Recent Articles
Home » All posts
Monday, July 13, 2015
Seperti halnya kota-kota besar lainnya di Indonesia salah satu moda transportasi umum yang paling banyak digunakan oleh masyarakat adalah moda transportasi darat berupa mobil dan bus penumpang umum. Adapun jalur angkutan umum beserta tarif yang ada di Kota Jayapura berdasarkan Keputusan Walikota Jayapura No 75 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Surat Keputusan Walikota Jayapura Nomor 17 Tahun 2015 tentang Pemberlakuan Tarif Angkutan Umum dan Angkutan Air di Wilayah Kota Jayapura adalah sebagai berikut:
Jalur Mobil penumpang Umum (angkot) Kota Jayapura beserta tarifnya untuk penumpang umum/pelajar
B1 : T. Entrop – Polimak – Jayapura (Rp 4.000/ Rp 3.000)
B2 : T. Entrop – Hamadi – Jayapura (Rp 4.000/ Rp 3.000)
B3 : T. Entrop – Tasangka – Argapura – Jayapura (Rp 4.000/ Rp 3.000)
B4 : T. Entrop – Hamadi Santarosa – Polimak – Jayapura (Rp 4.000/ Rp 3.000)
E : Jayapura Lokal (Dalam Kota) (Rp 3.000/ Rp 2.000)
F : Hamadi – Polimak (Rp 3.000/ Rp 2.000)
G : T. Mesran – Dok V Bawah – Dok IX – Sase G – Pasir II (Rp 4.500/ Rp 3.000)
H : T. Mesran – Dok V Atas – SMU 2- Base G (Rp 4.500/ Rp 3.000)
I1 : T. Entrop – Macan Tutul (Rp 5.000/ Rp 3.000)
I2 : T. Entrop – Rehobot (Rp 5.000/ Rp 3.000)
J1 : T. Youtefa – Expo – Perumnas 1 (Rp 4.500/ Rp 3.000)
J2 : T. Youtefa – Perumnas II – Perumnas III – Uncen Baru (Rp 4.500/ Rp 3.000)
K : T. Youtefa – STIE OG – Vuria – BTN (Rp 4.000/ Rp 3.000)
L1 : T. Youtefa – Abe Pantai (Rp 4.000/ Rp 3.000)
T : Youtefa - Nafri (Rp 5.000/ Rp 3.000)
Jalur Minibus Umum (12 Seat) di Kota Jayapura beserta tarifnya
IA : T. Entrop – Padang Bulan (Rp 5.000/ Rp 3.500)
IB : T. Entrop – Youtefa (Rp 4.500/ Rp 3.000)
II : T. Youtefa – Holtekamp (Rp 10.000/ Rp 6.000)
III : T. Youtefa – Skouw (Rp 12.000/ Rp 7.500)
IV : T. Youtefa – Koya Timur (Rp 10.000/ Rp 6.000)
IV : T. Youtefa – Koya Barat (Rp 9.000/ Rp 5.500)
V : T. Jayapura – Angkasa/Premium (Rp 5.000/ Rp 3.000)
VI : Youtefa – Yoka (Rp 4.000/ Rp 2.500)
VII : T. Mesran – Abepura – Waena /12 Seat (Rp 5.500/ Rp 3.500)
VIII : T. Mesran – Abepura – Waena / 24 Seat (Rp 5.000/ Rp 3.000)
IX : T. Youtefa – Perbatasan RI PNG (Rp 15.000/ Rp 9.000)
Tuesday, June 30, 2015
Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) merupakan rencana aksi program strategis untuk penanganan permasalahan permukiman dan pembangunan infrastruktur permukiman pada kawasan prioritas di perkotaan. RPKPP disusun pada lingkup wilayah perencanaan kawasan dan dengan kedalaman rencana teknis yang dituangkan dalam peta skala 1:5.000 dan 1:1.000. RPKPP ini merupakan penjabaran dari SPPIP untuk kawasan permukiman prioritas yang ditetapkan.
Seperti halnya dengan SPPIP, RPKPP memiliki karakteristik yang membedakan dengan rencana pembangunan kawasan permukiman lainnya, meliputi:
Seperti halnya dengan SPPIP, RPKPP memiliki karakteristik yang membedakan dengan rencana pembangunan kawasan permukiman lainnya, meliputi:
- RPKPP berorientasi pada penanganan kawasan permukiman yang diprioritaskan pembangunannya;
- rencana pembangunan kawasan yang terdapat dalam RPKPP dilakukan secara logis dan bertahap sesuai kebutuhan;
- rencana pembangunan kawasan yang dihasilkan memiliki tingkat implementasi yang tinggi karena dalam penyusunannya melibatkan seluruh pemangku kepentingan yang terkait termasuk masyarakat yang terkena dampak, serta mempertimbangkan kebijakan-kebijakan makro di atasnya; dan
- produk yang dihasilkan dari RPKPP dapat langsung diimplementasikan pada sebagian kawasan paling cepat pada tahun berikutnya, karena RPKPP ini mencakup juga perencanaan detail untuk kawasan pembangunan tahap 1.
Terkait dengan karakteristik ini, maka dalam kerangka pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan, RPKPP ini memiliki fungsi sebagai berikut:
- sebagai alat operasionalisasi dalam penanganan kawasan permukiman prioritas;
- sebagai masukan dalam penyusunan RPIJM Bidang Permukiman
Penyelenggaraan SPPIP dan RPKPP tidak dapat dipisahkan dari kebijakan pengembangan dan pembangunan kabupaten/kota secara keseluruhan. Berdasarkan Undang-Undang (UU) No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, tiap kabupaten/kota diamanatkan memiliki dokumen perencanaan pembangunan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) yang kemudian diterjemahkan dalam rencana 5 (lima) tahunan di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Selain itu dari sisi ruang, UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang mengamanatkan tiap kabupaten/kotamemiliki dokumen rencana tata ruang yang tertuang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kabupaten/kotaberikut dengan rencana rincinya. Dalam pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan, kebijakan, dan strategi yang terdapat pada kedua kelompok dokumen yang dihasilkan dari 2 (dua) pilar pembangunan di Indonesia ini, akan diterjemahkan dan disinkronkan dalam SPPIP.
Kedua pilar pembangunan tersebut, dalam lingkup pembangunan perkotaan diintegrasikan dan dipadukan di dalam kebijakan dan strategi pembangunan perkotaan.Kebijakan dan strategi tersebutmemiliki fungsi:
- memberikan acuan bagi pembangunan kabupaten/kota dan kawasan perkotaan,
- mengatur fungsi kabupaten/kota dan penataan ruang kabupaten/kota untuk pembangunan berkelanjutan,
- menjadi dasar dalam sinkronisasi regulasi dan kebijakan terkait pembangunan perkotaan,
- menjadi instrumen perencanaan yang menjadi acuan kementerian/lembaga dalam pelaksanaan program dan kegiatan terkait pembangunan perkotaan.
Sunday, June 21, 2015
![]() |
| Puncak Suroloyo |
Puncak Suroloyo adalah puncak tertinggi dari Pegunungan Menoreh dengan ketinggian 1.019 mdpl yang menjadi salah satu daya tarik wisata di Kabupaten Kulon Progo. Puncak Suroloyo merupakan salahh satu tempat yang disakralkan oleh masyarakat jawa karena adanya peninggalan sejarah dari Raja Mataram. Puncak Suroloyo terletak di Dusun Keceme Desa Gerbosari Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulon Progo dengan koordinat 07038’49,3” Lintang Selatan dan 110010’45,9” Bujur Timur.
Untuk mencapai ke kawasan wisata tersebut, kita diharuskan melewati jalan-jalan yang berliku dengan pemandangan sebelah kanan tebing curam dan sebelah kiri jurang yang memiliki lebar rata-rata 4-5 meter. Sedangkan jalan menuju ke puncak berupa jalan menanjak lebih dari 150 meter, melalui 286 anak tangga dengan sudut kemiringan antara 30-60 derajat. Sampai di puncak, kita akan disuguhi pemandangan alam yang cukup eksotis melalui tiga gardu pandang yang dikenal dengan nama “pertapaan”, yaitu Suroloyo, Sariloyo, dan Kaendran. Pertapaan Suroloyo berbentuk sebidang tanah datar dengan ukuran 7 x 15 meter Persegi yang diyakini sebagai tempat pertapaan Sultan Agung pada saat menerima wangsit untuk menjadi penguasa tanah Jawa.
Dari Puncak Suroloyo, kita akan disuguhi pemandangan yang menakjubkan yaitu Kota Magelang dengan Candi Borobudurnya di sebelah utara, Kota Yogyakarta hingga Candi Prambanan dan Boko di sebelah tenggara, kokohnya Gunung Merapi dan Merbabu di timur laut serta Gunung Sindoro Sumbing di sebelah barat laut. Dari sini pula kita bisa menikmati indahnya sunrise dan sunset yang sangat menawan, terutama jika cuaca sedang cerah.Fasilitas wisata yang ada di Suroloyo saat ini antara lain tempat parkir, warung makan, pendopo, panggung terbuka dan toilet. Beberapa hal yang perlu dijadikan referensi bagi pengelola dalam mengembangkan lokasi tersebut antara lain perlunya perluasan lahan parkir agar bisa menampung kendaraan pengunjung lebih banyak, peningkatan pengawasan di pendopo puncak suroloyo, karena banyaknya wisatawan yang mengotori tempat tersebut dengan sampah maupun tulisan-tulisan serta fasilitas penunjang wisata yang lain seperti area outbound, tracking, flying fox, wisata agro dan lain sebagainya.
Wednesday, June 10, 2015
![]() |
| Wedang Ronde |
Bagi pembaca yang tinggal atau setidaknya pernah tinggal di sekitar Jawa Tengah dan Yogyakarta, pasti tidak asing dengan minuman penghangat tubuh yang berbama Wedang Ronde ini. Minuman hangat dengan rasa jahe ini menjadi salah satu sajian favorit saat musim penghujan tiba.
Wedang Ronde sebenarnya merupakan makanan tradisional China yaitu Tangyuan yang kemudian diadaptasikan ke dalam kuliner Jawa. Tangyuan sendiri sebenarnya merupakan metafora dari reuni keluargakarena selalu disajikan dalam perkumpulan keluarga, misalnya saat pesta pernikahan. Makanan ini terbuat dari tepung ketan yang diberi air dan dibentuk menjadi bulatan besar atau kecil, terkadang diberi isi, namun seringkali tangyuan tampil polos. Bola-bola tepung ketan ini lantas direbus hingga matang dan disantap bersama kuahnya yang manis.
Kuah ronde biasanya terbuat dari rebusan ekstrak jahe, dan aneka rempah-rempah lainnya seperti kayu manis, cengkeh dan daun pandan serta pemanis dari gula batu dan gula merah. Di setiap daerah, wedang ronde bisa disajikan dalam beberapa versi, tergantung kebiasaan makanan serta lidah masing masing daerah. Ada yang menyajikan wedang ronde yang berisi jahe lalu di campur dengan tape ketan hitam. Ada lagi yang di tambahkan susu kental manis agar lebih menggoda rasanya. Ada lagi yang menambahkan kolang-kaling dan roti tawar untuk pengganjal perut.
Adapun beberapa manfaat yang kita dapatkan dari mengkonsumsi Wedang Ronde antara lain: menghangatkan badan, menyembuhkan penyakit tenggorokan, mengatasi mabuk kendaraan, meningkatkan stamina tubuh, mencegah masuk angin, meningkatkan sistem imunitas tubuh, mengurangi pusing ataupun sakit kepala dan mengatasi perut kembung.
Katagori:
Minuman Buah Elektrolit Kesehatan Soda Tradisional Teh
Makanan Buah jajanan Kesehatan Kue Mie Tradisional
Kuah ronde biasanya terbuat dari rebusan ekstrak jahe, dan aneka rempah-rempah lainnya seperti kayu manis, cengkeh dan daun pandan serta pemanis dari gula batu dan gula merah. Di setiap daerah, wedang ronde bisa disajikan dalam beberapa versi, tergantung kebiasaan makanan serta lidah masing masing daerah. Ada yang menyajikan wedang ronde yang berisi jahe lalu di campur dengan tape ketan hitam. Ada lagi yang di tambahkan susu kental manis agar lebih menggoda rasanya. Ada lagi yang menambahkan kolang-kaling dan roti tawar untuk pengganjal perut.
Adapun beberapa manfaat yang kita dapatkan dari mengkonsumsi Wedang Ronde antara lain: menghangatkan badan, menyembuhkan penyakit tenggorokan, mengatasi mabuk kendaraan, meningkatkan stamina tubuh, mencegah masuk angin, meningkatkan sistem imunitas tubuh, mengurangi pusing ataupun sakit kepala dan mengatasi perut kembung.
Katagori:
Minuman Buah Elektrolit Kesehatan Soda Tradisional Teh
Makanan Buah jajanan Kesehatan Kue Mie Tradisional
Thursday, May 28, 2015
Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) merupakan suatu strategi yang menjadi acuan bagi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang penyusunannya mengacu dan terintegrasi dengan arahan pengembangan kabupaten/kota secara komprehensif. SPPIP ini merupakan alat utama bagi pemerintah daerah untuk mengarahkan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. Selain itu, SPPIP juga merupakan rancangan tindakan atau aksi untuk membangun permukiman dan infrastruktur pendukungnya sebagai komponen inti pembentuk kawasan perkotaan.Sebagai rancangan tindakan atau aksi, SPPIP ini diterjemahkan kedalam suatu strategi berikut program pembangunannya. SPPIP ini disusun berdasarkan arahan kebijakan dan strategi yang terdapat di dalam RTRW dan RPJPD.
Dalam prosesnya, SPPIP memiliki karakteristik yang membedakannya dengan kebijakan dan strategi lainnya, yaitu:
Dalam prosesnya, SPPIP memiliki karakteristik yang membedakannya dengan kebijakan dan strategi lainnya, yaitu:
- penyusunan SPPIP lebih banyak dilakukan melalui proses sinkronisasi, akomodasi, dan adopsi dari kebijakan dan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang ada;
- pada proses penyusunannya, SPPIP tidak hanya berorientasi pada produk, namun juga pada proses penyusunannya. Hal ini dapat dilihat dari pengutamaan legitimasi produk yang diukur dari rasa memiliki dan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan kabupaten/kota yang terlibat dalam proses penyusunan dan penerapannya;
- kebijakan dan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang disusun tidak dipandang sebagai kebijakan dan strategi sektoral, melainkan mempertimbangkan keterkaitannya dengan pembangunan kawasan perkotaan secara keseluruhan
- kebijakan dan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan disusun dari skala kabupaten/kota sampai dengan skala kawasan. Pada skala kawasan, penyusunannya dilakukan dengan mengacu pada kebijakan dan strategi skala kabupaten/kota.
Terkait dengan karakteristik tersebut, Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur
- sebagai acuan bagi implementasi program pembangunan permukiman dan infrastuktur permukiman perkotaan, sehingga dapat terintegrasi dengan programpembangunan lainnya;
- sebagai dokumen induk dari semua dokumen perencanaan program sektoral bidangpermukiman di daerah, sehingga fasilitasi APBN dalam penyediaan infrastruktur diprioritaskan pada daerah yang sudah memiliki Dokumen SPPIP/RPKPP;
- sebagai salah satu acuan bagi penyusunan RPIJM Bidang Permukiman;
- sebagai sarana untuk mengintegrasikan semua kebijakan dan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang tertuang di berbagai dokumen;
- sebagai dokumen acuan bagi penyusunan kebijakan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan skala kabupaten/kota.
Strategi dan program yang menjadi keluaran dari SPPIP disajikan dalam peta spasial skala 1:25.000. Dalam kondisi kabupaten/kota yang bersangkutan belum memiliki peta dengan skala tersebut, maka dapat menggunakan skala minimum 1:50.000.
Kawasan Wisata Candi Agung Amuntai
Amuntai yang nerupakan pusat kota dan pusat pemerintahan Kabupaten Hulu Sungai Utara Provinsi Kalimantan Selatan ternyata memiliki salah satu atraksi wisata sejarah yang cukup terkenal yaitu Kawasan Wisata Candi Agung Amuntai. Jangan membayangkan candi yang ada di di kawasan Sungai Malang, kecamatan Amuntai Tengah ini seperti candi-candi yang ada di Pulau Jawa terutama di Jawa Tengah dan Yogyakarta yang penuh dengan ornamen batu vulkanis. Bangunan utama Candi Agung Amuntai terbuat ini didominasi oleh batu dan kayu yang cukup kuat.
Candi Agung diperkirakan adalah peninggalan dari Kerajaan Hindu , Negara Dipa Khuripan yang berdiri sekitar tahun 1438 Masehi. Meskipun sudah berusia ratusan tahun, namun material utama penyusun candi ini masih kuat. Berdasarkan catatan sejarah, Candi Agung Amuntai dibangun oleh Empu Jatmika yang berasal dari Kerajaan Kaling yaitu sebuah kerajaan yang diperkirakan ada di Pulau Jawa. Kerajaan Negara Dipa Khuripan inilah yang di kemudian hari melahirkan Kerajaan Daha di Negara dan Kerajaan Banjarmasin
Dikomplek Kawasan Wisata Candi Agung Amuntai tersebut juga terdapat peninggalan sejarah yang lain, yaitu : Tiang Mahligai, Tiang Sembilan, tempat pertapaan Pangeran Suryanata, juga benda bersejarah temuan para arkeolog di lokasi tersebut seperti fragmen bunga teratai, guci China, dan aneka tembikar bertuliskan huruf China.
Meskipun obyek wisata ini banyak dikunjungi oleh wisatawan, tetapi berdasarkan penelusuran dan pengamatan lapangan kondisinya belum terawat secara maksimal. Di jalan masuk menuju area wisata ini terdapat lapak-lapak PKL yang belum tertata secara rapi. Selain itu fasilitas pendukung yang ada seperti jaringan jalan masuk (main enterance) dan sarana penunjangnya seperti trotoar, drainase, taman bahu jalan, areal parkir dan lain sebagainya perlu di tata ulang sesuai dengan kondisi riil di lapangan serta kebutuhan masyarakat yang beraktivitas di sana.
Thursday, May 21, 2015
Kecamatan Dusun Tengah merupakan salah satu kecamatan dalam wilayah Kabupaten Barito Timur yang terletak di bagian timur ibukota kabupaten dan berbatasan dengan provinsi di luar Kalimantan Tengah yaitu Provinsi Kalimantan Selatan. Adapun batas wilayah kecamatan tersebut secara lengkap adalah sebagai berikut:
Sebelah utara : Kecamatan Raren Batuah,
Sebelah timur : Kalimantan Selatan,
sebelah selatan : Kecamatan Awang , Kec. Paku dan Kecamatan Patangkep Tutui,
sebelah barat : Kecamatan Pematang Karau.
Kecamatan Dusun Tengah memiliki luas wilayah lebih kurang 371 km² atau 9,68 persen dari luas Barito Timur yang terdiri dari satu kelurahan dan tujuh desa definitif, yaitu: Saing, Rodok, Ampah Dua, Putai, Ampah Kota, Netampin, Sumber Garunggung dan Muara Awang. Desa Muara Awang dan Netampin merupakan dua desa terluas dengan luasan masing-masing adalah 120 km² atau 32,34 persen dan 105 km² atau 28,30 persen dari luas kecamatan. Luas kedua desa tersebut mencapai 60,64 persen dari luas seluruh wilayah Kecamatan Dusun Tengah. Secara geografis, Kecamatan ini memiliki ketinggin rata-rata 26 m dari permukaan laut dengan tingkat kemiringan landai (kurang dari 15 derajat) kecuali Desa Muara Awang yang memiliki kemiringan sedang (15-25 derajat). Kecamatan Dusun Tengah merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk kepadatan tertinggi di Kabupaten Barito Timur. Jumlah penduduk pada pertengahan tahun 2013 yaitu berjumlah 24.573 jiwa, 6.318 rumah tangga, dengan kepadatan penduduk sekitar 66 jiwa/km2. Jumlah penduduk tersebut menyumbang 22,86 persen dari total penduduk Kabupaten Barito Timur. Tingginya jumlah penduduk di Kecamatan ini disumbangkan oleh Kelurahan Ampah Kota yang juga merupakan kelurahan dengan jumlah dan kepadatan penduduk tertinggi di Kabupaten Barito Timur. Besarnya nilai sexratio penduduk Kecamatan Dusun Tengah tahun 2013 ialah 104,28, yang dapat diartikan bahwa secara rata-rata pada setiap 100 penduduk perempuan di kecamatan ini terdapat sekitar 104 penduduk laki-laki. Kondisi ini menunjukkan bahwa secara rata-rata jumlah penduduk laki-laki lebih banyak dibandingkan jumlah penduduk perempuan. Sementara jika dilihat untuk setiap desa, hanya Desa Rodok dan Desa Ampah Dua yang memiliki nilai sex ratio kurang dari 100 (Sumber BPS Kabupaten Barito Timur 2014)
Subscribe to:
Posts (Atom)









