Monday, November 8, 2021
Pemandian Air Panas Tegalgunung terletak di Desa Tegalsari Kecamatan Garung Kabupaten Wonosobo. Untuk mencapai desa Tegalsari ini, pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum berupa mikrobus jurusan dieng atau angkot jurusan garung yang disambung menggunakan ojek motor.
Pemandian Air panas Tegalsari atau yang biasa dikenal dengan Pemandian Air Panas Tegalgunung dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa/ BUMDES Tirta Anugrah. Tiket Pemandian Air Panas Tegalgunung relatif murah, yaitu Rp 2000 per orangnya.
Monday, October 25, 2021
Thursday, October 7, 2021
Mesin Cetak Tiket Kereta Api Edmonson
Pada tahun 1967, Nederlansdsch Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) perusahaan kereta api milik Pemerintah Hindia Belanda mendatangkan Mesin Cetak Edmonson untuk mencetak tiket kereta api jurusan Semarang – Solo – Yogyakarta. Mengingat keefektifan mesin cetak tiket tersebut, selanjutnya NIS mengimport lagi untuk digunakan mencetak tiket kereta api lintas Batavia – Buitenzorg pada tahun 1973 dan lintas Surabaya – Pasuruan pada tahun 1878.
Setelah era kemerdekaan, pengelolaan kereta api diambil alih oleh Pemerintah Indonesia dan mesin cetak tiket Edmonson masih digunakan. PT Kereta Api Indonesia baru memberhentikan pencetakan tiket edmonson pada bulan Oktober 2009 untuk digantikan dengan mesin cetak baru yang dianggap lebih modern dan efisien. Dan Kini salah satu mesin cetak tiket edmonson berada di Museum Kereta Api Ambarawa.
Wednesday, August 25, 2021
Friday, July 2, 2021
Telaga Warna dan Telaga Pengilon merupakan obyek wisata yang berada di Kawasan wisata Dieng, tepatnya di Kabupaten Banjarnegara. Bagi pengunjung yang ingin berwisata ke obyek wisata ini, diharuskan membayar Tiket Masuk Telaga Warna dan Telaga Pengilon sebesar Rp 5.000 serta membayar Kontibusi Asuransi Telaga Warna dan Telaga Pengilon sebesar Rp. 1000 dari Asuransi jiwa syariah Amanah Githa.
Friday, June 25, 2021
Precision Makes Great Taste
Precision Makes Great Taste. Diproduksi dengan tingkat ketepatan dan ketelitian yang tinggi membuat Gudang Garam Signature menjadi mahakarya yang cukup berkualitas. Presisi merupakan salah satu hal yang hanya bisa dilakukan oleh ahlinya ahli sehingga menjadikan produk bintang lima ini memiliki rasa yang luar biasa sehingga layak untuk dirasakan kenikmatannya.
Sunday, September 13, 2020
Kabupaten Bojonegoro
Kabupaten Bojonegoro merupakan salah satu kabupaten yang berada di wilayah administrasi Provinsi Jawa Timur. Apabila dilihat secara geografis kabupaten ini terletak pada koordinat 111º25' BT - 112º09' BT dan 6º59' LS - 7º37' LS. Secara administrasi terdiri dari 28 kecamatan. Kabupaten yang berjarak ± 110 Km dari ibukota Propinsi Jawa Timur ini memiliki luas 230.706 Ha, yang terbagi dalam 27 kecamatan, terpecah menjadi 419 desa dan 11 kelurahan.
Kecamatan yang ada di Kabupaten Bojonegoro antara lain : Kecamatan Margomulyo, Kecamatan Ngarho, Kecamatan Tambakrejo, Kecamatan Ngambon, Kecamatan Sekar, Kecamatan Bubulan, Kecamatan Gondang, Kecamatan Temayang, Kecamatan Sugihwaras, Kecamatan Kedungadem, Kecamatan Kepohbaru, Kecamatan Baureni, Kecamatan Kanor, Kecamatan Sumberejo, Kecamatan Balem, Kecamatan Sukosewu, Kecamatan Kapas, Kecamatan Bojonegoro, Kecamatan Trucuk, Kecamatan Dander, Kecamatan Ngasem, Kecamatan Kulitidu, Kecamatan Malo, Kecamatan Purwosari, Kecamatan Padangan, Kecamatan Kasiman, Kecamatan Kadewan dan Kecamatan Gayam.
Adapun batas-batas administrasi Kabupaten Bojonegoro adalah sebagai berikut:
Sebelah Utara : Kabupaten Tuban
Sebelah Timur : Kabupaten Lamongan
Sebelah Selatan : Kabupaten Madiun, Nganjuk dan Jombang
Sebelah Barat : Kabupaten Ngawi dan Blora (Jawa Tengah)
Topografi Kabupaten Bojonegoro
Topografi Kabupaten Bojonegoro banyak dipengaruhi oleh sungai Bengawan Solo yang membelah wilayahnya. Di sepanjang daerah aliran sungai Bengawan Solo sebelah utara (Pegunungan Kapur Utara) merupakan daerah dataran rendah, sedangkan di bagian Selatan didominasi oleh dataran tinggi disepanjang kawasan Gunung Pandan, Kramat dan Gajah (Pegunungan Kapur Selatan). Untuk kemiringan tanah, wilayah Kabupaten ini didominasi oleh lahan dengan kemiringan kurang dari 2% yaitu sebesar 55,10%, adapun kemiringan di atas 40% sebesar 1,24% dari luas wilayah keseluruhan.
Jenis Tanah Kabupaten Bojonegoro
Grumosol merupakan jenis tanah yang paling banyak terdapat di wilayah kabupaten ini, yaitu seluas 88.937 Ha yang umumnya berada di bagian selatan. Sedangkan di bagian utara yang merupakan daerah pesisir didominasi oleh tanah alluvial dengan luas 46.349 Ha. Di bagian hutan berupa lapisan mediteranian yang terdiri atas batu cadas seluas 44.549 Ha. Sisanya berupa litosol yang memiliki luas 50.871 Ha.
Klimatologi Kabupaten Bojonegoro
Secara umum, curah hujan di Kabupaten Bojonegoro tidak terlalu tinggi, dimana kecamatan yang mempunyai curah hujan rata-rata paling tinggi yaitu Kecamatan Baureno dan Sukosewu Penyinaran tertinggi terjadi pada bulan Agustus atau September, sedangkan penyinaran terendah terjadi pada bulan Desember - Februari. Dari 15 kecamatan, hujan paling sering terjadi di Kecamatan Sukosewu yaitu sebanyak 127 hari, hujan paling sedikit muncul di Kecamatan Ngraho yaitu hanya 48 hari.
Pola Penggunaan Lahan Kabupaten Bojonegoro
Hutan yang terdiri dari hutan lindung, hutan produksi dan hutan rakyat merupakan penggunaan lahan terluas di Kabupaten ini pada tahun 2010. Dilanjutkan dengan lahan pertanian berupa sawah dan tegalan/ ladang, permukiman serta perkebunan.







