia. Sarana pendidikan SD berjumlah 14 unit yang tersebar hampir di seluruh desa kecuali di Desa Tarinsing. Jenjang SMP sebanyak 2 unit yang terletak di Desa Tampa dan Patung. Untuk jenjang SMA/sederajat terdapat 2 unit yaitu 1 unit SMA yang terletak di Desa Kupang Baru, dan 1 unit SMK yang terletak di Desa Tampa.
Mayoritas keluarga di kecamatan ini beraktivitas di sektor pertanian, dimana komoditas utamanya antara lain tanaman padi sawah dan padi ladang. Pada tahun 2013 total produksi komoditas padi sawah adalah sebesar 4.836 ton dengan tingkat produktivitas sebesar 36,91 ku/ha, sementara untuk padi ladang sebesar 352 ton dengan tingkat produktivitas sebesar 24,43 ku/ha. Produksi tertinggi tanaman sayuran adalah komoditasterong dengan total produksi mencapai 10 kuintal di tahun 2013. Sementara untuk buah-buahan, produksi tertinggi adalah pada komoditas pisang dengan total produksi mencapai 111 kuintal.
Di sektor perkebunan, komoditas yang palingbanyak diusahakan di Kecamatan Paku adalah komoditas karet. Hal ini dikarenakan mayoritas penduduk adalah petani kebun karet. Banyaknya produksi komoditas ini di tahun 2013 adalah mencapai 1.262,80 ton denganluas area tanam sebanyak 2.552,70 ha.
Wednesday, February 12, 2014
Kantor Kepala Desa Wonotunggal atau masyarakat biasa menyebutnya dengan Balai Desa Wonotunggal terletak di pinggir jalan utama yang menghubungkan Kota Pekalongan – Banjarnegara (lewat Warungasem dan Bandar) atau Jalan utama Batang-Bandar. Balai Desa Wonotunggal merupakan pusat pelayanan masyaraat di desa tersebut yang berjumlah 4.979 jiwa pada tahun 2011. Lokasi Balai Desa Wonotunggal terletak di tempat yang cukup strategis, yaitu di pusat kota Kecamatan Wonotunggal dekat dengan Tugu Pertigaan Wonotunggal yang menghubungkan Kota Pekalongan – Batang – Bawang – Banjarnegara.
Subscribe to:
Posts (Atom)






